MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (PERUBAHAN)


Yang sepele bagimu, bisa berarti segalanya bagi orang lain. Ada baiknya mulai menghargai perbedaan sudut pandang.




Key kembali bersama dengan para pelayan yang membawa camilan dan minuman untuk semua orang yang ada di sana. Key menatap semua orang yang sedang berbahagia hari itu, namun fikirannya tiba-tiba teringat akan perkataan Elsa di dapur, Key tidak menyangka kalau Elsa akan berfikiran seperti itu kepada dirinya.



“*Bukankah mereka mengkhawatirkanku karena mereka merasa aku ini masih belum bisa di percaya? Aku malah ingin mereka memberikanku kebebasan dan tidak terlalu mengkhawatirkanku*.” gumam Key di dalam hatinya.



Bernard melihat raut wajah Key berubah saat keluar dari dapur, Bernard merasa kalau Key sedang memikirkan sesuatu yang membebaninya.



“Ada apa dengannya? Kenapa raut wajahnya berubah?” gumam Bernard yang di dengar oleh Jonathan.



“Siapa yang berubah tuan?” tanya Jonathan.



“Kamu ini nyambung aja kayak tiang listrik!” ketus Bernard sambil melihat Key yang berjalan ke halaman belakang.



Melihat Key yang pergi ke halaman belakang, Bernard beranjak dari tempat duduknya dan berpamitan untuk ke belakang.



“Kamu ngapain di sini? Bukankah kamu senang bertemu dengan keluargamu lagi?” tanya Bernard dari belakang.



Key yang tadinya melamun sambil melihat ikan yang ada di kolam langsung berbalik melihat ke arah Bernard.



“Eh, aku lagi melihat dekor meja makannya apakah ada yang kurang atau tidak.” Ucap Key berbohong.



“Kamu tau bukan kalau kamu tidak pandai berbohong? Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi kepadamu.” Ucap Bernard.



“Em,, om beruang. Menurutmu,, apakah abangku terlalu mengkhawatirkanku? Maksudnya apakah menurut om beruang perlakuan abang kepadaku terlalu berlebihan hingga membuat orang lain merasa cemburu?” tanya Key.



Bernard heran karena Key berbicara seperti itu, dia tidak menyangka jika Key akan bertanya hal seperti itu kepadanya.



“Kenapa kamu tiba-tiba tanya kayak gitu Key?” tanya Bernard.



“Ah tidak apa-apa hehe, sudahlah ayo masuk om beruang.. hari sudah mulai gelap sebentar lagi waktunya makan malam.” Ajak Key sambil melangkahkan kakinya ke dalam rumah.



Belum ada dua langkah tiba-tiba Bernard sudah menarik tangan Key hingga Key jatuh ke pelukan Bernard, Bernard memeluk Key dengan sangat erat hingga Key bisa mendengar jelas detak jantung Bernard.



“Aku tidak tau masalah apa yang sedang kamu hadapi, tapi aku cuma mau kamu tau kalau aku akan selalu ada untukmu, aku akan selalu menemanimu dan selalu berdiri di belakangmu untuk mendukungmu.” Ucap Bernard.



Key yang mendengar perkataan Bernard itu terharu, senyum mengembang dari wajahnya, Key sangat bahagia mendapat perlakuan seperti itu dari Bernard.



“Om beruang,,?” ucap Key sambil melepaskan pelukannya.



“Hmm..?”



“Mungkin kedepannya aku akan sangat menyukai om beruang..” ucap Key sambil menyentuh kedua pipi Bernard yang membuat Bernard membulatkan kedua matanya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1611114047361.jpg)



“Apa?! Bisakah kamu mengulanginya?” tanya Bernard.



“Maaf ya, tapi tidak ada siaran ulang..” ucap Key meninggalkan Bernard dengan senyum yang mengembang di wajahnya.



Key masuk ke dalam dan duduk di sebelah papinya, tidak lama kemudian Bernard juga ikut masuk dan membulatkan mata ke arah Key yang pindah tempat duduk di dekat papinya. Key yang melihat perubahan ekspresi wajah Bernard itu hanya tersenyum.



“Maaf sebelumnya, mungkin memang sedikit ketinggalan tapi siapa wanita yang ada di sebelahmu Ken? Aku baru pertama melihatnya.” Ucap Key yang baru sadar jika ada seseorang yang tidak dia kenali.




“Wow, alors tu as un amoureux? (Wow, jadi kamu sudah punya pacar?)” balas Key yang di balas senyuman oleh Ken.



Bernard semakin takjub mendengar Key yang mampu berbicara Bahasa prancis dengan sangat lancar itu, dia tidak tau berapa banyak Bahasa yang di kuasai oleh Key.



“Ehem,, saya ingin berbicara sesuatu kepada tuan dan nyonya Sanjaya.” Ucap Kenan tiba-tiba hingga membuat semua orang memperhatikannya.



“Ada apa nak Kenan?” tanya papa Bernard.



“Ini adalah hal yang tidak bisa saya sembunyikan dari keluarga calon istri saya, saya tidak ingin semuanya di mulai dengan kebohongan.” Ucap Kenan.



Key dan Ken melihat ke arah Kenan secara bersamaan, mereka berdua penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan oleh abangnya.



“Silahkan bicara nak Kenan.” papa Bernard mempersilahkan Kenan untuk berbicara.



“Sebenarnya saya bukanlah anak kandung dari papi dan mami saya, saya adalah anak kandung dari pria tampan yang duduk di sana, papa Ryan dan mama kandung saya sudah meninggal saat melahirkan saya. Papa kandung saya tidak tau jika mama saya mengandung anaknya saat itu, dan sejak saya lahir papi saya yang merawat saya hingga dewasa seperti ini, tapi tetap saja kalian semua harus tau papa kandung saya.” jelas Kenan dengan tatapan mata yang tertuju ke arah Ryan.



Ryan senang sekali karena putranya dengan bangga mengenalkan dirinya kepada calon mertuanya, selama ini Ryan merasa kalau Kenan lebih bahagia memiliki papi seperti Kalandra di bandingkan dengan dirinya, namun ternyata penilaiannya salah.



“Wah, ini adalah suatu kabar yang mengejutkan memang. Tapi tidak semua anak mampu mengatakan dengan tegas kalau dia bukanlah anak kandung seseorang jadi saya menghormati hal itu.” Ucap papa Bernard.



“Apa Belinda juga mengetahui hal ini?” tanya mama Bernard.



“Sebelum saya benar-benar melamarnya, saya sudah bilang padanya kalau saya memiliki dua orang tua.” Ucap Kenan.



“Baguslah, kalau begitu tidak ada yang perlu di sembunyikan lagi karena kita semua keluarga bukan? Kami juga beruntung karena kami memiliki dua besan yang hebat-hebat.” Puji mama Bernard.



Setelah semua itu, orang tua Bernard mempersilahkan mereka untuk pergi ke belakang bersiap untuk makan malam bersama.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1611114047356.jpg)



“Wah, indah sekali..” puji mami Khansa dan mama Rose secara bersamaan.



“Tentu saja indah, Key sendiri lah yang mendekor tempat ini menjadi se indah ini.” ucap mama Bernard.



“Benarkah? mama Rose tidak tau kalau kamu memiliki bakat seperti ini, lain kali ajari Elsa agar dia tidak sibuk dengan teman-temannya terus ya.” ucap mama Rose kepada Key.



“Ah iya ma, kalau ada waktu pasti Key akan mengajari Elsa.” Ucap Key.



Elsa dan Key saling bertatap satu sama lain, ada kecanggungan di tengah-tengah mereka. Sebelumnya memang hubungan mereka biasa saja tapi hari itu mereka benar-benar tidak tau apa yang harus di katakan.



“*Ih kenapa jadi canggung gini sih*.” Batin Elsa sambil melihat ke arah Key yang sedang sibuk dengan kegiatannya.



Key pergi ke dapur untuk melihat para pelayan yang sedang sibuk menghangatkan makanan yang sudah mulai dingin.



Key melihat semua pelayan sedang sibuk sedangkan panci yang berisi sayur itu sudah mendidih, akhirnya Key mematikan kompor dan membawa panci itu ke belakang sendiri karena tidak ingin merepotkan para pelayan yang sudah memiliki kesibukan masing-masing.



Key berusaha mengangkat panci yang lumayan berat itu namun tidak sengaja kakinya tersandung hingga membuat air panas di dalam panci menyiprat ke tangannya dan membuatnya merintih kesakitan.



Bernard, Kenan, Ken dan Rey yang mendengar Key merintih kesakitan itu langsung melihat ka asal suara dan terkejut karena Key masih berjalan menaruh panci yang berisi kuah sayur itu di atas meja dengan tangan yang sudah memerah.



Mereka ber empat lari ke arah Key untuk melihat tangan Key yang terkena air panas, terlihat jelas ke khawatiran di mata mereka semua. Key yang melihat semua mengkhawatirkannya tiba-tiba teringat dengan perkataan Elsa, Key melihat Elsa yang sedang menatapnya, Key segera menepis tangannya dari para laki-laki itu.



“Aku bukan anak kecil lagi! Kalian tidak perlu mengkhawatirkanku lagi, aku tidak apa-apa!” ketus Key yang membuat semuanya terkejut dengan sikap Key.