MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (HARRY?)


Keberhasilan bukanlah milik orang yang pintar. Keberhasilan adalah kepunyaan mereka yang senantiasa berusaha.




Key masih menunggu hasil pemeriksaan anak kecil yang tadi dia bawa bersama dengan ibu anak itu, sedangkan Bernard duduk di sebelah Key dan menunggu penjelasan dari Key.



“Sebenarnya ada apa sih Key? Kenapa aku tidak tau apapun.” Ucap Bernard.



“Bagaimana kamu mendidik para pegawai rumah sakitmu om beruang? Apa di rumah sakit ini hanya ada 1 dokter?” tanya Key dengan nada yang kesal.



“Wow,, sabar Key aku ini tidak tau apa masalahnya tapi kenapa kamu malah kesal kepadaku?” tanya Bernard.



Akhirnya Key menceritakan kejadian yang baru saja dia alami dari awal hingga akhir, Bernard yang mendengar cerita Key menjadi kesal karena bisa-bisanya karyawan di rumah sakitnya memperlakukan pasien yang sedang sekarat seperti itu.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610686823569.jpg)



“Kamu mau kemana?” tanya Key yang melihat Bernard beranjak dari tempat duduknya.



“Aku harus memecat perawat itu sebagai bentuk hukuman untuk perawat itu karena sudah menelantarkan pasien!”



“Jangan di pecat om beruang, dia juga masih membutuhkan pekerjaan untuk menopang hidupnya. Sebaiknya om beruang memberinya peringatan.” Ucap Key.



Sebelum Bernard menjawab perkataan Key, dokter yang memeriksa anak kecil itu sudah keluar dari ruangannya hingga membuat perhatian mereka tertuju ke arah dokter tersebut.



Bernard yang melihat jika dokter yang keluar dari ruangan itu adalah orang yang sangat di kenalnya itu segera menghampirinya di ikuti oleh Key.



“Bagaimana keadaan anak kecil itu dok?” tanya Key yang menyerobot Bernard.



“Dia harus segera di operasi dan saya butuh persetujuan wali gadis kecil ini.” ucap dokter tersebut.



Ibu dari anak kecil itu yang kebetulan mengikuti Key segera berdiri di hadapan dokter itu.



“Silahkan operasi dok, tolong selamatkan anak saya bagaimanapun caranya hiksss,,” ucap ibu itu sambil menangis.



“Baiklah, saya akan menyuruh para perawat untuk menyiapkan ruang operasi. Ibu bisa mengurus administrasi untuk operasi putri ibu.” Ucap dokter tersebut.



“Kira-kira berapa biaya yang harus saya bayar dok? Apa sangat mahal?” tanya ibu itu dengan ragu.



“Semua biaya operasi akan di tanggung rumah sakit, jadi ibu tidak perlu pusing untuk mencari biaya untuk operasi.” Ucap Bernard tiba-tiba.



“Apa tuan? Tidak, jangan seperti itu tuan saya menjadi tidak enak jika semua di tanggung rumah sakit.” Ucap ibu itu.



“Tidak apa-apa bu, ini adalah kesalahan rumah sakit dan kami lah yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini, saya mewakili rumah sakit di sini meminta maaf yang sebesar-besarnya karena sudah melalaikan tugas.” Ucap Bernard dengan menundukkan kepalanya.



Key yang melihat Bernard meminta maaf dengan tulus kepada ibu pasien itu membuat dirinya menjadi senang karena tidak menyangka jika Bernard akan melakukan hal seperti itu.



“*Aku tidak tau ternyata kamu memiliki sifat yang seperti ini om beruang*.” Gumam Key di dalam hati sambil tersenyum melihat ke arah Bernard.



Setelah mendengar hal itu, ibu pasien tersebut masuk ke dalam untuk melihat kondisi putrinya sebelum di operasi. Sedangkan di luar Bernard memberi peringatan kepada perawat yang tadi sudah berani menolak pasien.



“Kamu ini di sini bekerja untuk merawat orang sakit, kamu sudah di sumpah untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan dan memutuskan pasien mana yang harus mendapatkan penanganan terlebih dahulu! Lalu kenapa kamu menolak pasien yang sudah sekarat tadi!?” ucap Bernard dengan nada yang meninggi.



“M,,maafkan saya tuan, s,,saya tidak tau kalau wanita yang menggendong pasien itu adalah teman anda.” ucap perawat itu.



“Apa? Lalu kalau aku bukan temannya kamu akan tetap menolak pasien itu!? Nyawa seseorang tidak ada hubungannya dengan kekuasaan! Coba bayangkan jika kamu ada di posisinya, apakah kamu terima jika dirimu atau keluargamu sedang sekarat tapi di suruh menunggu pasien lain!?” tanya Key dengan ketus.



Perawat tersebut hanya diam menunduk tidak mengucapkan apapun lagi, dia tidak bisa menjawab pertanyaan Key.



“Kamu saya berikan skors selama sebulan, dan selama itu saya ingin kamu merenungkan kesalahanmu dan memperbaiki sikap.” Tegas Bernard.



“Apa? Tapi tuan saya..”



“Tidak ada tapi-tapian, harusnya kamu berterimakasih karena permintaan seseorang saya tidak jadi memecatmu!” tegas Bernard.



“Baik tuan, terimakasih saya permisi.” Ucap perawat itu dan berpamitan kepada dokter dan Key lalu pergi meninggalkan mereka.



“Apa harus segitunya Bernard?” tanya dokter yang ada di sana.




“Bukankah seharusnya aku yang bertanya padamu, bagaimana caramu mengajari perawatmu bersikap Harry?” tanya Bernard.



“*Ah, sepertinya mereka berdua memang saling mengenal*.” Batin Key.



Harry yang mendengar pertanyaan Bernard hanya tersenyum lalu melihat ke arah Key yang penampilannya sudah tidak karuan.



“Nona, apa tidak sebaiknya kamu mengganti bajumu? Aku memiliki beberapa baju perempuan di sini kamu bisa memakainya.” Ucap Harry.



“Apa ku sudah gila! Berani-beraninya kamu menyuruh wanitaku memakai baju para wanita murahanmu itu!” ketus Bernard.



“*Wanitaku? Kenapa jantungku berdebar hanya karena om beruang menyebut aku sebagai wanitanya*?” gumam Key di dalam hati.



“Kalau begitu pergilah dan belikan pakaian untuk nona cantik itu.” Ucap Harry dengan senyum mengembang di wajahnya.



“Aku memang akan membeli baju untuknya tanpa kamu suruh! Dan satu hal lagi, apa hanya kamu dokter yang ada di sini!?” tanya Bernard.



“Entahlah, aku juga tidak tau kalau hanya aku dokter yang ada di sini. Tapi kamu tenang saja, aku sudah merekrut dokter muda yang baru, dia masih sangat muda tapi karena kecerdasannya, dia sudah bisa bekerja di umurnya yang masih sangat muda.” Ucap Harry.



“Terserahlah, intinya aku tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi.” Ucap Bernard.



“Ah, satu lagi. Obati lukanya dengan cepat. Karena aku bosan melihat wajahmu.” Ketus Bernard.



Key di persilahkan untuk masuk ke dalam untuk di obati lukanya, Bernard ingin masuk ke dalam mengikuti Key namun di halangi oleh Harry.



“Kenapa aku tidak boleh masuk ke dalam?” tanya Bernard.



“Aku sedang mengobati pasien, tentu saja tidak boleh ada yang masuk nanti ruanganku menjadi tidak steril lagi!” ketus Harry.



Akhirnya Bernard hanya diam mengiyakan ucapan Harry dan menunggu di luar.



“Jadi kamu wanita yang bisa membuat Bernard bisa melupakan Tiara?” tanya Harry tiba-tiba.



“Oh, jadi kamu mengenal mereka berdua? Sepertinya hubunganmu dengan om beruang lebih dekat dari yang aku fikirkan.” Ucap Key dengan senyum sinisnya.



“Om beruang? Kamu memanggil Bernard dengan sebutan beruang?” tanya Harry heran.



“Iya, kenapa?”



“Apa dia tidak memarahimu saat kamu mengatainya beruang?”



“Tidak, itu adalah panggilanku untuknya dan tidak ada yang boleh menirunya!” ketus Key.



“Kamu ini benar-benar wanita yang pemberani ya. Oh iya kenalkan aku Harry, kita belum berkenalan dengan benar bukan?” ucap Harry sambil mengulurkan tangannya.



“Aku Key.” Ucap Key sambil membalas uluran tangan Harry.



“Kamu sepertinya masih sangat kecil, berapa umurmu?” tanya Harry.



“Hm, tahun ini aku berumur 20 tahun. Aku masih kuliah tentu saja aku jauh lebih muda di bandingkan dokter dan om beruang.” Ucap Key.



“Aku baru tau ternyata Bernard menyukai gadis kecil.” Ucap Harry dengan nada mengejek.



“Dokter ini sebenarnya ada hubungan apa dengan om beruang? sepertinya dokter sangat mengetahui selera wanitanya om beruang..” tanya Key.



“Aku? Tanyakan saja kepada om beruangmu itu, aku juga ingin tau bagaimana jawabannya.” Ucap Harry.



“Huh, apa lukaku sudah selesai di obati?” tanya Key.



“Sudah.”



“Kalau begitu aku keluar, terimakasih.” Ucap Key lalu pergi meninggalkan ruangan itu.



“*Pasti ada sesuatu yang istimewa dari gadis itu sampai Bernard memilihnya untuk menjadi wanitanya*.” Batin Harry yang melihat kepergian Key.