
Sesampainya di rumah sakit, Rey dan Elsa turun untuk menemui dokter.
"Kak Rey! Ini kan rumah sakit tadi, bagaimana kalau abang Kenan ada di sini?" Tanya Elsa.
"Tidak Els, aku sudah membuat janji dengan temanku, dia sudah menyiapkan dokter perempuan untuk memeriksa dirimu." jelas Rey.
"Kak, aku malu.."
"Sesama perempuan malu, sama aku engga?" Rey bertanya sekaligus menggoda Elsa.
"Tapikan beda kak, kalo sama kakak cerita lah ini di lihat langsung!" ucap Elsa dengan polosnya.
"Pfftt,, Els,, Els, kadang kamu menyebalkan, kadang bisa lucu juga ya.." untuk pertama kalinya Rey tertawa lebar karena Elsa dan itu membuat Elsa merasa sangat senang.
"Kak, bolehkah aku bertanya mumpung dokter ya belum ada?" Tanya Elsa.
"Tentu saja, ada apa?" Tanya Rey.
"Kenapa dulu kak Rey membenciku?" Tanya Elsa.
"Membencimu? Tidak! Aku tidak membencimu Els, aku hanya tidak suka dengan perempuan yang bawel sepertimu!" ucap Rey.
"Padahal bawelnya aku ini ngangenin loh!" ucap Elsa yang sudah mulai berani menggoda Rey.
"Kamu sudah mulai berani menggodaku ya Els.."
"Karena ternyata kak Rey tidak galak seperti dulu.."
"Aku memang baik hati Els, dan juga tampan.." ucap Rey dengan percaya diri.
"Haha,, iya iya terserah.." balas Elsa dengan penuh paksaan.
Belum sempat Rey membalas, teman Rey yang bekerja sebagai dokter di sana datang dengan teman dokternya.
"Hai Rey!" sapa dokter tersebut.
"Hai Boy!" balas Rey.
"Dia orangnya?" tanya Boy sambil melihat ke arah Elsa.
"Hm.." balas Rey sambil menganggukkan kepalanya.
Akhirnya dokter wanita yang ada di sebelah Boy langsung menyuruh Elsa masuk ke dalam ruangan.
"Dok, emm,, begini.." Elsa sudah mulai gugup karena bingung harus menceritakan dari mana.
"Tidak perlu di ceritakan, aku sudah tau semua ceritanya." sambung dokter wanita itu.
"Hmm.."
"Laki-laki sepertinya seharusnya di musnahkan! Aku dengar dia juga memukulimu ya?" Tanya dokter tersebut dan di balas anggukan kepala oleh Elsa.
"Wah! Kenapa kamu tidak berani melaporkannya?" Tanya dokter tersebut.
"Aku takut, dia mengancam akan menyebarkan fotoku.."
"Kenapa harus takut? Kamu masih perawan kok! Jadi jangan pernah mau di tindas lagi olehnya, mengerti?" ucap dokter tersebut.
"Hah? Maksudnya dok?"
"Dari tadi saya memberikan kamu pertanyaan agar kamu tidak sadar kalau aku sedang memeriksamu, dan sekarang aku sudah selesai memeriksa kamu masih suci Elsa." ucap dokter tersebut.
Elsa yang mendengarnya langsung meneteskan air mata bahagia, dia tidak percaya kalau ternyata semua yang di katakan oleh Sandy hanyalah ancaman belaka untuk membuatnya selalu terikat olehnya.
"Kenapa menangis?"
"Aku senang dok, aku senang akhirnya aku bisa bebas dari laki-laki itu hikss.."
"Jangan menangis, jangan pernah membuang air matamu hanya karena laki-laki itu! Aku akan memberikan keterangan pemeriksaan untukmu, kamu bisa memasukkannya untuk menuntutnya."
"Terimakasih banyak dok.." ucap Elsa sambil memeluknya.
"Sama-sama.."
Di luar, Rey dan teman dokternya sedang menunggu Elsa yang sedang di periksa.
Namun saat Elsa keluar dari ruang pemeriksaan, Rey seketika gugup karena melihat mata sembab Elsa.
"Els,, kamu baik-baik saja? kenapa kamu menangis?" Tanya Rey.
"Dia baik-baik saja, tidak perlu mengkhawatirkannya." sambung dokter yang ada di sebelah Elsa.
"Bagaimana bisa dia tidak apa-apa kalau wajahnya sembab begitu!?"
"Tenang kak, Elsa benar-benar tidak apa-apa." ucap Elsa.
"Lalu bagaimana hasilnya?"
Rey akhirnya menganggukkan kepala mengingiyakan ucapan Elsa. Setelah berpamitan kepada temannya, Rey dan Elsa kembali masuk ke dalam mobil.
Namun di dalam mobil Rey masih belum menjalankan mobilnya hingga membuat Elsa merasa kebingungan.
"Kak, kenapa ga jalan?" Tanya Elsa.
"Katakan dulu padaku, bagaimana hasilnya?" Tanya Rey.
"Sesuai dengan apa yang kakak katakan! Aku sudah tidak perlu takut padanya lagi sekarang." ucap Elsa dengan senyum cerahnya.
"Benarkah!? Kan aku sudah bilang, kalau dia hanya mengancammu, dia ingin kamu terus terikat olehnya!" ucap Rey.
"Terimakasih kak Rey,, terimakasih karena sudah mau membantuku.." ucap Elsa hingga tanpa di sadari Elsa sudah memeluk tubuh Rey.
Rey yang mendapatkan pelukan dari Elsa hanya bisa mematung, selama ini dia selalu pergi ke club tapi tidak pernah mau di peluk oleh wanita manapun.
Elsa yang tersadar kalau dirinya memeluk Rey langsung melepaskan pelukannya.
"M-maaf kak.." ucap Elsa.
"T-tidak apa-apa, aku tau kamu sedang senang sekali!" balas Rey.
"Ayo kita ke rumah Key, aku sudah menelfonnya tadi tapi aku bilang hanya aku yang datang, Aku yakin dia akan sangat terkejut melihatmu." lanjutnya.
Elsa hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Rey segera melajukan mobilnya menuju ke rumah Key.
Sesampainya di rumah Key, Elsa segera berlari keluar mobil tanpa memperdulikan Rey yang masih memegang seatbeltnya.
"Apa dia tidak ada kata terimakasih gitu? Dasar Key merubah segalanya!" gumam Rey yang ikut masuk ke dalam rumah.
"Kak Key!!" teriak Elsa yang membuat Key yang sedang menonton TV terkejut mendengarnya.
"Elsa? Kamu kesini sama siapa?" Tanya Elsa.
"Sama aku!" ketus Rey dari belakang.
"Rey? Kenapa wajahmu kecut begitu?" Tanya Key.
"Wanita ini bukannya bilang makasih karena sudah aku antar kesini malah main lari aja!" Protes Rey.
Elsa hanya tersenyum malu mendengar ucapan Rey, dia juga reflek berlari begitu saja sesampainya di rumah Key.
"Biarkah Rey, di rumahku memang ada maghnetnya makanya dia langsung ketarik masuk!" canda Key.
Rey menatap aneh ke arah Key lalu menggelengkan kepalanya.
"Di mana kak Robert?" Tanya Rey.
"Dia lembur, mungkin sebentar lagi pulang."
"Kenapa dia lembur? tumben sekali, biasanya kak Bernard selalu menyelesaikan pekerjaannya langsung."
"Entahlah, dia bilang karena kemarin-kemarin dia sudah banyak mengambil waktu libur jadi pekerjaannya terbengkalai." jelas Key.
"Yakin? Bukan karena ada sesuatu kan?" Tanya Rey.
"Apaan sih Rey! Tidak ada apa-apa kok!"
"Kak Rey sudahlah! Kak Key sudah bilang tidak apa-apa." sambung Elsa.
"Kalian berdua ini memang benar-benar menyebalkan!" ketus Rey.
Mereka bertiga akhirnya berbincang-bincang dengan sangat seru, hingga akhirnya wajah Key berubah menjadi serius.
"Els, sejak saat itu aku selalu memikirkan keadaanmu! Aku selalu berfikir bagaimana nasibmu jika terus bersama dengan Sandy." ucap Key secara tiba-tiba.
"Hah? Apaan sih kak! Kenapa mengkhawatirkan aku?"
"Bagaimana aku tidak mengkhawatirkanmu kalau saat bertemu denganmu kamu memiliki memar!" ketus Key.
"Aku tidak apa-apa kak! Aku sudah baik-baik saja sekarang!"
"Benarkah?"
"Benar kak! Tanya aja sama kak Rey kalau tidak percaya.
"Kenapa harus bertanya kepadanya! Oh iya, kalian berdua kenapa bisa kerumahku bersama?" selidik Key.
"Emm,, kami tidak sengaja bertemu di jalan!" ucap Rey.
Key menatap mereka dengan tatapan yang mematikan, dia ingin mengetahui kebenarannya karena dia tau Ada yang bsedang di sembunyikan oleh Elsa dan Rey.