
Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.
Semua keluarga dan kerabat papi Kalandra sudah pulang ke rumah sejak kemarin karena memiliki pekerjaan masing-masing, sedangkan Kenan dan Belinda langsung berangkat ke Paris untuk berbulan madu.
Ken sedang berada di dalam kamarnya untuk menyendiri, tiba-tiba saja hpnya berbunyi hingga membuat Ken yang sedang terdiam terkejut mendengarnya.
“Audrey? Dia menelfonku duluan?” gumam Ken yang segera mengangkat telfon dari Audrey.
“Halo..” ucap Ken.
“Halo Ken, maafkan aku karena sudah menghilang secara tiba-tiba.” Ucap Audrey dari sebrang telfon.
“Kamu ini sebenarnya kenapa sih Drey? Apa salah aku sebenernya sampe kamu kayak gini?” tanya Ken.
“A-aku ga bisa nerusin hubungan kita berdua Ken, maaf.”
“Apa?! Kenapa Audrey? Emang aku salah apa? Selama ini aku selalu nyempetin ngehubungin kamu sesibuk apapun walaupun cuma lewat chat, tiap libur juga aku selalu telfon kamu video call kamu, terus salah aku apa!?” tanya Ken yang mulai emosi.
“Kamu ga salah Ken, aku yang salah."
"Kamu udah punya pacar lain di sana? Kamu udah ketemu sama laki-laki yang lebih baik dari aku?" Tanya Ken.
"Tidak Ken, tidak ada laki-laki yang lebih baik darimu.."
"Terus kenapa? Jangan membuatku berfikir yang tidak-tidak Audrey! Aku sudah bekerja keras untuk membangun perusahaanku secepat mungkin agar aku bisa membuktikan kepada orang tuamu kalau aku bisa dipercaya! Lalu kenapa kamu malah membuatku hancur seperti ini!?" Ucap Ken.
"Ken maaf, aku juga tidak mau membuatmu seperti ini tapi aku tidak ingin membuat kedua orang tuaku kecewa."
"Selama ini papamu tidak pernah ada masalah denganku, lalu kenapa? Kasih aku alasan yang jelas jangan bertele-tele!"
"Mamaku tidak suka karena kamu adalah anak dari mantan papaku Ken! Aku juga baru mengetahui hal ini, tapi dulu papaku dan mamimu pernah saling mencintai, bahkan saat papaku menikah dengan mamaku, dia masih tetap memikirkan mami kamu!" Jelas Audrey.
"Apa!? Hanya karena itu? Itu sudah berlalu Audrey, papiku dan mamiku saling mencintai satu sama lain!" Ucap Ken.
"Aku tau itu, maaf Ken, bisakah kamu menungguku? Aku dan papaku akan berusaha untuk membujuk mamaku agar dia bisa membuka pikirannya." Ucap Audrey.
Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Ken langsung mematikan telfonnya dan melempar hpnya ke arah pintu kamar yang kebetulan saat itu Key sedang membuka pintu kamar Ken yang tidak terkunci.
"Yaampun Ken! Kamu apa-apaan sih!" Ucap Key sambil mengambil hp Ken yang ada di hadapannya.
"Kamu ngapain ke sini?" Ketus Ken.
"Ga usah kayak gitu kali, aku ini cuma mau manggil kamu tadinya tapi karena melihatmu seperti ini, aku jadi ingin mengintrogasi kamu." Ucap Key yang duduk di pinggir tempat tidur Ken.
Key menatap Ken yang sedang berdiri melihat ke luar jendela kamarnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Kamu ga mau cerita sama aku?" Tanya Key.
"Aku bingung harus menceritakan apa kepadamu, aku yakin kamu akan menertawaiku nanti." Ucap Ken.
"Tidak akan Ken, aku janji!" Ucap Key dengan mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya.
Akhirnya Ken menceritakan semuanya kepada Key, Key yang mendengar cerita Ken sama sekali tidak percaya kalau mama Audrey akan berfikiran sempit seperti itu.
"Bagaimana bisa orang berpendidikan seperti mereka memiliki pemikiran sempit hanya karena perasaan di masa lalu!" Ucap Key yang sudah mulai kesal.
"Ya mau bagaimana lagi, aku juga tidak bisa memaksanya Key, aku akan berusaha melupakan ya walaupun dia memintaku untuk menunggunya." Ucap Ken.
"Iya kamu benar! Kamu tidak boleh menunggu sesuatu yang tidak pasti, nanti kamu akan jadi perjaka tua!" Ucap Key.
"Kamu sedang bercanda Key?!"
"Tidak perlu! Aku akan mengajak Rey nanti." Ucap Ken.
"Baiklah kalau begitu, kamu dipanggil papi di bawah tuh, dia mau ngomongin masalah aset milikmu." Ucap Key.
"Aset apa?"
"Kamu lupa? Kita akan diberikan aset pribadi dari papi kalau bisa membuktikan diri kita di bidang bisnis."
"Ah iya aku lupa."
"Kamu terlalu galau memikirkan Audrey sampai melupakan sesuatu yang selama ini menjadi tujuanmu."
Key segera pergi dari kamar Ken setelah memberitahu tujuan aslinya pergi ke kamar Ken. Sedangkan Ken langsung mengikuti Key untuk menemui papinya karena papinya tidak suka menunggu terlalu lama.
Tiba-tiba saja Key menghentikan langkahnya membuat Ken yang ada di belakangnya menabrak punggung Key dengan keras.
"Aw! Sakit Ken! Kamu kira kepala kamu ini empuk apa?!" Tanya Key.
"Emang kamu kira kepalaku ga sakit? Nabrak punggung kamu sama aja kayak nabrak tiang listrik! Lagian ngapain kamu berhenti mendadak sih!"
"Ih aku sumpel nih mulut kamu kalo banyak ngomong! Aku lupa bilang sama kamu, jangan ngomong masalah kamu dan Audrey ke papi dan mami, aku tidak ingin mami merasa bersalah kepadamu." Ucap Key.
"Tentu saja aku tidak akan membicarakan hal ini kepada mami, ada banyak wanita baik yang mau denganku." Ucap Ken dengan pedenya.
Key hanya menggelengkan kepalanya lalu kembali berjalan meninggalkan Ken di belakangnya.
\*\*\*
Tok,, tok,, tok..
"Masuk!" Ucap papi Kalandra yang ada di dalam ruang kerjanya.
"Pi, papi manggil Ken bukan?"
"Iya Ken, duduklah."
"Apa apa pi?"
"Tanda tangani surat-surat ini, ini adalah aset hotel, restaurant, dan gedung untukmu." Ucap papi Kalandra sambil memberikan map yang berisi banyak sekali kertas.
"Oh iya, ini juga surat rumah atas namamu, papi membeli rumah untuk kalian bertiga dengan jarak yang berdekatan." Lanjut papi Kalandra.
"Wah, Ken tidak menyangka kalau papi sudah mempersiapkan semuanya untuk anak-anak papi dengan matang." Ucap Ken kagum.
"Tentu saja! Sebagai laki-laki dan kepala keluarga kita harus bisa berfikir ke depan Ken."
"Kamu sudah besar sekarang dan sudah memiliki perusahaan kamu sendiri, kamu harus memilih wanita baik-baik untuk mendampingimu, wanita cantik banyak, tapi wanita yang tetap mendukung dan menemani kita di saat kita terjatuh itu yang sulit."
"Kamu harus mulai menabung sekarang, perusahaan bisa jatuh kapanpun, tapi kalau kamu memiliki tabungan di masa depan, kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Dan satu lagi, kalau kamu mau menikahi seseorang, kamu harus siap memberikan fasilitas terbaik untuknya dan anak-anak kalian kelak, seperti papi sekarang ini! Papi sedang memberikan contoh kepada kalian bertiga kalau papi sebagai kepala keluarga sudah menyiapkan fasilitas untuk anak-anaknya." Jelas papi Kalandra panjang lebar.
"Siap pi, Ken juga akan menjadi laki-laki yang sukses seperti papi, Ken juga akan memberikan keluarga Ken fasilitas terbaik!" Ucap Ken dengan semangat.
"Tapi jangan semudah itu memberikan fasilitas kepada mereka, kamu harus membiarkan mereka menunjukkan kemampuan mereka lebih dulu, papi tidak ingin memiliki cucu yang manja dan tergantung dengan kekayaan orang tuanya!"
Ken menggangguk tanda mengerti ucapan papinya, sejak kecil Ken memang sangat kagum dengan keberhasilan papi dan abangnya, Ken selalu ingin seperti mereka bahkan kalau bisa lebih sukses dibandingkan mereka.
\*\*\*
Unchh,, Hot Daddy nya kakak-kakak tercinta😍
