
Di dalam kamar Kenan dan Belinda, Andini sudah duduk di kursi yang ada di dalam kamar itu menunggu Belinda mencuci tangannya dan menyiapkan alat make up dan juga pakaian untuk nya.
"Maaf ya lama, aku harus mengeluarkan semua alat makeup ku dari dalam tas dulu karena aku baru saja kembali dari honeymoon." ucap Belinda dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
"Nama kakak siapa?" Tanya Andini.
"Yaampun aku sampai lupa mengenalkan diri padamu, aku Belinda kamu bisa panggil aku kak Belinda seperti yang lainnya, aku adalah istri dari anak pertama papi Kalandra, yang barusan memukul Ken." ucap Belinda dengan pelan.
Andini hanya mengangguk mendengar penjelasan dari wanita cantik yang ada di hadapannya itu.
"Maafkan tingkah suamiku ya, dia benar-benar sangat menyayangi adik-adiknya, dia sangat kecewa pada Ken saat mengetahui hal ini."
"Aku juga sangat meminta maaf kepadamu karena perlakuan Ken yang sudah membuatmu kehilangan masa depanmu yang masih panjang itu." lanjut Belinda.
"Kenapa semua orang meminta maaf padaku kak? Apa mereka semua tidak berniat menutup mulutku agar tidak menyebarkan kabar ini kepada media?" Tanya Andini dengan polosnya.
"Pfftt,, jadi kamu fikir keluarga papi Kalandra sekejam itu? Andini, asal kamu tau keluarga ini adalah keluarga terbaik yang pernah aku kenal selama ini, mereka semua adalah orang yang sangat baik." Ucap Belinda.
"Baik bagaimana? Mereka hanyalah orang kaya sombong yang hanya memamerkan kekayaan orang tuanya."
"Kamu salah Andini, suamiku, Ken dan Key adalah anak yang sama sekali tidak memamerkan kekayaan orang tuanya, kekayaan yang mereka nikmati dan mereka banggakan adalah kekayaan mereka sendiri, hasil kerja keras mereka sendiri." jelas Belinda.
Andini hanya terdiam mendengar ucapan Belinda, dia tidak percaya dengan semua ucapan yang sudah di lontarkan oleh Belinda.
"Setelah semua anak-anaknya bisa membuktikan kepada papi Kalandra kalau mereka mampu membangun usaha mereka sendiri, papi Kalandra baru akan memberikan fasilitas yang sudah di dia siapkan kepada anak-anak nya."
"Dan yang aku dengar, baru kemarin Ken menerima fasilitasnya karena sudah berhasil membangun perusahaan gamenya sendiri, tapi semua itu di tarik kembali oleh papi Kalandra karena dia sudah membuat masa depan seorang gadis hancur." Lanjutnya.
Andini yang mendengar penjelasan dari Belinda seketika terkejut dan mematung.
"Kenapa terkejut begitu? Awalnya aku juga merasa sangat aneh dengan peraturan papi Kalandra, tapi setelah aku fikir lagi semua itu adalah cara mendidik anak dengan benar, mereka harus berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan."
"Menikahlah dengan Ken, aku yakin Ken akan membuatmu bahagia." ucap Belinda.
"Menikah? Aku saja masih sangat membencinya jika mengingat tentang malam itu!" Ucap Andini.
"Itu terserah padamu, aku juga tidak bisa memaksamu karena hal itu akan membekas di dalam dirimu, aku hanya berharap kalau kamu dan Ken akan bersatu suatu hari nanti." Ucap Belinda.
"Sudah selesai, kamu cantik sekali Andini, sekarang kamu ganti pakaian dulu setelah itu keluarlah, aku akan keluar lebih dulu." Ucap Belinda.
"Kak Belinda,,, terimakasih." ucap Andini sambil tersenyum ke arah Belinda.
Belinda hanya tersenyum menanggapi ucapan Andini lalu dia keluar dari kamarnya.
***
"Abang, bagaimana abang bisa mengetahui hal ini?" Tanya Key.
"Papi menghubungiku, bagaimana aku tidak terkejut mendengar ucapan papi tentang Ken!" Ketus Kenan sambil menatap tajam ke arah Ken yang sedari tadi hanya menunduk.
"Apa kamu tidak merasa bersalah dengan apa yang sudah kamu lakukan kepada gadis itu Ken!?" Tanya Kenan dengan ketus.
"Tentu saja aku merasa bersalah, itulah sebabnya aku ingin menikahinya." ucap Ken.
"Kamu fikir dengan menikahinya saja sudah membuat dia memaafkan dan melupakan semua hal yang sudah kamu perbuat hah!?"
"Lalu apa yang harus aku lakukan bang?"
"Kamu harus membahagiakannya, kamu harus memberikan semua yang dia inginkan! Dia pasti memiliki trauma terhadap laki-laki setelah apa yang sudah kamu lakukan kepadanya."
"Kamu harus belajar menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab kepada gadis itu." Lanjutnya.
"Dia bukan hanya membenciku, tapi dia juga membenci keluarga kita." Ucap Ken hingga membuat semua orang terkejut.
"Maksudnya?" Tanya papi Kalandra.
"Ayahnya di pecat dari perusahaan? Tapi perusahaan tidak pernah memecat karyawan yang rajin dan bekerja dengan baik." Ucap papi Kalandra.
"Kita tanyakan padanya langsung saja pa saat dia sudah selesai." ucap Kenan.
"Kamu harus menerima kenyataan kalau kamu akan menikahi Andini dan membuatnya bahagia Ken!" Tegas mami Khansa.
"Pasti mami, Ken akan berusaha untuk menyukainya dan bertanggung jawab atas dirinya." jawab Ken.
Saat itu juga mereka semua mendengar langkah kaki seseorang yang sedang berjalan menuruni tangga.
Semua orang melihat Belinda yang sudah menuruni tangga dan ikut berkumpul dengan yang lain.
"Kenapa kamu sendirian sayang? Kemana gadis itu?" Tanya Kenan.
"Sabarlah Kenan, sebentar lagi dia akan turun." Ucap Belinda dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Tidak lama kemudian, Andini menuruni tangga sehingga membuat semua orang menatapnya dengan terkejut.
"Cantik!" gumam Ken di dalam hatinya.
Yap, Andini terlihat sangat cantik natural dengan sweater berwarna merah muda yang di pakainya dan rambut yang di gulung ke atas.
"Wah kamu cantik sekali Andini." Puji mami Khansa.
"Terimakasih tante." Balas Andini.
"Andini duduklah, bisakah om bicara kepadamu?" Tanya papi Kalandra.
"A-ada apa om?" Tanya Andini dengan ragu.
"Om sudah mengetahui semua tentang ayahmu, sebenarnya apa yang terjadi kepada ayahmu?" Tanya papi Kalandra.
Andini yang mendengarnya sangat terkejut karena ternyata papi Kalandra sudah mengetahui semuanya.
Akhirnya Andini menceritakan semua kejadian yang di alami keluarganya setelah pemecatan ayahnya.
"Kami sangat menyesal atas apa yang sudah di alami oleh keluarga kamu Andini, tapi kami memecat ayahmu karena memang dia bersalah, dia sudah mencoba mencuri desain properti yang sudah di rancang oleh perusahaan kami dan menjualnya ke perusahaan lain." Jelas papi Kalandra.
"A-apa?! T-tidak mungkin om! ayahku tidak mungkin melakukan hal itu!" ucap Andini dengan nada yang meninggi.
Kenan datang dengan berkas tentang kejadian lalu yang menimpa perusahaannya.
"Ini adalah berkas tentang kasus itu, dulu aku ingin menjebloskan ayahmu ke penjara tapi papi melarangku, dia bahkan menyuruhku untuk memberikan loyalty kepada ayahmu karena dia adalah orang yang rajin dan bekerja dengan baik, mungkin ayahmu sangat terdesak hingga melakukan hal yang seperti itu." jelas Kenan.
"Tidak mungkin ayahku melakukan hal yang memalukan seperti itu hikss,, hikss.." ucap Andini sambil menangis.
Sedangkan Ken, Key, dan Rey terkejut mendengar penjelasan Kenan dan papi Kalandra.
"Maafkan kesalahan ayahku om, aku tidak tau kalau ternyata ayahlah yang melakukan kesalahan hikss,, selama ini aku hidup dengan kebencian kepada keluarga kalian, aku sangat malu, hikss.." ucap Andini sambil berlutut.
Mami Khansa segera beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Andini yang sedang berlutut sambil menangis itu.
"Sayang, jangan menangis lagi ya, ayo bangun semua itu adalah masa lalu, sekarang kamu bisa membangun masa depan bersama keluarga kami." Ucap mami Khansa.
"Tidak tante, aku tidak mungkin bisa menahan rasa malu ini jika aku menjadi bagian dari keluarga kalian, lebih baik aku pulang ke rumah dan menjaga ayah dengan baik, terimakasih banyak karena sudah menerima kehadiranku di rumah ini." Ucap Andini.
"Jangan pergi Andini, ayahmu akan memukulimu lagi." Ucap Ken tiba-tiba.
"Tidak usah memikirkanku Ken, aku sudah memaafkanmu jadi kamu jangan merasa bersalah atau kasihan kepadaku lagi, aku pamit." ucap Andini.
Semua orang ingin menahan Andini namun mami Khansa mencegah mereka karena menurut mami Khansa, Andini memerlukan waktu untuk menyendiri dan menerima kenyataan itu.