MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
PERASAAN TIDAK ENAK


Kalandra sangat senang karena kesalah pahaman diantara dirinya dan Ryan sudah selesai, Kalandra berjanji akan mempertemukan Kenan dan Ryan hari ini tanpa memberitahu Khansa karena takut Khansa akan menolaknya.


“mas, kamu kok bengong sih?” tanya Khansa yang melihat suaminya duduk dengan tatapan kosong.


“ih kamu ngagetin aja sih sayang, aku ga bengong Cuma masih ga nyangka aja ternyata kesalah pahaman yang udah bertahun-tahun lamanya udah selesai.”


“alhamdulillah dong kalo udah selesai, mas tau ga sih aku tuh sepanjang jalan ke rumah sakit khawatir sama kamu takut kak Ryan merencanakan sesuatu.”


“kamu tuh pikirannya jelek mulu, buktinya mas ga kenapa-kenapa kan?”


“iyasih, udah sana mandi kamu harus ke kantor mas.”


“iya sayang..”


“aku mau menyiapkan Kenan dulu ya, hari ini adalah hari pertamanya sekolah. Jangan bilang kamu lupa?” selidik Khansa


“yampun aku lupa sayang! Untung kamu ngingetin.” Ucap Kalandra yang baru saja akan membuka pintu kamar mandi.


“kan, yakin deh pasti kamu lupa. Kamu juga ga nanya gimana hasil pemeriksaan aku kemarin.” ucap Khansa kesal.


“astaga iya serius deh aku lupa, maaf ya sayangku..” ucap Kalandra merasa bersalah.


“kamu tuh terlalu senang gara-gara udah baikan sama kak Ryan.” Khansa menyilangkan tangannya ke dadanya.


Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamar mereka, Khansa membuka pintu kamarnya dan melihat bi Rini diluar.


“ada apa bi?” tanya Khansa


“anu nyonya ada tamu untuk tuan muda” ucap bi Rini


“baiklah, suruh tamunya masuk ya bi.” Ucap Khansa ramah dan menutup pintu kamar kembali setelah melihat kepergian bi Rini.


“ada apa sayang?” tanya Kalandra melihat Khansa sudah menutup pintu kamarnya.


“bi Rini mas, katanya ada tamu buat kamu.”


“oh, udah kamu suruh masuk?” tanya Kalandra santai


“kamu udah tau siapa tamunya mas?” tanya Khansa heran karena melihat Kalandra tidak menanyakan siapa tamu tersebut.


Kalandra tidak menjawab dan hanya berlalu masuk kedalam kamar mandi. Setelah mandi, Kalandra dan Khansa turun untuk sarapan bersama lalu mengantar Kenan ke sekolah barunya bersama.


Setelah sampai di ruang tamu dan menemui tamu yang dikatakan bi Rini tadi, Khansa sangat terkejut melihat tamu yang dimaksud bi Rini adalah Ryan.


“mas, aku mau ke Kenan dulu.” Khansa dengan cepat ingin langsung ke kamar Kenan yang kebetulan belum turun, tapi tangan Khansa ditahan oleh Kalandra.


“tidak usah sayang, aku sudah berbicara padanya. Tenanglah.” Ucap Kalandra menenangkan Khansa. Kalandra tau bahwa Khansa ingin menahan Kenan agar tidak turun, Kalandra tau kekhawatiran Khansa.


“tapi mas, aku takut kalau dia..” ucapan Khansa terhenti ketika ia melihat anak kesayangannya sudah menuruni tangga.


“Kenan!?” ucap Khansa yang langsung berlari menuju anak kesayangannya.


Kalandra mengikuti Khansa menuju ke arah Kenan, mereka memeluk Kenan dengan erat lalu Kalandra menggandeng tangan Kenan dan mendekatkannya pada Ryan. Khansa sangat khawatir dan bingung dengan yang dilakukan suaminya.


“Kenan, kenalin ini sahabat papi..” Kalandra mengenalkan Ryan kepada Kenan.


“halo, jadi nama kamu Kenan ya? Nama om Ryan.” tanya Ryan dengan sangat lembut.


“papi, itukan om yang bareng sama tante jahat yang marahin mami waktu di Jepang.” Kenan mengingat Ryan dengan kejadian yang tidak mengenakkan.


“iya sayang, dulu papi sama om Ryan ada salah paham, tapi sekarang kita udah baikan terus sahabatan lagi.” Kenan masih acuh tak acuk kepada Ryan, sedangkan Ryan hanya pasrah menerima perlakuan Kenan yang tak lain adalah anak kandungnya sendiri.


“sabar Ryan, kamu memang tidak pantas diterima secepat itu.” Batin Ryan yang berusaha menerima perlakuan Kenan.


“mas, ayo kita antar Kenan ke sekolah. Ini hari pertamanya masuk ke sekolah baru jadi tidak boleh terlambat.” Ucap Khansa kepada suaminya.


“kamu ke mobil duluan ya, aku masih mau bicara dengan Ryan.” Ucap Kalandra


Khansa dan Kenan menuju ke mobil lebih dulu dan menunggu Kalandra yang masih mengobrol di dalam rumah.


“sabar ya Ryan, semua butuh proses. Kenan juga butuh waktu untuk menerimamu, karena pertemuan pertama kalian dalam keadaan yang tidak baik. Dan maafkan sikap istriku, dia hanya takut kau mengambil Kenan darinya, setelah mengetahui kebenarannya dialah yang paling terpukul.” Jelas Kalandra yang sebenarnya juga merasa kasihan melihat sahabatnya yang ditolak oleh Kenan.


“tidak apa-apa, aku memang pantas mendapatkannya.” Ucap Ryan lemah


“bagaimana jika kamu juga ikut mengantar Kenan?” tanya Kalandra secara tiba-tiba yang membuat Ryan menjadi semangat.


“bolehkah aku ikut?” tanya Ryan


“tentu saja, tapi kau membawa mobilmu sendiri ya yan.”


“baiklah, aku akan membawa mobilku sendiri.”


Kalandra dan Ryan keluar rumah bersama dan memasuki mobil mereka masing-masing. Khansa yang melihat jika Ryan mengikuti mereka dari belakang menoleh ke arah suaminya untuk meminta penjelasan tentang hal yang terjadi pagi ini.


“jangan melihatku seperti itu, nanti akan aku jelaskan.” Ucap Kalandra yang memahami kode dari istrinya.


Mereka sudah sampai di sekolah, Khansa, Kalandra dan Ryan mengantar Kenan sampai masuk ke dalam sekolahnya, Kenan mencium punggung tangan mami dan papinya tak terkecuali Ryan juga karena Kalandra menyuruhya untuk mencium punggung tangan Ryan juga. Ryan sangat bahagia melihat Kenan yang mau mencium punggung tangannya walau dengan paksaan dari Kalandra.


Setelah melihat Kenan masuk ke dalam kelas, Kalandra dan Khansa memutuskan untuk segera pulang karena ada pekerjaan yang menunggu, begitu juga dengan Ryan.


“mas, maksud kamu apaan sih? Kamu sengaja kan nyuruh kak Ryan kerumah?” ucap Khansa yang merasa kesal dengan tindakan suaminya.


“iya sayang..”


“kenapa ga ngomong dulu sama aku sih mas? Lagipula kenapa harus secepat ini? baru saja kemarin kalian meluruskan kesalah pahaman kalian.”


“itu tidak secepat yang kamu fikirkan, bayangkan jika kamu berada di posisi Ryan? Bertahun-tahun dia tidak melihat anaknya bahkan tidak mengetahui jika dia memiliki seorang anak. Bayangkan betapa tersiksanya dia setelah mengetahui kebenaran yang tidak masuk akal ini?” jelas Kalandra.


“tapi aku takut dia ngambil Kenan dari kita mas.”


“tidak akan, aku sudah menjelaskan kepada Ryan untuk tidak memberitahu Kenan dulu sayang.”


“untung mama dan papa lagi ga dirumah, mungkin kalo mereka dirumah dan melihat situasi tadi mereka akan bertanya-tanya.”


Ucap Khansa yang mengkhawatirkan mertuanya.


“tenanglah sayang, aku tidak akan memisahkan kalian.” Ucap Kalandara sambil mengelus lembut rambut halus Khansa.


Sesampainya dirumah, Kalandra langsung menuju perusahaannya dan Khansa masuk ke dalam kamar.


“kenapa perasaanku ga enak ya dari kemarin, padahal kan masalah sama kak Ryan juga udah selesai, apa Cuma perasaan aku aja ya” batin Khansa.


Khansa merasa dari kemarin ia merasa khawatir dan tidak tenang, ia takut jika ada sesuatu yang akan terjadi di keluarga mereka.