
Terkadang, karena terlalu ingin mendapat apa yang kamu inginkan, kamu lupa apa yang kamu butuhkan.
“Kamu itu ga tau apapun tentang aku dan keluargaku jadi jangan ikut campur karena tugasmu di sini bukan untuk mengurusi keluargaku!” ketus Bernard.
Key hanya diam tidak berbicara apapun, dia berusaha untuk tidak marah karena sekarang dia sedang berada di rumah orang dan tidak sopan jika harus berteriak di rumah orang lain.
“*Kau! Kalau bukan ini adalah rumahmu, aku pasti sudah menghabisimu dasar beruang buluk*!” batin Key sambil mengepalkan kedua tangannya.
“Kenapa? Kenapa kamu melihatku seperti itu!?” tanya Bernard.
Key berusaha untuk mengatur nafasnya agar tidak terbawa emosi, dia juga harus menghargai orang yang berada di rumah itu.
“Bukankah aku sudah meminta maaf? Aku datang ke sini dengan tulus untuk meminta maaf kepadamu dan mengakui kesalahanku, tapi ini yang aku dapat saat aku ingin meminta maaf dengan tulus kepadamu?” tanya Key.
Bernard terdiam setelah mendengarkan ucapan Key, Bernard menatap wajah Key yang masih menundukkan wajahnya. Bernard tiba-tiba teringat jika dirinya tidak boleh membuat Key bersedih.
Bernard duduk di pinggir tempat tidurnya dan tepat di hadapan Key, Bernard menggenggam tangan Key dan menatap wajahnya dengan tatapan merasa bersalahnya.
“Maaf karena aku sudah terbawa emosi, aku terlalu hanyut dalam amarahku kepada papa sampai membentakmu.” Ucap Bernard dengan penuh penyesalan.
“Hm, aku tidak tau ada masalah apa antara om beruang dan papa om beruang, tapi yang aku tau aku sangat menyayangi papiku, dan saat melihat papa om beruang aku jadi ingat sama papi, aku menganggap papa om beruang seperti papaku dan aku merasa papa om beruang sangat menyayangi anak-anaknya dengan tulus.” Ucap Key.
“Terimakasih karena sudah mengingatkanku, sekali lagi maaf.” Ucap Bernard.
“Tidak masalah, aku pergi ke kamar dulu ya om. Om beruang beristirahatlah karena sebentar lagi tante akan memanggil kita untuk makan malam bersama, tapi aku harap om beruang tidak akan bersikap seperti tadi lagi bisakan?” tanya Key.
“Akan aku usahakan.” Ucap Bernard dengan senyum yang di paksakan.
Setelah mendengar ucapan Bernard, Key melepaskan genggaman tangan Bernard dan pergi meninggalkan Bernard, lalu dia menuju ke kamar untuk membersihkan dirinya.
“*Ish, om beruang itu benar-benar kebiasaan deh main pegang tanpa aba-aba, jantungku jadi berdebar karena dia tiba-tiba menggenggamku tadi*.” batin Key sambil memegang dadanya.
“Pa, mama rasa Key adalah wanita yang baik dan sopan santun, dia juga sangat cantik dan manis sekali, bagaimana menurut papa? Apa Key orang yang baik?” tanya mama Bernard kepada suaminya.
“Hm, sepertinya dia anak yang baik dan papa juga suka akan sifatnya, dia berani menentang Bernard dan bahkan membentaknya ini adalah pertama kalinya Bernard di perlakukan seperti itu oleh wanita, papa rasa dia bisa merubah sifat anak kita yang keras kepala itu ma.” Ucap papa Bernard yang membanggakan Key.
“Hm, padahal dia keras kepala juga keturunanya siapa.” Gumam mama Bernard sambil menggelengkan kepalanya.
“Sudahlah, mama akan melihat pelayan yang sedang menyiapkan makan malam untuk kita.” Ucap mama Bernard.
Saat mama Bernard melihat ke dapur, dia terkejut karena Key sedang membantu para pelayan bahkan sambil tertawa bersama.
“Tante?” sapa Key yang kebetulan menoleh ke belakang dan melihat mama Bernard berdiri di sana.
“Hai Key, kamu ga istirahat?” tanya mama Bernard.
“Tadi Key habis dari kamar om beruang untuk meminta maaf, setelah itu Key mandi di kamar tapi Key ga bisa tidur jadi dari pada bosen di kamar akhirnya Key ke daur deh terus ngeliat para bibi sedang memasak.” Jelas Key dengan senyum manisnya.
“Kamu ini lucu sekali sih Key, apa di rumah kamu sering memasak?” tanya mama Bernard.
“Ga sering sih tante, tapi Key selalu suka kalau melihat orang memasak dan Key juga masih butuh banyak belajar.”
“Bolehkan tante berbicara denganmu?” tanya mama Bernard.
“Tentu saja boleh tante.” Jawab Key dengan senang hati.
Key dan mama Bernard duduk di sofa ruang tamu dan berbincang-bincang mengenai berbagai hal.
“Key, terimakasih karena sudah jauh-jauh datang menemui kami.” Ucap mama Bernard.
“Kenapa tante berterimakasih? Key senang kok datang ke sini, Key juga sudah lama tidak ke Jepang.”
“Kamu juga sering ke Jepang?”
“Iya tante, dulu Key sering ke jepang untuk berlibur dengan keluarga tapi semenjak Key mengalami kecelakaan jadi papi tidak pernah mengijinkan Key kemana-mana tanpa pengawasannya.” Jelas Key.
“Kamu pernah kecelakaan? Kecelakaan apa Key? Bagaimana hal itu bisa terjadi?” tanya mama Bernard khawatir.
Key yang melihat kekhawatiran mama Bernard benar-benar tersentuh karena ke khawatiran yang di tunjukkan oleh mama Bernard sama dengan yang di tunjukan oleh mami Khansa, benar-benar tulus.
“Pernah tante, kapan-kapan aja deh Key ceritain ya soalnya tante pasti terkejut mendengarnya.” Bisik Key.
“Oh iya tante, apakah Key boleh tau kenapa om beruang dan papanya sepertinya memiliki hubungan yang kurang bagus?” tanya Key dengan ragu.
“Tidak usah ragu, tante tau kamu sebenarnya sudah penasaran dari tadi kan? Mereka berdua memiliki kesalah pahaman di masa lalu.”
“Kesalah pahaman seperti apa hingga membuat mereka mejadi seperti itu?” tanya Key.
“Dulu Bernard memiliki kekasih, dia dari keluarga yang biasa saja, mereka bertemu saat kuliah, dia adalah wanita yang baik dan juga sopan, namun setelah setahun mereka berhubungan tiba-tiba sikap wanita itu berubah, dia sudah mengambil setengah dari kekayaan keluarga kami.” Jelas mama Bernard.
“Apa? Bagaimana bisa? Maksudnya kenapa wanita itu bisa tau di mana letak asset keluarga berada?” tanya Key.
“Kami terlalu mempercayainya hingga kami memberi tau semua tempat-tempat rahasia di rumah ini. Papa Bernard sangat marah saat itu dan mau mencari wanita itu dan memenjarakannya, namun Bernard yakin kalau yang mencuri asset keluarga kami bukan wanita itu, dia bahkan mengancam kami kalau papanya mencari keberadaan wanita itu dia tidak akan pernah pulang dan tidak mau meneruskan perusahaan keluarga. Dan sampai saat ini mereka masih dalam perang dingin, kalau ada papanya di rumah dia akan tinggal di apartmentnya, karena ada kamu makanya kali ini dia tidak menghindari papanya.”
“Maaf tante, Key tidak tau kalau om beruang memiliki masa lalu seperti itu.” Ucap Key.
“Kenapa kamu meminta maaf? Tante malah senang karena kehadiranmu di rumah ini akan membuat Bernard lebih betah di rumah walaupun ada papanya. Tante harap kamu akan lama berada di Jepang ya.” pinta mama Bernard.
“Akan Key usahakan ya tante.”
“Oh iya, maaf kalau tante bertanya seperti ini. Tapi kalau boleh tau, siapa nama panjangmu dan bagaimana keluargamu?” tanya mama Bernard.
Key melihat ke arah mama Bernard karena tidak menyangka dia akan mendapat pertanyaan seperti itu dari mama Bernard.
“Bagaimana ini, selama ini aku menutupinya. Tapi aku tidak enak jika tidak menjawab pertanyaan tante.” Batin Key.
“Keyla Putri Kalandra ma! Nama panjangnya Keyla Putri Kalandra, dia adalah anak kembar tuan Kalandra yang selama ini di sembunyikan oleh keluarganya.” Ucap Bernard yang baru saja menuruni tangga.
“Apa? Kamu adalah anak tuan Kalandra?” tanya mama Bernard tidak percaya.
Key melihat Bernard dengan tajam, dia tidak menyangka jika Bernard akan memberitau rahasianya kepada mamanya.
“Tante, bisakah tante merahasiakan hal ini? karena aku tidak suka jika orang-orang mengenalku sebagai anak tuan Kalandra.” ucap Key.
“Kenapa? Orang tuamu adalah orang hebat, kenapa kamu tidak ingin di kenal sebagai anaknya?” tanya mama Bernard.
“Karena Key tidak ingin di sukai banyak orang karena nama papi, Key mau orang-orang di sekitar Key menyukai Key apa adanya tante.”
“Wanita ini memang benar-benar berbeda, Bernard harus menikah dengan wanita yang seperti ini.” batin mama Bernard.