MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (RENCANA JONATHAN)


Ketika dia yg kamu cinta meninggalkanmu, jangan gunakan matamu menangisi dirinya. Lebih baik gunakan tuk mencari dia yg lebih baik.




“Om beruang,, di mana Lana? Kenapa dari tadi kita muter ga ketemu?” tanya Key.



“Sabarlah, Jonathan bilang dia sudah berada di parkiran. Nah itu dia!” ucap Bernard.



“Mana om?” Key sangat antusias karena akan bertemu dan berlibur bersama sahabatnya itu.



Bernard memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobil Jonathan, dengan segera Key keluar dari mobil menghampiri mobil Jonathan dan menyuruh sahabatnya keluar dari mobil.



“Lana!” teriak Key.



“Key! Akhirnya kita liburan bersama lagi.. kita sudah lama tidak berlibur bersama” ucap Lana.



“Hm kamu benar, kita akan bersenang-senang mulai hari ini!”



“Hai kalian!” teriak Belinda dari kejauhan sambil menghampiri mereka.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610038760228.jpg)



“Dia siapa Key, cantik sekali!” bisik Lana.



“Dia itu kembarannya om beruang Lan.” Balas Key.



“Ha? jadi om beruang juga punya kembaran? Kalian sama-sama kembar, nanti kalo punya anak pasti anakmu kembar 4.” Ceplos Lana.



“Ngarang! Emang siapa yang mau menikah dengan om beruang, aku ini hanya pacar pura-puranya saja Lan ingat!”



“Huh! Padahal aku merestui kalian jika memang hubungan kalian ini asli.” Gumam Lana.



Key yang mendengar ucapan sahabatnya itu hanya menatap Lana dengan sinis dan menggelengkan kepalanya.



“Hai kak Belinda! Kenalkan ini temanku Lana.” Ucap Key mengenalkan Lana kepada Belinda.



“Hai Lana, aku Belinda salam kenal ya.” sapa Belinda dengan senyum yang mengembang di wajahnya.



“Hai kak Belinda, salam kenal juga.” Balas Lana.



Tiba-tiba saja Kenan datang dan menutup mata Belinda yang membuatnya terkejut, sedangkan Kenan memberi isyarat kepada yang lain untuk tidak memberitahu Belinda.



“Aaa! Ini siapa!?” teriak Belinda.



“Bernard? Key? Lana? Jo!? Kalian ke mana!?” lanjut Belinda.



“Kejutan!” teriak Kenan yang tiba-tiba memunculkan kepalanya di hadapan Belinda.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610038760225.jpg)



“Ih kamu ini apaan sih Kenan! bikin orang jantungan aja!” ketus Belinda yang di balas tawa oleh Kenan.



“Sudahlah kalian ini jangan berantem di sini, kita masuk ke dalam dulu untuk check in, kalian berdua pulanglah, aku titip Belinda ya Kenan.” ucap Bernard lalu membawa kopernya dan Key di tangannya.



“Aku akan menjaga Belinda Bernard! Aku juga titip adikku ya, jangan sampai dia menangis dan mengadu kepadaku!” ucap Kenan.



“Kamu hati-hati ya Key. Kalau ada apa-apa segera hubungi abang!” ucap Kenan yang di balas anggukan oleh Key.



Kenan menghampiri adiknya dan memeluknya dengan erat untuk memberikan salam perpisahan. Key membalas pelukan abangnya lalu segera menghampiri Bernard dan mengambil alih koper miliknya.



“Aku bisa bawa koperku sendiri om beruang.” Ucap Key.



“Kenapa? Biar aku saja yang membawanya.”



“Aku masih punya tangan om dan aku mau membawa sendiri barang-barangku!” ucap Key.



Akhirnya Bernard mengalah dan membiarkan Key membawa kopernya sendiri.



“Om Jojon ga mau bawain koper Lana kayak om Bernard?” tanya Lana.



“Anda punya tangan kan nona? Silahkan bawa sendiri agar nona Lana bisa mandiri.” ucap Jonathan lalu pergi meninggalkan Lana.



“Huh, katanya mau jagain aku tapi di suruh bawain koper ga mau, dasar nyebelin!” gumam Lana yang masih bisa di dengar oleh Jonathan.




“Kenapa menutupi wajah anda nona Lana?” tanya Jonathan yang mengambil koper Lana dan berjalan meninggalkan Lana di belakang.



“*Aish aku malu sekali*!!” batin Lana sambil mengacak-ngacak rambutnya.



“Jangan panggil aku nona!” ucap Lana sambil berjalan cepat melewati Jonathan.



Lana menghampiri sahabatnya dan berjalan bersama meninggalkan Bernard dan Jonathan yang masih ada di belakang mereka. Key dan Lana berjalan lebih dulu dengan santainya tanpa bertanya kepada Bernard di mana mereka harus berjalan karena mereka mengira mereka akan menaiki pesawat biasa.



“Hei nona-nona! Arahnya ke sini bukan ke sana.” Ucap Bernard sedikit berteriak untuk memberi tau Key dan Lana.



Key dan Lana berbalik melihat ke belakang secara bersamaan dan menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Bernard.



“Kenapa di sana? Bukankah kita akan menaiki pesawat bersama mereka? Apa jagan-jangan kita akan menaiki jet pribadi?” tanya Key.



“Hm, kita akan menaiki jet pribadi jadi arahnya ke sini.” Jelas Bernard yang mendahului mereka di ikuti oleh Jonathan di belakangnya.



Key dan Lana hanya menghela nafas dan mengikuti kemana Bernard dan Jonathan berjalan.



“Padahal aku sudah membayangkan naik pesawat bersama orang-orang yang lain.” Gumam Key yang masih bisa di dengar oleh Lana.



“Apa kamu sudah bosan naik jet pribadi Key?” tanya Lana.



“Bukan bosan, tapi aku juga mau menikmati naik pesawat dengan orang yang tidak kita kenal seperti kehidupan yang biasa.” Jelas Key.



“Hm,, sudahlah bagaimana lagi, kamu selalu di kelilingi dengan orang-orang yang memiliki kehidupan mewah jadi jangan berharap untuk menjadi orang biasa sepertiku.” Ucap Lana.



Key yang mendengar sahabatnya berbicara seperti itu langsung menatapnya dengan tajam.



“Kamu kenapa ngomong kayak gitu Lan!? Kamu tau? Kamu bukan orang biasa Lana! Kamu berharga untukku dan orang-orang terdekatmu, jangan pernah berkecil hati karena aku tidak menyukainya! Bahkan aku iri kepadamu, kehidupanmu yang biasa, tidak ada tuntutan untuk meneruskan perusahaan keluarga, tidak ada rekan bisnis yang membencimu, tidak ada musuh dalam selimut yang akan melukaimu. Tidak sepertiku yang setiap hari membuat kedua orang tuaku ketakutan kalau musuhnya akan mencelakaiku!” jelas Key.



Lana segera memeluk sahabatnya itu, ia tau betul bagaimana sahabatnya selama ini selalu berusaha untuk membuktikan kepada papinya jika dirinya mampu meneruskan perusahaan keluarganya.



“Maaf Key maafkan aku karena sudah berbicara seperti itu.” Ucap Lana sambil mengelus punggung Key dengan lembut.



Selama ini memang Key selalu di sayang oleh seluruh keluarganya, tapi dia selalu memikirkan bagaimana cara membuat papi dan maminya bangga kepadanya.



Bernard menoleh ke belakang untuk mengecek Key namun ternyata Key dan Lana tertinggal jauh di belakang mereka dan masih berpelukan.



“Jo, tolong kamu panggil mereka. Aku tidak tau kenapa mereka bisa berpelukan seperti teletubbies begitu. Bilang pada mereka kalau kita akan terlambat jika mereka terus seperti itu.” Perintah Bernard yang segera di laksanakan oleh Jonathan.



Jonathan menghampiri kedua wanita itu untuk menyuruh mereka segera jalan engikuti mereka.



“Permisi nona-nona, maaf mengganggu waktunya tapi kita harus segera berangkat.” Ucap Jonathan.



Key dan Lana yang mendengar suara Jonathan segera menoleh ke arahnya dan menuruti perintah Jonathan untuk mengikutinya.



Mereka ber empat sudah berada di jet pribadi milik Bernard, Lana yang duduk di sebelah Key mengajaknya untuk berfoto bersama.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610038760221.jpg)



Sedangkan Bernard yang melihatnya kesal karena yang dia inginkan adalah duduk bersama Key, namun tempatnya sudah di ambil alih oleh Lana.



Jonathan yang melihat tuannya sedang badmood itu langsung mengerti kenapa tuannya menjadi seperti itu, akhirnya Jonathan menghampiri Key dan Lana.



“Nona Lana, bisakah kita berbicara sebentar?” Ucap Jonathan dengan nada berbisik.



“Mau berbicara apa?” Lana menoleh ke arah Jonathan dengan tatapan aneh.



“Mari ikut saya sebentar.” Ucap Jonathan.


Lana menoleh ke arah sahabatnya untuk meminta ijin, setelah mendapat persetujuan dari sahabatnya itu, Lana segera mengikuti Jonathan.



“Ada apa om Jojon?” tanya Lana.



“Bisakah kamu duduk denganku Lana? Biarkan tuan Bernard duduk di sebelah nona Key agar mereka menjadi lebih dekat. Dan maukan kamu bekerja sama denganku?” tanya Jonathan.



“Bekerja sama untuk apa?” tanya Lana penasaran.



“Bekerjasama untuk membuat tuan Bernard dan nona Key menjadi dekat.” Ucap Jonathan.



Lana tersenyum mendengar ucapan Jonathan karena memang dirinya juga sangat ingin membuat Bernard dan Key dekat dan menjadi pasangan yang sesungguhnya. Akhirnya Lana mengangguk setuju dengan rencana yang di berikan oleh Jonathan.