MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
RUMAH SAKIT


Kenan sudah memanggil ambulance untuk Elsa, sedangkan Sandy dan orang yang membantunya sudah di ikat di tengah gudang.


“Aku sudah memanggil ambulance, ikutlah dengan Elsa ke rumah sakit agar ada yang menemani.” Ucap Kenan.


“Iya bang, lalu bagaimana dengan Sandy?”


“Kamu tidak perlu mengkhawatirkannya, aku akan membuatnya babak belur sebelum aku menyerahkannya kepada polisi!” tegas Kenan.


Rey menganggukkan kepalanya, dia mencoba menggosok telapak tangan Elsa agar dia merasa hangat.


Elsa ingin sekali berbicara tapi dia tidak bisa karena sudah terlalu lemah, dia hanya bisa melihat Rey yang sedang mengkhawatirkannya, ada perasaan senang di dalam hatinya melihat Rey mengkhawatirkannya.


“Jangan bicara apapun lagi! Simpan tenagamu agar kamu selamat!” tegas Rey.


Tidak lama kemudian ambulance datang, dengan segera Rey menggendong Elsa dan menaruhnya di atas tandu yang di bawa oleh tenaga medis tersebut.


Rey ikut masuk ke dalam ambulance, dia ikut menemani Elsa ke rumah sakit sedangkan Sandy akan di urus oleh yang lain.


"Aku mohon bertahanlah Elsa.." ucap Rey sambil memegangi tangan Elsa terus menerus.


"K-kak,,, R-Rey.."


"Diam! Tidak usah banyak bicara!" ketus Rey.


"T-terimakasih!"


"Tidak perlu!"


"K-kalau ada a-apa-apa d-denganku, t-tolong jaga k-kedua orang tuaku.." ucap Elsa dengan kesulitan.


"Apa yang kamu bicarakan! Tidak akan ada yang terjadi padamu!"


"Jangan banyak bicara!" bentak Rey.


Elsa yang tadinya mau berbicara akhirnya tidak jadi karena mendengar bentakan dari Rey.


"Apa tidak bisa lebih cepat!?" Tanya Rey kepada tenaga medis yang duduk di sebelahnya.


"Ini kami juga sedang berusaha mengendara dengan secepat mungkin tuan." jawabnya.


Rey kesal karena ambulance yang mereka gunakan berjalan seperti siput, ingin rasanya dia mengambil alih setir tersebut dan melajukannya dengan kecepatan maksimal.


Sesampainya di rumah sakit, Elsa segera di tangani oleh para dokter professional yang sudah di telfon oleh Kenan.


Rey yang menunggu di luar langsung menghubungi kedua orang tua Elsa karena dia takut kalau Sandy melakukan sesuatu kepada mereka sebelumnya.


"H-halo.." ucap Ryan dengan suara yang serak.


"Halo om, om dan tante baik-baik saja?" Tanya Rey.


"Tidak Rey, kami pusing sekali rasanya tidak tau kenapa." jawab Ryan.


"Om dan tante datanglah ke rumah sakit, Rey akan menjelaskan semuanya kepada kalian, Elsa juga sedang berada di rumah sakit." ucap Rey.


"Apa!? Kenapa Elsa berada di rumah sakit?" Tanya Ryan.


"Rey akan menjelaskan semuanya om, cepatlah kemari Rey akan menunggu om dan tante." ucap Rey.


"Baiklah kami akan segera kesana." ucap Ryan.


Setelah selesai berbicara dengan Ryan, Rey langsung memasukkan hpnya kembali ke saku celananya dan menyandarkan tubuhnya di tembok sambil memejamkan kedua matanya.


Di dalam gudang, Sandy yang sudah babak belur dan wajah yang sudah tidak karuan.


"Hahaha, kalian memang beraninya keroyokan!" ucap Sandy dengan sinis.


Brugh!! Ken kembali menghajar wajah Sandy yang sudah babak belur itu.


"Kamu masih bisa tertawa di saat wajahmu sudah seperti itu!?" teriak Ken.


"Biarkan dia tertawa sepuasnya Ken! Karena sebentar lagi dia akan membusuk di dalam penjara!" ketus Kenan.


"Bunuh saja aku! Lebih baik aku mati daripada harus membuat malu keluargaku!"


"Jangan harap Sandy! Karena hancurnya keluargamu lah yang akan membuat kami bahagia!"


Tidak lama kemudian mobil polisi datang dan membuat Sandy semakin panik, karena dia mengira kalau ucapan Kenan dan Ken hanyalah ancaman belaka.


"Kalian benar-benar mau memasukkanku ke dalam penjara?!" Tanya Sandy.


"Papaku akan langsung membebaskan aku dari tempat itu!"


"Kami akan membuat perusahaanmu bangkrut jika dia membantumu keluar dari penjara Sandy!"


"Kalian tidak akan bisa!" teriak Sandy.


"Kamu fikir perusahaanmu lebih besar dari perusahaan kami?! Kamu harusnya berfikir dia kali untuk mencari masalah dengan keluarga kami Sandy!" ucap Kenan.


"Keluarga kami akan bersatu untuk menghancurkan siapapun yang membuat salah satu keluarga kami terluka Sandy!" sambung Ken.


Setelah tidak bisa berkata-kata lagi, Sandy akhirnya di bawa oleh polisi, Kenan sudah berpesan untuk memasukkan Sandy ke dalam penjara yang paling buruk agar dia bisa merasakan tersiksanya berada di dalam jeruji besi.


Setelah melihat Sandy yang sudah di bawa oleh mobil polisi, mereka semua kembali ke rumah Belinda untuk menjemput istri-istri mereka dan membawa mereka langsung ke rumah sakit.


Ryan dan Rose sudah sampai di rumah sakit, mereka langsung bertemu dengan Rey dengan wajah yang terlihat sangat panik.


"Rey! Bagaimana keadaan Elsa!?" Tanya Rose.


"Tante, duduklah dulu Rey akan menjelaskan semuanya."


Akhirnya Ryan dan Rose duduk di kursi yang ada di ruang perawatan.


"Elsa masih di tangani oleh dokter di dalam om, tante." ucap Ryan.


"Kenapa dia bisa ada di sini? Sebenarnya apa yang terjadi?!" Tanya Rose.


"Sandy tante, semua karena Sandy! Dia menculik Elsa saat dia berada di cafe, Rey juga tidak tau kenapa Elsa dengan mudahnya ikut bersamanya, sepertinya dia di ancam." jelas Rey.


"Dan tadi Elsa di dorong ke dalam air dengan tangan dan kaki yang terikat, Elsa kesulitan bernafas itulah kenapa Elsa menjadi lemas." lanjut Rey.


Mendengar penjelasan dari Rey membuat Rose lemas dan bersandar di tubuh suaminya.


"Bagaimana ini,, kita terlalu percaya pada Sandy ternyata dia adalah laki-laki yang tidak baik." ucap Rose.


"Jangan pikirkan yang lain dulu sayang, aku akan menghabisi Sandy dengan tanganku sendiri!" ketus Ryan.


Rey ingin menjelaskan kalau Sandy sudah di urus oleh Kenan tapi ucapannya terhenti karena dokter yang menangani Elsa keluar dari ruangan.


Ryan dan Rose yang melihat dokter tersebut langsung berdiri mendekatinya.


"Dok bagaimana keadaan anakku!?" Tanya Rose.


"Anak anda mengalami Edema paru, ini terjadi ketika air menumpuk di paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernapas, orang yang tenggelam dapat menghirup air ke paru-parunya, kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan untuk bernapas, tetapi juga dapat menyebabkan nyeri dada, batuk, perubahan perilaku, dan kelelahan ekstrem, kami sudah menanganinya namun dia masih belum pulih jadi kita harus tetap terus memantau keadaan Elsa kedepannya." jelas dokter tersebut.


"Terimakasih dok, tolong lakukan apa saja agar anak kami kembali pulih." ucap Ryan.


"Kami akan berusaha sebisa mungkin! Dan kalian boleh menjenguk Elsa satu per satu saat ini, setelah di pindah baru kalian boleh masuk ke dalam ruangannya." ucap dokter tersebut.


Setelah dokter tersebut meninggalkan mereka, Rose ingin cepat-cepat masuk ke dalam dan melihat putri kesayangannya, namun Ryan mencegahnya.


"Kenapa kamu mencegahku?" Tanya Rose sambil menatap tajam ke arah sang suami.


"Biarkan Rey yang melihat keadaan Elsa lebih dulu sayang, dia yang membawa Elsa kemari, dia yang tau bagaimana kesulitanya Elsa tadi, jadi biarkan dia dulu, kita mengalah saja." ucap Ryan.


Rose melihat sekilas ke arah Rey yang berada di belakang mereka.


"Baiklah kamu benar, dia juga sangat mengkhawatirkan keadaan Elsa." ucap Rose.


Akhirnya Ryan dan Rose menyuruh Rey untuk masuk ke dalam lebih dulu.


Tentu saja Rey sangat senang, dia segera masuk dan melihat keadaan Elsa yang terbaring di atas tempat tidur pasien.


"Maafkan aku Elsa, maaf karena aku tidak bisa menjagamu dengan benar! Entah apa yang selama ini sudah kamu lalui bersama lelaki brengsek itu!" gumam Rey sambil membelai rambut Elsa yang sudah mengering.


***


Hai-hai kakak-kakak semua~


Author mau ingetin buat pencinta Rey dan Elsa, novelnya sudah update yaa judulnya..


ELSA'S LOVE STORY


Jangan lupa baca yaa,, di sana Author akan menceritakan cinta sebelah tangan Elsa sejak bertemu dengan Rey.


Author juga akan menceritakan lebih detail tentang perlakuan Sandy kepada Elsa nantinya, jadi pantengin terus yaa..


Selamat membaca kakak-kakak 💙