MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (AKU TIDAK INGIN KAMU MENYAKITINYA)


Kekecewaan adalah cara Tuhan tuk mengatakan. Bersabarlah, Aku punya sesuatu yg lebih baik untukmu.



Makan malam di rumah papi Kalandra sudah selesai, sebenarnya Kenan ingin mengantar Belinda pulang namun Belinda menolak karena akan lebih baik jika dirinya pulang bersama saudara kembarnya.



Di salam kamarnya, mami Khansa baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya dan berbring di sebelah suaminya.



“Mas, bolehkah aku bertanya?” tanya mami Khansa.



“Tentu saja sayang, kamu boleh melakukan apapun.”



“Kenapa secepat itu kamu mengijinkan Bernard membawa Key? Setauku kamu selalu menghalangi setiap laki-laki yang ingin mendekatinya.” Ucap mami Khansa.



“Aku menghalagi laki-laki itu karena aku sudah menyelidiki mereka dan semuanya tidak ada yang mendekati Key dengan niat yang tulus itulah kenapa aku selalu menghalanginya.” Jelas papi Kalandra.



“Lalu sekarang? Apa mas yakin jika Bernard tulus mendekati Key?” tanya mami Khansa.



“Awalnya ga yakin sih sayang, tapi melihat bagaimana tulusnya Key memberi semangat buat Bernard saat mau bicara sama kita itu benar-benar hal yang langka banget buat aku. Aku ingin anak-anak kita bersama dengan orang yang mereka cintai.” Ucap papi Kalandra.



“Hm kamu benar mas, semoga pasangan mereka juga akan mencintai mereka dengan tulus.” Ucap mami Khansa.



“Lalu, apa kamu mencintaiku?” tanya papi Kalandra secara tiba-tiba.



“Duh mas aku lupa, kemarin kak Anita telfon dia ketemu sama Ken lagi belanja bareng perempuan, dan kamu tau ga siapa perempuan itu??” tanya mami Khansa mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.



“Kamu ini kenapa mengalihkan pembicaraan sih sayang? kamu udah ga sayang lagi sama aku?” selidik papi Kalandra.



“Tanya dulu siapa perempuan itu mas..” rengek mami Khansa.



“Em,, siapa memang?” tanya papi Kalandra dengan nada malasnya.



“Anaknya tuan Aldi!!” tegas mami Khansa.



“Oh,,”



“Oh doang sih? Kamu, jangan bilang kamu udah tau mas?” tanya mami Khansa yang hanya di balas anggukan oleh papi Kalandra.



“Ih tau ah kamu ini nyebein banget sih mas..” ucap mami Khansa sambil membuang wajah dari suaminya.



“Lah, kok jadi kamu yang marah sih? Kan aku yang lagi kesel sama kamu.” Ucap papi Kalandra.



“Aku juga kesel sama kamu..” balas mami Khansa.



“Aku lagi ngambek sama kamu.” Ucap papi Kalandra.



“Aku juga lagi ngambek sama kamu.” Balas mami Khansa mengikuti ucapan suaminya.



“Aku sayang kamu.” Ucap papi Kalandra dengan lembut.



“Aku juga sayang ka.. ih kamu nyebelin…” Khansa memukuli dada suaminya karena sudah menjebaknya.



Papi Kalandra yang sudah berhasil mengerjai istri tercintanya itu hanya tertawa puas, sedangkan mami Khansa menutupi wajahnya dengan selimut karena malu telah di kerjai oleh suaminya.



"Sudahlah jangan malu-malu kayak gitu sayang, kita ini bukan anak muda lagi anak kita udah tiga loh masa masih malu.." ucap papi Kalandra.



"Ya kamu itu ngeselin mas, selalu ngerjain aku kamu ini sudah tua harusnya jangan ngerjain orang nanti kualat loh."



"Kualat sama siapa sayang?"



"Sama istrinya!"



"Hahaha, ga ada ceritanya suami kualat sama istrinya sayangku mwahh.." ucap papi Kalandra sambil mencium pipi istrinya.



Di sisi lain, Key sedang berbaring di kamarnya sambil bermain hpnya melihat-lihat foto-foto baju yang sudah mulai dia rancang sendiri.




“Key..” ucap Kenan yang sedang memunculkan kepalanya di pintu kamar Key.



“Eh abang? Ada apa?” tanya Key.



“Boleh abang masuk?”



“Tentu saja! masuklah bang.”



Kenan masuk ke dalam kamar Key dan duduk di pinggir tempat tidurnya, sedangkan Key yang tadinya berbaring sekarang sudah duduk bersandar.



“Ada apa bang?” tanya Key.



“Kamu dan Bernard sudah mulai dekat ya?” tanya Kenan.



“Ha? memang kami terlihat dekat ya bang?”



“Hm, seperti itulah menurut penglihatan abang tadi.”



“Entahlah, tapi jujur berada di dekat om beruang membuat Key bisa menjadi diri Key sendiri bang. Mungkin karena pertemuan kita juga tidak biasa.” Ucap Key.



“Abang senang apalagi jika hubungan itu berubah menjadi hubungan yang sebenarnya.” Ucap Kenan.



“What? Hahaha abang jangan ngaco deh, ya ga mungkinlah bang. Om beruang juga tidak mungkin serius dengan anak kecil seperti Key.”



“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini Key! Buktinya kamu bisa membuka diri kepadanya, lalu kenapa tidak membuka hati untuknya juga?”



“Huh, sudahlah bang jangan ngaco! Aku menerima tawarannya juga itung-itung bisa liburan gratis di bayarin om beruang, jadi jangan terlalu berharap Key dan om beruang akan benar-benar bersama!” ucap Key.



"Benarkah? papi dan abang bahkan bisa menyewa semua tempat liburan di sana untuk kamu nikmati bersama temanmu Key, jadi kamu jangan mencari alasan." ucap Kenan dengan senyum sinisnya dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur Key.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1609902777845.jpg)



"Abang ini ga percaya sama Key ya? kan mami pernah bilang kita tidak boleh seenaknya memakai uang yang kita punya!" ketus Key.



“Padahal mami tidak sampai segitunya kalau untuk liburan anak-anaknya.. terserahlah! Kamu ini memang tidak bisa di bilangin Key, abang ini mau yang terbaik buat kamu. Setau abang, Bernard pernah sakit hati yang sangat dalam karena seorang wanita dan juga cinta pertamanya, itulah kenapa semenjak itu dia tidak memiliki hubungan dengan wanita manapun lagi.” Jelas Kenan.



Key yang mendengar ucapan abangnya itu langsung terdiam dan menaruh hpnya.



“Benarkah bang? Kenapa sepertinya dia tidak sedang patah hati?”



“Laki-laki itu tidak seperti wanita yang menunjukkan kepada semua orang jika dirinya sedang galau. Mungkin di depan teman-temannya dia terlihat baik-baik saja, tapi saat dia sendiri kita tidak tau apa yang dia lakukan.” Jelas Kenan.



“Abang berharap kalian bisa bersama dan saling melengkapi satu sama lain Key.” Lanjutnya.



Key hanya tersenyum menaggapi ucapan abangnya dan melihat ke segala arah memikirkan sesuatu.



“*Aku tidak akan berusaha untuk bersama dengannya, tapi aku juga tidak akan menolak jika Allah menakdirkan aku dan om beruang untuk bersama*.” Batin Key yang masih hanyut dalam lamunannya.



“Kenapa kamu ga cerita kalau orang yang mau kamu kenalkan kepada mama adalah Key?” tanya Belinda yang sedang duduk di kursi sebelah Bernard.


“Mana aku tau kalau ternyata kamu mengenalnya.” Ucap Bernard yang tetap fokus menyetir.


“Aku ga mau kamu menyakitinya Bernard! Key adalah gadis yang masih polos dan tidak pernah mengenal cinta, aku takut jika kamu menyakitinya dia akan trauma terhadap cinta dan laki-laki.” Ucap Belinda.


“Aku akan berusaha untuk tidak menyakitinya, awalnya memang aku memanfaatkannya untuk menolak perjodohan dari mama, tapi sepertinya aku semakin tertarik kepadanya.”ucap Bernard dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


“Aku berharap begitu!” gumam Belinda yang masih bisa di dengar oleh Bernard.


“Apa kamu tidak percaya denganku?” tanya Bernard.


“Aku percaya padamu tapi tidak dengan hatimu! Bagaimana jika wanita itu kembali dan meminta untuk menjalin hubungan denganmu lagi di saat kamu sedang bersama Key? Apa hatimu akan menuruti keinginanmu!?” tanya Belinda.


“Aku..” ucap Bernard bimbang.


“Aku tau kamu masih belum bisa melupakannya, tapi ingatlah tentang penghianatannya dulu saat masih bersamamu. Ingatlah bagaimana cara dia mempengaruhimu hingga membuat hubunganmu dan papa menjadi seperti sekarang!” ucap Belinda.


“Aku tidak akan melupakan perbuatannya Bel! Aku masih ingat keluarga kita seperti ini karena perbuatannya juga!” ucap Bernard penuh dengan kebencian.


Belinda hanya diam tidak mengucapkan apapun lagi, semakin mengingat kejadian lalu membuatnya semakin sakit hati karena wanita yang selama ini di cintai oleh saudara kembarnya adalah sumber dari kekacauan keluarganya.


“Sudahlah tidak usah membahas wanita itu lagi, aku hanya ingin menikmati hidupku sekarang aku tidak ingin mengenang masa lalu.” Ucap Bernard.


Setelah mendengar ucapan Bernard, Belinda akhirnya diam tidak mengucapkan apapun lagi, Belinda hanya berharap kalau Bernard bisa benar-benar melupakan cinta pertamanya dan bisa membuka hatinya kembali untuk Key.