MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (BIMBANG)


Dunia ini ibarat bayangan. Kalau kau berusaha menangkapnya, ia akan lari. Tapi kalau kau membelakanginya, ia tak punya pilihan selain mengikutimu.



Malam pun tiba, Ken pergi ke kamar Audrey untuk menyuruhnya makan malam bersama di bawah.



“Audrey,,?” panggil Ken sambil mengetuk pintu kamar Audrey.



Audrey yang sedang berbaring di atas tempat tidur langsung bangun dan membuka pintu kamarnya saat mendengar Ken memanggilnya.



“Ada apa Ken?” tanya Audrey.



“Apa istirahatmu enak?” tanya Ken.



“Enak kok Ken, di sini nyaman sekali.”



“Baiklah kalau begitu, aku ke sini untuk mengajakmu makan malam.” Ucap Ken.



“Oke, kamu turun dulu ya aku mau ganti baju dulu.” Ucap Audrey lalu menutup pintu kamarnya kembali.



Ken turun ke bawah terlebih dahulu, dia melihat kakek dan neneknya yang sudah berada di kursi makan, dia juga melihat Leo sedang membantu Rein di dapur.



“Hai cucu nenek..” ucap nenek Lia yang melihat Ken sedang menuruni tangga.



“Hai nek..” balas Ken.



“Oh iya Kek, nek, om, aunty.. Ken selama di Jepang akan menginap di apart papi, jadi Ken titip Audrey di sini ya,, tapi Ken hanya ke apart saat malam untuk tidur saja..” jelas Ken.



“Kenapa tidak tidur di sini aja Ken? Kita kan punya kamar tamu di bawah.” Ucap Rein.



“Tidak aunty, Ken harus bekerja merefisi game yang sedang Ken buat jadi pasti akan mengganggu kalian semua yang berada di rumah.” Ucap Ken.



“Baiklah terserah kamu, pokoknya hati-hati dan jangan sampai keluyuran kemana-mana ya.” ucap Leo mengingatkan keponakannya.



“Siap om, lagian Ken mau kemana sih.. palingan nanti Ken bakal ajak Audrey keluar dan bertemu dengan Key. Apa Key tidak pernah ke sini?” tanya Ken.



“Tidak, hanya saat dia baru sampai di Jepang dia sempat menelfon kami untuk mengabari, tapi tidak pernah mengunjungi kami.” Ucap Leo sambil menggelengkan kepalanya.



“Key kan memang selalu cuek dengan hpnya sayang,, kamu tau kan kata kak Sasa, dia sampai harus menghubungi Lana untuk memberitau jika maminya menelfon.” Sambung Rein.



“Biar besok Ken yang akan membawa Key kemari.” Ucap Ken.



“Ajak Lana juga, mereka itu sepaket sulit untuk di pisahkan.” Ucap nenek Lia.



Ken hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi ucapan neneknya, dia sendiri juga bingung kenapa saudara kembarnya itu selalu saja cuek dengan orang di sekitarnya.



“Wah lihatlah cantik sekali Audrey..” puji nenek Lia yang melihat Audrey sedang menuruni tangga.




“Nenek terlalu memuji Audrey, nanti hidung Audrey terbang gimana dong..” balas Audrey dengan senyum yang mengembang di wajahnya.



“Kalau terbangnya menclok ke hidung nenek ga apa-apa lah ya itung-itung amal sama nenek-nenek.” Canda nenek Lia yang membuat semua orang yang ada di sana tertawa.



“Sudah lah nek, kita ini belum pada makan udah di buat sakit perut aja sama nenek.” Protes Ken.



Di tengah-tengah candaan mereka, Rein membawa makanan untuk di sajikan di meja makan, Audrey juga ikut membantu Rein menyiapkan makanan untuk makan malam mereka.



“Maaf ya aunty, Audrey ga bantuin aunty Rein masak,,” ucap Audrey meraa bersalah.



“Yaampun Audrey tidak masalah sayang, dengan kehadiranmu di rumah ini saja aunty sudah sangat senang.” Jawab Rein.



Setelah semua makanan di sajikan dan tertata rapi, akhirnya mereka makan bersama dengan tenang.



“Bernard, di mana Key dan Lana? Kenapa mama tidak melihat mereka?” tanya mama Bernard.


“Mereka ada di kamarnya mungkin ma.”


“Ikut mama yuk lihat mereka, mama mau mengajak mereka ke butik langganan mama.” Ajak mama Bernard.


“Baiklah ayo ma, tapi kalau mereka tidur jangan di ganggu ya ma kasihan mereka pasti capek.” Ucap Bernard.


“Iya, iya Bernard mama juga tau mereka capek.”


Bernard dan mamanya naik ke atas untuk melihat Key dan Lana yang sedang berada di kamarnya.


“Key,, Lana..” panggil mama Bernard sambil mengetuk pintu kamar mereka.


“Tuh kan ma ga ada jawaban berarti mereka tidur, ayo turun.” Ajak Bernard.


Karena tidak ada jawaban dari dalam kamar, mama Bernard mencoba untuk membuka pintu kamar mereka. Betapa terkejutnya Bernard dan mamanya melihat pintu kamar mereka tidak di kunci.


“Duh anak gadis masa pintu kamarnya ga di tutup, padahal di sini ada buaya buntung!” ketus mama Bernard sambil melirik ke arah Bernard.


“Apa ma? Berndar salah lagi? Jadi Bernard buaya buntung?” tanya Bernard yang paham dengan sindiran mamanya.


“Kamu sendiri loh yang bilang kayak gitu ya,, mama ga bilang apa-apa loh.” ucap mama Bernard.


“Stt,, jangan berisik ma. Lihatlah mereka berdua tertidur lelap sekali..” ucap Bernard dengan jari telunjuk yang di taruh di mulutnya.


Mama Bernard yang mendengar ucapan anaknya itu langsung menoleh ke arah tempat tidur dan tersenyum melihat Key dan Lana sedang tertidur pulas.



“Wah mereka lucu sekali ya Bernard,, mama jadi pengen cepet-cepet punya cucu deh..” ucap mama Bernard.


“Sudahlah ma, ayo kita turun jangan ganggu mereka berdua. Nanti saja saat mereka bangun baru mama ajak mereka ke butik.” Ucap Bernard yang di balas anggukan oleh mamanya.


Bernard dan mamanya keluar dari kamar dan menutup pintu dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur mereka.


Di bawah, Bernard dan mamanya duduk di sofa ruang tamu sambil membaca majalah sedangkan Bernard asik dengan hpnya.


“Ma, apa mama tidak masalah kalau Bernard dan Belinda menjalin hubungan dengan kakak beradik?” tanya Bernard tiba-tiba.


“Memangnya apa salahnya? Selama tidak ada hubungan darah itu sah-sah saja.” ucap mama Bernard.


“Mama sudah siap kalau Belinda pergi jauh ikut suaminya?” tanya Bernard.


“Tentu saja tidak! Tapi dari awal mama dan papa tau kalau kami memiliki anak perempuan, kami sudah menyiapkan diri kalau suatu hari nanti anak perempuan kami akan pergi jauh dari rumah untuk mengikuti suaminya.” Jelas mama Bernard.


“Sekarang mama yang tanya sama kamu, apakah kamu serius menyukai Key? Jika kamu hanya main-main segera hentikan hubungan ini karena itu akan menyakiti salah satu dari kalian, tapi jika kamu memang menyukainya dan mau serius dengan Key, maka ucapkan perasaan itu sebelum semuanya terlambat.” Ucap mama Bernard.


“Mama dan papa tau kok kalau kamu dan Key hanya hubungan pura-pura kan? Tapi mama dan papa diam saja karena mama dan papa menyukai Key, mama dan papa melihat semenjak kehadiran Key di rumah kita, semua berubah menjadi baik. Semua kesalahpahaman teratasi dengan mudah di tangan Key. Jadi mama harap kamu dan Key menjalani hubungan dengan serius dan tidak main-main lagi.” Lanjut mama Bernard.


Bernard yang mendengar ucapan mamanya itu hanya bisa terdiam, dia tidak tau jika orang tuanya ternyata sudah tau kalau hubungannya dan Key hanya sebatas pura-pura.


“Sebenarnya, Bernard sudah menyukai Key ma. Tapi Bernard takut untuk mengungkapkan perasaan Bernard karena Key masih kuliah dia masih memiliki cita-cita yang mau di raihnya, dia juga masih berada di fase untuk bermain dengan teman-teman sebayanya. Bernard takut kalau Bernard mengungkapkan perasaan Bernard nanti dia malah menjauhi Bernard.” Ucap Bernard dengan menundukkan kepalanya.


“Mama tau ketakutan yang kamu rasakan, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba bukan? Jangan sampai kamu menyesal karena terlambat mengungkapkan perasaanmu kepadanya.” Ucap mama Bernard yang di balas anggukan oleh Bernard.


“Mama benar, aku harus mencoba berbicara mengenai perasaan yang aku rasakan kepadanya. Besok aku akan mengungkapkan perasaanku kepadanya.” Gumam Bernard di dalam hati.