
Hanya karena seseorang tersenyum, bukan berarti dia bahagia. Terkadang dia hanya tak ingin terlihat lemah.
Papi Kalandra membuka secara resmi butik milik Key, Key sendiri terkejut karena melihat ada beberapa pakaian yang sudah dia buat dan di simpan di tempat rahasianya di Jepang maupun di Indonesia.
“Bagaimana bisa semua pakaian yang aku buat ada di sini?” ucap Key yang terkejut.
“Papi kamu hebat bukan? Kenapa kamu membuat pakaian diam-diam? Papi tidak sekejam itu melarangmu untuk membuat pakaian sendiri.” Ucap papi Kalandra.
“Huaa,, papi emang papi terbaik di dunia ini, aku senang sekali karena papi mendukung impian Key untuk menjadi desainer, Key janji Key akan segera menyelesaikan kuliah Key dan melanjutkan memperlajari mengenai desain pakaian.” Tegas Key dengan semangat sambil memeluk tubuh papinya.
“Kak Key! Selamat atas butik barunya, kak Ken selamat atas perusahaan barunya!” teriak Elsa yang baru saja masuk ke dalam butik Key.
“Elsa? Kamu ga kuliah?” tanya Key.
“Udah kok kak, ini Elsa baru pulang terus langsung ke sini.” Ucap Elsa.
“Terimakasih ya Elsa, kamu juga harus semangat kuliah dan mengejar cita-citamu.” Ucap Key sambil mengelus rambut Elsa.
Kenan melihat jam tangannya, dia meminta ijin untuk pulang lebih dulu bersama dengan Belinda karena dirinya harus mengunjungi suatu tempat.
“Abang pulang duluan?” tanya Ken.
“Iya Ken, abang dan kak Belinda pulang duluan ya, selamat atas peresmian perusahaan barumu, abang yakin kalau kamu akan menjadi lebih sukses dari abang dan papi.” Ucap Kenan menyemangati adik laki-lakinya itu.
“Terimakasih bang!”
Setelah berpamitan kepada semua orang, Kenan menggandeng Belinda masuk ke dalam mobil untuk mengajaknya ke suatu tempat.
“Kita mau kemana Kenan?” tanya Belinda.
“Aku mau ke suatu tempat sayang, dan aku akan mengajakmu ke sana.” Ucap Kenan.
Belinda yang mendengar ucapan Kenan langsung mengangguk dan diam, dia sangat penasaran kemana Kenan akan mengajak dirinya.
Mereka berhenti tepat di depan rumah sakit jiwa, Belinda sangat terkejut saat Kenan mengajaknya pergi ke rumah sakit jiwa.
“Kenan, kenapa kita ke sini?”
“Aku tidak ingin kamu menjadi salah paham dengan hubunganku dan Diana sayang.”
“M-maksud kamu? Hubungan apa memangnya di antara kalian?”
“Aku tau kalau kamu mengangkat telfon dari Diana bukan? Kenapa kamu tidak bertanya kepadaku?” tanya Kenan.
“Aku tau kalau kamu akan menjelaskan kepadaku sendiri saat kamu sudah siap.” Ucap Belinda dengan senyum manisnya.
“Itulah yang aku suka dari kamu sayang, aku sangat beruntuk memiliki kamu di kehidupanku, ayo turun dan bertemu dengan Diana.” Ucap Kenan.
Akhirnya mereka berdua turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah sakit jiwa tersebut bersama-sama.
“Ini adalah ruangan Diana, aku mau bilang dulu sama kamu, apapun yang dia lakukan, jangan pernah merasa marah oke?” ucap Kenan.
“Emangnya apa yang akan dia lakukan?” tanya Belinda yang merasa aneh.
Kenan hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari Belinda, dia langsung mengajak Belinda masuk ke dalam ruangan Diana, di dalam sana ada ibu-ibu paruh baya yang sedang menggenggam tangan Diana yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya, Belinda yakin kalau itu adalah ibunya Diana.
“Selamat siang tante.” Sapa Kenan.
Diana yang mendengar suara Kenan langsung bangun dari tempat tidurnya dan memeluk tubuh Kenan dengan erat, Belinda yang melihatnya langsung membuka matanya dengan lebar karena terkejut melihat Diana yang memeluk Kenan secara tiba-tiba.
“Kenapa?” tanya Diana yang bersedih mendengar ucapan Kenan.
“Karena aku sudah memiliki tunangan, aku akan segera menikah dengan tunanganku.” Jelas Kenan.
“Kenapa kamu sudah mau menikah? Apa kamu sudah tidak menyukaiku?” tanya Diana.
“Diana, hubungan kita sudah berakhir sejak lama, dan kita memang tidak bisa bersama karena aku sudah tidak menyukaimu, sekarang aku hanya menganggapmu sebagai temanku.” Jelas Kenan.
Mendengar ucapan Kenan, Diana langsung menundukkan kepalanya, dia sedih karena ucapan Kenan yang sudah tidak menyukainya itu. Belinda yang melihat kesedihan Diana langsung menghampirinya dan memegang kedua tangan Diana.
“Hai Diana, aku Belinda tunangannya Kenan, apa kamu masih mengenalku?” tanya Belinda yang di balas gelengan kepala oleh Diana.
“Aku harap kamu menerima hubunganku dan Kenan, kita juga bisa berteman sama seperti hubungan pertemanan kamu dan Kenan.” ucap Belinda sambil tersenyum ramah.
Diana hanya menatap Belinda dan Kenan secara bergantian, dia bingung dengan apa yang di katakana oleh Belinda.
“Sebenarnya Diana kenapa Kenan?” tanya Belinda.
“Aku juga kurang paham, tapi yang aku dengar dari ibunya, Diana mengalami syok yang luar biasa karena hujatan para haters, kamu tau sendiri bukan? Mereka yang dulu sangat memujanya tiba-tiba saja menghujatnya dan membencinya, dia pasti sangat terkejut sampai membuatnya stress.” Jelas Kenan.
Belinda melihat ke arah Diana dan menatapnya dengan perasaan bersalah, Belinda langsung melihat ke arah ibunya yang bersedih mendengar penjelasan Kenan tentang anaknya.
“Ibu, saya benar-benar minta maaf atas apa yang sudah menimpa Diana dan juga Dina, saya tidak tau kalau ternyata Diana akan sangat terpukul dengan masalah ini.” ucap Belinda.
“Tidak nak, saya yang harus meminta maaf atas nama kedua anak-anak saya, saya tidak mendidik kedua anak saya dengan baik sampai melakukan kejahatan seperti itu.” Ucap ibu Diana.
“Saya yakin kalau Diana dan Dina akan berubah seiring berjalannya waktu.” Balas Belinda.
Setelah sudah lama berbincang-bincang, Kenan dan Belinda berpamitan untuk pulang kepada ibu Diana dan juga Diana.
“Kenapa kamu ga ngajak aku waktu mengunjungi Diana?” tanya Belinda.
“Aku tidak mau kamu kelelahan karena waktu itu kita memang baru sampai di Indonesia, sedangkan aku juga ingin membicarakan masalah Dina sekaligus melihat kondisi Diana, aku juga ingin meminta maaf secara pribadi karena sudah membuat Diana dan Dina berada di dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.” jelas Kenan.
“Kamu tau ga sih, aku ini udah deg-degan banget tau kamu berhubungan lagi dengan Diana tanpa sepengetahuanku, aku kira kamu sudah tidak menyukaiku lagi.” Ucap Belinda.
“Kamu apaan sih, aku ini sangat menyuakimu bahkan mencintaimu! Tidak akan ada perempuan lain di hatiku selain kamu Belinda, percayalah kalau aku tidak akan membuatmu tersakiti.” Ucap Kenan.
Mendengar ucapan Kenan, Belinda menjadi malu dan salah tingkah, dia tidak menyangka kalau selama ini dia sudah meragukan Kenan.
“Maaf karena aku sudah meragukanmu Kenan.” ucap Belinda.
“Sudahlah jangan meminta maaf, aku paham kalau kamu marah karena hal itu, aku yakin Key jug sudah melihat hpku, hanya saja dia masih menahan diri untuk bertanya kepadaku.” Ucap Kenan.
“Benarkah? aku malah berharap kalau Key memarahimu habis-habisan!” ketus Belinda.
“Kenapa kamu malah mendukung Key? Kamu emang ga kasihan sama aku?” rengek Kenan.
“Sudahlah, lebih baik kita kembali ke kantor, kamu lupa kalau hari ini adalah hari pertama kita kembali bekerja?” tanya Belinda.
“Ah, kenapa kamu mengingatkan soal itu, padahal aku kan mau bersantai dulu bersamamu.” Ucap Kenan.
“Lebih baik kita makan dulu setelah itu pergi ke perusahaan.” Ajak Belinda.
Akhirnya dengan terpaksa Kenan menuruti perkataan Belinda untuk mencari restaurant untuk makan siang, dan pergi ke perusahaan karena mereka harus segera pergi ke perusahaan untuk kembali ke realita.