TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.334


Sore itu ketika hari menjelang malam, ada mobil yang berhenti di kediaman milik keluarga Mid. Mansion mewah nan megah serta luas itu terletak nya, seorang lelaki baya turun dari mobil itu.


"Permisi tuan mencari siapa?"


Lelaki baya itu menunjukkan identitas nya.


"Maaf tuan silahkan masuk"


Lelaki itu mengangguk tersenyum manis kepada pada scurity dan bodyguard yang berjejer dan nampak waspada untuk berjaga.


"Afar"


Ucap paman Rindi yang sedang berada di kursi taman depan.


"Mas Adidharma"


"Kau sudah sehat Afar?'


"Sudah mas, aku di beritahu jika Arin putri ku berada disini, jadi aku kemari"


"Kenapa tidak memberi kabar jika kau sudah boleh pulang"


"Sengaja mau buat kejutan lah mas"


Paman hanya menggelengkan kepala nya akan tingkah orang tua di depan nya.


"Mereka dimana?"


"Siapa yang kau cari?"


"Tentu putri ku mas"


"Dia sedang istirahat di kamar nya bersama dengan suami nya"


"Oh, pada hal aku ingin berbincang dengan nya"


"Bersabar saja nanti kau bukan hanya akan berbincang dengan anak mu tapi juga cucu mu"


"HAH! Cucu, serius"


Paman mengangguk, Afar tersenyum senang dia akan menambah anggota keluarga.


"Kapan cucu ku lahir mas?"


"7 bulan lagi"


"Kok lama ya?"


"Mereka baru menikah 3 bulan saja kok"


"Oh benar juga ya"


"Ayo minum teh jahe dahulu, kau lelah kan dan juga malam ini kita semua akan pergi ke pesta salah satu relasi bisnis milik tuan Alkatiri"


Afar mengangguk, dia mulai duduk di sebelah paman Rindi yang tiada lain kakak ipar nya sendiri.


"Teh nya sangat enak mas"


"Ini diberikan menantu mu untuk ku santap"


Afar tertawa geli karena mungkin sampai sekarang kakak ipar nya ini belum tulus karena keponakan nya dinikahi diam-diam oleh Andra.


Tak berapa lama Daddy Rei datang ke hadapan mereka.


"Loh pak Afar baru datang?"


"Iya pak"


"Ayo istirahat dahulu, nanti malam kita semua akan ke pesta"


"Baik pak terimakasih"


Daddy Rei memanggilkan bibik untuk segera menunjukan kamar untuk besan nya beristirahat di kamar tamu.


Semua sudah siap untuk menghadiri undangan dari keluarga Lordian.


"Apa mau kita di rumah saja sayang?"


Rindi sudah siap dengan menggunakan sepatu kets saja, karena sedang mengandung benih cinta nya dengan suami nya.


"Tidak enak lah mas"


Andra terus merangkul istri nya, ada perasaan ganjal di dalam hati nya entah itu apa.


"Perasaan mas tidak enak yang"


"Mas tidak enak badan atau bagaimana?"


"Bukan begitu yang"


"Lantas"


"Entah lah"


Tok....tok....


"Siapa?"


"Ini bibik non"


"Kenapa bik?"


"Semua sudah menunggu dibawah non"


"Iya kami akan segera kesana bik"


Setelah nya si bibik segera bergegas kembali ke ruang keluarga untuk bergabung dengan yang lain nya.


"Ayo mas"


"Iya sayang ku"


Andra berjalan menggandeng tangan sang istri mereka berjalan beriringan dengan Andra yang mengapit tubuh istri nya yang sedang berbadan dua.


"Kalian sudah siap?"


Ucap Daddy Rei, disana juga terlihat mommy Jasmin, Anita dan Novan, ibu Amelia di tuntun Roy dan ayah Andreas serta istri nya. Ada paman dan papah dari Rindi yang baru saja datang.


"Ayo mobil nya sudah siap"


Ucap ayah Andreas.


Mereka semua mengangguk mommy Jasmin, Rindi, Daddy Rei dan Andra satu mobil di supiri oleh Novan dan Anita serta dua bodyguard berada di jok belakang.


Sementara Roy menyetir dan yang duduk di sebelah nya ada ibu Amelia, paman dan papah Rindi serta dua orang bodyguard masuk ke jok belakang.


Lain hal nya dengan ayah Andreas dan istri nya yang duduk satu mobil dengan bodyguard pilihan mereka. Di depan ketiga mobil itu ada mobil bodyguard yang mengawal juga dibelakang ketiga mobil itu pula di jaga.


Hanya berkendara sekitar 40 menitan mereka sudah berada di gedung resepsi yang akan mereka hadiri.


"Wah mewah sekali ya mas acara nya?"


Ucap Rindi menatap takjub gedung hotel yang di hias dengan hiasan yang begitu indah nya.


Andra terdiam karena kesibukan nya dia belum memberikan pernikahan idaman semua kaum hawa, ada rasa sesak yang menyelimuti hati nya dan saat ini mereka juga tidak mungkin menggelar pesta meriah karena sang istri sudah hamil dua bulan lebih.


"maaf ya sayang, mas......."


Rindi melihat suami nya yang menunduk.


"Mas kenapa?"


"Maaf mas belum bisa membuatkan mu pesta meriah"


"Bukan nya kemaren sudah mas"


"Itu bukan pesta tapi pengalihan rencana"


"Sama saja bagi ku mas, aku bahagia kok bisa melakukan pesta di hadiri orang terdekat ku dan terdekat mu mas"


Andra mengelus pipi istri nya yang sedikit chubby, dan lebih sexy lagi.


"Kalian mau sampai kapan bermesra-mesraan didalam mobil itu"


Ucap Daddy Rei.


"Daddy sirik aja"


"Sirik dari mana nya, Daddy juga punya istri kok, kamu itu gak ada tempat buat mengungkapkan perasaan cinta mu itu"


Tuding Daddy Rei karena kesal dia sudah menunggu 10 menit di dalam mobil. Mommy Jasmin hanya terkekeh saja melihat suami nya yang mengamuk.


"Dasar pasangan tua, iri aja"


Andra segera menggandeng istri cantik nya memasuki aula yang megah, ballroom hotel yang disulap jadi resepsi megah yang penuh dengan wangi bunga segar.


"Wangi banget mas, aku suka"


Lirih Rindi, dan itu di dengar Andra.


"Kamu suka sayang ku?"


Rindi mengangguk, meski Rindi sudah tampil dengan sederhana dan simpel tapi tetap saja kecantikan nya begitu memukau.


Sedangkan Anita, Roy dan Novan sudah berjaga di dekat nona dan tuan muda nya itu. Para tuan besar itu memerintahkan agar pengawalan pada nona muda mereka di perketat sampai 90%.


"Nona mau makan?"


"Aku ingin camilan segar"


"Apa puding mangga mau?"


"Iya es jeruk juga"


Ucap Rindi dengan bersemangat.


"Ambilkan porsi kecil ya An"


Ucap Andra menyahut karena tak ingin istri nya makan terlalu kenyang lebih baik sering biarpun sedikit tapi sehat pikir Andra.


Ya sejak tadi malam istri nya mendarat di negara A, Andra sudah mencari seputar kehamilan semua dia baca karena mengetahui jikalau istri nya tengah hamil muda.


Camilan yang Rindi minta sudah Anita ambilkan sesuai porsi yang tuan muda nya minta itu.


"Nona ini makan lah"


Anita menyodorkan camilan tersebut pada nona nya.


"Sudah dicicipi?"


Ucap Andra.


"Sudah tuan, oleh salah satu dari mereka"


Andra melihat memang benar sekali jika sudah di cicipi makanan milik istri nya itu, Andra menganggukkan kepala nya tanda makanan itu sudah boleh dinikmati istri nya.


Sedangkan para orang tua menyapa klien dan juga sahabat mereka yang juga sama-sama datang ke acara pesta tersebut.


BERSAMBUNG