MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2(RENCANA KEY)


Mereka selalu bersedih karena perpisahan, tapi anehnya mereka tidak pernah bisa menghargai yang namanya kebersamaan.




Di rumah keluarga Kalandra, Key yang sudah selesai mandi dan memakai pakaian lengkap untuk pergi ke rumah keluarga Ryan.



“Kamu mau kemana sayang?” tanya mami Khansa yang melihat anak perempuannya keluar dari kamarnya dengan pakaian yang rapih.



“Mau ke rumah Elsa mi, tadi mama Rose nelfon Key untuk pergi ke rumahnya.” Jelas Key.



“Rose menelfonmu? Kenapa? Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya mami Khansa.



Mendengar pertanyaan maminya, akhirnya Key menjelaskan semua yang di ceritakan mama Rose kepadanya, mendengar cerita dari anaknya, mami Khansa terkejut dan tidak percaya dengan apa yang sudah di ceritakan oleh Key.



“Apa semua yang kamu katakan itu benar?” tanya mami Khansa.



“Iya mi, awalnya Key juga ga percaya, karena selama ini Elsa memiliki banyak sekali teman dan sepertinya dia selalu bersenang-senang bersama teman-temannya.” Ucap Key.



“Baiklah kalau begitu kamu harus segera ke sana dan berbicara dengan Elsa.” Ucap mami Khansa.



“Baiklah mi, Key mau minta ijin papi dulu ya.” ucap Key.



“Sudahlah, kamu langsung pergi saja, mami yang akan bilang sama papi.” Ucap mami Khansa.



Mendengar ucapan maminya, akhirnya Key segera berjalan meninggalkan maminya, Key keluar dari rumahnya dan menaiki mobil kesayangannya untuk menuju ke rumah Elsa.



Setelah beberapa menit mengendarai mobilnya, Key sampai di depan rumah Elsa, Key segera keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah untuk menemui Elsa.



“Key.” Panggil papa Ryan dan mama Rose yang sudah menunggunya di ruang tamu.



“Pa, ma, bagaimana keadaan Elsa?” tanya Key.



“Dia masih menangis di atas, coba kamu ke kamarnya dan coba berbicara dengannya.” Ucap mama Rose kepada Key.



“Iya, papa rasa Elsa akan mendengarkan ucapanmu.” Sambung papa Ryan.



“Key akan mencoba untuk berbicara dengan Elsa pa, ma, kalian jangan terlalu khawatir ya.” ucap Key dengan senyum di wajahnya.



Akhirnya Key berjalan menaiki tangga dan menuju ke kamar Elsa, sesampainya di depan pintu kamar Elsa, Key segera mengetuk pintu kamar Elsa namun tidak ada jawaban dari Elsa, akhirnya Key memutuskan untuk membuka pintu kamar Elsa dan mencari keberadaan Elsa di dalam.



“Elsa?” sapa Key yang baru saja masuk ke dalam kamar.



“Kak Key?!” ucap Elsa yang langsung membuka selimut yang menutupi seluruh badannya dan berlari menghampiri Key lalu memeluknya dengan erat.



“Hikss,, kak Key hikss,, kenapa mereka semua jahat sekali hikss..” adu Elsa sambil menangis.



“Sudahlah jangan menangis terus, berhentilah dan ceritakan semua yang terjadi kepadaku.” Ucap Key.



“Kak, kenapa teman-teman Elsa tega sekali dengan Elsa hikss..”



“Sebenarnya kenapa tiba-tiba papa Ryan mengatakan semua keburukan teman-temanmu kepadamu?” tanya Key.



“Aku kan sudah emiliki rencana saat masih berada di Jepang, kalau setibanya aku di Indonesia aku akan langsung bermain dengan teman-temanku. Jadi aku tadi sudah bersiap untuk bertemu mereka semua.” Jelas Elsa.



“Hari ini kita baru saja sampai di Indonesia dan kamu sudah ingin keluar bersama teman-temanmu?” tanya Key yang tidak menyangka kalau Elsa akan langsung keluar bersama teman-temannya.



“Aku bosan di rumah kak, lalu mama marah karena aku tidak ingin istirahat lebih dulu dan akhirnya papa mengungkapkan semua keburukan teman-temanku.” Ucap Elsa.



“Kamu bisa pergi ke rumahku Elsa, dan tentu saja papa Ryan akan melakukan hal itu, aku pun akan melakukan hal yang sama seperti apa yang di lakukan dengan papa Ryan.” Tegas Key.



“Lalu apa yang harus aku lakukan? Bagaimana aku bisa bertemu dan menghadapi mereka semua kak?” tanya Elsa.



“Aku mempunyai rencana untuk membalas semua perbuatan teman-temanmu kepadamu.” Ucap Key dengan senyum liciknya.



“Apa yang kak Key rencanakan? Plis jangan hal-hal yang aneh ya kak, aku tidak senekat kak Key.” Ucap Elsa.



“Tenang saja, aku juga tau kalau kamu sangat berbeda dariku.”



Akhirnya Key membisikkan rencana yang dia miliki kepada Elsa, Elsa yang mendengar rencana Key langsung melihat ke arah Key dan membuka kedua matanya dengan lebar.




“Tentu saja kamu harus bisa Elsa, itu adalah cara untuk membalas semua perbuatan mereka semua!” ketus Key.



Elsa ragu-ragu dan mulai memikirkan rencana yang sudah di beritahu oleh Key kepadanya, Key yang melihat Elsa ragu hanya bisa mengerutkan keningnya dan menggelengkan kepalanya.



“Kamu tidak mau? Ingatlah semua perbuatan yang sudah mereka lakukan, ingatlah berapa banyak uang yang kamu habiskan untuk kesenangan pribadi mereka? Rencanaku tidak sebanding dengan apa yang mereka lakukan kepadamu.” Ucap Key.



“Kak Key benar, mereka sudah sangat keterlaluan kepadaku dan mereka juga harus menerima konsekuensinya.” Ucap Elsa sambil menatap Key yang ada di hadapannya.



Key tersenyum melihat Elsa yang setuju untuk melakukan semua rencana yang dia katakan, tiba-tiba saja hp Key yang berada di dalam tasnya berdering dan membuyarkan lamunan Elsa dan Key.



“Kak, siapa sih ganggu aja deh, kita kan lagi fokus.” Protes Elsa.



“Om beruang yang mengganggu kita, aku angkat dulu ya.” ucap Key sambil menunjukkan layar hp yang terpampang nama om beruang di sana dan di balas anggukan oleh Elsa.



Key yang melihat anggukan dari kepala Elsa, segera mengangkat telfon dari Bernard.



“Halo om beruang?” ucap Key.



“Key kamu dimana? Aku sedang berada di rumahmu dan bertemu dengan Kenan, dia bilang kamu tidak berada di rumah.” Ucap Bernard.



“Om beruang ke rumah? Kenapa tidak memberitahuku terlebih dahulu?” tanya Key.



“Aku kan sengaja tidak memberitahumu, aku mau memberi kejutan dan juga mau mengajakmu untuk keluar.” Jelas Bernard.



“Lalu abang? Apa abang ada di sana juga?” tanya Key.



“Iya, dia mau menjemput Belinda dan mengajaknya bermain futsal.” Ucap Bernard.



“Bermain futsal? Apa dia tidak tau lelah apa ya.”



“Jangan membahas abangmu, kamu ini harusnya menjawab pertanyaanku, kamu ada di mana?” tanya Bernard.



“aku ada di rumah Elsa.”



“Ngapain kamu di sana?”



“Ya main lah, masa iya aku mau di rumah doang sih.”



“Ayo kita keluar.” Ajak Bernard.



“Kalau aku mengajak Elsa bagaimana?” tanya Key.



“Boleh saja, ajaklah dia bersamamu, aku juga akan mengajak Rey nanti bagaimana?”



“Wah, ide yang bagus! Baiklah aku akan menyuruh Elsa untuk mengganti pakaiannya, bye om beruang.” Ucap Key yang segera mematikan telfonnya.



Setelah selesai menelfon, Key kembali memasukkan hpnya ke dalam tasnya, sedangkan Elsa hanya menatapnya dengan penuh tanda tanya karena mendengar ucapan Key yang akan mengajaknya.



“Kak, kamu mau mengajakku pergi bersama kamu dan kak Bernard?” tanya Elsa yang di balas anggukan oleh Key.



“Aku tidak mau! Enak aja, kalian berdua mesra-mesraan, sedangkan aku hanya diam melihat kalian.” Protes Elsa.



“Yakin kamu ga mau ikut denganku dan om beruang?” tanya Key memastikan.



“Yakin lah, aku ga mau jadi obat nyamuk tau!” ketus Elsa sambil membuang wajahnya.



“Yasudah kalau begitu sayang sekali, padahal om beruang akan mengajak Rey bersamanya.” Ucap Key sambil melirik ke arah Elsa.



Mendengar nama Rey, Elsa segera menoleh ke arah Key kembali dan menghampirinya.



“Kak Bernard akan mengajak kak Rey? Kak Rey benar-benar akan ikut kak?” tanya Elsa memastikan.



“Kenapa? Kamu berubah pikiran jika Rey ikut?” tanya Key yang di balas anggukan yang sangat antusias oleh Elsa.



Key yang melihat adiknya sangat antusias karena kehadiran Rey hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka jika Elsa akan sangat tergila-gila dengan Rey.