
Manusia itu egois, datang karena sepi, meninggalkan karena tak sehati, menjatuhkan karena iri hati, melupakan karena tak membutuhkan.
Malam hari di apartment keluarga Kalandra, Elsa sedang berjalan di halaman belakang sambil menghirup udara segar. Namun langkahnya terhenti saat dirinya melihat Rey yang sedang duduk di bangku halaman tersebut.
“*Aku sangat ingin menghampiri kak Rey, tapi apakah nanti dia akan mengusirku? Apa aku harus pergi saja*?” gumam Elsa.
Sebelum Elsa bisa memutuskan, Rey sudah menoleh ke arah Elsa dan mengetahui keberadaannya di sana. Elsa yang tadinya mau pergi meninggalkan Rey akhirnya memberanikan diri untuk menghampiri Rey dan menyapanya.
“Hai kak Rey.” Sapa Elsa dengan senyum manisnya.
“Kamu ngapain malem-malem keluar?!” ketus Rey.
“Aku bosen di dalam jadi aku jalan-jalan deh. Kak Rey sendiri kenapa di luar?” Jawab Elsa.
“Kepo!”
“*Dih, nyebelin banget sih ini orang, untung ganteng*.” Gumam Elsa di dalam hatinya.
“Kak, boleh aku duduk di sini?” tanya Elsa.
“Duduklah, aku juga mau masuk ke dalam.” Ucap Rey lalu beranjak dari tempat duduknya.
Elsa yang melihat Rey berdiri dan ingin meninggalkannya langsung memegang tangan Rey dan mencegahnya masuk ke dalam.
“Apa?” tanya Rey.
“Bisakah kak Rey menemaniku di sini?”
“Aku mau tidur!”
“Sebentar aja kak, ada yang mau aku omongin.” Ucap Elsa.
Akhirnya dengan terpaksa Rey duduk di sebelah Elsa untuk mendengar apa yang mau di bicarakan Elsa kepadanya.
“Kamu mau bicara apa?” tanya Rey langsung kepada Elsa.
“Kak, kenapa kak Rey membenciku?” tanya Elsa.
“Benci? Aku tidak punya alasan untuk membencimu Elsa, kenapa kamu berfikiran seperti itu?” tanya Rey.
“Tapi kenapa kak Rey selalu dingin padaku?” tanya Elsa.
“Aku dingin kepada siapapun Elsa, terutama wanita.”
“Tapi kak Key tidak, kak Rey tidak dingin kepada kak Key padahal dia juga kan perempuan.” Ucap Elsa.
“*Karena aku menganggap Key sebagai adikku Elsa, sedangkan aku melihatmu sebagai perempuan bukan adik*.” Gumam Rey di dalam hatinya.
“Karena dia adikku.” tegas Rey.
“Apa kak Rey tidak bisa menganggap Elsa adik kak Rey juga?”
“Tidak! Aku tidak sembarangan menganggap seseorang sebagai adikku.” ketus Rey.
“Kalau begitu lihatlah aku sebagai perempuan yang menyukaimu kak.” ucap Elsa yang membuat Rey terkejut.
“Kamu ini masih kecil Elsa, perasaanmu kepadaku saat ini hanya sebatas cinta monyet yang di rasakan anak kecil, nanti juga kamu akan menemukan yang lebih dariku dan kamu akan menyukai pria itu.” Ucap Rey.
“Jadi selama ini kak Rey tidak percaya kalau aku benar-benar menyukai kak Rey? Aku ini sudah besar kak dan aku benar-benar menyukai kak Rey bukan hanya sekedar cinta monyet!” tegas Elsa.
“Sudahlah Elsa, lupakan saja perasaanmu kepadaku. Aku tidak ingin melukai siapapun, aku juga masih mau serius kuliah dan meneruskan perusahaan papaku.” Jelas Rey.
“Nanti! Aku mau kak Rey kasih aku kesempatan untuk membuat kak Rey menyukaiku, saat kak Rey sudah memiliki pacar suatu saat nanti, aku sendiri yang akan sadar diri dan menjauh dari kak Rey. Jadi tolong sampai saat itu jangan pernah menyuruhku untuk melupakan perasaanku kepada kak Rey dan jangan dingin kepadaku kak aku mohon.” Ucap Elsa.
Malam itu Elsa pun tidak mengerti bagaimana mungkin dirinya memiliki keberanian untuk berbicara seperti itu kepada Rey, tapi Elsa sangat lega karena dirinya sudah memberitau tentang perasaannya kepada Rey.
“Sudah tidak ada yang mau di bicarakan lagi kan? Kalau begitu aku pergi dulu.” Ucap Rey lalu segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menjauhi Elsa.
Dari jauh Audrey yang berjalan di halaman belakang melihat Elsa sedang duduk sendiri di bangku halaman.
“Elsa?” sapa Audrey.
“Audrey? Kamu belum tidur? kenapa kamu di sini?” tanya Elsa.
“Aku kebangun terus liat kamu ga ada di kamar, jadi aku jalan-jalan aja siapa tau ketemu kamu di luar.” Jelas Audrey.
“Kamu ngapain di sini Elsa?” lanjutnya.
“Aku bosan di kamar soalnya ga bisa tidur jadi aku keluar deh mencari udara segar.”
“Benarkah? apa kamu sendirian di sini?” tanya Audrey.
“Hm, aku sendirian kok emang kamu liatnya aku sama siapa? Hantu?”
“Ih kamu ini jangan bercanda deh, kalau ada hantu beneran gimana?”
Elsa hanya tersenyum melihat Audrey ketakutan karena candaannya itu.
“Oh iya Audrey, kamu besok langsung berangkat ke Paris?” tanya Elsa.
“Iya, aku besok akan langsung berangkan ke Paris. Aku akan sangat merindukan suasana di keluarga ini, kamu tau? Aku merasa kalau aku adalah bagian dari keluarga ini saat pertama kali bertemu kalian semua, kalian semua tidak pernah menganggapku orang luar kalian semua sangat menyayangiku seperti anak sendiri.” Ucap Audrey.
Elsa menoleh ke arah Audrey dan memeluknya dengan erat, Elsa juga akan merasa kesepian jika Audrey kembali ke Paris karena selama ini Audrey selalu menemani Elsa kemanapun dia pergi.
“Aku akan sangat merindukanmu Audrey..” ucap Elsa dengan nada yang bergetar karena menahan tangisnya.
“Hikss,, hikss, aku juga akan sangat merindukanmu Elsa.. kamu harus berjanji akan selalu menghubungiku ya..” ucap Audrey dengan tangis yang tidak bisa di tahan lagi.
Dari kejauhan, Key yang melihat acara berpelukan Elsa dan Audrey hanya menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.
Key memang di suruh untuk mencari Elsa dan Audrey oleh mami Khansa karena mami Khansa tidak menemukan keberadaan mereka berdua.
“Hei, kalian berdua ini kenapa berpelukan seperti teletubies?” tanya Key yang tiba-tiba datang dan membuat Elsa dan Audrey terkejut.
“Yaampun! Kak Key ngagetin kita aja sih.” Ucap Elsa.
“Kalian menangis? Ada apa? Apa ada yang mengganggu kalian berdua?!” tanya Key dengan nada khawatir.
“Kak Key mengkhaatirkan kami?” tanya Audrey dengan polosnya.
Key terkejut mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Audrey, dia hanya berdehem untuk menetralkan rasa ke khawatirannya.
“Bukan aku yang mengkhawatirkan kalian, mami yang mengkhawatirkan kalian. Tadi mami membuatkan minuman jahe untuk Audrey tapi tidak melihat kalian berdua di kamar.” Jelas Key.
“Jadi kak Key di suruh mencari kami?” tanya Elsa.
“Iya, mami membangunkanku dan menyuruhku untuk mencari kalian.” Ucap key.
“Maaf ya kak, gara-gara kami tidur kak Key jadi terganggu.” Ucap Audrey.
“Sudahlah, kalian berdua ini sebenarnya kenapa menangis?” tanya Key.
“Audrey dan kak Ken besok akan langsung berangkan ke Paris setelah acara pesta selesai kak.” Jelas Elsa.
“Apa!? Benarkah? kenapa aku tidak mendengar apapun dari Ken? Apa mami sudah tau?” tanya Key.
“Audrey juga tidak tau kak, mungkin kak Ken juga lupa untuk memberitau tante.” Ucap Audrey.
Key hanya menghela nafas panjang lalu tiba-tiba dia memeluk Audrey dengan sangat erat dan membuat Elsa dan Audrey terkejut.
“Kak Key?” ucap Elsa dengan tatapan penuh tanda tanya.
“Kenapa? Apa aku tidak boleh memeluk Audrey? Aku juga kan akan merindukannya kalau dia tidak ada di sini lagi.” Ucap Key yang masih memeluk Audrey.
Elsa tersenyum mendengar ucapan Key dan ikut memeluk Key dan Audrey dengan erat. Mereka bertiga berpelukan dengan sangat erat hingga tawa mulai terdengar dari mulut mereka bertiga.