
Jika kau tidak menyukai nasibmu, maka jangan menerimanya. Sebaliknya kamu harus memiliki keberanian untuk mengubahnya seperti yang kau inginkan.
“Mi, Kenan sama Belinda keluar dulu ya.” ucap Kenan.
“Kalian mau kemana?” tanya mami Khansa.
“Belinda minta temenin Kenan untuk berbelanja tante, sekalian mau lihat baju yang akan di pakai saat pesta besok.” Ucap Belinda.
“Mami Belinda, jangan tante. Kamu harus terbiasa memanggil mami, kamu juga anak mami.” Protes mami Khansa.
“Iya mami maaf ya, Belinda belum terbiasa nanti akan Belinda biasakan memanggil mami hehe.” Jawab Belinda.
“Baiklah kalau begitu, kalian hati-hati ya nanti kalau Key dan Bernard sudah sampai mami akan menghubungi kalian.” Ucap mami Khansa mengijinkan.
Akhirnya Kenan dan Belinda beranjak pergi meninggalkan semua orang yang ada di apartment, mereka berdua memutuskan untuk memiliki waktu berdua karena selama ini mereka terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan dan pertunangan.
“Oh iya sayang, kita makan dulu ya aku sudah lapar sekali.” rengek Kenan.
“Iya iya makan dulu ga usah ngerengek gitu deh kayak anak kecil aja deh.” Protes Belinda.
“Emang kenapa? Aku kan kayak anak kecilnya ke kamu doang.”
“Tapi ga pantes sama yang biasanya aku lihat di kantor tau yang selalu cuek dan dingin seperti kulkas dua pintu hihihi.” Ucap Belinda sambil cekikikan.
Mendengar Belinda berbicara seperti itu, Kenan langsung diam tanpa berbicara sepatah katapun wajahnya mulai mengeluarkan aura kekesalan. Belinda yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala sambil menahan tawanya.
“Aku kadang suka mikir loh, kamu ini beneran Kenan yang aku kenal waktu aku SD atau bukan?” ucap Belinda mencoba untuk mencairkan suasana.
“Kenapa?” tanya Kenan.
“Ya dulu kamu tuh jutek banget sama aku, pasti kalau aku deketin di suruh pergi.” Ucap Belinda.
“Jadi kamu mau aku yang jutek aja nih?” tanya Kenan.
“Ya ga gitu juga, aku cuma aneh aja kenapa sifat kamu benar-benar berbanding terbalik. Bahkan setiap hari aku selalu bertanya apakah aku benar-benar akan menikah dengan Kenan yang dulu selalu mengusirku.” Jelas Belinda.
Kenan menghentikan mobilnya ke tepi jalan lalu Kenan menoleh ke arah Belinda, Belinda yang merasa penasaran kepada Kenan berhenti di pinggir jalan ingin bertanya namun sebelum pertanyaan itu keluar dari mulutnya, Kenan tiba-tiba mencium kening Belinda dengan sangat lembut hingga membuat Belinda terkejut.
“Sudah kan, kalau begini kamu sudah yakin bukan kalau kamu akan menikah dengan Kenan yang dulu jahat kepadamu.” Ucap Kenan yang sudah melepaskan bibirnya dari kening Belinda.
Belinda hanya terdiam dan tersipu malu mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kenan.
“Kamu ini tidak bisa ya kalau mau nyosor tuh bilang-bilang dulu?” ketus Belinda.
“Ga seru dong kalo minta ijin dulu, aku ga bisa liat wajah kamu yang kaget hahaha.” Ucap Kenan dengan tawa yang membuat Belinda kesal.
Kenan yang sudah berhasil membalas dendam kepada Belinda dan membuatnya kesal segera melanjutkan perjalanan menuju restaurant untuk makan bersama.
Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya Kenan dan Belinda sampai di restaurant langganan Kenan setiap ke Jepang.
“Aku selalu suka makanan di sini, walaupun restaurant Jepang tapi ada menu makanan Indonesia juga yang membuat restaurant ini berbeda dari yang lain.” Jelas Kenan.
Belinda hanya mengangguk-anggukan kepalanya menanggapi perkataan Kenan, Kenan menggenggam tangan Belinda dan masuk ke dalam restaurant tersebut bersama-sama.
“Kenan?” sapa seorang laki-laki yang ada di restaurant tersebut.
“Harry..” balas Kenan.
Ya, orang yang menyapa Kenan adalah dokter Harry sepupu Bernard dan Belinda.
“Harry?” ucap Belinda yang terkejut melihat sepupunya berada di restaurant itu.
“Loh Belinda? Tunggu-tunggu, kalian kenapa datang bersama? jangan-jangan kalian?” tanya Harry yang bingung dengan hubungan Kenan dan sepupunya.
“Kamu kenal Harry?” tanya Kenan.

“Tentu saja, dia sepupuku Kenan. Aku memang belum mengenalkanmu kepada keluarga besarku jadi tentu saja kamu tidak tau kalau Harry adalah sepupuku.” Jelas Belinda.
“Lalu, kenapa kamu bisa mengenal Harry Kenan?” tanya Belinda.
“Dia adalah pemilik restaurant ini, pertama kali aku kemari dan mencoba masakan Indonesia yang ada di sini, aku langsung mencari pemilik restaurant ini karena rasa makanannya sangat sesuai dengan seleraku lalu aku langsung meminta nomer telfonnya agar aku bisa memesan makanan jika sedang ada acara di Jepang.” Jelas Kenan yang di balas anggukan kepala oleh Belinda.
“Lalu, apa hubungan kalian berdua?” tanya Harry.
“Dia adalah tunanganku, dan aku akan segera membicarakan pernikahan kita.” Ucap Belinda.
“What!? Kenapa tidak ada yang memberitauku? Apa kamu tidak menganggap aku sebagai saudaramu lagi ha?” ketus Harry.
“Aku memang sengaja tidak memberitau keluarga besar kita, aku akan mengundang mereka saat acara pernikahanku saja.” jelas Belinda.
“Huh Bernard juga tidak memberi tau apapun kepadaku, dia sudah sibuk dengan kekasihnya.” Ucap Harry.
“Kamu tau Key?” tanya Kenan.
“Kamu kenal kekasihnya Bernard juga?” Harry kembali bertanya kepada Kenan.
“Yaampun, kalian ini duduklah dulu aku lelah berdiri seperti ini.” protes Belinda.
Akhirnya Harry menyuruh Belinda dan Kenan untuk duduk dan berbicara.
“Key yang kamu maksud adalah adiknya Kenan Harry. Lalu kenapa kamu bisa mengenal Key?” tanya Belinda.

“Aku pertama kali mengenalnya saat dia dan Bernard ke rumah sakit untuk mengobati luka di lehernya, saat itu Bernard sedang mendaftar, lalu ada anak kecil yang sudah kritis gitu, dia menggendong anak kecil tersebut dan berteriak dari luar pintu ruang periksaku. Dia benar-benar gadis yang sangat pemberani Kenan, kamu sangat beruntung memiliki adik yang kuat sepertinya.” Ucap Harry memuji keberanian Key.
“Ehem, kalau ada Bernard di sini mungkin dia akan menggantungmu karena sudah memuji kekasihnya.” Ketus Belinda.
Mendengar ucapan Belinda, Kenan dan Harry hanya tertawa karena memikirkan hal yang di bicarakan oleh Belinda.
“Oh iya, semalam juga aku bertemu Key di pesta.” Sambung Harry.
“Benarkah? aku sebenarnya sudah tau kejadian di pesta tersebut. Bagaimana menurutmu?” tanya Kenan.
“Bagaimana apanya?”
“Menurutmu, apakan hal ini hanya untuk memperingati keluarga kami atau memang untuk mencelakai Key?” tanya Kenan.
“Menurutku dan Bernard, hal ini terjadi karena memang ingin membuat Key celaka. Karena dosis yang di berikan oleh orang itu sangat tinggi. Jangan bilang kepada Bernard kalau aku memberitau hal ini kepadamu karena dia sepertinya akan menjelaskan langsung kepadamu.” Jelas Harry.
“Aku akan berpura-pura tidak mengetahui hal ini, kamu tenang saja.” ucap Kenan.
“Kenan, apa kamu sudah tau pelaku yang memberikan minuman itu kepada Key?” tanya Belinda.
“Tidak, aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena dia membelakangi cctv. Aku sudah menyuruh orang untuk mencari siapa wanita itu. Aku sendiri juga bingung apa alasan di balik ini semua, kenapa harus Key? Kalau memang dia ingin membalas dendam kepada keluargaku berarti orang itu memang benar-benar sangat mengenal keluargaku karena selama ini keluargaku sudah sangat hati-hati menyembunyikan identitas Key dan Ken.” Jelas Kenan.
“Aku juga bingung masalah itu, entahlah aku harap kejadian itu tidak akan terulang lagi.” Sambung Harry.
“Oh iya, kalian mau pesan apa? Aku sampe lupa gara-gara ke asikan berbicara dengan kalian berdua.” Lanjut Harry.
“Aku mau pesan makanan Indonesia seperti biasanya ya.” ucap Kenan.
“Aku samakan saja dengan Kenan.” sambung Belinda.
Setelah mendengar pesanan Kenan dan Belinda, Harry langsung pergi meninggalkan Kenan dan Belinda untuk menyiapkan pesanan mereka.