TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.97


Aksara hanya mematung duduk dipinggir ranjang menyaksikan air mata istri nya berurai dengan deras nya. Sungguh Aksara tidak tahu bagaimana cara nya menghibur seorang wanita hamil, ditambah dalam perut wanita nya ada beberapa bayi lucu itu.


"Kenapa menangis? byy cuma bertanya sayang?"


Cinta dengan cepat menggelengkan kepala nya, Aksara menyesat air mata itu. Di cium nya mata kanan juga kiri milik Cinta. Mata yang begitu Aksara rindukan bahkan diri nya menjadi gila.


"Lalu apa alasan nya kok tiba-tiba menangis"


"Tidak apa, aku cuma ingin menangis saja"


Seketika Aksara merasa lega, dia berpikir jika ini mungkin yang dinamakan wanita sedang masa mengidam tapi istri nya aneh kenapa setelah hamil besar baru ada emosi yang tidak stabil.


"Mau makan sesuatu?"


"Tidak"


Mereka sejenak terdiam, ada rasa canggung yang menyelinap antara kedua nya.


"Byy, maaf"


Aksara langsung memandang intens mata sendu milik istri nya itu.


"Maaf untuk apa, sayang"


"Bener nya tadi aku yang menyuruh Melki untuk membeli makanan"


Cinta menjeda ucapan nya, menelisik raut wajah suami nya.


"Terus"


"Ada orang misterius yang meminta untuk bertemu"


"Lalu mengapa menyetujui nya?"


"Karena ada kelemahan ku yang dia mereka pergunakan"


"Apa?"


"Kedua anak ku, anak kembar ku"


Aksara menelisik wajah yang menunduk dan muram itu, sungguh hati nya perih sekali jika saja dia tahu lebih awal wanita cantik yang masih belia harus berjuang sendirian melindungi dua buah hati nya yang belum sempat dia ketahui. Betapa menderita nya saat dalam penyekapan dan harus mengandung mereka pula.


"Maaf jika motif ku ingin......"


Grep.....


Aksara memeluk Cinta dengan erat, bahkan pundak Cinta mulai basah.


"Byy"


"Maaf sayang ku, Amara Thitania Archinta istri ku"


"Maaf sayang, kamu kesakitan dan menderita sendirian, byy bukan suami yang bisa menjaga mu"


Cinta menggeleng mengusap air mata yang meleleh di pipi suami nya itu. Lantas memeluk tubuh jangkung nan kekar, mengusap pundak nya sementara lelaki itu seperti bocah berusia 5 tahun.


"Maaf setelah tahu tapi masih diam saja, tidak memeluk mu seperti harapan mu"


"Tidak, byy sudah benar jika kita sama- sama tahu maka musuh akan memisahkan kita lagi"


"Maaf sayang, byy lambat karena byy takut kau akan dipisahkan dari byy"


Aksara terus mengoceh sementara Cinta memeluk nya, bahagia tak terkira malam ini bagi Cinta.


"Cinta tidak masalah byy, Cinta mengerti, maaf Cinta tidak bisa apa pun juga untuk memberitahukan nya pada byy karena mereka menahan si kembar"


"Byy tahu, maaf sampai 1 tahun menelantarkan mu"


"Tidak ini adalah takdir, takdir kita agar menuju bahagia"


"Ya kau benar sayang"


"Byy, Cinta lapar"


"Ayo kita makan dulu"


"Cinta mau disuapi"


"Boleh"


"Byy"


"Hem"


"Byy jelek kalau menangis"


Cinta mulai menggoda suami nya, Aksara mendekat.


"Mau apa?"


Tangan Aksara mengelus perut buncit istri nya itu.


"Kalau byy jelek, mereka tidak akan tumbuh di rahim mu secepat ini"


"Ha....ha"


"Masih berani bilang jelek!"


Malam itu mereka sudah mengetahui jati diri masing-masing. Aksara tidak menyangka jika memang hati nya tertambat pada gadis lugu yang tak mungkin dia gapai waktu itu.


BERSAMBUNG.