MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (MASALAH BARU)


Menjalani hidup untuk mendapat penilaian baik manusia pasti melelahkan, semua di sulap agar menjadi mengkilap, meskipun sebenarnya banyak yang berkarat. Jadilah dirimu sendiri, itu akan lebih menyenangkan.




Sebelum pergi ke rumah tantenya, Ken menghentikan mobilnya di depan salon hingga membuat Audrey merasa aneh.



“Kamu mau ngapain di sini Ken?” tanya Audrey.



“Ayolah ikut aku turun, aku ingin mengubah penampilanku.” Ucap Ken sambil membuka pintu mobil dan berjalan masuk ke dalam salon.



Melihat Ken yang sudah masuk ke dalam salon membuat Audrey tidak bisa berkata-kata lagi dan ikut masuk ke dalam salon bersama dengan Ken.



“Apa kamu yakin Ken?” tanya Audrey kepada Ken yang sedang duduk di dalam salon.



“Yakin dong, aku ingin merubah penampilanku.” Ucap Ken dengan yakin.



“Tapi aku yakin papimu akan memarahimu setelah ini.” ucap Audrey.



“Tidak masalah, aku bisa mengatasinya.” Tegas Ken.



Akhirnya Audrey hanya diam tanpa berbicara apapun lagi melihat Ken akan merubah penampilan pada rambutnya.



\*\*\*



Di lapangan futsal, Kenan kembali berman futsal bersama teman-temannya sedangkan Bernard, Belinda, Rey, Key dan Elsa duduk di pinggir lapangan bersama dengan cintya.



“Kamu tidak mau bermain juga Bernard?” tanya Belinda.



“Tidak, aku akan menjaga Key di sini.” Ketus Bernard.



“Untuk apa kamu menjaga Key? Apa dia ini anak kecil yang harus di jaga?” tanya Belinda.



“Diamlah, kamu ini tida tau apa-apa!” ketus Bernard.



Key yang mendengar ucapan Bernard yang ketus kepada Belinda hanya bisa menggelengkan kepala karena tidak percaya kalau Bernard akan bersikap seperti itu.



“Bernard, apa kamu tidak mau bermain bersama denganku?” tanya Kenan dari dalam lapangan.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1614061954469.jpg)



“Tidak, aku tidak membawa sepatu dan pakaian ganti.” Ucap Bernard.



“Kalau memang kamu mau bermain, aku akan menyiapkan sepatu dan pakaian untukmu.” Ucap Kenan.



“Baiklah, aku akan ikut bermain kalau begitu.” Ucap Bernard.



Mendengar ucapan Bernard akhirnya Kenan segera pergi menyiapkan pakaian dan sepatu untuk Bernard, sedangkan Belinda hanya menatap aneh ke arah saudara kembarnya itu.



“Bukankah kamu bilang kalau kamu tidak ingin bermain?” tanya Belinda.



“Diamlah! Aku tiba-tiba saja merasa ingin bermain.” Tegas Bernard.



“Kamu selalu saja menyuruhku diam! Menyebalkan!” ketus Belinda.



Di dalam lapangan, salah satu teman Kenan ada yang mendekati Elsa dan berbicara lewat jaring-jaring yang membatasi lapangan dan tempat duduk penonton.



Rey yang melihat teman Kenan sedang mendekat ke arah Elsa langsung meliriknya dengan tajam dan menguping pembicaraan mereka.



“Elsa, apa nanti kamu ada kegiatan?” tanya teman Kenan.



“Aku? Sepertinya tidak ada kak, ada apa?” tanya Elsa.



“Aku ingin mengajakmu untuk nonton.” Ucap teman Kenan.



“Apa? Nonton apa kak?” tanya Elsa.



“Entahlah, tapi katanya ada film horror bagus yang akan tayang hari ini, aku ingin mengajakmu menonton bagaimana?”



“Aku akan meminta ijin kepada kedua orang tuaku dulu ya kak, nanti aku akan menghubungi kakak.” Ucap Elsa sambil tersenyum ke arahnya.



Rey yang mendengar dan melihat sikap Elsa hanya bisa merasa kesal tanpa melakukan apapun.



“*Ha! nonton film? Berdua saja? astaga! Bagaimana bisa dia tersenyum manis kepada laki-laki itu*!” gumam Rey di dalam hatinya.



Rey langsung membalikkan badannya dan ingin pergi dari sana, Key yang melihat saudaranya ingin pergi itu langsung menahannya.



“Kamu mau kemana Rey?” tanya Key.




“*Ha? sejak kapan dia suka bermain futsal*?” gumam Key di dalam hatinya sambil menggelengkan kepala melihat kepergian Rey.



“Key, kamu habis dari mana sama Bernard?” tany Belinda yang membuyarkan lamunan Key.



“Eh, kami habis makan kak, habis itu karena tidak punya tujuan akhirnya aku dan Elsa memutuskan untuk menyusul abang di sini.” Jelas Key.



“Ah, mungkin dia ingin mengajakmu berjalan-jalan sebelum kmbali ke perusahaan besok.” Ucap Belinda.



Mendengar ucapan Belinda, Key langsung tersadar kalau Bernard memang harus kembali bekerja dan tidak memiliki waktu untuk dirinya.



“Kak Belinda habis dari sini mau kemana lagi?” tanya Key yang mengalihkan pembicaraan.



“Kenan mengajakku ke butik untuk fitting gaun pernikahan.” ucap Belinda.



“Bukankah kak Belinda akan memakai gaun yang aku buat?” tanya Key yang terkejut mendengar ucapan Belinda.



“Aku akan memakai gaunmu di acara resepsi Key, dan aku akan fitting baju kebaya untuk acara akad nikahku dan Kenan.” jelas Belinda.



Key yang mendengar penjelasan Belinda hanya mengangguk mengerti akan penjelasan dari Belinda. Key sangat bersemangat membuat gaun untuk pernikahan Belinda dan Kenan, itu adalah kesempatan untuk Key menuangkan ide-ide model pakaian yang ada di kepalanya.



Di tengah perbincangan Belinda dan Key, Kenan datang dengan dua pakaian dan dua sepatu dan menaruhnya di atas kursi.



“Kenapa ada dua bang?” tanya Key.



“Rey bilang dia ingin ikut bermain futsal.” Jawab Kenan.



“Apa? Jadi dia beneran mau ikutan main futsal?” tanya Key yang tidak percaya.



“Kak Rey bermain futsal? Elsa tidak pernah melihat kak Rey bermain futsal.” Sambung Elsa.



“Ini juga pertama kalinya untukku melihat Rey bermain futsal.” Ucap Kenan.



“Lalu dimana Rey dan om beruang?” tanya Key.



“Entahlah, mungkin mereka sedang membeli minuman untuk menambah tenaga.” Ucap Kenan dengan nada bercanda.



“Apa kamu tidak lelah Kenan? istirahatlah dulu, biarkan Bernard dan Rey yang menggantikanmu.” Ucap Belinda.



“Tidak, aku baik-baik saja Belinda.” Ucap Kenan.



Tidak lama kemudian, Rey dan Bernard mengambil pakaian yang ada di atas kursi dan pergi ke toilet untuk mengganti pakaian mereka. Setelah mengganti pakaiannya, mereka berdua kembali dengan tampilan yang sudah berbeda.



“Yaampun kak Key, kenapa kak Rey sangat tampan.” Bisik Elsa kepada Key.



“Sstt, ingatlah, jangan menunjukkan perasaanmu kepadanya.” Balas Key yang di jawab anggukan oleh Elsa.



“Lihatlah baik-baik, aku akan lebih baik di bandingkan dengan laki-laki itu!” ketus Rey sambil melewati Elsa.



“Ha? maksud Rey apa Elsa? Laki-laki siapa?” tanya Key.



“Aku juga ga tau kak, sebenarnya kak Rey itu kenapa.” Balas Elsa.



Rey dan Bernard masuk ke dalam lapangan dan mulai bermain dengan semangat, Key baru melihat Bernard sangat keren dan semakin terlihat tampan saat bermain futsal.



“*Kenapa om beruang tampan sekali*.” gumam Key di dalam hatinya.



Sedangkan seperti biasa, Elsa tidak bisa memalingkan kedua matanya dari Rey yang sedang bermain futsal.



“*Kenapa dunia ini sangat tidak adil! Bagaimana bisa kak Rey begitu sempurna huhuhu, dia sangat tampan saat bermain futsal*.” Gumam Elsa di dalam hatinya.



Key dan Elsa sama-sama sedang mengagumi laki-laki tampan yang baru saja masuk ke dalam lapangan dan bermain futsal dengan yang lainnya.



Drrtt,, drrtt..



Belinda merasakan kalau hp Kenan yang berada di tasnya berbunyi, Belinda segera mengambil hp tersebut dan melihat nama Diana terpampang di layar hpnya.



“*Diana? Bukankah adiknya bilang kalau Diana berada di rumah sakit jiwa*?” gumam Belinda di dalam hatinya.



Akhirnya Belinda memutuskan untuk mengangkat telfon dari Diana itu namun dia hanya diam tanpa mengatakan sepatah katapun.



“Halo Kenan? kapan kamu akan mengunjungiku lagi?” tanya seorang wanita dari sebrang telfon dengan suara yang sedikit serak.



Belinda yang mendengarnya sangat terkejut dan langsung mematikan telfon dari Diana dan kembali menaruh hp Kenan di dalam tasnya, Belinda merasakan sesak di dadanya mendengar suara wanita yang tidak asing.



“*Jadi dia benar-benar Diana? Kenan pernah bertemu Diana di rumah sakit*?” gumam Belinda di dalam hatinya.