MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (BINGUNG)


Kabar baiknya, semakin lama Kamu menjalin rumah tangga, semakin banyak pula yang Kamu ketahui tentangnya, dan akan semakin banyak pula alasanmu untuk tetap bersamanya.




Drrtt,, drrtt..



Key yang sedang beristirahat di sofa mendengar dering hpnya, Key segera mengambil hpnya dan melihat siapa yang menelfonnya.



“Halo abang?” ucap Key yang melihat nama abangnya di layar hpnya.



“Halo Key, ini aku Belinda. Bisakah aku meminta tolong untuk memberi tau mama dan papa kalau sebentar lagi kami semua akan sampai di rumah.” Ucap Belinda.



“Oh kak Belinda, oke kak hati-hati di jalan ya,, aku akan segera memberi tau om dan tante untuk bersiap.” Ucap Key lalu mematikan telfonnya.



“Assalamualaikum..” ucap Lana dan Jonathan secara bersamaan.



“Waalaikumsalam..” balas Key sambil menoleh ke arah Lana dan Jonathan yang baru saja masuk ke dalam rumah.



“Key aku sudah membeli mawar biru, lihatlah.” Ucap Lana sambil menunjukkan mawar biru yang di bawakan oleh Lana.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1611029930405.jpg)



“Wah bagus sekali! kamu memang yang terbaik Lann..” ucap Key memuji sahabatnya itu.



“Tentu saja,, Lana gituloh.. oh iya bunganya di taruh di mana?” tanya Lana.



“Em,, coba kamu tanya tante ya bunganya mau di taruh di mana.” Ucap Key yang di balas anggukan oleh Lana.



Lana pergi untuk mencari mama Bernard, sedangkan Key pergi mencari Bernard untuk memberi tau kalau keluarganya sudah dekat.



“Apa ada yang tau di mana om beruang berada?” tanya Key bertanya kepada para pelayan.



“Sepertinya berada di halaman belakang nona.” Jawab pelayan itu.



“Oke terimakasih ya…” ucap Key yang segera pegi ke halaman belakang untuk menemui Bernard.



“Om beruang!” panggil Key saat melihat Bernard sedang memberi makan ikan yang ada di kolam.



Bernard yang namanya di panggil langsung menoleh ke asal suara dan melihat Key yang berada di sana.



“Key? Kamu sudah merindukanku ya..”ucap Bernard dengan senyum yang mengembang di wajahnya.



“Apaan sih om beruang, jangan kepedean deh, Key itu cuma mau ngasih tau kalau keluarga Key sudah dekat, sebentar lagi akan sampai ayo kita bersiap.” Ucap Key.



“Benarkah? yah,, aku kira kamu merindukanku..” ucap Bernard dengan nada sedih.



“Om beruang,, aku ini sedang serius..” ucap Key.



“Oke, oke,, baiklah ayo kita bersiap dan menunggu calon mertuaku di depan.” Ajak Bernard.



“Apa? Calon mertua? Om beruang apaan sih!” ketus Key.



Bernard yang mendengar protes yang keluar dari mulut Key itu hanya bisa tersenyum sambil terus berjalan tanpa memperdulikan Key yang sedang berbicara di belakangnya.



Key dan Bernard baru sampai di depan rumah, di sana papa dan mama Bernard sudah berada di depan untuk menyambut keluarga Key, begitu pula dengan Lana dan Jonathan.



Tin,,tinn..



Klakson mobil sudah berbunyi, mereka yakin jika itu adalah mobil yang di pakai oleh keluarga Key. Satu per satu mobil mewah masuk ke dalam halaman rumah Bernard.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1611029930409.jpg)



Mobil di depan sendiri adalah mobil papi Kalandra dan mami Khansa, mobil kedua adalah mobil Kenan dan Belinda, mobil ke tiga adalah mobil keluarga Ryan, mobil ke empat adalah mobil keluarga Robert, mobil kelima adalah mobil keluarga Leo, dan mobil terakhir adalah Lila dan Riko.



Semua orang keluar dari mobil mereka masing-masing secara bergantian, Key yang sudah hampir 2 minggu berada di Jepang merasa sangat rindu dengan keluarganya. Key langsung menghampiri kedua orang tuanya dan memeluk mereka dengan erat.



“Papi, mami, Key rindu kalian.” Ucap Key dengan manja.



“Papi dan mami juga sangat merindukanmu sayang,, apakah kamu merepotkan keluarga nak Bernard?” tanya mami Khansa.




Papa dan mama Bernard menghampiri papi Kalandra dan mami Khansa untuk menyapa mereka. Mama Bernard memberikan bucket bunga yang tadi di beli oleh Lana.



“Selamat datang di rumah kami tuan Kalandra.” sapa papa Bernard sambil megulurkan tangan kepada papi Kalandra.



“Terimakasih karena sudah menyambut kami tuan Sanjaya.” Balas papi Kalandra.



“Selamat datang di rumah kami, ini adalah hadiah kecil untuk anda nyonya Kalandra.” ucap mama Bernard dengan ramah.



“Wah bunganya cantik sekali nyonya Sanjaya, sama seperti orang yang memberikannya.” Balas mami Khansa.



“Anda terlalu memuji saya nyonya Kalandra, saya membelikan ini karena Key bilang kalau anda menyukai mawar biru.” Ucap mama Bernard.



“Iya, saya memang sangat menyukai mawar biru. Saya tidak menyangka jika anak saya membocorkan informasi tentang saya.” ucap mami Khansa dengan nada bercanda.



Mama Bernard tertawa karena candaan mami Khansa.



Papa dan mama Bernard beralih menyambut para keluarga Key yang lain satu per satu dengan ramah.



“Mama, papa.” Sapa Belinda sambil menghampiri kedua orang tuanya.



Mama dan papa Bernard menoleh ke arah Belinda dan memeluk Belinda secara bersamaan dan penuh haru.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1611029930414.jpg)



“Pa, ma, Belinda kangen..” ucap Belinda.



“Kami juga kangen padamu nak, kamu ini jarang sekali menghubungi papa dan mama.” Protes mama Bernard.



“Maaf ya ma, habisnya aku dan Kenan selalu sibuk di perusahaan, jadi aku tidak memiliki waktu yang cukup untuk menghubungi kalian.” Jelas Belinda.



“Tidak apa, yang penting selama ini kamu senang dan baik-baik saja.” ucap papa Bernard.



“Sudah, sudah adegan peluk-pelukannya. Apa mama dan papa tidak menyuruh para tamu masuk ke dalam?” pertanyaan Bernard membuyarkan pelukan mereka bertiga.



“Kan sampe lupa papa dan mama.” Ucap mama Bernard.



“Silahkan masuk dan duduk di dalam,.” Ucap papa Bernard yang mempersilahkan para tamu untuk masuk ke dalam rumahnya.



Papi Kalandra, mami Khansa dan yang lainnya masuk ke dalam untuk duduk dan berbincang-bincang.



“Apakah di sini Key merepotkan tuan Sanjaya?” tanya papi Kalandra.



“Oh tidak sama sekali, bahkan kami senang karena dengan kedatangan Key di rumah kami. Hubungan kami menjadi lebih dekat satu sama lain, terlebih lagi hubungan antara saya dan Bernard.” Jelas papa Bernard.



“Apa? Papa dan Bernard benar-benar sudah berbaikan?” tanya Belinda yang terkejut mendengar kabar kalau papanya dan Bernard sudah berbaikan setelah sekian lama tidak saling menyapa.



“Tunggu! Key? Kenapa lehermu di perban?” tanya Kenan dengan nada yang mengintimidasi.



Semua orang yang ada di sana terkejut dan melihat ke arah Key secara bersamaan, sedangkan papa Bernard, mama Bernard, Bernard, Jonathan dan Lana hanya bisa diam sambil menelan ludahnya sendiri mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Kenan.



Ken dan Rey langsung menghampiri Key dan melihat perban yang ada di leher Key dengan teliti, sedangkan Elsa yang melihat semua orang mengkhawatirkan Key menjadi tidak suka.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1611029930411.jpg)



“*Selalu seperti ini! mereka semua selalu mengkhawatirkan kak Key*!” gumam Elsa di dalam hati.



“*Aduh gawat! Abang kok liat aja sih*!” batin Key yang seketika gugup mau menjawab apa.



“Key? Apa kamu tidak ingin menjawab pertanyaan abangmu?” tanya mami Khansa.



“Bernard sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Key bisa terluka?” tanya Belinda kepada saudara kembarnya itu.



“Keyla Putri Kalandra! apa kamu tidak mau menjelaskan!?” tegas papi Kalandra.



“Em,, gini pi jangan marah-marah dulu dong Key kan jadi takut.” Ucap Key.



“*Duh apa yang mau aku bicarakan? Kalau aku bilang ini adalah perbuatan Tiara pasti papi dana bang tidak akan membiarkan Tiara hidup dengan tenang*.” Batin Key yang berusaha untuk mencari alasan.