
Di Dalam perusahaan Dirgantara, Rey sedang menunggu tuan Dirga menyelesaikan meetingnya.
Rey berdiri saat melihat semua orang yang berada di ruangan itu keluar satu per satu, begitu juga dengan Elsa dan Karina yang berdiri mengikuti Rey.
"Tuan Dirga.." sapa Rey dengan senyumannya.
"Hai Rey, panggil om seperti biasa saja! Canggung sekali saat kamu memanggilku tuan." sapa Dirga.
Dirga adalah sahabat dekat Robert, Kalandra dan juga Ryan, namun saat anaknya SMA, Dirga dan keluarganya memutuskan untuk pindah ke Canada, dan saat anaknya sudah lulus kuliah di sana, keluarga tuan Dirga kembali ke Indonesia.
"Kita kan ada di perusahaan om, ga enak kalau manggil kayak biasanya.." ucap Rey.
"Biasa aja kali Rey, ayo masuk ke dalam! Mereka berdua sekretarismu Rey?" Tanya Dirga.
"Ah iya, dia Karina sekretaris Rey, sedangkan ini Elsa om anaknya om Ryan, dia sedang magang di perusahaan Rey." jelas Rey.
"Elsa? Yaampun Elsa, dulu kamu masih kecil sekali kenapa sekarang sudah besar dan cantik sekali?" ucap Dirga.
Elsa hanya tersenyum malu mendengar pujian dari Dirga, sedangkan Karina terlihat tidak suka melihat Dirga yang sama sekali tidak memperdulikan dirinya dan hanya perduli dengan Elsa.
"Kenapa semua orang selalu memuji Elsa? Memangnya aku tidak terlihat?" batin Karina.
"Ayo masuk ke dalam, om juga akan mengenalkan kalian semua dengan anak om, dia sekarang sedang magang juga entah di mana, dan om sudah memanggilnya agar ke sini." jelas Dirga.
"Wah, anak om yang lulus di universitas terbaik di Canada om? Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya." ucap Rey.
"Ah iya, kamu tidak pernah bertemu dengannya ya? Dia memang seperti itu sejak kecil, dia tidak mau orang-orang di sekitarnya tau kalau dia adalah anak seorang pengusaha." jelas Dirga.
"Dia sangat dewasa sekali om, sulit untuk menyembunyikan identitas sebagai anak pengusaha yang terkenal, tapi dia bisa melakukan itu." ucap Rey.
Tidak lama kemudian, ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan itu, dengan segera Dirga menyuruh orang itu masuk karena dia tau kalau itu adalah anak laki-lakinya.
Betapa terkejutnya semua orang saat melihat Sandy masuk ke dalam ruangan itu.
"Kak San?" ucap Elsa yang sangat terkejut melihat Sandy masuk ke dalam ruangan.
Sandy hanya tersenyum melihat Elsa dan berjalan menghampiri Dirga lalu duduk di sebelahnya.
"Kamu mengenal Sandy Elsa?" Tanya Dirga.
"Bukan Elsa saja yang mengenalnya om, tuan Rey dan kak Karina juga mengenalnya." ucap Elsa.
"Benarkah? Kenapa bisa begitu?" Tanya Dirga.
Tidak ada yang menjawab ucapan Dirga, mereka bertiga hanya fokus melihat Sandy yang sangat berbeda dari biasanya saat dia magang.
"Sandy magang di perusahaan tuan Rey dad!" ucap Sandy yang membuat Dirga terkejut.
"Kamu ini memang selalu melakukan sesuatu tanpa memberitahu daddymu!" ucap Dirga.
"Sorry dad!" ucap Sandy sambil memamerkan gigi putihnya.
"Baiklah walaupun mereka semua sudah mengenalmu, daddy akan tetap mengenalkanmu lagi! Ini adalah anak saya namanya Sandy Dirgantara, semoga dia tidak menyusahkan kalian semua ya." ucap Dirga.
"Jadi ini yang kak Sandy bilang urusan di sekitar perusahaan Dirgantara?" Tanya Elsa.
"Kamu kaget ya Els? Maaf ya aku tidak memberitahu kamu.."
Rey hanya menatap keduanya dengan tajam, dia tidak menyukai interaksi keduanya yang terlihat sangat akrab.
"Kenapa di lihat-lihat Sandy juga sangat tampan berbeda dari biasanya! Sayang sekali Elsa lebih dulu menarik perhatiannya, tidak masalah jika begitu aku juga masih memiliki reyy." batin Karina sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Ayo kita mulai rapatnya." ucap Dirga.
Akhirnya mereka semua memulai rapat mereka dan menjelaskan tentang bahan produksi masing-masing perusahaan.
"Perusahaan om Robert benar-benar bagus dad, mereka hanya memakai bahan yang berkualitas tinggi, mereka juga memiliki banyak sekali peminat." puji Sandy.
"Dia pasti sengaja ingin merebut perhatian Elsa!" batin Rey sambil menatap ke arah Sandy.
Setelah selesai melakukan rapat dan menandatangani kontrak persetujuan kerja sama antar perusahaan, Rey berpamitan untuk kembali ke perusahaan begitu juga dengan yang lainnya.
"San, kamu mau kembali ke perusahaan Rey juga?" Tanya Dirga.
"Tentu saja! San masih memiliki tanggung jawab untuk mengantar Elsa dengan selamat dad!" jawab Sandy.
"Kamu sepertinya sangat menyukai Elsa! Apa perlu daddy langsung melamar Elsa kepada om Ryan?" Tanya Dirga bermaksud untuk menggoda Sandy dan Elsa.
Namun entah kenapa, hal itu membuat Rey tidak senang mendengarnya, dia merasa ada yang mengganjal di dadanya hingga membuatnya sesak nafas.
"Rey, kamu tidak apa-apa?" Tanya Karina.
"Tidak apa-apa, ayo kita kembali ke perusahaan." ajak Rey yang sudah masuk ke dalam mobilnya.
Melihat mobil Rey yang sudah melaju, membuat Sandy dan Elsa memutuskan untuk mengikutinya.
"Apa kamu menyukai Elsa Rey?" Tanya Karina tiba-tiba membuat Rey menghentikan mobilnya dengan mendadak.
"Aw! Rey, sakit!" ucap Karina saat tangannya menahan agar kepalanya tidak terbentur.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya Rey.
"Tidak ada, hanya saja wajahmu terlihat tidak menyukai Elsa dan Sandy bersama."
"Aku tidak menyukainya! Aku sedang tidak ingin menyukai siapapun!" tegas Rey yang langsung melajukan mobilnya kembali.
"Karina! Aku baik kepadamu karena aku menganggapmu sebagai temanku, jadi tolong jangan kelewatan batas! Aku tetap atasanmu di saat jam kerja, jadi beri aku pertanyaan seputar pekerjaan saja, jangan keluar dari itu!" tegas Rey.
Untuk kedua kalinya Karina terdiam mendengar kata-kata Rey, kebaikan Rey selama ini sudah membutakannya akan siapa dirinya sebenarnya
Sesampainya di perusahaannya, mobil Rey dan mobil Sandy terparkir sejajar di depan perusahaan, saat keluar dari mobilnya Elsa terkejut melihat seseorang yang sangat dia sayangi.
"Kak Ken!!" teriak Elsa sambil berlari memeluk Ken.
"Jadi benar kata Key, kamu sedang magang di perusahaan om Robert Els?" Tanya Ken yang di balas anggukan oleh Elsa.
"Wah, siapa laki-laki itu? Tampan sekali! Kenapa Elsa selalu mendapat perhatian dari para laki-laki tampan, menyebalkan sekali!" Karina iri melihat Elsa yang di kelilingi oleh laki-laki tampan.
"Ken? Kenapa kamu kemari?" Tanya Rey.
"Tentu saja aku ingin melihat adikku! Aku takut kamu tidak memperlakukannya dengan baik!" ketus Ken.
"Aku ini juga saudaramu Ken, kenapa kamu mencurigaiku seperti itu?" Protes Rey.
"Sandy? Kamu Sandy teman SMP Key bukan?" Tanya Ken saat melihat Sandy menghampirinya.
"Iya Ken, dulu aku sering sekali datang ke rumahmu!" ucap Sandy.
Ken dan Sandy saling berpelukan satu sama lain, mereka terlihat senang saat bertemu kembali.
"Tuan Rey, sebaiknya kita membahas kembali pekerjaan yang belum kita selesaikan." ucap Karina dari jauh.
"Ken, aku kembali ke dalam dulu ya, ada banyak pekerjaan yang harus aku lakukan." pamit Rey.
"Baiklah, setelah pulang nanti mampir kerumah papi ya, kita semua akan makan malam bersama nanti malam." ucap Ken yang di balas anggukan oleh Rey.
"Ada acara apa kak? Kenapa semuanya makan malam bersama?" Tanya Elsa.
"Pokoknya datang saja! Kamu juga sepertinya harus ikut Sandy, papi dan mami pasti senang melihatmu lagi." ucap Ken.
"Bolehkah aku ikut?" Tanya Sandy sambil melihat ke arah Ken dan Elsa secara bergantian.
Ken tersenyum melihat Sandy, sedangkan Elsa mengangguk-anggukkan kepalanya dengan antusias.