
Papi Kalandra dan mami Khansa menyambut kehadiran cucu laki-laki pertama mereka dengan sangat antusias, begitu juga dengan Ryan dan Rose.
Anak laki-laki yang sangat tampan yang di beri nama Aciel Gael Adibrata.
Semua orang sangat antusias menyambut kehadiran anak kedua Kenan dan Belinda itu, begitu juga dengan Alya yang sangat senang melihat adik laki-laki yang sangat menggemaskan.
"Ini adik Alya? Adik yang ada di perut mommy kan dad?" Tanya Alya kepada Kenan.
"Iya sayang, ini adik kamu lucu bukan?"
"Iya sangat lucu, tapi kenapa waktu di perut mommy adikku kecil dad?"
Alya pernah ikut Kenan dan Belinda saat melakukan USG dan Alya melihat kalau bayi yang ada di perut mommynya itu sangat kecil berbeda dari yang dia lihat.
"Iya sayang, kan adiknya bertumbuh besar jadi pas keluar dari perut jadi lebih besar." jelas Kenan yang sebenarnya dia juga bingung harus bagaimana menjelaskan kepada Alya.
Alya hanya mengangguk mengiyakan ucapan daddynya.
"Adek El, ini kakak Al.." ucap Alya kepada adiknya.
"Sekarang Alya sudah menjadi kakak, jadi jangan cengeng lagi ya harus mendengarkan apa yang mommy katakan kalau daddy sedang bekerja." ucap Kenan yang di balas anggukan oleh Alya.
Kalandra dan Ryan saling berebut untuk menggendong Aciel, sedangkan Khansa dan Rose hanya menggelengkan kepala melihat tingkah para suaminya itu.
Begitu juga Belinda dan Kenan yang tersenyum melihat papi dan papanya sedang berebut untuk menggendong Aciel.
"Mas jangan rebutan kasihan baby El." ucap Khansa.
"Sayang, tadi Ryan sudah menggendong baby El aku juga kan mau gendong." Protes Kalandra.
"Aku kan masih mau menggendongnya!" balas Ryan.
"Sudahlah pa biarkan papi Andra menggendong keponakanku yang lucu ini.." ucap Elsa yang datang entah dari mana.
"Elsa!? Kamu sejak kapan sampai di Indonesia?" Tanya Rose yang baru melihat anak perempuannya.
"Baru saja sampai dan Elsa langsung kemari ma." jawab Elsa sambil tersenyum manis.
Key yang mendengar kalau Elsa sudah sampai di Indonesia langsung berlari menghampirinya.
"Elsa!" teriak Key sambil membuka pintu ruangan Belinda.
"Yaampun kak Key, kamu sedang hamil muda jangan berlarian seperti itu!" ucap Elsa sambil memegang perut Key yang masih rata.
Key memang sedang mengandung dan usia kandungannya masih trimester pertama, sedangkan tingkahnya semakin menjadi membuat Bernard kewalahan untuk menjaga istrinya yang semakin aktif.
"Els, kamu ke Indonesia sama siapa?" Tanya Key.
"Aku sama kak Sandy kak, tapi dia menyuruhku untuk masuk duluan karena dia sedang memarkir mobilnya." jelas Elsa.
Ternyata dari tadi ada seseorang yang mendengar ucapan Elsa dari luar pintu ruangan Belinda.
Orang itu adalah Rey yang sangat senang mendengar tentang kedatangan Elsa, namun hatinya tertusuk saat mengetahui kalau Elsa di temani oleh Sandy.
"Els! Kenapa tanganmu memar begini?" Tanya Key yang tidak sengaja melihat memar yang ada di pergelangan tangan Elsa.
Semua orang mengalihkan perhatiannya ke tangan Elsa.
"T-tidak apa-apa, hanya saja kemari aku em,, aku habis kejatuhan buku-buku yang tebal sekali." ucap Elsa berbohong.
Key mulai merasa curiga kepada Elsa, dia sudah mengenal Elsa lama dan dia tau kalau Elsa tidak bisa berbohong kepadanya.
Namun Key berpura-pura untuk percaya karena dia takut kalau kedua orang tua mereka akan curiga dan semakin membuat Elsa tertekan.
Key membiarkan Elsa untuk menyapa Kenan dan Belinda lebih dulu, setelah itu dia mengajak Elsa ke kantin rumah sakit untuk berbincang-bincang.
"Sayang, apa kamu tidak bisa duduk saja? Kamu sedang mengandung." Bernard memberikan peringatan kepada istrinya yang dari tadi jalan kesana kemari.
"Sayang,, aku mau berbicara dengan Elsa dulu ya.." ucap Key yang memeluk Bernard namun dia berbisik di telinga Bernard.
"Sayang, aku mohon kalau ada Sandy cegah dia jangan sampai dia tau kalau aku berdua dengan Elsa di kantin rumah sakit." Bisik Key.
"Kenapa sayang?" Tanya Bernard yang jadi penasaran.
"Nanti akan aku ceritakan ya sayang mwah!!" ucap Key sambil mencium pipi suaminya.
Key langsung menggandeng tangan Elsa dan membawanya ke kantin rumah sakit untuk berbincang-bincang.
"Aku, aku pesan jeruk hangat aja deh kak." ucap Elsa.
"Els, bagaimana keadaanmu di sana?" Tanya Key.
"Aku baik-baik saja kak, aku tinggal di rumah yang aku tinggali dulu." jelas Elsa.
"Lalu bagaimana dengan hubunganmu dan Sandy?"
"M-maksudnya kak? Emang ada apa dengan hubunganku?" Tanya Elsa.
"Ya hubungan kalian selama ini bagaimana? Apa Sandy memperlakukan kamu dengan baik?"
"Tentu saja, dia memperlakukan aku dengan baik kak."
"Aku tau kamu tidak bisa berbohong Els, aku tau luka di tanganmu bukanlah luka memar biasa, jelas sekali kalau itu adalah memar bekas cengkraman seseorang." ucap Key yang membuat Elsa menjadi gugup dan menelan salvilanya.
"Kak, kak Key ngomong apa sih? Siapa yang mau menyakitiku?"
"Apa Sandy mengancammu? Apa dia memiliki sesuatu yang membuatmu tidak mau mengatakan hal yang sebenarnya?" Tanya Key.
"Tidak kak! Jangan seperti ini kak, aku baik-baik saja kok."
"Els, sebelum semuanya terlambat bicaralah, sebelum kamu dan Sandy menikah bicaralah." bujuk Key.
"Aku baik-baik saja kak, tidak ada yang harus di bicarakan."
"Ingatlah satu hal, kami semua ada di sini untuk mendukungmu, kamu masih memiliki keluarga yang mendukung dan melindungimu Els!"
Elsa hanya tersenyum mendengar ucapan Key, dia tidak banyak bicara kepada kakaknya itu.
Di sisi lain, Sandy yang sedang berjalan menuju ruangan Belinda menoleh kesana kemari mencari keberadaan Elsa.
"Kamu mencari Elsa?" Tanya Bernard yang memang tidak menyukai Sandy sejak awal.
"Iya, di mana Elsa kak?" Tanya Sandy.
"Sepertinya dia ke toilet, kamu tunggu saja di sini atau masuk ke dalam menemui orang tua Elsa."
Sandy hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya lalu masuk ke dalam ruangan Belinda.
Di dalam sana, Sandy di sambut dengan sangat baik, mereka senang karena Elsa memiliki kekasih yang sangat menyayanginya.
"Bagaimana perusahaanmu di Paris San? Apa baik-baik saja?" Tanya Ryan.
"Baik om, semuanya berjalan dengan lancar."
"Syukurlah.. lalu bagaimana dengan Elsa? Apa dia menjalani tugasnya sebagai CEO dengan baik?"
"Elsa bekerja dengan sangat baik om, bakat itu om turunkan kepadanya tentu saja Elsa akan dengan mudah menjalani tugasnya sebagai CEO."
Ryan senang mendengar ucapan Sandy yang memuji anak perempuannya. Ryan juga seringkali mendengar kabar kalau Elsa sering lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Setelah di rasa cukup untuk menyapa semuanya, Sandy kembali keluar dari ruangan dan melihat Elsa dan Key yang sedang berjalan bersama.
Dengan segera Sandy menghampirinya dan menggenggam tangannya dengan kuat namun dia longgarkan sedikit karena menyadari Key sedang menatapnya dengan tajam.
Sedangkan Key melihat dengan jelas kalau wajah Elsa berubah menjadi ketakutan saat melihat kehadiran Sandy.
"K-kamu dari mana saja Els?" Tanya Sandy sambil tersenyum dengan terpaksa.
"A-aku habis dari kantin membeli minuman bersama kak Key kak." ucap Elsa yang terlihat gugup.
"Apa kabar San? Kamu tidak menyapa teman baikmu ini?" Tanya Key.
Sandy yang mendengar ucapan Key langsung tersenyum ke arahnya.
"Hai Key, lama tidak bertemu! Aku dengar kamu sedang mengandung ya." ucapnya berbasa-basi.
Key hanya tersenyum sinis sambil menganggukkan kepalanya, Key merasa ada sesuatu yang terjadi antara Sandy dan Elsa.
***
Kakak Alya Kiana Adibrata