
Ken berpamitan kepada mami Khansa, papi Kalandra dan Andini untuk pergi bersama dengan Rey sebentar. Papi Kalandra sudah tau kemana Ken dan Rey akan pergi, sedangkan yang lain hanya mengijinkan tanpa mengetahui kemana mereka berdua pergi.
Di dalam mobil, Ken dan Rey dengan wajah yang serius berniat untuk memberikan pelajaran kepada Audrey bagaimanapun caranya.
"Apa yang akan kamu lakukan kepada Audrey Ken?" Tanya Rey tiba-tiba.
"Entahlah, aku juga bingung hukuman apa yang pantas untuknya!" ucap Ken.
"Benar juga! Jika kita memukuli seorang perempuan sepertinya harga diri kita akan turun, sulit memutuskan hukuman apa yang pantas untuknya." ucap Rey.
Ken tidak mengatakan apapun, dia hanya fokus mengendarai mobilnya sampai ke sebuah gudang kosong yang dimiliki papi Kalandra.
Papi Kalandra memang memiliki sebuah gudang kosong untuk menghukum semua musuhnya yang mengkhianati atau menyerang keluarganya, walaupun memang tempat itu jarang sekali di gunakan tapi papi Kalandra tetap mempertahankan gudang itu.
Setibanya di tempat tujuan, Ken dan Rey segera turun dari mobil dan masuk ke dalam gudang tersebut. Di dalam sudah ada beberapa orang bertubuh besar dan terlihat Audrey sedang berada di sudut ruangan dengan tangan yang terikat di kursi dan lakban yang ada di mulutnya persis dengan apa yang di lakukannya kepada Andini.
"Bukankah kamu merasa tidak asing dengan tempat ini Audrey?" Tanya Ken dengan senyum sinisnya.
"Mmmmm,,mm" Audrey berusaha untuk berbicara namun tidak bisa karena mulutnya di lakban.
"Apa? Kamu ngomong apa sih!? Ah iya aku lupa melepaskan lakban yang ada di mulutmu!" ketus Ken sambil membuka lakban yang ada di mulut Audrey dengan kencang seperti yang di lakukannya kepada Andini.
"M-maafkan aku Ken, aku mohon maafkan aku, aku tidak bermaksud membunuh anaknya, hikss.." ucap Audrey sambil menangis.
"Tolong, masukkan saja aku ke penjara Ken jangan siksa aku seperti ini hikss,, aku takut.." lanjutnya.
Penampilan Audrey waktu itu sudah berantakan, tangan dan kaki yang terluka karena berusaha melepaskan tali yang mengikatnya, mata yang bengkak karena menangis sepanjang hari.
mendengar ucapan Audrey membuat Ken tidak menyangka karena dia ingin melarikan diri dengan meminta di hukum di penjara.
"Kamu berfikir saat di penjara papamu akan mengeluarkanmu dengan uang? Haha apa kamu tidak tahu kalau perusahaan papamu sudah bangkrut?" ucap Ken dengan tawa puasnya.
Audrey terkejut mendengar hal itu, dia tidak menyangka kalau Ken akan melakukan hal seperti itu, dia bingung harus melakukan apa agar Ken mau memaafkannya.
"Ken aku mohon, papaku tidak bersalah tolong jangan buat perusahaan papa bangkrut, dia sangat membangun perusahaan itu dengan perjuangan yang begitu besar!" ucap Audrey.
"Dia juga bersalah Audrey karena tidak bisa mendidikmu dengan benar! Kita anak pengusaha, memiliki banyak uang tapi bukan berarti kita harus seenaknya! Jangan rakus, jangan menginginkan sesuatu yang tidak bisa kamu dapatkan!" tegas Ken.
"Tapi aku mencintaimu Ken!"
"Cinta?! Orang yang benar-benar mencintai kita akan bahagia jika melihat kita bahagia walaupun harus merelakannya dengan orang lain."
"Kamu hanya terobsesi olehku, itu bukan cinta Audrey!" lanjut Ken.
Audrey hanya terdiam memikirkan apa yang di katakan oleh Ken, dia masih duduk terikat di kursinya.
"Apa yang harus kita lakukan kepadanya?" Tanya Rey.
"Biarkan saja dia di sini sendirian di dalam ruangan gelap dengan tangan terikat, biar dia merasakan bagaimana rasanya di culik! Setelah itu aku akan menyerahkannya ke polisi dan mengumpulkan banyak bukti untuk memberatkan hukumannya." ucap Ken.
Audrey yang mendengar rencana Ken langsung melebarkan kedua matanya dan berusaha untuk berteriak sekencang-kencangnya, namun percuma saja karena gedung tersebut berada di tempat yang sangat terpencil dan sangat rapat hingga suara dari dalam hanya terdengar samar-samar di luar gedung.
"Ken aku mohon lepaskan aku hikss,, biarkan aku menemui kedua orang tuaku hikss.." ucap Audrey yang sudah putus asa.
"Tentu saja kamu akan bertemu dengan mereka, tapi besok Audrey! Hari ini kamu harus menginap di gedung kosong ini sendirian!" ucap Ken.
"Tidak Ken! Ken aku mohon!!!" teriak Audrey namun tidak di gubris oleh Ken.
Ken dan Rey memutuskan untuk kembali ke rumah sakit.
"Apa yakin dia akan baik-baik saja?" Tanya Rey.
"Aku tidak bilang dia akan baik-baik saja, dia akan kelaparan dan kehausah, tapi kamu tenang saja hari sudah semakin gelap, besok pagi-pagi sekali kita akan kembali untuk mengeluarkannya." jelas Ken.
"Kenapa tidak kita habisi saja dia! Bagaimana kalau dia melaporkannya kepada orang tuanya kalau kita mengurungnya?" Tanya Rey.
"Wow! Santai Rey, dia perempuan ingatlah bagaimanapun jahatnya perempuan kita sebagai laki-laki tidak boleh sampai menghabisi nyawanya!"
"Lagipula dia tidak akan melaporkannya, toh dia akan berfikir kalau melaporkan kita juga percuma karena kita memiliki kekuasaan." lanjut Ken.
Mendengar ucapan Ken membuat Rey diam tidak mengatakan apapun lagi.
Sesampainya di depan rumah sakit, Rey berpamitan untuk pulang sebentar membawa mobil Ken, sedangkan Ken tetap berada di rumah sakit menemani Andini.
"Apa kamu tidak apa-apa aku tinggal di sini sendirian?" Tanya Rey.
"Tentu saja tidak apa-apa! Kamu segeralah kembali jika sudah selesai!" tegas Ken yang di balas anggukan oleh Rey.
Rey melajukan mobil Ken, sedangkan Ken masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ke ruangan Andini.
Andini melihat ke arah pintu ruangannya yang terbuka dan tersenyum melihat Ken yang sudah kembali.
"Kemana yang lain?" Tanya Ken yang menyadari tidak ada orang di sana.
"Papi, mami dan kak Belinda aku suruh pulang kasihan kak Belinda udah kecapean di sini, Key lagi ke kantin rumah sakit beli minuman." ucap Andini.
"Loh, emangnya abang ga jadi ke sini?" Tanya Ken.
"Ban mobilnya bocor, terus jalanan lagi macet banget jadi papi sama mami nyuruh abang Kenan langsung pulang ke rumah." jelas Andini yang di balas anggukan kepala oleh Ken.
"Kamu habis dari mana Ken?" Tanya Andini.
Ken yang mendapatkan pertanyaan seperti itu langsung gugup dan tidak tahu harus menjawab apa.
"A-aku habis nganterin Rey tadi dia bilang mau jalan-jalan." ucap Ken berbohong tapi Andini tahu kalau Ken sedang berbohong.
"Aku tau kamu sedang berbohong, apa ada sesuatu yang kamu tutupi dariku?" Tanya Andini.
"Kamu sudah makan?" Tanya Ken mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
Andini tahu kalau Ken tidak ingin bercerita kepadanya, jadi dia hanya tersenyum dan membiarkan Ken tidak menjawab pertanyaannya.
"Sekarang masih jam berapa Ken? Belum waktunya untuk kita makan malam jadi aku belum makan." ucap Andini.
"Oh iya aku lupa, kemana Key kenapa dia pergi lama sekali! Apa dia tidak tahu sedang meninggalkan orang sakit?!" ucap Ken yang mulai salah tingkah dengan pertanyaannya yang tidak masuk akal.
"Aish, kenapa aku jadi salah tingkah begini! Lagian bodoh banget sih udah tau belum waktunya makan malam tapi malah nanya." batin Ken sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
***
Yuhuu~ Bonus foto babang Kenzo nihhðŸ¤