MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (SIAPA WANITA YANG BERHASIL MELULUHKAN HATI ANAKKU)


Kebesaran seseorang tidak diukur dari kekuatannya, tapi diukur dari bagaimana dia berdiri tegap setiap kali dia terjatuh.



“Kamu ngapain ke sini!?” ketus Key.



“Ish, kak Key kenapa sih selalu marah-marah.” Ucap gadis itu.



“Aku ga marah kok aku kan cuma tanya aja ke kamu! Bisa ga sih kamu kalo ngomong volumenya di kecilin?”



Sebelum gadis itu menjawab pertanyaan Key, mami Khansa sudah menyapa gadis yang berada di hadapan Key itu.



“Elsa..!” sapa mami Khansa dengan nada yang meninggi.



“Mami Khansaa..!” teriak Elsa yang langsung berlari ke arah mami Khansa dan memeluknya dengan erat.



“*Duh,, gendang telingaku pecah lama-lama*!” batin Key sambil melihat sinis ke arah Elsa dan menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.



Mami Khansa melepas pelukan Elsa dan mencium kening gadis cilik di hadapannya dengan lembut.



ELSA PRASONGKO



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1608649560667.jpg)



Elsa adalah anak dari Ryan dan Rose, setelah berusaha melakukan terapi sampai ke luar negeri akhirnya Rose bisa hamil dan melahirkan seorang gadis cilik yang sangat cantik, ceria dan ramah kepada semua orang yang hanya berbeda 1 tahun di bawah Ken dan Key.



Sebenarnya Key sangat menyayangi Elsa seperti adiknya sendiri namun karena kebawelan Elsa dan suaranya yang seperti terompet itu yang membuat Key pusing berada di dekatnya dalam waktu yang lama.



Walaupun Kenan adalah kakak sedarah dengan Elsa, tapi Elsa tidak pernah cemburu dengan kedekatan Kenan dan Key karena Kenan selalu adil bersikap kepada kedua adik perempuannya itu.



“Kemana mama dan papamu? Kenapa mereka tidak pernah menjenguk mami kemari?” tanya mami Khansa.



“Habisnya papa dan mama sibuk di kantor papa jadi mereka tidak pernah kemari. Tapi jika ada waktu mereka akan segera mengunjungi mami..” Jelas Elsa.



“Oh iya sampe lupa, ada apa kamu kemari sayang? kamu di anter siapa?” tanya Khansa.



“Elsa di anter supir tadi mi, Elsa ke sini mau nyuruh abang Kenan pulang ke rumah soalnya papa dan mama merindukannya.” Ucap Elsa sambil melirik ke arah abangnya.



“Kenan, kamu tidak pernah mengunjungi papa dan mamamu?” tanya mami Khansa.



“Baru dua hari yang lalu Kenan mengunjungi rumah papa dan mama mi,, mungkin nanti setelah pulang kerja Kenan akan ke rumah papa dan mama sekalian ingin mengenalkan seseorang kepada mereka.” Jelas Kenan.



“Siapa Kenan?”



“Pacarnya mi! abang udah punya pacar sekarang!” sambung Ken.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1608649560682.jpg)



Khansa terkejut mendengar anak sulungnya sudah memiliki kekasih, karena selama ini setiap di tanya mengenai pernikahan, dia selalu mengalihkan pembicaraan.



"*Siapa wanita yang berhasil meluluhkan hati anakku yang beku ini*?" batin Khansa.



“Baiklah, kenalkan dia kepada papa dan mamamu lalu jangan lupa kenalkan dia juga kepada papi dan mamimu.” Ucap mami Khansa.



Kenan hanya mengangguk dan tersenyum kepada maminya lalu berpamitan untuk berangkat ke tempat kerja dan mengantarkan Ken dan Key ke kampusnya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1608649560672.jpg)



“Kamu mau abang antar ke kampus juga Elsa?” tanya Kenan kepada Elsa.




Kenan tersenyum dan menghampiri adiknya itu lalu mencium kening adiknya dengan lembut.



“Jangan nakal ya,, kalo bisa volume suaranya kecilkan. Abang takut kalau rumah ini akan hancur karena suaramu.” Ledek Kenan yang membuat Elsa memanyunkan bibirnya.



Kenan tertawa dan berjalan ke luar menghampiri Ken dan Key yang sudah ada di dalam mobil.



Sesampainya di kampus Key, Kenan menurunkannya di depan gedung kampusnya yang membuat semua mata tertuju kepadanya karena di antar menggunakan mobil mewah.



“Aduh bang, kan Key sudah bilang jangan menurunkan Key di depan kampus.” Protes Key.



“Loh emang kenapa? Abang kan mau mengantar adiknya sampai di depan kampus.”



“Tapi mereka ga tau kalo Key ini memiliki mobil mewah seperti ini! ah sudahlah abang selalu saja seperti ini!” ketus Key sambil membuka pintu mobil dan turun dari mobil abangnya itu.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1608649560678.jpg)



Di dalam mobil, Kenan dan Ken melihat semua mata tertuju kepada Key dengan tatapan sinis. Entah apa yang mereka bicarakan, namun jika di lihat dari tatapannya menunjukkan jika mereka tidak menyukai Key.



Setelah melihat Key sudah memasuki gedung kampusnya, Kenan melajukan mobilnya dan mengantar Ken ke kampusnya yang berada tidak jauh dari kampus Key.



“Abang kan tau kalau tidak ada yang mengetahui tetang status kami, tapi kenapa abang malah membuatnya terlalu jelas?” tanya Ken memecah keheningan di dalam mobil.



“Papi bilang sudah waktunya untuk memberitahu kepada dunia jika kalian berdua adalah anak kembar tuan Kalandra yang selama ini di sembunyikan. Itulah kenapa papi sangat ingin mengajarimu dan membuatmu menjadi pantas untuk mewarisi perusahaan propertynya.” Jelas Kenan.



“Tapi Ken memiliki mimpi Ken sendiri kak. Ken sedang membuatnya dan akan Ken beritahu setelah selesai di kerjakan.” Jelas Ken.



“Terlalu lama jika kami menunggu hal yang selalu kamu ceritakan Ken, sedangkan papi sangat ingin melihatmu meneruskan perusahaan propertinya.” Ucap Kenan.



Ken hanya diam, dia tidak berkata apa-apa kepada abangnya. Ken kesal karena keluarganya tidak pernah mempercayainya sedangkan dirinya benar-benar ingin membuat sesuatu yang besar untuk membuat papi dan maminya bangga kepadanya.



Kampus


Key baru saja duduk di bangku kelasnya, namun tiba-tiba ada yang mengagetkannya dari belakang.


“Dorr..!!” ucap seseorang yang datang dari belakang Key.


“YaAllah! Lana! Kamu ini selalu saja membuatku jantungan!” ucap Key.


Lana adalah satu-satunya sahabat yang di miliki Key, Lana tidak lain adalah anak dari Lila dan Riko, sahabat baik mami Khansa. Itulah yang membuat Key dan Lana menjadi sangat dekat sejak kecil.



“Kamu kenapa ga chat aku kalau sudah datang ke kampus? Aku kan bisa menjemputmu di depan gedung.” Ucap Lana.


“Ngapain? Kamu pengen semua orang semakin membenciku dengan menjemputku di depan gedung?”


“Kan memang kamu adalah princessnya tuan Kenan dan tuan Kalandra, aku harus mencari muka denganmu agar aku mendapat beberapa saham papimu!” canda Lana yang langsung di pukul oleh Key.


“Jangan mengungkit hal itu! Aku tidak ingin jika ada yang mendengar ucapan kita!” ucap Key lalu berdiri dari bangkunya.


“Loh, kamu mau kemana Key?” tanya Lana yang melihat Key berdanjak dari kursinya.


“Aku mau ke toilet dulu, aku ga mau sampe ketinggalan pelajaran karena kebelet ya..” ucap Key lalu berjalan meninggalkan sahabatnya.


“Mau aku anter ga Key..!” teriak Lana yang di balas lambayan tangan dari belakang oleh Key.


Di kamar mandi, Key langsung masuk ke dalam toilet dan duduk di dalam sambil melihat hpnya.


“Eh kalian lihat ga tadi pagi si cewek sombong itu diantar mobil mewah loh..” ucap seseorang yang baru masuk ke dalam toilet.


Key yang mendengar pembicaraan wanita yang baru saja memasuki toilet itu akhirnya mengurungkan niatnya untuk beranjak dari tempatnya dan terus mendengarkan pembicaraan mereka.


“Siapa? Si Keyla kan?” tanya yang lainnya.


“Iya, siapa lagi cewek somong yang tidak memiliki teman ya hanya Keyla!”


“Ya mungkin aja itu sugar daddy nya, dia kan cantik bisa aja kan dia menjual tampangnya untuk memikat para om-om di luar sana.” Jawab yang lain dan di susul tawa dari mulut mereka.


Key yang murka mendengar perkataan wanita-wanita manja itu hanya menarik nafas panjang dan keluar dari kamar mandi dan mencuci tangan di wastafel dan membuat para wanita yang tadi membicarakannya terkejut dan saling melirik satu sama lain.


“Kalian ini sebaiknya kalau mau membicarakan orang periksa dulu keadaan sekitar kalian! Jangan seperti sekarang ini, kalian berniat membicarakanku di belakangku tapi ternyata orangnya ada di sekitar kalian dan mendengarkan semua perkataan kalian, ketangkep basah deh jadinya!” ketus Key yang masih fokus mencuci tangannya.


“Untung aku masih sabar, kalau tidak aku tidak tau apa yang akan aku lakukan kepada kalian. Mungkin aku akan memukul kalian? Ah aku tau, atau aku bisa memotong lidah kalian agar kalian tidak bisa membicarakan kejelekan orang lain lagi!” lanjut Key sambil menatap sinis ke arah wanita-wanita itu.


Key berjalan menjauh dari mereka dan berhenti di ambang pintu lalu menoleh ke arah mereka.


“Oh satu lagi! Kalian ini sebelum membicarakan orang ngaca dulu deh. Apa kalian lupa jika setiap malam kalian selalu mangkal di lampu merah untuk menghentikan mobil om-om!? Atau perlu aku belikan kaca yang besar agar kalian bisa sadar diri!?” ucap Key sambil tersenyum mengejek kepada mereka dan pergi meninggalkan mereka yang masih terpaku di dalam toilet.