MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
KEBENARAN


*Di kantor Kalandra*


Kalandra yang terganggu karena masalah kemarin membuatnya menjadi tidak fokus untuk bekerja, sampai saat Edo masuk ke ruangannya pun ia tidak perduli.


“Ndra?”


“yaampun do, kamu kok ga ngetuk pintu dulu?” Kalandra terkejut akan kehadiran Edo di hadapannya.


“aku udah berkali-kali ngetuk pintu tapi gaada jawaban yaudah aku masuk aja, eh malah liat kamu lagi bengong.”


“masa sih? Kayaknya aku ga fokus banget hari ini”


“ada apa emang Ndra?”


“kemarin Khansa bertemu dengan Ryan.”


“ha? gimana ceritanya mereka bisa bertemu Ndra?” Tanya Edo yang terkejut mendengar perkataan Kalandra.


“kemarin Khansa dan Kenan pergi berbelanja berdua, terus mereka bertemu di café”


“loh emang kamu ga ikut mereka emang?”


“Khansa ga ngijinin soalnya aku baru pulih dia takut aku kecapekan lagi”


“apa kamu takut kalau Ryan akan mencelakai istrimu?”


“bukan, aku justru takut dia akan melakukan berbagai cara untuk memisahkanku dengan Khansa.” Ucap Kalandra dengan penuh rasa takut.


“kau tenang saja, aku percaya Khansa bukan orang yang akan mudah percaya dengan orang lain.”


“iya aku tau, kemarin Khansa ingin aku menceritakan hubunganku dengan Ryan”


“ceritakanlah, aku yakin dia akan bisa mendengarkan dengan baik dan bisa membuatmu tidak merasa terbebani dengan masalah ini.”


“apa dia akan kuat menerimanya?”


“kita tidak akan tau jika tidak mencobanya Ndra”


“apa aku harus mencoba menceritakannya? Tapi bagaimana jika Khansa menjadi khawatir setelah aku menceritakan hal itu?” batin Kalandra.


Kalandra terus bergulat dengan pikirannya hingga ia tidak sadar jika sudah waktunya untuk pulang hingga ia dikagetkan oleh Edo.


“dorr,,,” teriak Edo


“astaga Edo! Bikin jantungan aja sih!”


“lagian kamu ngapain bengong lagi? Aku kan udah bilang, ceritain aja ke Khansa apa adanya Ndra.”


“kalo dia malah jadi khawatir gimana?”


“Khawatir pasti ada, tapi aku yakin dia bisa terima. Ayo sekarang kita pulang dan kamu harus menceritakannya hari ini, cepat atau lambat Khansa harus mengetahui kebenarannya.”


“baiklah, akan ku coba”


Kalandra dan Edo menuju parkiran bersama dan menuju ke rumahnya masing-masing. Sepanjang jalan Kalandra memikirkan bagaimana cara menjelaskannya kepada Khansa agar bisa diterima dengan baik. Sesampainya dirumah, Kalandra langsung masuk kedalam rumah dan menemukan semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga.


“assalamualaikum..” ucap Kalandra dan menghampiri semua orang yang ada disana.


“waalaikumsalam..” jawab semua orang secara bersamaan


“Ndra, kamu kemarin nyuruh orang tua Khansa dateng, tapi tiba-tiba malah disuruh nginep. Sebenarnya ada apa sih?” tanya papa Arnold.


Kalandra baru mengingat jika ia kemarin menyuruh orang tua Khansa datang ke rumahnya untuk membicarakan sesuatu, tapi karena masalah Ryan jadi dia menyuruh mereka untuk menginap dirumahnya.


“oh iya, Kalandra sampe lupa pa.. oh iya Khansa dimana ya?”


“Khansa masih di dapur membuatkan minum.” Ucap mama Alisha


“baiklah kita tunggu Khansa datang.”


Khansa yang baru saja datang merasa bingung karena melihat semua orang menjadi serius setelah suaminya datang. Setelah meletakkan minuman di meja untuk semua orang, Khansa menghampiri suaminya dan mencium punggung tangan suaminya.


Walaupun sedang kesal atau marah dengan Kalandra, Khansa tidak pernah melupakan kewajibannya kepada seorang suami.


“mas mau minum apa?” tanya Khansa kepada Kalandra


“gausah, duduklah aku ingin membicarakan sesuatu”


Khansa segera duduk bersama dengan keluarganya.


“ada apa sih Ndra, ga lihat itu muka orang tua Khansa udah tegang begitu?” ucap mama Alisha


“Kalandra mau bilang, Kalandra akan mengadakan konverensi pers untuk mengenalkan Khansa dan Kenan kepada seluruh dunia.”


“kamu serius mas?” Khansa terkejut dengan perkataan Kalandra


“kamu kok kaget, saat kita di Jepang kan aku sudah membicarakannya kepadamu terlebih dahulu”


“tidak, lebih cepat lebih baik. Aku ingin seluruh dunia tau tentang kamu dan Kenan.”


“baiklah mas, aku nurut aja” ucap Khansa pasrah


“nak, kamu kenapa khawatir tentang hal ini? bukankah seharusnya kamu senang jika suamimu ingin mengakuimu kepada seluruh dunia?” tanya ayah Bobi


“Khansa senang yah, tapi Khansa takut jika seluruh dunia tidak menerima Khansa dan mengucilkan Khansa.”


“tidak ada yang berani mengucilkan istri seorang Kalandra.” ucap Kalandra yang sedari tadi mendengar ucapan Khansa dan ayahnya.


“benar nak, Kalandra orang yang dihormati di seluruh dunia. Tidak ada yang berani mengucilkan istri dari Kalandra.” ucap ayah Bobi yang setuju dengan menantunya.


Khansa hanya menuruti permintaan mereka dan pergi ke kamarnya. Kalandra melihat istrinya yang merasa khawatir tentang konverensi pers. Namun ia yakin jika Khansa akan setuju jika mengetahui kebenarannya.


Kalandra berpamitan kepada semua orang yang ada di ruang keluarga untuk menyusul Khansa ke kamar.


“sayang,,” ucap Kalandra sambil mendorong pintu kamar secara perlahan.


Kalandra melihat Khansa sedang termenung di jendela kamarnya, ia menghampiri istrinya itu dan memeluknya dari belakang. Khansa tau siapa yang memeluknya tapi ia tidak berkutik sama sekali.



“sayang, apa kamu masih marah padaku?”


“marah? Tidak tuh”


“aku tau kamu masih memikirkan hal kemarin dan konverensi pers ini kan?”


“apa kamu ingin mengetahui segalanya?” lanjut Kalandra


Khansa yang mendengar itu langsung berbalik menghadap ke arah Kalandra dan tersenyum lebar. Kalandra tau jika istrinya sangat penasaran dengan hal itu dan menuntun Khansa untuk duduk di pinggir ranjang.


“apa kamu siap dengan apa yang akan aku bicarakan sayang?” tanya Kalandra memastikan.


“apaan sih mas? Kan Cuma cerita siapa Ryan kok sampe seserius ini? apa jangan-jangan kalian sebenarnya ada apa-apa ya? Terus karena kamu menikahiku makanya pria itu cemburu dan membencimu?” pertanyaan konyol terlontar dari mulut Khansa yang membuat Kalandra terkejut mendengarnya.


“ngawur! Aku masih normal..”


“hahaha ya kamu sih serius banget, ayo cepet ceritakan”


“jadi sebenarnya dulu aku, Edo dan Ryan adalah sahabat. Kami bertemu karena kejadian-kejadian yang tidak terduga hingga menjadi dekat dan bersahabat. Dulu Ryan memiliki pacar bernama Amelia..”


“Amelia? Jangan-jangan mbak Amel?” tanya Khansa memutus pembicaraan Kalandra.


“jangan dipotong kalo orang ngomong.” Tegas Kalandra yang dibalas anggukan oleh Khansa.


“Ryan dan Amelia saling mencintai, mereka adalah pasangan yang serasi hingga saat Ryan pergi ke luar kota untuk mencari pekerjaan dan mengumpulkan uang untuk menikahi Amelia. Aku dan Edo saat itu sedang kuliah, sedangkan Ryan memilih untuk bekerja di bandingkan kuliah.


Lalu tiba-tiba saja Amelia menghampiri aku dan Edo dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya dan tubuh yang penuh luka. Ia berkata satu hal yang membuat aku dan Edo terkejut. Apa kamu ingat saat aku bilang jika aku bukan laki-laki pertama Amelia? Ya, saat itu Amelia sedang mengandung anak Ryan. Karena orang tua Amelia sangat mementingkan kehormatan keluarganya, Amelia dipukuli hingga tubuhnya luka-luka setelah mengetahui jika Amelia mengandung.


Aku dan Edo iba melihatnya dan tiba-tiba saja pikiranku buntu dan berbicara aku akan menikahinya. Disitu Edo dan Amelia terkejut dengan perkataan konyolku, tapi aku serius dengan perkataanku, aku kasihan melihat Amelia seperti itu, aku berfikir saat anak itu lahir aku bisa menceraikannya dan dia akan kembali kepada Ryan, tapi saat Ryan kembali, perasaanku untuk Amelia sudah mulai tumbuh, aku tidak mau melepaskan Amelia saat itu, aku sudah mulai mencintainya hingga saat ia melahirkan dan meninggalkanku untuk selamanya. Aku berfikir mungkin itu adalah karma yang harus aku terima karena telah menghianati temanku sendiri.”


Khansa yang sedari tadi mendengar penjelasan Kalandra hanya terdiam dan meneteskan air matanya.


“m,, maksud mas k,,Kenan adalah a,,anak Ryan dan mbak Amelia?” ucap Khansa ragu.


“iya..” Kalandra menjawab dengan nada yang lemas dan menundukkan kepalanya.


“engga! Gamungkin mas! Kenan anak kamu anak aku, aku gaakan membiarkan siapapun merebutnya dariku!” Khansa menangis histeris


“mas, bagaimana jika pria itu tau dan akan mengambil Kenan dari kita? Aku gamau mas tolong aku gamau kehilangan Kenan,, aku sangat menyayangi Kenan mas, aku gamau Kehilangan Kenan mas tolong jangan biarkan Kenan di ambil oleh Ryan hikss..” lanjutnya


Kalandra yang melihat istrinya histeris dan menangis hanya bisa memeluknya dan menahan tangisnya. Kalandra tau jika istrinya sudah sangat menyayangi Kenan dan begitupula dirinya.


“sayang, aku tau kamu sangat menyayangi Kenan begitupun aku. Aku sangat sangat menyayanginya dan tidak ingin kehilangannya, maka dari itu aku tidak pernah menunjukkan Kenan ke publik karena takut Ryan akan mencari tau kebenarannya dan mengambil Kenan dariku.”


“lalu kenapa kamu ingin kita melakukan konverensi pers mas!?”


“karena dia sudah melihat kalian berdua, jadi aku akan sekalian mengenalkan kalian agar seluruh dunia tau jika Kenan adalah anakku. Aku sebenarnya ingin menceritakan kebenarannya kepada Ryan dan menyelesaikan kesalah pahaman diantara kita, tapi kebenciannya sudah terlalu besar terhadapku.”


“bagaimana ini mas, aku takut jika dia akan mengambil Kenan dari kita mas, aku tidak mau kehilangan Kenan.”


“iya sayang, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun memisahkan kita.”


“apakah mama dan papa tau tentang hal ini?”


“tidak tau, yang mereka tau jika saat itu Amelia sedang mengandung anakku, jika mereka tau mungkin mereka akan lebih histeris dibanding kamu.”


“iya mas, jangan beritahu mama dan papa, mereka akan sangat terpukul dan sedih.”


Kalandra tetap memeluk erat Khansa untuk menenangkannya.


“aku tau kamu akan sangat khawatir, tapi suatu saat nanti kita harus memberi tahu kebenarannya kepada Ryan dan juga Kenan.” batin Kalandra.