
Terkadang kita tidak menghargai orang yang kita sayangi... Dan kita kehilangannya.
Pagi hari, Kenan sudah bersiap untuk menjemput Belinda di rumahnya untuk berangkat ke kantor bersama.
Drrtt,, drrtt,,
Kenan melihat hpnya yang berdering langsung di angkat melihat adiknya yang menelfon.
“Halo Key, ada apa?”
“Bang, apakah abang tidak ingin menjemputku?” rengek Key.
“Key, abang mau menjemput Belinda terlebih dahulu lalu baru menjemputmu, apa tidak masalah?” tanya Kenan.
“Abang mau berangkat bersama kak Belinda? Kalau begitu tidak usah menjemputku aku bisa pergi bersama Lana bye abang, semoga kencannya menyenangkan jangan lupa nanti siang!” ucap Key dengan perasaan gembira lalu mematikan telfonnya.
“*Huh dasar, kamu memang adik yang pengertian tau saja kalau abangnya sedang berusaha PDKT*.” Batin Kenan sambil tersenyum sendiri.
Kenan berangkat untuk menjemput Belinda dengan mobil sportnya, setelah sampai di alamat yang sudah di berikan oleh Belinda, Kenan segera menelfon Belinda untuk memberitau bahwa dirnya sudah sampai di depan rumah.
Setelah melihat kedatangan Belinda, Kenan segera keluar dari mobilnya dengan kaca mata yang menghiasi wajahnya.

“*YaAllah, kenapa dia tampan sekali! bagaimana bisa aku menahan pesonanya jika dia setampan itu*!” batin Belinda yang mematung seketika setelah melihat Kenan.
“Kenapa kamu diam di sana Bel? Masuklah.” Ucap Kenan yang sudah membukakan pintu untuk Belinda.
Belinda tersadar dari lamunannya dan berjalan ke arah Kenan dan masuk ke dalam mobil, setelah Belinda masuk ke dalam mobil, Kenan juga masuk dan duduk di kursi sebelah Belinda.
“Aku kan masih punya tangan untuk membuka pintu mobil Kenan.” protes Belinda saat Kenan baru masuk ke dalam mobil.
“Apa kamu tidak menyukainya?” tanya Kenan.
“Mmm, menurutku itu terlalu berlebihan!” ucap Belinda.
“Yah, maaf. Aku kira kamu akan menyukainya karena dari artikel yang aku baca wanita akan suka jika di bukakan pintu mobil oleh pria.” Ucap Kenan yang merasa menyesal.
Belinda melihat Kenan yang merasa kecewa itu merasa bersalah karena mengucapkan hal yang membuatnya kecewa.
“Menurutku itu berlebihan, karena aku takut jika aku sudah terbiasa dengan perlakuan istimewamu dan akan merasakan sakit hati yang sangat dalam saat kamu meninggalkanku.” Ucap Belinda.
Kenan yang tadinya menunduk, seketika menegakan kepalanya dan menoleh ke arah Belinda, Kenan menatap mata Belinda dengan sangat intens dan membuat Belinda menjadi gugup.
“Apa kamu menyukaiku Belinda?” tanya Kenan.
“Ha? aku? Entahlah!”
“Tapi aku mulai menyukaimu!”
Belinda tersenyum mendengar ucapan Kenan yang mengakui jika Kenan menyukainya.
“Bukankah aku pernah bilang sama kamu, kalau aku akan membuatmu menyukaiku saat besar nanti! Ternyata berhasil bukan?” tanya Belinda dengan senyumnya.
“Ya, kamu berhasil Bel! Dan kamu harus bertanggung jawab untuk hal itu!” tegas Kenan.
“Ayo kita berangkat! Aku tidak ingin terlambat ke kantor.” Ucap Belinda mengalihkan pembicaraan.
“Cih, dasar! Lihat saja, aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku!” ketus Kenan yang kesal karena Belinda mengalihkan pembicaraan.
“*Aku menunggu hal itu Kenan, aku menunggu kamu untuk membuatku jatuh cinta*!” ucap Belinda di dalam hati sambil tersenyum menatap Kenan yang sedang kesal.
Saat mobil Kenan sudah hampir mendekati kantor, tiba-tiba saja Belinda menyuruh Kenan untuk berhenti.
“Aku turun di sini saja Kenan, tidak enak jika di lihat karyawan yang lain.” Ucap Belinda yang siap untuk membuka pintu mobil namun Kenan mengunci pintu itu kembali dan membuat Belinda menoleh ke arahnya.
“Kenan.” ucap Belinda.
“Tidak Bel, untuk apa kamu mementingkan omongan orang?”
“Tolonglah Kenan, niatku bekerja di perusahaanmu itu agar tidak di sungkani oleh para karyawan, tapi jika mereka melihat kita turun dari mobil yang sama, mereka pasti akan berfikir jika kita memiliki hubungan istimewa dan secara tidak langsung sikap mereka kepadaku pasti akan berubah.” Jelas Belinda.
Kenan yang mendengarkan perkataan Belinda hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah katapun, Belinda tau jika Kenan kesal karena dirinya menolak permintaannya.
“Kenan, tolonglah mengerti. Aku ingin menikmati pekerjaanku sebagai karyawan biasa.” Ucap Belinda memohon.
“Kamu harus memberiku sesuatu agar aku menuruti permintaanmu!” ucap Kenan.
“Apa yang kamu inginkan? Uang? Uangmu jauh lebih banyak dariku! Barang? Kamu pasti sudah memiliki banyak sekali barang jadi kamu pasti tidak membutuhkannya.” Ucap Belinda.
“Hmm, aku tidak menginginkan itu semua!”
“Lalu? Apa yang kamu inginkan! Cepat katakan Kenan, kita akan terlambat!”
“Bagaimana jika kita kencan besok?” tanya Kenan.
“Jangan bercanda Kenan!”
“Aku tidak bercanda Belinda, besok kita kencan setelah itu kita akan bertemu dengan orang tuaku.” Ucap Kenan.
Setelah memikirkan beberapa menit, akhirnya Belinda menyetujui ajakan Kenan karena dia tidak ingin berdebat dengan Kenan.
Akhirnya Kenan mengijinkan Belinda untuk keluar dari mobilnya dan membiarkannya berangkat kerja secara terpisah.
Belinda yang lebih dulu datang ke kantor terkejut melihat Diana yang sudah berada di depan ruangan Kenan.
“Nona Diana?” sapa Belinda.
“Kau! Dimana Kenan!? aku tau kamu kemarin berada di apartment Kenan kan!? Apa kamu memang wanita rendahan yang menggoda laki-laki yang sudah memiliki pasangan!? Apa kamu merayu Kenan dengan tubuhmu itu ha! Kenan tidak akan tergoda oleh perempuan murahan spertimu!” bentak Diana.
Belinda yang tiba-tiba di bentak oleh Diana sangat terkejut karena perlakuan Diana kepadanya, bak angin \*\*\*\*\*\* beliung.
Belinda hanya diam tanpa mengucapkan apapun, dia ingin tau sampai di mana Diana mngata-ngatai dirinya.
“Jadi kamu kemarin sengaja menelfonku menanyai keberadaan Kenan karena kamu mau mencari kesempatan untuk menggoda Kenan iya!” lanjut Diana.
Plak!!
Belinda menampar pipi Diana dengan sangat keras hingga membuat pipinya memerah, sebenarnya Kenan sudah berada di sana mendengar semua ucapan Diana dengan tangan yang mengepal menahan amarahnya, saat Kenan ingin menghampiri mereka betapa terkejutnya dia melihat Belinda menampar pipi Diana dengan sangat keras, akirnya Kenan mengurungkan niatnya untuk menghampiri mereka.
“Kau!!!” teriak Diana yang ingin membalas tamparan Belinda namun tangannya di tahan oleh Belinda.
“Kamu bilang aku menggodanya? Bukankah kamu yang memberikan kesempatan untukku menggoda Kenan? apa kamu pernah memikirkan niat baiknya untuk menikahimu? Sepertinya tidak! Karena kamu hanya memikirkan karirmu! Kamu tau? Sebelum Kenan mengenalmu, aku yang lebih dulu mengenalnya! Tapi aku tidak pernah mengganggu hubungan kalian selama ini, kamu lah yang membuka kesempatan untukku merebutnya! Jadi jangan harap aku akan melepaskannya Diana! Kamu cantik? Terkenal dan memiliki karir yang bagus? Tentu saja aku kalah jika di bandingkan dengan dirimu, tapi aku memiliki hati yang tulus untuknya aku menyukainya bukan karena hartanya atau fisiknya, tidak sepertimu!” ketus Belinda yang membuat Diana tidak bisa berkata apapun lagi.
Dari jauh, Kenan yang mendengar semua ucapan Belinda tersenyum senang karena dia menyukai wanita yang tepat.
“*Aku tidak salah memilihmu Belinda! Aku tau kamu adalah wanita yang kuat dan tidak semudah itu di tidas oleh siapapun! Aku akan berusaha untuk membuatmu percaya jika aku benar-benar serius dengan perasaanku kepadamu*.” Batin Kenan yang masih berada di balik tembok.
HAI KAKAK-KAKAK PEMBACA SETIA NOVEL AUTHOR...
AUTHOR INGIN MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU~🥳🎉
SEMOGA DI TAHUN YANG BARU AKAN MENJADI TAHUN YANG LEBIH BAIK LAGI DARI TAHUN TAHUN SEBELUMNYA YAA...
SARANGHAE 💙💙
SEKALI LAGI HAPPY NEW YEAR 😍