
Terkadang kita selalu saja membicarakan kekurangan orang lain tanpa kita berfikir tuk membicarakan kekukaran kita sendiri.
Mereka sudah sampai di Jepang, mereka menuruni private jet satu per satu. Key dan Lana langsung menghirup udara Jepang dan tertawa bersama.
“Ah,, akhirnya setelah sekian lama aku bisa menghirup udara Jepang lagi.” Ucap Key.
Bernard yang melihat senyuman di wajah Key merasa beruntung karena bisa membuat Key tersenyum bahagia seperti itu.

“Ini kita langsung ke rumah om beruang?” tanya Key kepada Bernard.
“Iya, sudah ada yang menyediakan mobil di depan. Jonathan biar sama Lana, kamu sama aku.” Ucap Bernard.
“Loh kenapa ga bareng aja sih om?” tanya Key.
“Lihat aja sendiri nanti.” Jawab Bernard yang langsung berjalan meninggalkan Key dan Lana.
Key dan Lana yang baru saja keluar dari bandara terkejut karena melihat dua mobil sport yang super mewah yang akan mereka pakai untuk menuju ke rumah Bernard.

"*Hiks,, aku jadi merindukan mobil sport milikku.. jika saja aku tidak kecelakaan saat itu, mungkin sekarang aku sedang bersenang-senang. Apa papi sudah menghancurkannya ya? aku bahkan tidak tau bagaimana nasib mobilku itu huhuhu*." batin Key yang melihat mobil sport milik Bernard.
“Ayo naik! Jangan bengong kayak gitu.” Ucap Bernard.
Akhirnya Key menuruti perintah Bernard dan naik ke dalam mobilnya.
“Apa tidak sebaiknya kita taro koper aku ke apartment papiku om?” tanya Key.
“Tidak usah! kamu, Lana dan Jonathan akan tidur di rumahku. Rumahku memiliki banyak kamar dan kalian tidak akan terlantar di sana.” Ucap Bernard.
“Tapi aku ga bilang ke papi dan mami kalau mau tinggal di rumah om beruang.” Ucap Key.
“Tidak masalah, nanti aku akan menghubungi mereka dan menjelaskan kepada mereka.” Jawab Bernard.
“Apa orang tua om beruang galak?” tanya Key.
“Em,, tergantung sih kadang bisa galak kadang engga.”
“Ih kok ga jelas gitu sih om? Kan aku bisa persiapan kalo mereka galak.”
“Persiapan apaan?” tanya Bernard penasaran.
“Tada..” Key mengeluarkan sepasang kapas yang berbentuk seperti bola kecil kepada Bernard.
“Apaan itu?”
“Kapas om!”
“Ya aku tau, maksudnya buat apa?” tanya Bernard.
“Buat nutupin telinga kalau mama om Bernard marah-marah.” Ucap Key polos.
“Apa? Hahaha kamu ini ada-ada aja sih Key! Durhaka loh ntar.” Ucap Bernard.
“Ya kan ntar telinga Key bisa jebol om.”
“Sudahlah jangan khawatir, jadilah dirimu sendiri nanti. Aku yakin mereka akan menyukaimu.” Ucap Bernard.
Setelah mendengarkan ucapan Bernard akhirnya Key diam dan tidak berbicara sepatah kata pun lagi. Setelah beberapa menit, mereka masuk ke halaman yang sangat luas dan megah. Di sana sudah ada pelayan yang menyambut kedatangan mereka.
“Ayo masuk.” Ajak Bernard yang sudah membukakan pintu untuk Key.
“Terimakasih,.” Ucap Key sambil tersenyum.
Lana dan Jonathan juga sudah turun dari mobil mereka dan berjalan menghampiri Bernard dan Key yang masih berdiri di depan pintu sebelum akhirnya mereka masuk ke dalam rumah.
“Assalamualaikum..” ucap mereka secara bersamaan.
“Waalaikumsalam.” Ucap papa dan mama Bernard yang sudah menunggu kedatangan mereka karena setibanya di bandara, Bernard segera menghubungi orang tuanya.
Lana dan Jonathan lebih dulu menghampiri orang tua Bernard dan mencium punggung tangan mereka. Setelah itu, Bernard menggandeng Key untuk menghampiri orang tuanya secara tiba-tiba hingga membuat Key terkejut.
“Ma, Bernard pulang, ini Key pacar Bernard.” Ucap Bernard sambil mencium punggung tangan mamanya.
“Keyla tante, tante bisa panggil Key aja.” Ucap key sambil tersenyum dan mencium punggung tangan mama Bernard.
Setelah menyalami mamanya, Bernard segera berbalik dan menuntun Key untuk kembali ke tampatnya tanpa memperdulikan papanya.
“Om! Om beruang tidak mau memperkenalkan Key kepada papa om?” tanya Key.
“Untuk apa? Dia juga sudah mendengar tadi.” ketus Bernard yang masih memegang tangan Key.
Key segera melepaskan genggaman tangan Bernard dan menghampiri papa Bernard lalu mencium punggung tangan papa Bernard.

“Kamu tadi memanggil Bernard dengan sebutan om beruang?” tanya papa Bernard.
“Hehe, maaf om kebiasaan ngomong om beruang jadi ke bawa sampe sini deh.” Ucap Key dengan polosnya.
Papa Bernard tersenyum melihat perlakuan Key kepadanya, dia tidak menyangka jika Key berani menentang ucapan Bernard dan memanggilnya om beruang. Sedangkan Bernard yang melihat Key menyalami dan berbicara kepada papanya itu hanya bisa diam menahan kekesalannya.
“Kamu ngapain sih Key!?” tanya Bernard.
“Om beruang yang kenapa, aku ga tau apa masalah om beruang dan papa om beruang di masa lalu. Tapi bagaimanapun juga dia adalah papa om beruang yang harus di hormati, jangan egois kayak gini om!” Ketus Key yang kesal dengan sikap kekanak-kanakan Bernard.
“Terserah deh!” ucap Bernard lalu pergi ke atas dan masuk ke dalam kamarnya.
Key hanya bisa menghela nafas pajang melihat kelakuan Bernard dan tidak menyangka jika Bernard bisa bersikap kekanak-kanakan seperti tadi.
“Sudahlah, kalian bertiga ayo duduk dulu. Tante sudah membuat minuman untuk kalian.” Ucap mama Bernard yang memecahkan suasana.
Akhirnya Jonathan, Key dan Lana duduk di sofa dan meminum minuman yang sudah di sediakan oleh mama Bernard.
“Kenapa jadi canggung gini ya Key?” bisik Lana.
“Entahlah, aku juga ngerasa bersalah juga udah ngomong gitu ke om beruang.” Ucap Key.
“Ma, sepertinya ngobrolnya nanti aja. Mereka pasti lelah dan butuh istirahat.” Ucap papa Bernard.
“Iya pa kamu benar. Kalian beristirahatlah dulu, tante akan menunjukkan kamar kalian.” Ajak mama Bernard.
“Tante, bolehkah aku dan Key tidur di kamar yang sama?” tanya Lana.
“Tentu saja boleh, kalian akan tante tempatkan di kamar yang besar.” Ucap mama Bernard.
“Jo, kamu tidur di kamar biasa ya.” lanjut mama Bernard kepada Jonathan.
Jonathan sudah terbiasa datang ke rumah itu sehingga dia memiliki kamar sendiri di rumah itu. Jonathan segera pergi membawa barang-barangnya ke dalam kamarnya.
“Tante, boleh ga kalau Key nyamperin om beruang dulu? Key ga enak soalnya sama om berung udah ngomong kayak tadi.” ucap Key.
“Tentu saja, kamar Bernard ada di sebelah kamar kalian jadi kamu bisa menghampiri Bernard setelah merapihkan barang-barangmu.” Ucap mama Bernard.
Mama Bernard membuka pintu kamar yang akan di tempati oleh Key dan Lana. Mereka berdua terkejut karena kamar yang di siapkan untuk mereka adalah kamar yang sangat mewah dan besar.

“Ini kamar kalian, masuklah dan bereskan barang-barang kalian lalu istirahat. Tante akan memanggil kalian saat waktu makan malam.” Ucap mama Bernard lalu meninggalkan mereka.
Key dan Lana masuk ke dalam kamar dan merapihkan barang bawaan mereka ke tempatnya.
“Wah Key, ini sih namanya istana.” Ucap Lana yang masih melihat sekeliling kamar itu.
Key hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu, Key mengambil hpnya untuk menghubungi orang tuanya dan memberi tau jika dirinya sudah sampai di Jepang dengan selamat.
“Halo pi.” ucap Key.
“Halo sayang, kamu dimana? Apa sudah sampai di Jepang?” tanya papi Kalandra.
“Sudah pi, tapi Key dan Lana tidak tidur di apart. Soalnya mama om beruang sudah menyediakan kamar untuk kita.” Jelas Key.
“Hm baiklah, yang penting kamu sudah sampai dengan selamat dan jangan lupa ubungin papi atau abangmu kalau ada apa-apa ya.”
“Siap papi, yaudah Key mau istirahat dulu ya.. dah papi, salam untuk mami dana bang juga ya.” ucap Key.
setelah selesai menelfon papinya, Key mengingat Bernard dan ingin menghampiri Bernard di kamarnya untuk meminta maaf.
“Lan, aku ke kamar om beruang dulu ya. aku mau minta maaf sama dia.” Ucap Key.
“Iya sana, aku masih mau beresin barang-barangku.”
Setelah mendapatkan persetujuan dari sahabatnya, Key segera pergi ke kamar di sebelahnya dan mencoba untuk memberanikan diri mengetuk pintu kamar Bernard.
“Om beruang..” ucap Key dari luar kamar sambil mengetuk pintu kamar Bernard.
“Om, ini Key. Key boleh masuk ga? Ada yang mau Key bicarakan.” Ucap Key lagi.
“Masuk!” perintah Bernard dari dalam kamarnya.
Akhirnya Key membuka pintu kamar Bernard dengan perlahan dan masuk ke dalam menghampiri Bernard.
“Om, maaf ya Key sudah keterlaluan tadi sama om beruang.” Ucap Key yang menundukkan wajahnya karena merasa bersalah.
Bernard yang sedang bersandar di sandaran tempat tidurnya langsung melihat ke arah Key yang sedang menundukkan wajahnya.
“Kamu itu ga tau apapun tentang aku dan keluargaku jadi jangan ikut campur karena tugasmu di sini bukan untuk mengurusi keluargaku!” ketus Bernard.