
Kesempatan itu seperti matahari terbit. Ketika kamu menunggu terlalu lama, kamu akan kehilangannya.
Sesampainya di hotel, keluarga Kalandra dan keluarga Bernard turun dari mobilnya satu per satu untuk masuk ke dalam hotel bintang lima milik keluarga Bernard.
Di sana Belinda sudah berdiri di depan pintu khusus untuk menyambut kedatangan keluarganya dan keluarga calon suaminya dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya dan gaun indah yang di berikan oleh Key.
“Selamat datang semuanya, terimakasih karena sudah meluangkan aktu berharga kalian semua untuk datang ke acaraku dan Kenan.” ucap Belinda.
Mami Khansa, mama Rose dan mama Lila memeluk Belinda satu per satu, begitu pula dengan Key, Lana, Elsa dan Audrey yang memeluk Belinda secara bergantian.
“Yaampun Belinda, pakaian yang kamu kenakan sangat cantik, di butik mana kamu membelinya?” tanya mama Rose.
“Aku tidak membelinya di butik tante.” Balas Belinda.
“Pasti kamu punya perancang pribadi ya?” tanya mama Lila.
“Iya tante, aku punya peracang pribadi dia sangat berbakat.” Ucap Belinda sambil tersenyum ke arah Key.
“Sejak kapan kamu punya perancang pribadi Belinda?” tanya mama Belinda.
“Sejak kemarin hehe.” Jawab Belinda dengan memamerkan gigi putihnya.
“Siapa? Apakah dia sangat terkenal?” tanya mama Lila.
“Dia mungkin saja bisa sangat terkenal jika mau menunjukkan pakaiannya kepada public, tapi sekarang dia masih sangat takut untuk keluar dari zona nyamannya tante.”
“Sudah sudah, jangan mengobrol di sini. Ayo kita masuk ke dalam emang kalian semua tidak lelah berdiri di sini?” ucap mami Khansa.
Akhirnya semua orang masuk ke dalam hotel dan duduk di kursi yang sudah di sediakan khusus untuk para keluarga.
“Itu gaun yang kamu buat?” tanya Bernard yang di balas anggukan oleh Key.
“Kamu ternyata handal juga ya jadi designer? Apa kamu mau menjadi model di perusahaanku? Itung-itung buat pengalaman.” Ucap Bernard.
Key terkejut mendengar ucapan Bernard dan menoleh ke arahnya, dia sangat ingin menerima kesempatan ini tapi dia juga memikirkan tentang papinya.
“Nanti setelah pesta selesai kita bicarakan lagi ya om beruang.” Ucap Key.
“Baiklah kalau begitu.” Ucap Bernard.
Tiba-tiba Kenan menghampiri dan menyapa Key dan Bernard yang sedang berbicara.
“Key, abang baru tau kalau ternyata kamu adalah designer yang handal.” Puji Kenan.
“Apaan sih bang biasa aja kali.”
“Kan memang benar, kamu sudah membuat calon istriku menjadi sangat cantik hari ini.” ucap Kenan.
Key hanya menunduk malu karena di puji seperti itu oleh Kenan, sedangkan Bernard tersenyum melihat Key yang tersipu malu hanya karena di puji oleh abangnya.
“Abang Kenan, di panggil sama papi Kalandra tuh katanya ada yang mau di omongin.” Ucap Elsa yang di suruh untuk memanggil Kenan.
Kenan yang mendengar ucapan Elsa segera berpamitan kepada Bernad dan Key setelah itu dia langsung pergi menghampiri papinya.
“Kak Key cantik sekali.” puji Elsa.
“Kamu lebih cantik dariku Elsa, aku yakin Rey akan terpesona melihatmu.” Ucap Key yang membuat Elsa terkejut.
“B,,bagaimana kakak bisa tau?” tanya Elsa dengan tergagap.
“Tentu saja aku tau, tingkahmu terlalu mencolok tau! Apa mau kuberi saran?” ucap Key dengan nada berbisik.
“Apa kak?” tanya Elsa antusias.
“Jangan terlalu memperlihatkan kalau kamu menyukainya, cobalah untuk menarik ulur karena biasanya laki-laki akan penasaran jika kita bermain tarik ulur dengan mereka.” Bisik Key.
“Emang layangan kak di tarik ulur?” tanya Elsa dengan polosnya.
“Aduh, nanti aja deh jelasinnya Els, nanti malam setelah mengantar Ken dan Audrey ke bandara kamu ke kamarku saja.” ucap Key.
“Jadi kamu main tarik ulur juga ke aku?” ejek Bernard.
“Apaan sih, kalo aku itu emang ga suka sama om beruang ya karena di paksa aja tiba-tiba di lamar.” Ucap Key.
“Yah jadi kamu kepaksa nerima lamaran aku nih?”
“Iya wlee..” ucap Key sambil menjulurkan lidahnya.
“Ga apa-apa lah, lama-lama juga bakalan jatuh cinta kok.” Ucap Bernard.
Key langsung menoleh ke arah Bernard dan melihatnya dengan tatapan tajamnya. Sedangkan Bernard hanya diam pura-pura tidak melihat Key.

Di sisi lain, papi Kalandra, papa Bernard, papa Ryan dan Kenan duduk di satu meja yang berada cukup jauh dari keramaian.
“Ada apa papi mengumpulkan kami semua di sini?” tanya Kenan kepada papi Kalandra.
“Papi ingin memberi pendapat, mami kamu bilang kalau papi harus mendiskusikan hal ini terlebih dahulu. Jadi sebelum para tamu tiba di sini papi ingin membicarakan hal ini dulu.” Jelas papi Kalandra kepada Kenan.
Akhirnya Kenan dan yang lain diam untuk mendengarkan apa yang mau di bicarakan oleh papi Kalandra.
“Yang pertama saya memiliki usul untuk mengumumkan juga kepada semua tamu undangan kalau Kenan memiliki dua orang tua. Dan yang kedua, aku akan memberikan kursi pendamping untuk Ryan dan Rose.” Ucap papi Kalandra yang membuat semua orang terkejut.
Kenan hanya diam saja, dia juga tidak mau memberi pendapat karena takut menyakiti salah satu dari mereka.

“Ndra, kamu yang bene raja deh masa iya mau mengumumkan kalau Kenan memiliki dua orang tua, yang ada mereka akan bingung.” Ucap papa Ryan.
“Yan, selama ini semua orang mengenal Kenan sebagai anak Kalandra. Apa kamu tidak merasa kalau hal itu sangat tidak adil bagimu?” tanya papi Kalandra.
“Bagaimana pendapat anda tuan Sanjaya?” tanya papi Kalandra.
“Kalau saya setuju saja, karena semua orang juga harus tau kalau Kenan adalah anak tuan Kalandra dan tuan Ryan.” Ucap papa Bernard.
“Bagaimana denganmu Kenan?”
“Aku juga terserah pi, bahkan aku akan meminta untuk memberika dua pasang kursi di pelaminan untuk papi mami dan papa mama.” Ucap Kenan dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
“Apa lagi yang kamu fikirkan Ryan, pernikahan Kenan hanya sekali seumur hidup dan aku tidak mau kamu melewatkan hari bahagia ini.” ucap papi Kalandra.
“Terserah kamu saja deh Ndra, aku tidak akan pernah menang jika sudah melawan dirimu.” Ucap papa Ryan.
“Bagus! Semuanya sudah sepakat ya? baiklah kalau begitu aku sendiri yang akan mengumumkan kepada semua orang dan aku juga akan mengumumkan jika pernikahan Kenan dan Belinda akan di adakan dua bulan lagi bagaimana tuan Sanjaya, lebih cepat lebih baik bukan?” Ucap papi Kalandra.
“Tentu saja tuan Kalandra, saya juga tidak ingin mereka bertunangan terlalu lama dan akan menimbulkan fitnah.” Ucap papa Bernard.
Akhirnya setelah semuanya sudah setuju dengan tanggal pernikahan dan pengumuman tentang identitas Kenan dan Ryan, mereka semua pergi menghampiri istri mereka masing-masing, dan Kenan menghampiri Belinda yang sedang berdiri sendiri dengan gelas minuman yang di pegangnya.
“Hai Kenan, apa yang kalian bicarakan sampai selama ini?” tanya Belinda.
“Acara pernikahan kita akan di adakan dua bulan lagi.” Ucap Kenan.
“Apa?! Bagaimana bisa secepat itu? Bagaimana dengan dekorasi dan lainnya? Bagaimana bisa semuanya akan selesai setelah dua bulan?” tanya Belinda.
“Entahlah, papi yang mengusulkan, tau sendiri kan kalau papi sudah berbicara pasti tidak bisa di ganggu gugat.” Ucap Kenan.
“*Bagaimana ini, aku kan ingin Key yang mendesain baju pengantinku, apa akan sempat jika hanya dalam waktu dua bulan*?” gumam Belinda di dalam hati.
“Papi juga akan mengumumkan kalau aku adalah anak papa Ryan.” Ucap Kenan.
“Apa? Apa papi dan mami kamu tidak masalah dengan hal ini?” tanya Belinda.
“Justru papi sendiri yang mengusulkan hal itu Belinda, aku hanya bisa mengikuti aku juga tidak bisa egois karena bagaimanapun juga papa Ryan adalah papa kandungku, dia pasti senang jika semua orang tau kalau aku adalah anaknya bukan?”
“Tentu saja, papa Ryan akan sangat bangga karena semua orang mengetahui kalau dia adalah papa kandung seseorang yang hebat sepertimu Kenan.” puji Belinda.