MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (PIPI MELEDAK?)


Sebelum memimpin orang lain alangkah lebih baik jika kita mulai memimpin diri sendiri.




Key sudah duduk di hadapan papinya dengan perasaan yang sangat gugup, papi Kalandra yang melihat hal itu langsung memberikan kunci dan surat-surat mobil miliknya termasuk sim yang di taruh di meja yang ada di hadapannya.



“Ini apa pi?” tanya Key yang bingung dengan apa yang di lakukan papinya.



“Kamu ga bisa lihat itu kunci sama surat-surat mobil?”



“Key tau pi, tapi buat apa?” tanya Key.



“Buat kamu, papi kembalikan mobil kamu dan kamu juga bisa membawanya ke Indonesia lagi.” Ucap papi Kalandra.



“Papi serius? serius kan pi? Papi tidak akan mengambilnya lagi kan?” tanya Key dengan antusias.



“Ya kalau kamu mau akrobat kayak dulu lagi papi akan menghancurkan mobil itu!” tegas papi Kalandra.



“Ih papi galak amat sih ntar gantengnya hilang loh, Key janji kok ga akan kecelakaan lagi.” Ucap Key dengan mengacungkan jari kelingkingnya.



“Papi ga ganteng juga udah laku, malah udah punya banyak anak! Sudahlah kamu istirahat saja papi tau kamu pasti sangat lelah.” Ucap papi Kalandra yang beranjak dari sofa lalu meninggalkan apartment Key.



“Terimakasih banyak papi! Key sayang sekali sama papi.” Ucap Key yang langsung berlari menuju papinya dan memeluknya dengan erat dari belakang.



Papi Kalandra yang mendapat ucapan terimakasih dan pelukan dari putri kesayangannya itu hanya bisa tersenyum dalam diam dan perlahan melepaskan pegangan Key.



“Belajarlah yang benar dan jangan sampai mengecewakan papi.” Ucap papi Kalandra tanpa melihat ke arah Key.



Key tersenyum cerah melihat papinya yang sedang berjalan menjauh dari apartmentnya, Key langsung pergi ke kamarnya dan berguling-guling di atas tempat tidur karena senang mendapatkan mobilnya kembali.



“Yeayy,, aku akan bersenang-senang lagi dengan my baby ku.” Ucap Key sambil memeluk kunci dan surat-surat mobil kesayangannya.



Setelah lelah berguling-guling, Key akhirnya memutuskan untuk tidur karena dia ingin berjalan-jalan dengan mobil kesayangannya saat sore hari.



\*\*\*



Di taman, Elsa memberanikan diri untuk menghampiri Rey yang baru pulang dari mengurus Dina di kantor polisi.



“Ini kak minum.” Ucap Elsa sambil menyodorkan minuman dingin untuk Rey.



Rey melihat ada minuman dingin di hadapannya, dia menoleh ke arah Elsa yang sedang tersenyum kepadanya, dan kebetulan sekali Rey sudah sangat haus dan mengambil minuman dingin yang diberikan oleh Elsa.



“Terimakasih.” Ucap Rey.



Elsa yang mendengar ucapan Rey seperti mendapatkan kesempatan dan tersenyum lebar melihat Rey yang berada di hadapannya.



“Aku boleh duduk di sini kak?” tanya Elsa yang di balas anggukan oleh Rey.



Elsa segera duduk di sebelah Rey dengan senang hati.



“Kak Rey baru banget pulang?” tanya Elsa.



“Iya, baru aja masuk terus langsung duduk-duduk di sini menikmati angin.” Ucap Rey.



“Capek banget ya kak?”



“Lumayan lah.”



“Kak Dina berapa lama di dalam penjara?” tanya Elsa.



“Sekitar 6 bulan karena om Kalandra meminta keringanan melihat bagaimana Key sangat mengkhawatirkan wanita itu.” Jelas Rey.



Elsa yang mendengar ucapan Rey hanya mengangguk mengiyakan penjelasan dari Rey.




“Kita tidak pernah tau apa yang ada di dalam fikiran seseorang Elsa, kadang yang terlihat baik-baik saja mungkin sebenarnya tidak baik-baik saja dan memiliki banyak beban yang dia tanggung yang akhirnya akan menumbuhkan sikap egois dan menjadi dendam.” Jelas Rey.



“Sama kayak kakak, aku tidak bisa mengetahui apa yang ada di fikiran kak Rey terhadapku, kadang aku bingung karena kakak bersikap baik denganku kadang bersikap galak padaku.” Ucap Elsa.



“Kamu sebaiknya memikirkan tentang masa depanmu, belajarlah yang benar karena besok kita akan kembali ke Indonesia jadi kamu sebentar lagi akan kembali masuk kuliah jadi jangan memikirkan soal laki-laki.” Ucap Rey.



“Kenapa? Aku kan hanya memikirkan kakak.” Ucap Elsa.



“Tidak, kamu harus mengejar cita-cita kamu terlebih dahulu. Ingatlah hal yang akan aku katakan ini Elsa. Jangan menjadi wanita yang hanya bisa mengejar laki-laki Elsa, karena sudah ada banyak sekali wanita yang seperti itu, kamu harus menjadi wanita yang bisa di kejar-kejar oleh laki-laki kamu harus berbeda dari wanita lain Elsa, kamu harus tunjukkan kalau kamu akan menjadi wanita yang sukses yang dikejar oleh banyak laki-laki.” Ucap Rey.



“Emangnya kak Rey tidak masalah kalau aku di kejar banyak laki-laki?” tanya Elsa.



Rey yang menerima pertanyaa itu langsung tertawa dah mengacak-acak rambut Elsa karena gemas.



“Aku tidak masalah dengan hal itu, kalau memang kamu benar-benar menyukaiku pasti kamu tidak akan tergoda dengan para laki-laki yang mengejarmu.” Ucap Rey yang beranjak dari kursinya dan berjalan masuk ke dalam meninggalkan Elsa yang terpaku di bangku taman.



“Apa tadi kak Rey benar-benar menyentuh kepalaku? Arrgh,, kenapa kak Rey selalu membuat orang salah tingkah sih..” ucap Elsa sambil memegang kedua pipinya.



Sedangkan di dalam, Rey yang baru saja masuk ke dalam langsung melihat ke belakang melihat keberadaan Elsa, setelah mengetahui kalau Elsa tidak mengikutinya Rey langsung bernafas lega.



“Huh, untung saja dia tidak ada! Bodoh sekali kamu Rey, ngapain pake pegang-pegan kepalanya sih Rey bodoh sekali.” gumam Rey sambil mengacak-ngacak rambutnya karena frustasi.



Rey tidak menyadari kalau Lana ternyata ada di sana melihat tingkahnya yang sedang menarik rambutnya sendiri.



“Kamu udah gila ya Rey?” tanya Lana yang melihat Rey dengan tatapan aneh.



“Waa!! Kurang asem kamu Lana! Sejak kapan kamu di situ?” tanya Rey kepada Lana.



“Sejak kamu menarik-narik rambutmu sambil bergumam kalau kamu bodoh.” Ucap Lana.



Lana menoleh ke arah taman belakang ingin melihat ada siapa di belakang sana, Lana tersenyum setelah mengetahui kalau ada Elsa yang sedang duduk di bangku taman sambil memegang kedua pipinya.



“Ah, jadi kamu habis bertemu dengan Elsa? Ciyee,, jangan-jangan sudah ada benih-benih cinta nih di hatimu.” Ejek Lana.



“Apaan sih kamu Lan! Ga usah ngaco deh!” ketus Rey sambil menatap tajam ke arah Lana.



“Sudahlah akui saja, keburu dia di ambil orang nanti kamu nyesel! Terus kalau udah nyesel Cuma bisa melihat dia bahagia dengan yang lain, emangnya mau?” tanya Lana.



“Terserah kamu deh mau ngomong apa!” ketus Rey yang langsung meninggalkan Lana di sana dengan perasaan kesal.



Lana hanya tersenyum sinis melihat kepergian Rey yang kesal karena dirinya itu, Lana langsung menghampiri Elsa yang masih memegangi kedua pipinya.



“Ciye ada yang lagi kasmaran nih ceritanya..” ejek Lana yang sudah duduk di sebelah Elsa.



“Kak Lana ih ngagetin aja, Elsa kira siapa.” Ucap Elsa.



“Kamu habis di apain sama Rey sampe merah gitu pipinya hayo?” tanya Lana.



Elsa yang mendengar pertanyaan Lana menjadi semakin merah di seluruh wajahnya dan menunduk malu.



“Kak Rey habis menyentuh kepalaku kak.” Ucap Elsa malu-malu.



“Apa?! Jadi wajahmu semerah ini karena kepalamu di pegang oleh Rey?” tanya Lana yang terkejut mendnegar ucapan Elsa.



Elsa hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lana, Elsa heran kepada Lana yang terkejut mendengar perkataannya.



“Yaampun Elsa, kamu di pegang kepalanya aja udah merah apalagi kalau Rey melakukan hal yang lebih mungkin pipi kamu akan meledak!” ucap Lana.



“Ha? meledak? Kok serem amat kak? Kalo pipi Elsa meledak nanti Elsa udah ga cantik lagi dong.” Rengek Elsa.



Lana yang mendengar ucapan Elsa hanya bisa menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya.