
Nikmati setiap proses dalam setiap tetesan keringat, karena semakin anda bisa menikmatinya, maka tidak terasa tujuan sudah ada di depan mata.
“Kak Ryan apa-apaan sih!” ketus Rose sambil mendorong tubuh kekar Ryan yang baru saja memeluknya.
“Rose kenapa kamu sembunyikan rahasia sebesar itu? Kenapa kamu memendam sendiri penderitaan yang kamu alami?” tanya Ryan sambil menggenggam kedua tangan Rose dengan erat.
“Aku tau apa yang terjadi sama kamu, apapun itu di sini di depan banyak orang aku mau bilang sama kamu kalau aku sangat-sangat mencintaimu, aku akan selalu bersamamamu melewati semua ini, aku akan menemanimu melewati hari-hari terberatmu. Kamu mau kan kembali lagi bersamaku ROSE?” ucap Ryan yang berjongkok dengan kaki satunya yang menempel di lantai layaknya orang yang ingin melamar kekasihnya.
Semua orang yang berada di kantin terkejut dengan pernyataan Ryan, ada karyawan yang memotret bahkan mem videokan kejadian itu.
Mereka semua yang mengetahui jika Ryan adalah CEO perusahaan sekaligus sahabat bos mereka sangat histeris dengan pernyataan cinta yang di ungkapkannya kepada Rose.
Rose yang masih terkejut itu hanya bisa terdiam, dia tidak menyangka jika Ryan sudah mengetahui segala tentangnya. Dengan segera Rose menyuruh Ryan berdiri dan menariknya ke taman belakang perusahaan.
“Kak, kak Ryan apa-apaan sih? Maksud kakak apa ngomong kayak gitu? Kakak tau dari mana semua tentangku!?” ketus Rose.
“Jangan galak-galak dong sayang, nanti cantiknya ilang loh.. lagipula tidak ada yang tidak aku ketahui tentang dirimu.” Ucap Ryan yang berusaha untuk mencairkan suasana.
“Aku serius kak!”
“Oke serius, pertama duduklah dulu kita bicara baik-baik.” Ucap Ryan yang menyuruh Rose duduk di bangku taman.
Rose hanya menuruti ajakan Ryan untuk duduk di bangku yang ada di taman tersebut.
“Aku tau apa yang sedang kamu alami, aku diam selama ini aku tidak pernah bertanya tentangmu kepada Kalandra atau Khansa karena aku mau kamu menyendiri dan menenangkan dirimu terlebih dahuli, tapi saat aku ingin menghubungimu ternyata kamu sudah mengganti nomer telfonmu.” Jelas Ryan.
“Masalah penyakit yang sedang kamu alami, aku akan segera menikahimu dan aku akan mengambil alih tanggung jawab Khansa untuk membayar biaya pengobatanmu.” Lanjutnya.
“Di dengar dari ucapan kakak berarti kakak sudah tau bukan apa yang terjadi kepadaku? Aku sulit memiliki keturunan kak, aku bukan wanita yang sempurna.” Tegas Rose.
“Aku tau! Maka dari itu aku akan menyempurnakan kamu, aku akan membuat kehadiranku membuatmu menjadi wanita yang sempurna. Dan masalah anak, bukankah dokter bilang sulit bukan tidak bisa? Aku akan berusaha untuk menanam benih setiap hari di dalam rahimmu setelah kita menikah nanti, dan jika memang Allah belum memberikan kepercayaan itu kepada kita, kita bisa mengadopsi anak dari panti asuhan.” Jelas Ryan.
Rose yang mendengar kata ‘menanam benih’ tiba-tiba saja pipinya menjadi merah merona karena malu dengan kata-kata yang keluar dari mulut Ryan.
“Kenapa wajahmu merah Rose? Apa kamu sakit?” Ryan panik melihat wajah Rose yang memerah, dia menempelkan tangannya ke wajah Rose dan membuat Rose semakin tersipu malu.
“Diamlah kak!” tegas Rose sambil menepis tangan Ryan.
“Aku mohon, menikahlah denganku Rose. Mamaku akan menjodohkanku tapi aku hanya ingin menikah denganmu jadi aku mohon menikahlah denganku.” Ucap Ryan dengan nada putus asanya.
Rose yang mendengar kata di jodohkan membuatnya mengingat kejadian dulu saat Rose ingin di jodohkan tapi Ryan membantunya untuk terbebas dari perjodohan itu. Rose menoleh ke arah Ryan yang sedang menunduk lalu di raihnya kedua tangan Ryan dan di genggam dengan erat.
“Apa Rose?”
“Kakak menikahiku karena mencintaiku atau hanya semata-mata ingin terbebas dari perjodohan yang di atur mama kak Ryan?” tanya Rose.
“Aku mencintaimu.” Tegas Ryan.
“Bagaimana jika orang tua kakak nantinya akan membenciku karena aku tidak bisa memberi keluarga mereka keturunan?”
“Aku akan melindungimu dari kebencian mereka, dan aku akan selalu berusaha untuk membuat mereka tidak membencimu.” Ucap Ryan.
“Aku akan memikirkan jawabanku kak, setelah aku siap nanti hal pertama yang ingin aku lakukan adalah bertemu dengan mamamu.” Ucap Rose.
“Untuk apa bertemu mama?” Ryan heran dengan permintaan Rose.
“Aku akan memberitau semua tanpa ada yang di rahasiakan, dan untuk selanjutnya kita hanya bisa pasrah dan berdoa.” Ujar Rose lalu berjalan meninggalkan Ryan.
“Lalu bagaimana aku bisa menghubungimu!” teriak Ryan kepada Rose yang sudah menjauh.
“Minta nomerku yang baru kepada kak sasa.” Teriak Rose sambil tersenyum.
Ryan yang mendapatkan lampu hijau dari Rose itu hanya bisa tersenyum bahagia sambil melihat kepergian Rose.
“Apa benar di sini tempat wanita itu di tahan?” tanya Robert yang berada di depan kantor polisi.
“Apa kau meragukan informasi yang aku berikan?” tanya Ardi.
“Tidak. Ayo kita masuk.” Perintah Robert.
Ardi mengikuti Robert masuk ke dalam dan bertanya kepada polisi yang berjaga untuk menenguk seseorang tahanan. Akhirnya polisi tersebut mengantar mereka ke tempat yang tidak terlalu jauh dari kantor polisi dan berbicara kepada penjaganya jika Robert dan Ardi ingin bertemu seseorang.
Karena hanya satu orang yang di ijinkan masuk oleh penjaga, akhirnya Ardi membiarkan Robert masuk ke dalam sendiri untuk bertemu seseorang.
“Robert!” Hani yang baru saja masuk ke ruangan khusus itu terkejut melihat Robert berada di hadapannya.
“Untuk apa kamu kemari?!” ketus Hani.
“Apa kamu tidak senang melihatku di sini? Bukankah kamu sangat tergila-gila olehku?” ucap Robert dengan nada sinis.
“Iya, dulu aku sangat tergila-gila denganmu sampai aku menjadi orang paling bodoh di dunia!” teriak Hani.
“Hahaha,, benarkah? jadi karena kebodohanmu makanya kamu melahirkan anak itu?” tanya Robert.
Hani terkejut mendengar ucapan Robert, dia khawatir jika anaknya akan berada dalam bahaya.
“Anak itu tidak bersalah Robert! Kamu yang salah, semua karena dendamu kepada Kalandra! apa kamu tau jika Kalandra tidak pernah menginginkan perusahaan itu! Dulu dia sering bercerita tentang kakaknya yang selalu dia bangga-banggakan kepadaku walaupun aku tidak pernah mengenal kakaknya.
Dulu dia bilang jika kakaknya bukan anak kandung orang tuanya tapi dia akan tetap menyayangi kakaknya seperti kakak kandungnya sendiri, dulu dia selalu bercerita jika dia sangat iri kepadamu karena kamu selalu mendapat perhatian lebih dari papa dan mamanya.
Saat kamu meninggalkan rumah, dia juga bilang jika dia akan menjaga perusahaan papanya untuk di berikan kepada kakaknya suatu saat nanti.” Hani menceritakan semua curhatan Kalandra tentang Robert saat SMA.
“Apa dendam yang kamu rasakan terlalu besar sampai menutup mata hatimu Robert? Apa kamu tidak bisa melihat ketulusan dari keluarga Kalandra yang selama ini sangat menyayangimu? Apa kamu tidak sadar jika Kalandra bisa dengan mudah mencarimu dan memasukanmu ke dalam penjara bersamaku tapi tidak dia lakukan bukan karena kamu memiliki kekuasaan, tapi karena dia sangat menyayangimu dan tidak ingin kamu merasakan dinginnya lantai penjara!” lanjut Hani.
“DIAM!” bentak Robert.
“Sadarlah sebelum semuanya terlambat dan kamu akan menyesalinya.” Ucap Hani lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
Robert hanya bisa terdiam melihat kepergian Hani, dia tidak bisa berkata apapun lagi, tiba-tiba saja dia mengingat semua kenangan bersama keluarga angkatnya itu, dia mengingat setiap kasih sayang yang tidak pernah kurang sedikitpun dari orang tua angkatnya itu.