MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
BAGAIMANA BISA WANITA YANG BARU SAJA MELAHIRKAN BISA SELINCAH ISTRIKU INI


Jangan mencari pasangan yang sempurna, tapi jadilah pasangan yang sempurna.




Setelah acara penyambutan si kembar, semua orang pulang ke rumah masing-masing. Kalandra dan Khansa menaruh si kembar di tempat tidurnya masing-masing diikuti oleh Kenan.



“Papi, mami. Kenan boleh main sama adek-adek?” tanya Kenan yang berada di depan pintu.



“Tentu saja sayang, kemarilah.” Ucap Khansa dengan tersenyum.



Kenan duduk di sebelah tempat tidur adik-adiknya bersama dengan Khansa.



“Kenan sayang, dengar ucapan mami ya. Ken akan menjadi sumber kekuatanmu dia akan membantumu untuk berperang dengan para pesaing Kenan di masa depan, sedangkan Key akan menjadi sumber kebahagiaanmu dia akan membuatmu tertawa saat kamu merasa stress dan lelah karena pekerjaanmu, mereka akan menjadi saudara sekaligus teman untuk Kenan. Jadi mami harap kedepannya di antara saudara tidak boleh ada pertengkaran, oke?” ucap mami Khansa.



Kenan mengangguk mengiyakan ucapan maminya, sedangkan Kalandra tersenyum melihat ucapan istrinya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1606234760977.jpg)



“Sayang, papi minta maaf karena papi selalu menyuruhmu untuk menjaga adik-adik dan tidak membiarkanmu untuk beristirahat ya. Papi khawatir karena mereka masih sangat kecil dan rawan terkena penyakit.” Jelas Kalandra.



“Papi, Kenan sangat senang ternyata papi tidak melupakan Kenan. Kenan juga sangat senang menjaga adek-adek, tapi emang Kenan bosan kalau mereka sudah tertidur Kenan tidak bisa bermain dengan mereka lagi." Ucap Kenan dengan polosnya.



Kalandra segera memeluk anak kesayangannya itu dan mengelus punggung anak kesayangannya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1606234760984.jpg)



“Papi tidak akan pernah melupakan Kenan, Kenan adalah anak papi anak pertama papi. Kenan akan selalu menjadi yang pertama untuk papi, tapi sstt… jangan kencang-kencang nanti kalo adik-adikmu dengar jika kamu adalah yang pertama untuk papi mereka akan menangis kencang.” Bisik Kalandra yang mencoba untuk mencairkan suasana.



Khansa sangat senang mendengar interaksi antara suami dan anaknya itu, dia senang karena suaminya bisa mengerti dengan penjelasannya saat di rumah sakit.



**FLASHBACK**



Malam hari di rumah sakit, si kembar sedang tertidur mama Alisha pulang bersama Kenan dan tidur di rumah, hanya tinggal Khansa dan Kalandra yang terbangun di ruangan itu.



“Mas, apakah kita bisa berbicara serius?” tanya Khansa.



“Ada apa sayang?” ucap Kalandra yang masih menatap si kembar yang sedang tertidur.



“Duduklah mas, minum air putih dulu dan dengarkan perkataanku dengan kepala dingin.”



“Emang kepala aku ada es batunya bisa dingin?” canda Kalandra.



“Mas, aku serius jangan bercanda gitu lah.” Jawab Khansa yang mulai kesal.



Akhirnya Kalandra melangkah menuju istrinya dan duduk di kasurnya.



“Ada apa sayang? kamu udah ngebet mau buat adik untuk si kembar?” canda Kalandra.



“Mas, berhenti bercanda deh.” Ucap Khansa sambil memukul lengan suaminya itu.



“Mas, aku mau membicarakan masalah Kenan.” ucap Khansa lagi.



“Kenapa dengan Kenan?” tanya Kalandra heran.



“Mas, apa kamu harus seperti itu dengan Kenan?” tanya Khansa.



“Seperti itu gimana sayang? aku biasa aja kok.”



“Kamu menyuruh Kenan menjaga adik-adiknya tanpa membiarkannya beristirahat dan tidak membiarkannya untuk memainkan hpnya.”



“Hp itu bahaya untuk anak kecil hp memiliki radiasi yang besar, dulu juga Kenan tidak pernah berdekatan dengan hp.” Ucap Kalandra.



“Aku tau, tapi apakah kamu pernah memikirkan perasaan Kenan? dia itu udah capek loh belajar di sekolah, lalu saat pulang dia tidak beristirahat atau memainkan hp.”



“Tapi Kenan tidak pernah menolak sayang.”




Kalandra berfikir sejenak dan mencoba mengingat sikapnya terhadap anak pertamanya itu. Khansa menggenggam tangan Kalandra dan menatap matanya.



“Maaf jika aku baru memberitahumu soal ini, tapi kemarin guru Kenan menelfonku dan bilang jika Kenan sering sekali ketiduran di dalam kelas dan tidak pernah fokus dengan pelajaran. Jika seperti ini siapa yang harus disalahkan mas? Kenan? bukan.


Kita yang harus di salahkan atas hal itu, kita memiliki anak kita sendiri bukan berarti dia menjadi orang asing bagi kita mas, anak kecil memang selalu bilang iya kepada kedua orang tuanya tapi bukan berarti mereka benar-benar menginginkannya.” Jelas Khansa.



“Aku tau kamu juga sangat menyayangi Kenan dan kedua anak kita, tapi bukan berarti setelah anak-anak kita lahir kamu harus mengurangi rasa sayangmu kepada Kenan. Mereka bertiga adalah anak-anak kita yang harus kita sayangi dan cintai sama rata dan sama besarnya, aku mau kamu mengingat kembali saat-saat dimana kamu kembali bangkit dari keterpurukan karena Kenan mas.” Lanjut Khansa.



Kalandra meneteskan air matanya secara tidak sadar, dia tidak tau jika semenjak si kembar lahir perhatiannya kepada Kenan perlahan memudar.



Kalandra sangat merasa bersalah dengan keadaan Kenan yang ternyata sering tertidur di dalam kelasnya.



“Apa aku memperlakukan Kenan dengan seperti itu? Aku benar-benar tidak menyangka akan membuat Kenan menjadi seperti itu.” Ucap Kalandra.



Khansa yang melihat suaminya menangis itu segera memeluknya dan menenangkan suaminya.



“Maaf ya mas, bukan maksudku membuatmu bersedih atau merasa bersalah. Ini juga termasuk kesalahanku karena tidak memperhatikan Kenan dengan baik. Aku mau mulai saat ini kita berubah ya mas, Kenan akan menjadi anak pertama dan anak kesayangan kita seperti dulu. Ingatlah, jika bukan karena Kenan kita tidak akan menjadi seperti sekarang ini.” ucap Khansa yang mencoba menjelaskan kepada suaminya secara perlahan.



Kalandra hanya mengangguk setuju dengan ucapan istrinya itu.



**FLASHBACK END**


“Em,, papi, mami?” ucap Kenan dengan ragu.



“Ada apa sayang?” tanya Kalandra.



“Apakah Kenan boleh tidur bersama kalian?”



“Tentu saja boleh, apakah Kenan sangat merindukan papi dan mami?” tanya Kalandra.



“Iya pi, sudah 2 hari Kenan tidak melihat papi dan mami sebelum tidur.” Ucap Kenan dengan menundukkan kepalanya.



Kalandra mengangkat anaknya dan membawanya di dalam gendongannya.



“Sayang, papi dan mami juga sangat merindukan Kenan, apalagi mami yang selalu bertanya keadaan Kenan di rumah.”



“Benarkah pi?”



Kalandra menjawab pertanyaan dari anaknya dengan anggukan kepala.



“Ayo, siapa yang kangen nasi goreng buatan mami?” seru Khansa.



“Kenan..”



“Papiii..”



Kalandra dan Kenan menjawab secara bersamaan. Khansa tersenyum melihat kekompakan antara suami dan anaknya itu.



“Ayo kita turun ke bawah, mami akan membuatkan kalian nasi goreng spesial dan es kocok mangga untuk kalian berdua.” Ucap Khansa.



Kalandra menurunkan Kenan dari gendongannya dan memasang baby monitor terlebih dahulu untuk memantau kedua anaknya dari bawah.



“Sayang, aku mau memasang baby monitor dulu ya.” ucap Kalandra.



“Baiklah mas, Kenan ayo kita berdua ke dapur duluan.” Ajak Khansa yang di jawab anggukan oleh Kenan.



Setelah selesai memasang baby monitor di kamar anaknya, Kalandra menyusul istri dan anaknya ke dapur.



Di sana, Kalandra melihat Khansa sedang menuangkan es kocok mangga ke dalam gelas dengan ceria dan sangat bersemangat.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1606234760981.jpg)



“*Yaampun, bagaimana bisa wanita yang baru saja melahirkan bisa selincah istriku ini*.” batin Kalandra yang ikut duduk di sebelah Kenan yang sedang serius menonton maminya