MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (KETAKUTAN)


Orang sombong itu seperti orang yang berdiri di atas gunung, dari atas mereka memandang semua orang di bawah kecil, dia tidak sadar kalau orang lain memandang dia juga kecil.




“Tante, Alya sudah capek banget nih.” Ucap Alya kepada Key yang baru saja menghampirinya.



“Tentu saja kamu capek Alya, kamu sudah berjam-jam bermain di sini, tante sudah memesan lebih dari 3 minuman di sini.” Ucap Key sambil memegang tangan mungil Alya.



“Hehehe, habisnya Alya senang sekali tante, di sini ada banyak teman dan mereka sangat baik.” Ucap Alya sambil memamerkan gigi putihnya.



“Iya, tante juga melihat kalau kamu sangat senang bermain di sini, tapi sekarang kita pulang dulu ya, hari sudah mulai gelap dan orang rumah pasti mencarimu.” Ucap Key.



“Oke tante, sebentar ya Alya mau bilang ke teman-teman dulu.” Ucap Alya yang di balas anggukan oleh Key.



Alya langsung berlari menghampiri teman-teman barunya untuk berpamitan, entah apa yang mereka bicarakan sampai mereka tertawa satu sama lain, intinya Key sangat senang melihat Alya yang awalnya hanya diam bersembunyi di belakang Kenan dan Belinda, sekarang menjadi lebih ceria.



Key mengembangkan senyumnya saat Alya selesai berbicara dengan teman-teman barunya dan berlari menghampirinya.



“Sudah pamitannya?” tanya Key.



“Sudah tante, Alya juga bilang kalau semoga saja kita akan bertemu lagi nanti.” Ucap Alya.



“Kita akan ke sini lagi kapan-kapan oke? Sekarang kita makan dulu setelah itu pulang ke rumah deh.” Ucap key sambil menggandeng Alya berjalan masuk ke dalam café.



“Hai om Bernard..” sapa Alya.



“Hai sayang, bagaimana mainnya? Seneng ga?” tanya Bernard.



“Seneng dong om, Alya ketemu sama teman-teman baru yang sangat baik! Namanya…” Alya menceritakan tentang semua teman-teman yang baru dia temui dengan sangat bersemangat.



“Ehem,, ceritanya nanti aja, sekarang mendingan kita cari makan dulu habis itu pulang, abang pasti nyariin Alya deh.” Ucap Key memotong pembicaraan Bernard dan Alya.



“Yah tante, Alya kan masih cerita ke om Bernard.” Protes Alya dengan wajah yang di tekuk.



“Nanti lagi kita cerita di rumah saja, emang mulut kamu ga capek ceritanya di ulang-ulang?” tanya Key.



“Engga kok, Alya malah mau cerita seribu kali! Soalnya Alya seneng banget bisa punya temen-temen baru.” Ucap Alya dengan polosnya.



“Kalau begitu, Alya lanjutin cerita di mobil aja bagaimana? Kasihan perut Alya pasti udah laper habis main dari tadi.” ucap Bernard.



Akhirnya Alya menyetujui ajakan Bernard dan mengikuti Key dan Bernard berjalan menuju mobilnya.



“Dia tidak benar-benar akan bercerita di mobil kan om beruang?” tanya Key dengan berbisik.



“Entahlah, aku juga tidak tau apakah dia akan mulai bercerita lagi atau tidak.” Jawab Bernard.



Dan benar saja, saat merek berada di dalam mobil Alya mulai bercerita lagi hingga membuat Key dan Bernard menggelengkan kepala mendengar cerita Alya yang di ulang-ulang itu.



“Alya mau makan apa?” tanya Key.



“Terserah tante aja, soalnya yang Alya tau cuma telor ceplok aja.” Jawab Alya dengan polosnya.



Key dan Bernard yang mendengarnya hanya bisa menahan tawanya dan memutuskan untuk pergi ke restaurant yang populer di daerah tersebut.



“Kita sudah sampai, ayo turun Alya.” Ucap Bernard.



Mendengar ucapan Bernard, Alya melihat ke luar dan langsung turun dari mobil saat Key membukakan pintu untuknya.



“Ayo turun, tante yakin kamu akan sangat menyukai makanan di sini.” Ucap Key.



Sesaat setelah Alya turun dari mobil, dia tiba-tiba saja bersembunyi di belakang Key dengan wajah yang ketakutan berbeda dari sebelumnya.




“T-tante, tolong, jangan kasih Alya ke mereka, hiksss,, Alya janji ga akan nakal dan ga akan cerita terus.” Ucap Alya dengan suara yang ketakutan dan mulai menangis.



Key sangat bingung dengan ucapan Alya, dia tidak mengerti apa maksud dari ucapan Alya.



“Alya, sayang kamu ini kenapa? Kenapa kamu bilang kayak gitu? Tante ga pernah mau memberikan kamu kepada siapapun.” Ucap Key yang mau membalikkan badannya namun di halangi oleh Alya.



“Jangan berbalik tante, Alya harus ngumpet agar mereka tidak melihat Alya.” Ucap Alya.



Key yang sangat penasaran itu langsung melihat ke depan dan mencari sesuatu yang membuat Alya merasa ketakutan.



Ternyata tidak jauh dari sana, ada banyak anak gelandangan yang usianya lebih tua dari Alya, mereka sedang meminta-minta sambil bercanda satu sama lain, Key tau betul pasti mereka adalah orang yang di kenal Alya sehingga Alya ketakutan.



“Kamu tenang aja Alya, tante tidak akan membiarkan mereka mengambil kamu dari keluarga ini.” ucap Key mencoba untuk meyakinkan Alya.



Tidak lama kemudian, Bernard yang baru saja memarkirkan mobilnya menghampiri Key dan Alya yang masih berada di tempat mereka turun.



“Kalian kenapa masih di sini? Kenapa ga langsung masuk aja? Terus Alya kenapa ngumpet di belakang kamu Key?” tanya Bernard.



“Itu, sepertinya Alya mengenal mereka makanya dia jadi ketakutan, dia ngira aku mau ngasih dia ke mereka.” Ucap Key sambil menunjuk ke arah anak-anak yang berada di hadapannya.



Mendengar ucapan Key, Bernard langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh Key dan bergantian melihat Alya yang masih ketakutan.



“Kita pindah tempat aja yuk.” Aja Bernard.



“Iya kayanya enakan kita ganti tempat aja dari pada Alya ketakutan kaya gini.” Ucap Key.



“Kamu tunggu di sini ya, aku akan mengambil mobil dulu.” Ucap Bernard yang langsung pergi untuk mengambil mobilnya.



Setelah melihat kepergian Bernard, Key menggenggam tangan Alya yang berada di belakangnya dengan sangat erat agar dia merasa lebih tenang.



Tidak lama kemudian, Bernard datang dengan mobilnya, Key segera membukakan pintu dan menyuruh Alya masuk ke dalam mobil, namun saat Alya berbalik ada salah satu anak yang melihat dan mengenalnya.



“Alya! Itu Alya kan?” ucapnya dengan sedikit berteriak hingga Alya mendengarnya dan mau menoleh ke arah mereka.



“Tidak Alya! Jangan pernah menoleh, setelah abangku menikah nanti, kamu akan menjadi bagian dari keluarga kami dan tante akan menyuruh abang untuk mengganti namamu.” Ucap Key.



Mendengar ucapan Key membuat Alya merasa lebih tenang dan langsung masuk tanpa menggubris panggilan anak yang berada di belakangnya.



Setelah memastikan Alya masuk, Key juga segera masuk ke dalam mobil dan mereka bertiga pun segera meninggalkan restaurant tersebut.



“Mana Alya? Kamu ini mimpi ya? ga mungkin Alya naik mobil bagus kayak gitu? Palingan juga dia udah ketangkep polisi gara-gara nyuri makanan di toko!” ucap salah satu anak tersebut.



“Engga! Aku yakin banget kalau tadi itu Alya, dia pakai baju bagus dan keluar dari mobil yang sangat bagus.” Ucap anak yang memanggil Alya.



“Sudahlah, buktinya dia tidak menoleh saat kamu memanggilnya? Biarkan saja! aku yakin Alya tidak mungkin seberuntung itu untuk bisa memakai pakaian yang bagus.” Jawab yang lain.



Akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan aktifitas mereka untuk meminta-minta kepada pengunjung.



“*Aku yakin banget tadi Alya, aku ga salah lihat kok! Enak sekali dia bisa memakai pakaian yang bagus dan duduk di dalam mobil yang bagus juga*.” Batin anak yang memanggil Alya tadi.



Di dalam mobil, Alya masih terdiam melihat ke luar jendela. Alya masih sangat ketakutan karena kejadian tadi, Key yang melihat keadaannya menjadi khawatir, dia tidak tau apa yang harus dia katakan kepada abangnya.



“Alya, kita makan di rumah aja ya? tante akan memasak untukmu, lain kali saja kita makan bersama di luar oke?” ucap Key.



“Emangnya ga apa-apa kalau om dan tante makan di rumah? Gara-gara Alya, om dan tante ga bisa makan di luar deh.” Ucap Alya dengan wajah yang menunduk.



“Kamu kok ngomongnya kayak begitu sih, om dan tante sudah sering makan di luar, jadi tidak masalah kalau sekarang kita tidak jadi makan di luar, kamu tidak perlu merasa bersalah begitu, kita senang kok bisa makan di rumah bareng Alya.” Ucap Bernard yang mencoba untuk menenangkan Alya.



Key yang mendengar ucapan Bernard hanya menoleh ke arahnya dan tersenyum karena Bernard sudah mau berusaha untuk menenangkan Alya.