
BRAK!!
"Keyla!!" teriak Lana yang baru saja masuk ke dalam rumah papi Kalandra.
Semua orang yang ada di sana terkejut mendengar teriakan Lana.
"Yaampun Lana! Kamu ini perempuan, jangan berteriak seperti itu tidak baik." ucap mami Khansa.
"Maaf tante, tapi sekarang Lana lagi marah sama Key jadi Lana tidak bisa menahan emosi." Ucap Lana.
"Marah? Kalian bisa marahan juga ternyata?" Tanya Kenan.
"Lana sedang tidak ingin berdebat bang, di mana Key sekarang?" Tanya Lana.
"Di atas, kamu langsung ke atas aja tapi jangan sampai merobohkan rumah ini ya.." ucap papi Kalandra yang langsung di cubit oleh mami Khansa.
"Aw, sakit sayang.."
"Kamu senang anakmu bertengkar dengan temannya?" Tanya mami Khansa.
"Oke om Andra tenang aja! Lana ke atas dulu." Ucap Lana sambil menaiki tangga menuju kamar Key.
Semua orang hanya tersenyum sambil menatap ke arah Lana yang sedang ngambek.
"Loh Jo? Sejak kapan kamu di sana?" Tanya Belinda yang melihat Jonathan sedang berdiri di depan pintu.
"Sejak tadi aku di sini tapi kalian tidak melihatku, sedih sekali.." ucap Jonathan bersedih.
"Hahaha maafkan kami Jo, masuklah nanti kamu dan Lana harus makan malam di sini oke?" ucap Kenan.
Akhirnya Jonathan masuk dan ikut duduk bersama yang lainnya.
Di sisi lain Lana yang sudah berada di depan kamar Key langsung membuka pintu dengan kencang sampai Key terkejut dan berteriak.
"Aaaa!!" teriak Key.
"Key! Kamu jahat banget sih sama aku! Kamu udah ga menganggapku sahabatmu lagi ya!?" Bentak Lana.
"Apaan sih Lan! Udah bikin spot jantung, datengnya tiba-tiba lagi!" ketus Key.
"Kenapa kamu ga bilang kalau Ken mau menikah? Aku bahkan tidak tau dengan siapa Ken akan menikah!" ucap Lana.
"Santai, santai boss, ceritanya panjang banget Lan, aku bahkan malu untuk bercerita kepada siapapun tentang hal yang sudah di lakukan oleh saudaraku." ucap Key.
"Memangnya ada apa? Ada apa sebenarnya Key?" Tanya Lana.
Akhirnya Key menceritakan semuanya kepada sahabatnya itu secara rinci, Lana yang mendengar cerita dari Key langsung membuka kedua matanya lebar-lebar.
"What? Are you serious Key? Ken tidak mungkin melakukan hal itu!" Ucap Lana tidak percaya.
"Aku serius Lana, memang kamu fikir semua orang mempercayai hal itu? Papi dan mami sudah benar-benar kecewa dengan Ken, abang bahkan segera pulang hari itu juga karena mendengar kabar itu." ucap Key.
"Lalu siapa perempuan itu? Siapa perempuan malang itu?" Tanya Lana.
"Namanya Andini, nanti kamu akan segera bertemu dengannya, dan aku yakin kamu akan terkejut melihatnya." Ucap Key.
"Kapan mereka akan menikah?"
"Entahlah, mungkin sebulan lagi intinya semua harus di persiapkan dengan cepat dan megah, papi tidak mau kalau pernikahan mereka tidak di buat meriah." jelas Key.
"Lalu Audrey?"
"Dia yang salah, semua yang terjadi kepada Andini adalah karena Audrey dan Ken, biarkan dia tau dia harus di undang agar dia sadar kalau Ken sudah memilih kebahagiaannya sendiri."
"Aku harap begitu."
"Sudahlah, ayo kita membangunkan Andini di kamar Ken." ajak Key.
Lana mengangguk menuruti ucapan Key, lalu mereka berdua menuju kamar Ken. Mereka berdua mengetuk pintu kamar dengan perlahan.
Tidak lama kemudian Andini membuka pintu kamarnya, Lana yang melihat wanita di hadapannya langsung menutup mulutnya dengan tangannya.
"K-kamu? bukannya perempuan ini yang.."
"Yap, kamu benar! Aku juga awalnya terkejut mengetahui hal ini, tapi ternyata semuanya hanya kesalah pahaman saja." Ucap Key.
"Aku Andini, salam kenal ya maaf tentang kejadian waktu itu." ucap Andini.
"Sudahlah, kenapa semua orang meminta maaf kepadaku,, Ayo masuk ke dalam kita berbincang-bincang untuk mengenal lebih dekat lagi." Ajak Andini.
Akhirnya mereka bertiga bercerita tentang banyak hal di dalam kamar Ken, mereka tertawa bersama layaknya seorang saudara dekat.
"Apa Elsa sudah tau tentang hal ini?" Tanya Lana tiba-tiba.
"Belum, dia belum tau, aku yakin akan ada perang dunia jika dia mengetahui hal ini."
"Elsa? Siapa Elsa?" Tanya Andini yang tidak tau.
"Dia adalah saudaraku, kamu akan pusing jika berhadapan dengannya karena dia bawel sekali!" ucap Key.
Andini hanya tertawa mendengar ucapan Key mengenai Elsa, dia benar-benar beruntung bisa bertemu dengan orang-orang yang sangat baik seperti keluarga papi Kalandra.
***
"Semuanya sudah siap sayang?" Tanya Aldi.
"Sudah pa, ayo kita berangkat." Ucap Audrey.
Hari itu juga Audrey dan kedua orang tuanya berangkat ke Indonesia untuk mengunjungi Ken dan keluarganya.
Entah apa yang akan mereka bicarakan agar membuat mereka menerima anak mereka kembali.
"Pa, apa papa yakin kalau Ken akan menerimaku lagi?" Tanya Audrey.
"Sayang tenanglah, papa harus membuatnya menerima kamu lagi bagaimanapun caranya."
"Mama juga akan memohon kepada mereka agar menerima kamu kembali, ini semua karena kesalahan mama jadi mama harus bertanggung jawab atas semuanya."
Mendengar hal itu membuat Audrey menjadi sedikit memaafkan mamanya.
"Jika Ken tetap ingin menikah dengan wanita itu, aku tidak masalah jika harus menjadi istri keduanya." ceplos Audrey.
"Apa!?" Ucap Aldi dan istrinya secara bersamaan.
Mereka tidak habis fikir dengan anak perempuan mereka yang sampai segitu nekatnya ingin bersama dengan Ken.
"Sayang, jangan asal bicara! Menjadi istri kedua? Apa kamu tidak salah? Memang kamu fikir menjadi istri kedua enak?" Tanya mama Audrey.
"Diamlah ma! Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkannya kembali! Jika aku menjadi istri kedua, aku bisa mencari perhatian kepada Ken dan membuatnya menyukaiku lagi!" ucap Audrey.
Mama Audrey ingin sekali menasehati anaknya, namun Aldi melarangnya, bagi Aldi saat itu kondisi Audrey benar-benar sedang berantakan dan tidak bisa menerima nasehat dari siapapun.
"Papa dan mama kebawah dulu ya sayang, nanti malam kita akan berangkat ke Indonesia." ucap Aldi.
Aldi dan istrinya keluar dari kamar Audrey, mereka berbicara berdua mengenai Audrey di kamar mereka.
"Pa, apa kamu akan membiarkannya menjadi istri kedua?! Mama tidak ingin anak kita satu-satunya tersiksa karena menjadi istri kedua!" ucap mama Audrey.
"Tenanglah ma, papa juga tidak ingin hal itu terjadi, tapi kondisi Audrey saat ini benar-benar kacau, dia tidak bisa menerima masukan dari siapapun." jelas Aldi.
"Apa tidak ada laki-laki lain di dunia ini sampai anak kita tergila-gila dengan laki-laki itu!?" ketus mama Audrey.
"Sejak awal aku sudah bilang kalau keluarga Ken adalah keluarga baik-baik, Ken juga anak yang sangat baik, dia bahkan memiliki perusahaan sendiri yang sedang bekerja sama dengan perusahaan papa."
"Papa bicara seperti itu karena ibu anak itu adalah cinta pertamamu!"
"Kamu masih memikirkan hal itu? Aku dan Khansa bahkan belum memiliki hubungan apapun!" Tegas Aldi.
"Tapi kamu masih tetap menyukainya walaupun kita sudah menikah! Kamu masih memiliki fotonya di dalam dompetmu!"
"Dulu kita menikah karena perjodohan! Tentu saja aku masih belum menyukaimu dan masih menyukai Khansa, tapi itu hanya sementara! Setelah itu aku segera menghapus semua kenangan tentangnya dan belajar menyukaimu!"
Mama Audrey hanya terdiam mendengar semua ucapan suaminya, selama ini dia hanya cemburu yang tidak beralasan hingga sekarang anak perempuannya lah yang menjadi korban.
Foto mami Khansa nih😍
