TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.167


Selesai makan siang Rei membayar dan mengajak Min untuk menuju ke suatu tempat.


"Tuan kita mau kemana?"


Rei terdiam sambil mengemudikan mobil nya.


"Tuan tolong turunkan saya, untuk mencari kost di depan"


Rei kembali diam tak menggubris perkataan Min. Lelaki itu sikap nya sangat dingin tak tersentuh.


"Sudah sampai"


"Kita ada di mana tuan?"


"Tentu di villa ku"


"Tapi, saya ingin cari kost"


"Aku mau kau tinggal disini"


Rei mendekatkan wajah nya pada wajah mulus Min, Min hanya diam menundukkan wajah nya.


"Tapi tuan........"


"Bukan kah kau akan menuruti semua permintaan ku tanpa bantahan"


Tegas Rei pada Min dengan tatapan tajam nya bak elang yang mengincar mangsa nya.


"Baik"


Min tertegun melihat bangunan yang besar dan megah, banyak pelayan, supir juga tukang kebun dan penjaga yang badan nya kekar. Min berjalan masuk, lantas dia bingung harus bagaimana.


"Aryos!"


"Saya tuan"


"Bantu dia untuk menghafal semua bagian villa dan terangkan semua tugas nya, ingatkan kontrak nya dengan ku"


"Baik tuan"


Rei segera bergegas melajukan mobil nya menuju perusahaan pusat. Aryos menerangkan letak-letak villa, pekerjaan Min dan juga tugas nya. Asisten Rei juga menyerahkan amplop hijau pada Min, lantas bergegas menyusul tuan nya setelah 1 jam tinggal di villa itu.


Min sudah mendapatkan kamar nya di lantai paling atas, kamar nya nyaman warna soft lebih dominan, luas lagi sangat wangi. Kamar itu luas nya seperti rumah nya di desa, Min menggelengkan kepala nya merasa takjub.


"Tapi ini seperti tugas pembantu atau istri saja, bukan kah aku pekerja kantor?"


Min bertanya pada diri nya sendiri, seolah ada orang yang mendengarkan keluh kesah nya.


Sementara di desa xx, Herdan begitu senang niat nya ingin kembali bertandang ke rumah sang mamah dan adik gadis nya. Herdan sangat bahagia karena mereka tidak menuntut atau menyalahkan nya atas kejadian hilang nya mereka 15 tahun lalu.


Herdan mengetuk pintu, dia datang setelah makan siang.


Klek.


Pintu terbuka, terlihat wanita paruh baya dengan rambut yang mulai memutih.


"Mamah!"


Herdan mencium punggung tangan wanita tua itu, lalu mereka masuk bersama.


"Diminum teh nya"


"Terimakasih mah"


Herdan meneguk teh yang terasa lezat melalui tenggorokan nya, wangi semerbak di hidung nya.


"Teh nya enak mah, sama seperti dulu"


Ya istri pertama papah nya ini memang jago membuat teh, lebih terasa wangi dan manis yang bercampur menjadi satu dalam balutan teh hangat yang dia seduh.


"Benar kah? mampir lah setiap pagi agar kau bisa menikmati hangat teh di pagi hari"


"Baik mah, oh ya Min pulang kerja jam berapa?"


"Dia tidak akan pulang seperti biasa nya, dia sudah pindah ke kota"


PRANNNGGGGH........


Gelas teh yang Herdan pegang jatuh ke lantai, pecah berserakan dengan air teh hangat nya.


"APA!"


Mamah Laula mengangguk dengan pasti, dan tersenyum hangat.


"Apa yang terjadi sebenar nya, mah?"


"Entah harus dari mana mamah menceritakan hal ini, namun berkah atau pun derita Jasmin sendiri yang memutuskan"


Herdan menatap mamah dari adik gadis nya itu, jelas wanita ini sangat polos sekali.


"Sebenar nya Jasmin sudah dinikahi lelaki itu"


Mata Herdan membulat sempurna mendengar pernyataan sang mamah yang baru saja keluar dari mulut nya.


BERSAMBUNG.