MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
KEPULANGAN


Andini sudah selesai memasak sarapan untuknya dan Ken, Ken takjub dengan hidangan yang di masak oleh Andini.


"Kamu ternyata bisa masak juga ya? Aku kira kamu hanya memasak sarapan seadanya saja seperti telur mata sapi atau mie instan." Ucap Ken.


"Apa kamu sedang mengejekku? Aku ini hidup hanya berdua dengan ayahku, emang kamu fikir ayahku akan memasak makanan untukku? Memasak untuk dirinya sendiri saja tidak pernah." ucap Andini.


"Ya aku bersyukur karena sudah dipertemukan denganmu, jujur saja aku benar-benar ingin memberikan tepuk tangan untukmu karena berani berdebat dengan Key waktu itu."


"Kenapa begitu?"


"Ya karena baru pertama kali ada yang mendebatnya di depanku seperti itu, dan terlebih lagi dia itu benar-benar kesal denganmu, padahal di kampus dia di apain aja sama teman-temannya tidak pernah dia ambil hati." jelas Ken.


"Lalu bagaimana saat Key pertama kali mengetahui kalau aku adalah orang yang kamu nodai?" Tanya Andini.


"Dia terkejut tentu saja! Tapi mau gimana lagi, Key tidak akan membiarkan seseorang menderita hanya karena dirinya tidak menyukai orang itu."


"Sudah makanlah, keburu dingin makanannya nanti ga enak." ucap Andini.


Akhirnya Ken mulai memakan masakan yang sudah di sediakan oleh Andini, untuk pertama kalinya dia sangat menyukai masakan seseorang selain masakan maminya. Ken makan dengan lahap hingga tidak ada lauk yang tersisa karena Ken menambah porsi makannya berkali-kali.


"Ah,, aku kenyang sekali.." ucap Ken.


"Cih! Tentu saja kamu kenyang, semua makanan yang aku masak sudah kamu habiskan Ken! Sebenarnya kamu ini rakus atau doyan sih!?" ketus Andini.


"Hehehe habis masakan kamu enak banget Din, kamu harus selalu masak untukku setiap hari!"


"Emangnya kamu fikir aku ini koki pribadimu? Aku akan pergi dan mencari pekerjaan setelah ini."


"Tidak! Kamu akan menikah denganku kamu harus tinggal di sini sampai kita menikah, setelah menikah kita akan pindah ke rumahku sendiri, kamu juga tidak akan bosan di sana karena rumahku dan rumah abang Kenan bersebelahan." jelas Ken.


"Ken, tapi aku ingin bekerja."


"Aku tidak suka kamu bekerja dengan orang lain, kamu hanya akan kembali di hina jika bekerja sebagai karyawan, bagaimana jika aku membangun toko untukmu? Kamu bisa memiliki usahamu sendiri." Ucap Ken.


"Ken, apa kamu malu jika memiliki istri yang bekerja sebagai karyawan?" Tanya Andini.


"Tidak Andini, bukan itu maksudku aku hanya tidak ingin kamu di caci karena pekerjaan yang tak kunjung selesai atau di hina karena kesalahan kecil yang kamu buat! Aku tidak bisa menerima istriku di perlakukan seperti itu." ucap Ken.


Setelah mendengar penjelasan dari Ken, Andini akhirnya berfikir sejenak untuk memikirkan tentang tawaran Ken.


"Baiklah aku mau memiliki toko kue sendiri bagaimana?" Tanya Andini.


"Apapun untukmu Andini, aku akan segera mengurus semuanya, setelah aku mendapatkan beberapa lokasi yang cocok aku akan memberitahumu dan menyuruhmu untuk memilih." ucap Ken.


"Terimakasih banyak Ken, aku sangat bahagia sekali." ucap Andini.


"Tidak perlu berterimakasih, sekarang adalah waktunya untukmu bangkit dari bayang-bayang ayahmu yang selalu memukulimu, kamu juga harus bahagia Andini."


"Sudahlah sebaiknya kita segera mandi dan bersiap untuk menemui Key di butiknya, dia pasti sudah menunggu kita." Ucap Ken.


Akhirnya Andini mandi di kamar mandi yang ada di kamar Ken, sedangkan Ken mandi di kamar sebelahnya.


***


Di sisi lain Key yang berada di ruang bawah tanah butiknya sedang sibuk memilih gaun untuk calon kakak iparnya itu tiba-tiba saja mendapatkan telfon.


"Cih! Baru sekarang menelfon dari kemarin kemana aja coba!" gumam Key yang sengaja tidak menggubris panggilan telfon dari Bernard.


Yap! Saat di mana Kenan dan Belinda pergi berbulan madu, Bernard dan kedua orang tuanya juga harus segera berangkat ke Jepang untuk mengurus beberapa pekerjaan di sana.


Bernard selalu menelfonnya dan selalu menyempatkan untuk mengabari Key walaupun saat tengah malam sekalipun, namun sudah hampir 3 hari Bernard tidak memberi kabar kepada Key hingga membuatnya kesal.


"Nyonya Key, hp anda berbunyi dari tadi." ucap salah satu karyawan di butik Key.


"Biarkan saja, dia sudah membuatku menunggu selama 3 hari, jadi biarkan dia merasakan apa yang aku rasakan!" ucap Key.


"Ah jadi begitu, tapi sayangnya aku benar-benar tidak kuat untuk merasakan apa yang kamu rasakan sayang." ucap Bernard hingga membuat Key terkejut.



"O-om beruang, kenapa sudah ada di sini?" Tanya Key.


"Sampai kapan kamu memanggilku dengan sebutan om beruang?" Tanya Bernard.


"Sampai negara api menyerang!"


"Apa kamu tidak merindukanku?"


"Tentu saja tidak!"


"Kenapa? Bukannya kamu sudah menunggu kabar dariku selama 3 hari ini?" Tanya Bernard.


"Jangan terlalu percaya diri tuan beruang! Aku sedang bersenang-senang dengan semua gaun yang aku buat ini." ucap Key.


Bernard mengisyaratkan kepada karyawan Key untuk meninggalkan mereka berdua di ruangan itu, dengan patuh mereka meninggalkan boss dan kekasihnya bersama.


"Kenapa mereka semua pergi? Kamu sengaja menymgusir mereka ya?" Tanya Key.


Bernard mendekati Key secara perlahan lalu memeluk tubuh Key dengan sangat erat.


"Aku sangat merindukanmu, maaf 3 hari ini aku tidak sempat menghubungimu karena aku sengaja untuk fokus bekerja agar bisa cepat pulang dan bertemu denganmu." Jelas Bernard.


Key meneteskan air mata saat mendengar penjelasan dari Bernard, Key sangat khawatir kalau Bernard akan bertemu dengan wanita yang lebih cantik dari dirinya dan dia berpaling.


"Hikss,, aku hanya takut kalau kamu sudah menemukan penggantiku di sana." ucap Key.


"Tentu saja tidak sayang, aku akan selalu menyukai dan mencintaimu, hanya dirimulah satu-satunya wanita yang paling cantik bagiku!" tegas Bernard.


"Gombal!"


"Aku serius, kenapa kamu bilang aku gombal!"


Bernard memeluk Key dengan erat sampai Ken dan Andini datang ke butik Key dan melihat adiknya sedang berpelukan.


"Ehem! Kalo kangen-kangenan ya di rumah dong jangan di sini." sindir Ken.


"Apaan sih Ken! Aku sedang tidak sedang kangen-kangenan!" ketus Key sambil menghapus air mata yang tersisa di pipinya.


"Hai Ken, katanya kamu akan segera menikah?" Tanya Bernard.


"Iya kak, ini dia calon istriku Andini." ucap Ken mengenalkan Andini kepada Bernard.


"Andini ini adalah pacar Key dan juga saudara kembarnya kak Belinda." ucap Ken.


"Salam kenal Andini, semoga kamu senang berada di keluarga papi Kalandra." ucap Bernard.


"Tentu saja dia senang, emangnya kenapa dia harus tidak senang?" Tanya Key.


" Tidak senang karena memiliki kakak ipar yang galak sepertimu." ucap Bernard.


"Aku tidak galak! Andini lebih baik kamu ikut aku saja ke atas, biarkan para laki-laki ini berada di sini." ajak Key.


Andini hanya mengangguk mengiyakan ucapan Key, dia berjalan mengikuti kemanapun Key pergi.


Di sebuah ruangan Andini terkejut melihat begitu banyak gaun yang tertata rapih di sana, benar-benar terlihat sangat indah.


"Pilihlah gaun manapun yang kamu sukai tanpa melihat harganya, karena gaun ini adalah hadiah dariku." ucap Key.


"Key, maaf karena dulu aku pernah membuatmu kesal, aku benar-benar malu karena hal itu aku harap kamu bisa memaafkan semua perbuatanku." ucap Andini yang merasa bersalah.


"Sudahlah, dulu kamu begitu membenciku karena kesalah pahaman, aku tau kamu adalah gadis yang baik." ucap Key dengan senyuman di wajahnya.


Andini senang mendengar jawaban dari Key, dia segera memilih-milih gaun yang dia suka untuk di pakai di hari pernikahannya.