
Papi Kalandra dan mami Khansa baru saja sampai di rumah mereka, di sepanjang jalan mami Khansa hanya melihat ke luar jendela sambil menangis diam-diam untuk menyembunyikannya dari sang suami.
Namun karena memang papi Kalandra selalu memperhatikan istrinya, dia sudah tau kalau istrinya sedang menangis diam-diam agar tidak diketahui olehnya.
Cling! Papi Kalandra mendapatkan pesan dari anak perempuannya yang mengatakan kalau mereka sudah menemukan wanita yang sudah di nodai oleh Ken.
Sesampainya di rumah, mami Khansa ingin langsung pergi ke kamarnya namun di tahan oleh papi Kalandra.
"Duduklah dulu sayang, kalau mau menangis maka menangislah." Ucap papi Kalandra.
Akhirnya mami Khansa duduk dan menangis sesegukan, itu adalah pertama kalinya papi Kalandra melihat mami Khansa menangis sampai seperti itu.
"Sayang, aku tau kamu sangat kecewa dengan anak kita, menangislah jangan di tahan karena bahaya jika tidak di keluarkan." Ucap papi Kalandra sambil memeluk tubuh istrinya.
"Hikss,, hikss maafkan aku mas karena aku tidak bisa mendidik anak kita dengan benar hingga Ken berbuat seperti itu, maafkan aku karena belum bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita." Ucap mami Khansa.
"Sstt kamu ini bicara apa sayang, kamu sudah membesarkan anak-anak kita dengan sangat baik, mereka memiliki kemampuan yang hebat dan hati yang tulus."
"Hanya saja salah satu anak kita sedang tersandung sekarang, kita sebagai orang tua jangan terlalu menyalahkan dia, sebaiknya kita membantunya untuk bertanggung jawab kepada gadis itu." ucap papi Kalandra.
"Bagaimana kita bisa membantu kalau dia tidak mengetahui nama gadis itu mas?"
"Key bilang kalau mereka sudah menemukan gadis itu, kita tinggal menunggu kabar dari mereka." Ucap papi Kalandra.
"Sudahlah jangan menyalahkan dirimu lagi, sama seperti saat anak kita terjatuh saat dia mulai berjalan, kita harus membantunya untuk bangkit dan menuntunnya ke jalan yang lebih halus agar tidak terjatuh untuk yang kedua kalinya." lanjut papi Kalandra.
"Terimakasih mas, aku benar-benar beruntung memiliki suami hebat sepertimu." puji mami Khansa.
Papi Kalandra hanya tersenyum dan mencium kening mami Khansa dengan lembut.
***
Di lain tempat, Ken, Key, Rey dan Andini sudah berada di hotel bintang lima. Andini yang mengetahui hal itu langsung membulatkan kedua matanya.
"Kenapa kita berada di sini?" Tanya Andini.
"Kan kamu meminta tempat untuk beristirahat, di sini lah kita." Ucap Ken.
"Aduh emang dasarnya orang kaya ya, nginep semalem aja harus di hotel bintang lima!" Gumam Andini yang masih bisa di dengar oleh yang lain.
"Lalu kamu mau tinggal di mana selain di hotel?" Tanya Key.
"Ada banyak kos harian di sini, dan jauh lebih murah juga di bandingkan disini, aku tidak mampu membayar jika tidur di hotel ini walaupun hanya sehari!" Ucap Andini.
"Kita kerumah saja! Di sana kamu bisa tidur tanpa membayar sepeserpun." Ucap Ken.
"Tidak! Aku tidak suka berhutang budi dengan siapapun!" ucap Andini.
"Kalau begitu bekerjalah di rumahku! Agar tidak berhutang budi." Ucap Ken.
Rey segera menancap gas menuju rumah kediaman keluarga papi Kalandra.
"Kita mau kemana?" Tanya Andini.
"Kerumah om Andra!" jawab Rey.
"Aku kan tidak mengatakan kalau aku setuju kerumahnya!"
Ketiga orang yang ada di dalam mobil tidak berbicara sepatah katapun membuat Andini kesal dan akhirnya memutuskan untuk diam saja.
Sesampainya di kediaman keluarga papi Kalandra, Andini terkejut melihat kemegahan rumah tersebut.
"Kenapa ada rumah sebesar ini? Tuhan memang tidak adil memberikan kekayaan kepada orang-orang sombong seperti mereka." Batin Andini.
Sesampainya di depan pintu rumahnya, Ken keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil Andini.
"Ayo turun." Ajak Ken.
"Tidak! Aku kan sudah bilang kalau aku tidak mau ke sini!" ketus Andini sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya dan menatapnya dengan tajam.
Tanpa pikir panjang, Ken segera menggendong Andini ala bridal style.
"Aaaa! Lepaskan aku! Kamu ini penculik ya!" teriak Andini.
Key dan Rey yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.
"Ken siapa wanita ini? Kenapa kamu menggendongnya paksa seperti itu?" Tanya mami Khansa.
"Namanya Andini, dia adalah wanita yang Ken nodai mi." Ucap Ken.
Andini terkejut saat mendengar Ken mengucapkan semuanya di hadapan kedua orang tuanya.
"Andini? Nama yang cantik sekali." Ucap mami Khansa sambil tersenyum ke arah Andini.
Andini hanya diam dan tersenyum terpaksa melihat keramahan mami Khansa.
"Dia pasti hanya pura-pura, setelah ini dia akan membuatku tutup mulut." Batin Andini.
Mami Khansa berdiri dan menghampiri Andini, Andini saat itu langsung menutup kedua matanya namun siapa sangka ternyata mami Khansa malah berlutut sambil menangis.
"Mami!" teriak Ken dan Key.
"T-tante? Yaampun tante kenapa berlutut, bangunlah." ucap Andini yang terkejut melihat mami Khansa berlutut di hadapannya.
"Maafkan prilaku anakku Andini, tante tau kalau kelakuan anakku tidak pernah bisa di maafkan, maaf karena tante sudah salah mendidiknya, ini semua adalah kesalahan tante." Ucap mami Khansa dengan mata yang berkaca-kaca.
Andini mencoba untuk membantu mami Khansa bangun.
"Kenapa tante seperti ini? Andini sudah memaafkan Ken jadi tante tidak perlu melakukan hal seperti ini." ucap Andini.
"Menikahlah dengan anak kami, kami akan memperlakukan kamu seperti anak kami sendiri." ucap mami Khansa yang membuat Andini semakin terkejut.
"A-apa? Tante, saya adalah anak yang berasal dari keluarga yang hancur, ayah saya tukang mabuk dan sering bermain judi, dia selalu memeras saya, apa itu akan baik-baik saja untuk keluarga tante?" Tanya Andini.
"Lalu? Memangnya kenapa? Yang penting kamu adalah wanita baik-baik." Ucap mami Khansa.
"Anak kami bersalah, dan dia harus bertanggung jawab menjadikan kamu sebagai istrinya." Sambung papi Kalandra.
Ken menghampiri Andini dan menggenggam tangannya.
"Aku tau kamu masih di penuhi oleh kebencian terhadapku, tapi aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia walaupun awalnya kita membangun hubungan karena kesalahan." ucap Ken.
Papi Kalandra dan mami Khansa terkejut mendengar anak laki-laki mereka bisa berbicara seperti itu kepada seorang wanita.
Tiba-tiba saja di tengah-tengah pembicaraan mereka, seseorang datang dengan perasaan yang sangat penuh dengan amarah dan..
BRUG!! Orang tersebut memukul wajah Ken sangat kencang hingga membuat Ken tersungkur di lantai.
Andini dan yang lainnya melihat kejadian itu langsung terkejut tidak percaya.
"Dasar laki-laki brengsek! Bodoh! Berani-beraninya kamu menodai seorang wanita tidak berdosa! Apa aku pernah mengajarkan kamu berprilaku seperti itu!" Teriak orang tersebut.
"Abang? M-maafkan aku, aku benar-benar tidak sadar malam itu." Ucap Ken.
Yap! Orang yang memukul wajah Ken adalah Kenan yang memutuskan untuk segera kembali dari bulan madunya karena mendengar kabar tentang adiknya.
"Sejak kapan aku mengajarkanmu minum minuman beralkohol ha!? Dan kau Rey, kamu juga bersalah karena mengajak dan membiarkan Ken mabuk malam itu! Jadi aku akan memberitahu hal ini kepada papamu." Ucap Kenan.
"Loh abang? kenapa aku juga bersalah? Ken memintaku untuk membawanya ke sana dan ingin melupakan Audrey." ucap Rey.
Key dan Ken yang mendengar ucapan Rey langsung menatapnya dengan tajam.
"Ups! sepertinya aku salah lagi." ucap Rey sambil menutup mulutnya sendiri.
"Kenan diamlah, kamu membuat Andini ketakutan." Ucap mami Khansa.
Ken melihat seorang wanita dengan penampilan yang sudah tidak karuan, dia tau kalau wanita itu adalah wanita yang sudah di nodai oleh adiknya.
"Sayang, bawa dia ke kamar kita dan bersihkan dia lalu berikan dia pakaian yang nyaman." Ucap Kenan kepada Belinda yang baru saja masuk ke dalam rumah dan tidak mengetahui apa yang sudah terjadi.
"Siapa wanita ini Kenan? Apa yang terjadi di sini?" Tanya Belinda.
"Dia adalah wanita tidak bersalah yang sudah di nodai oleh Ken." jelas Kenan.
"Apa? Jadi ini yang membuat kamu ingin segera pulang dengan keadaan yang sangat marah?" Tanya Belinda.
"Maafkan adikku yang bodoh itu, aku sudah salah mendidiknya selama ini maaf." Ucap Kenan sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
Ken yang melihat hal itu hanya bisa menyesali semua perbuatannya, dia benci dengan dirinya sendiri karena sudah membuat semua keluarganya kecewa.