MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
AKU AKAN SELALU BERSYUKUR ATAS KEBAHAGIAAN YANG KAU BERIKAN KEPADAKU


Kadang masalah adalah sahabat terbaikmu. Mereka buatmu jadi lebih kuat, dan buatmu menempatkan Tuhan di sisimu yang paling dekat.  




Setelah kabar kehamilan Khansa, mama Alisha menjadi over protektif terhadap kegiatan yang dilakukan Khansa dan makanan yang dimakan Khansa. Bahkan mama Alisha dan papa Arnold mengudur keberangkatan mereka ke luar negeri.



Hari itu adalah hari pernikahan Lila dan Riko, Khansa sangat antusias dan mencoba berbagai macam gaun yang sudah di sediakan oleh Kalandra.



“mas, aku mau pakai ini ya?” tanya Khansa yang sedang mencoba gaun ombre yang sangat indah, dan terbuka dibagian pundak dan punggunggnya sehingga memperlihatkan keindahan punggung Khansa.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1602520760326.jpg)



“tidak! ganti!” ucap Kalandra yang melihat istrinya sangat sexy dan cantik.



“kenapa mas? Aku mau ini!” ujar Khansa



“tidak, aku tidak ingin ada orang yang melihat bagian dari tubuhmu”



“gamau,, aku mau yang ini mas,,,” rengek Khansa



“tidak sa.”



“yaudah aku marah sama kamu.” Ancam Khansa



Kalandra hanya diam melihat tingkah istrinya yang kekanak-kanakan.



“*bagaimana bisa dia menjadi kekanakan seperti ini*” batin Kalandra



“terserah, kalo kamu marah sama aku biar aku pergi kesana dengan Kenan saja.” Canda Kalandra dan akan meninggalkan Khansa di kamar.



Melihat Kalandra yang akan keluar dari kamar, Khansa berlari menuju ruang ganti dan mengganti bajunya. Kalandra yang melihat tingkah laku istrinya itu hanya tersenyum geli.



Khansa sudah keluar dari ruang ganti dan memakai gaun berwarna kombinasi antara cokelat muda dan cokelat tua.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1602520760329.jpg)



“nah ini baru istriku yang sangat cantik” puji Kalandra



Khansa hanya diam dan meninggalkan Kalandra yang berada di kamarnya menuju ke mobilnya yang sudah berada di halaman rumah. Mama Alisha yang melihat Khansa keluar dari kamarnya dengan mood yang tidak baik menghampiri Kalandra.



“Ndra, kamu apain Khansa? Kok dia mukanya ditekuk begitu?” tanya mama Alisha



“biasalah ma, aku ngelarang dia pakai baju yang terbuka jadi dia marah gitu, biasanya juga dia nurut aja kalo dibilangin, sekarang malah jadi ngambekan gitu”



“ya namanya juga orang hamil Ndra, moodnya lagi berubah-ubah. Harusnya kamu nurutin dia biar ga stress dia, ntar bayinya juga stress.” Jelas mama Alisha.



“iya ma, kan Andra gamau kalo ada yang liat tubuh istri Andra ma”



“yasudah pergilah sebelum istrimu makin kesal karena terlalu lama menunggumu.”



“baiklah ma, titip Kenan ya ma. Andra gamau Kenan kecapean soalnya dia baru sembuh dari sakitnya.”



“iya gampang, dari dulu juga Kenan mama yang ngurus Ndra. Sudahlah berangkat hati-hati dijalan ya ndra”



Kalandra segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan standar menuju ke acara pernikahan Lila dan Riko.



“sayang, jangan cemberut gitu dong, nanti dikira pernikahan kita tidak bahagia loh..” ujar Kalandra



“hmm..”



“kok hmm doang sih?”



“terus aku harus gimana?”



“hmm, terserah kamu deh sayang yang penting kamu bahagia”



Selama perdebatan mereka, mereka tidak sadar jika sudah berada di gedung acara. Kalandra lebih dulu keluar dari mobil untuk membukakan pintu untuk Khansa dan mengulurkan tangannya.


Khansa menerima uluran tangan Kalandra dan tersenyum manis.



“*astaga, cepat sekali dia merubah ekspresi wajahnya*.” Gumam Kalandra yang bingung dengan perubahan sifat istrinya itu.



Khansa menggandeng lengan Kalandra dengan sangat mesra dan memasuki gedung, semua tamu undangan melihat ke arah Kalandra dan Khansa dengan tatapan kagum melihat kecocokan mereka berdua.



Khansa sangat bahagia melihat kebahagiaan sahabatnya itu.



“*akhirnya keinginanmu untuk menikah dengan cinta pertamamu terwujud, aku sangat bahagia dan akan selalu mendoakan kalian agar selalu menjadi keluarga yang bahagia selamanya*” batin Khansa yang sedang melihat Lila dan Riko yang berada di pelaminan.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1602520760333.jpg)



“ayo kita memberikan selamat pada mereka sayang.” Ajak Kalandra yang di setujui oleh Khansa.



Kalandra dan Khansa menaiki pelaminan dan memberikan selamat pada pengantin baru itu.



“selamat menempuh hidup baru untuk kalian, semoga kalian bahagia selalu. Hadiah pernikahan kalian dariku sudah siap, setelah ini kalian bisa langsung ke bandara disana sudah aku siapkan jet pribadiku.” ucap Kalandra kepada Riko dan Lila



“terimakasih banyak pak Andra, bapak juga sudah menyempatkan waktu untuk menghadiri pernikahan saya, saya sangat beruntung” ucap Riko.



“selamat ya sahabatku, aku sangat bahagia melihatmu bahagia seperti ini. Semoga kamu cepat diberikan momongan agar anakku nanti memiliki teman.” Ucap Khansa sedikit berbisik



“apa maksudnya? Walaupun aku memiliki anak, dia pasti tidak akan berteman dengan Kenan karena Kenan lebih tua.”




“astaga kamu hamil!?” teriak Lila yang membuat tamu undangan melihat ke arah pelaminan.



“ssttt.. aku kan sudah bilang jangan sampai teriak.” Bisik Khansa



“ya maaf, ini hadiah yang sangat indah sa hikss..” Lila menangis mendengar kabar bahagia yang disampaikan sahabatnya itu.



“jangan menangis di acara pernikahanmu lil nanti riasanmu luntur” ejek Khansa



“ih kamu masih bisa aja godain aku”



“sduahlah, dibelakang sudah mengantri orang yang ingin bersalaman denganmu, nanti kita lanjutkan lagi ya lil.”



“baiklah, sekali lagi selamat yaa”



“selamat untuk kita berdua ya lil” ucap Khansa.



Di bawah pelaminan Kalandra sudah menunggu Khansa dan membantunya menuruni tangga agar tidak terjatuh.



“sudah kangen-kangenannya?” tanya Kalandra



“belum lah mas, aku ga ketemu sama Lila semenjak kita menikah, itu sudah lama sekali.” Protes Khansa.



“baiklah setelah mereka pulang dari bulan madunya, kalian bisa berbelanja sepuasnya.” Ucap Kalandra yang membuat Khansa tersenyum bahagia.



“ayo kita pulang mas, aku sudah bosan disini, aku juga sudah merindukan Kenan.” ujar Khansa



“baiklah, ayo kita pulang dan segera beristirahat.”



Sesampainya dirumah tiba-tiba Khansa mendadak kesal lagi kepada Kalandra. Kalandra yang bingung dengan tingkah istrinya itu lalu pergi untuk membeli sesuatu agar istrinya merasa lebih baik.



Mama Alisha yang mengetahui jika Kalandra akan membelikan sesuatu untuk Khansa menuju ke kamar Kalandra dan menghampiri Khansa yang sedang terduduk di ujung tempat tidurnya.



“sa,,” panggil mama Alisha



“eh mama, ada apa ma?”



“kamu kok bengong? Ga baik loh bengong sendiri.”



“Khansa bingung ma, Khansa bawaannya kesal terus sama mas Andra padahal Khansa gamau marah-marah terus, kasian sama mas Andra juga Khansa marahin terus. Tapi Khansa ga pernah mual atau ngidam apapun ma.” Ujar Khansa dengan ekspresi sedih.



“itu sudah biasa sa, itu bawaan bayi. Ibu hamil memang berbeda-beda, mama yakin Andra pasti akan paham dengan keadaanmu sekarang.” Jelas mama Alisha



“terimakasih ya ma, Khansa beruntung memiliki ibu mertua seperti mama.” Ucap Khansa lalu memeluk ibu mertuanya itu.



“sama-sama sayang, apa kamu ingin mama buatkan minuman hangat?”



“mau ma, aku memang sangat ingin menghangatkan tubuhku”



“baiklah ayo kita kebawah, mama akan buatkan minuman hangat special untuk kamu”



Mama Alisha turun ke bawah menuju dapur untuk membuatkan Khansa minuman hangat, sedangkan Khansa mengikuti mama Alisha dari belakang seperti anak ayam yang sedang mengikuti induknya mencari makan.



Mama Alisha menyuruh Khansa untuk duduk di kursi makan sembari menunggu mama Alisha membuatkan minum untuk Khansa.



“mama gamau Khansa bantu?”



“ga perlu sayang, kamu hanya perlu duduk manish disini”



“baiklah ma.”



Beberapa menit kemudian mobil Kalandra berhenti di halaman rumahnya, Kalandra memasuki rumah dan melihat Khansa yang sedang duduk di meja makan sendirian.



“sayang kamu kok duduk disini sendirian, ayo masuk kamar disini dingin.” Ucap Kalandra, Khansa menoleh ke asal suara dan melihat Kalandra sedang berdiri di sebelahnya.



“aku lagi nungguin mama bikin minuman buat aku tau mas” jawab Khansa jutek



“kamu masih bete sama aku ya? Ini buat kamu, aku muter-muter nyari ini buat kamu loh.”



Kalandra menyodorkan bucket bunga yang sedari tadi ia sembunyikan di belakang punggungnya. Khansa terkejut dan senang melihat suaminya memberikan bunga untuknya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1602520760321.jpg)



“terimakasih ya mas” ucap Khansa yang sedang mengambil bucket bunga tersebut.



“sama-sama, udah ya marahannya,, aku ga tahan kalo harus lama-lama marahan sama kamu” rengek Kalandra.



Mama Alisha melihat kelakuan anaknya yang sangat manja kepada istrinya itu hanya menggelengkan kepala.



“Astaga Ndra, kamu ternyata lebih manja disbanding Kenan ya..” ejek mama Alisha



“ih biarin lah ma manja ke istri sendiri wlee..” ucap Kalandra sambil menjulurkan lidahnya kearah mamanya.



“dasar anak ga tau diuntung, kalo tau kamu bakal kayak begini harusnya pas lahiran mama masukin lagi kamu ke dalem perut.” Ucap mama Alisha kesal.



Khansa hanya tertawa mendengar perdebatan antara mama mertuanya dan suaminya itu membuat Khansa senang melihat mereka ceria seperti itu.



“*terimakasih ya Allah engkau telah memberikanku keluarga yang sangat bahagia. Aku akan selalu bersyukur atas kebahagiaan yang kau berikan kepadaku*.” Batin Khansa.