MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
HARI PERNIKAHAN 3


Wanita menangis bukan karena mereka lemah, namun karena mereka tak temukan kata tuk ungkapkan perasaan mereka.




“Aku dengar tadi, kalau kak Ken dan Audrey sedang tidak baik hubungannya! Kak Ken juga sedang galau tuh kayaknya.” Ucap Elsa dengan berbisik.



“Benarkah? aku kira mereka selama ini baik-baik saja.” ucap Erina.



“Emangnya kamu tidak pernah berhubungan dengan Audrey Er?” tanya Lana.



“Sebenarnya aku dan Audrey itu hanya kenal karena kita mengambil beberapa kelas yang sama, tapi tidak sedekat itu hanya bertegur sapa saat bertemu aja, dan setau aku Audrey emang anak yang tidak suka bergaul deh.” Jelas Erina.



“Ya, sama denganmu tidak suka bergaul.” Sambung Elsa.



“Enak aja! Aku masih punya lumayan banyak teman tau.” Ucap Erina membela diri.



“Sudahlah ayo cepat kita makan, setelah itu kita bantu tante Khansa dan tante Rose menata barang yang kurang rapih.” Ucap Lana.



“Lagian kak Key tuh, harusnya kan dia yang menata semuanya.” Protes Elsa.



“Jangan protes terus Elsa, Key juga kekurangan karyawan jadi maklum kalau dia masih belum bisa membagi waktu untuk dua profesinya.” Jelas Lana.



“Tenang aja kak, Elsa bilang dia mau daftar jadi karyawan kak Key kok.” Ucap Erina.



“Apa? Enak aja! Emangnya kak Key berani bayar berapa jadiin aku karyawannya.” Ketus Elsa.



Di tengah-tengah pembicaraan mereka, mami Khansa memanggil mereka bertiga dan menyuruhnya untuk membantunya.



Acara pernikahan pun di mulai, para tamu undangan sudah mulai berdatangan dan di sambut oleh para kerabat dekat keluarga papi Kalandra di depan pintu masuk.



Saat semua tamu undangan sudah duduk di kursinya masing-masing, Kenan pun memulai ijab Kabul dengan penuh ketegangan di hatinya sampai semua wali mengatakan SAH.



Key menuntun Belinda masuk ke dalam hotel bersamaan, Belinda tampak anggun dengan gaun putih yang di desain sendiri oleh sang adik iparnya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1617344874040.jpg)



Belinda juga tampak anggun dengan heels yang senada dengan gaunnya, begitu pula dengan Key yang menjadi pendamping Belinda masuk ke dalam hotel dan menuntunnya untuk menemui sang kakak.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1617344874032.jpg)



Hari itu Key memakai pakaian yang sama dengan para kerabatnya dan hari itu juga pertama kalinya Key memakai make up yang berbeda dari biasanya hingga membuat para tamu laki-laki menatap kagum ke arahnya.



“Cih, lihatlah itu, semua mata para laki-laki keranjang itu tertuju kepada kekasihku!” gumam Bernard yang tidak suka melihat tatapan para tamu laki-laki kepada Key.



“Kamu ini ga usah terlalu lebay deh, semua orang menatap ke arah adikmu bukan Key.” Bisik Harry yang mendengar ucapan saudara sepupunya itu.



“Bukan! Lihatlah mereka semua menatap Key bukan Belinda!”



Harry hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya saja tanpa mengatakan apapun lagi kepada Bernard.


Sesampainya di pelaminan, Key menuntun Belinda untuk duduk di kursi bersebelahan dengan Kenan.



“Terimakasih adikku!” ucap Belinda.



“Ih apaan sih kak, geli tau dengernya!”



“Kamu kan sekarang sudah menjadi adikku juga, jadi tidak masalah kan kalau aku menyebutnya begitu.” Balas Belinda.



“Sudahlah, kakak dana bang semangat ya semoga betah duduk terus seharian hahaha.” Ucap Key dan langsung pergi meninggalkan Belinda dan Kenan di sana.



Key turun dari pelaminan dan menghampiri keluarganya yang sedang melihat ke arahnya, sedangkan Kenan melihat Belinda dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.



“Kamu kenapa melihatku seperti itu Kenan?” tanya Belinda.



“Kamu cantik!”



“Kenan jangan membuatku malu.”



“Aku serius sayang, hari ini kamu cantik sekali apalagi kita sudah dua seminggu tidak boleh bertemu, aku benar-benar merindukanmu.” Ucap Kenan.



Belinda yang mendengar ucapan Kenan hanya tersipu malu dan menundukkan wajahnya.



“Malam ini kamu akan aku tahan di dalam kamar seharian!” bisik Kenan.



“Ha? m-maksud kamu apa?” tanya Belinda yang mulai gugup.



“Aku yakin kamu akan menyukainya.” Jawab Kenan yang tidak di balas oleh Belinda.




“Kamu tidak apa-apa mas?” tanya mami Khansa kepada sang suami yang sedang menatap ke arah pelaminan.



“Aku tidak apa-apa sayang, aku hanya senang sekali melihat Ryan tersenyum lebar di sana.” Ucap papi Kalandra.



“Mas, kamu sudah melakukan hal yang benar, bagaimanapun juga kak Ryan adalah papa kandung Kenan.” ucap mami Khansa.



“Selama ini aku benar-benar merasa bersalah kepada Ryan karena aku tidak pernah memberi tau kebenaran tentang Amel kepadanya, bahkan aku sudah berani menyukai Amel dan bersikap egois, ini adalah waktu yang tepat untuk menebusnya.”



“Mas, sudahlah, saat itu kamu masih sangat muda untuk memilih menikah dengan mbak Amel, aku yakin dia sedang tersenyum melihat kebahagiaan anak dan ayahnya.”



“Terimakasih sayang, terimakasih karena sudah menemaniku selama ini, aku benar-benar beruntung telah di pertemukan denganmu, dan kalau bukan karena Kenan aku juga tidak mungkin menikah denganmu dan memiliki kedua anak nakal kita itu.”



“Aku juga sangat bersyukur memiliki anak seperti Kenan yang bisa menjadi kakak yang baik untuk adik-adiknya, dia juga selalu membimbing Ken dan Key sampai mereka menjadi seperti sekarang ini.” ucap mami Khansa.



“Setelah ini kita bulan madu lagi yuk sayang.” ucap papi Kalandra hingga membuat mami Khansa memukul lengan suaminya.



“Apaan sih mas! Kita ini udah tua, anaknya udah tiga dan bentar lagi kita bakal punya cucu kalau Belinda hamil.”



“Makanya itu, sebelum Belinda hamil kita bulan madu dulu lah, kalau punya cucu aku yakin kamu akan menghabiskan waktumu untuk menggendong cucu kita.” Rengek papi Kalandra.



“Sudah mas diamlah! Jangan bicara seperti itu di acara ini!” ucap mami Khansa.



Akhirnya papi Kalandra menuruti ucapan mami Khansa untuk diam dan tidak berbicara apapun lagi.



Di sisi lain para anak-anak sedang berkumpul, Elsa kesal dengan Key yang tidak memberi tahunya kalau Key pergi ke rumah Belinda.



“Kamu ini kenapa sih Els, ngeliatin aku kayak begitu banget.” Ucap Key.



“Aku kesel sama kak Key!”



“Loh kenapa?”



“Habisnya kak Key ga ngasih tau kalau mau ke rumah kak Belinda.”



“Emang kenapa aku harus ngasih tau? Aku kan ke sana kerja bukan main-main.”



“Tapikan aku juga mau bantuin.”



“Kamu sih bukannya bantuin tapi ngerecokin.” Ucap Key.



Elsa mendengar ucapan Key hanya bisa menyilangkan kedua tangannya di dadanya dan memalingkan wajah karena kesal.



“Oh iya, kemana Ken dan Rey?” tanya Key yang sudah tidak memperdulikan Elsa yang sedang kesal dengannya.



“Aku tidak tau, mungkin mereka sedang melihat wanita cantik.” Ujar Lana.



“Kalau Audrey tau mungkin dia akan menghajarnya.”



“Stt,, kak Key jangan menyebutkan nama Audrey kalau ada Ken.” Ucap Erina sambil menaruh telunjuknya di depan mulutnya.



“Ha? kenapa?”



“Mereka sepertinya sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi.”



“Jadi Ken dan Audrey sudah tidak berhubungan lagi?” tanya Key dan di balas anggukan oleh yang lain.



“Huh, sudahlah biarkan dia menikmati hidupnya dulu dan bersenang-senang.” Ucap Key.



“Kak Key! Kakak kenapa ga bujuk aku lagi?” protes Elsa.



“Untuk apa aku membujukmu? Ga penting.” Ketus Key berpura-pura tidak perduli.



Semua orang tertawa melihat tingkah Key dan Elsa yang sedang saling membuang muka.



“Kalian berdua ini seperti anak kecil saja!” ucap Lana kepada mereka berdua.



\*\*\*


Akhirnya author bisa update hari ini~


Bonus nih author kasih foto mami Khansa yang masih muda walaupun sudah memiliki 3 anak hihihi..



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1617344874037.jpg)