
Hampir 45 menit Min berdiskusi dengan tim, dan itu tak luput dari pandangan Rei.
'Bos kasihan sekali kau'
Ucap Aryos dalam hati yang memperhatikan tingkah pola bos nya itu.
'Kena karma atau kah kau terlalu sial bos bos, niat nya dendam eh malah ditinggalkan'
Lanjut nya, biar lah hari ini Aryos jadi anak buah durhaka karena mengumpati bos nya sendiri dalam hati.
Min segera pergi ke kamar mandi, Rei melihat wanita model itu bergegas ke kamar mandi.
"Kau tunggu, aku mau ke kamar mandi dulu"
"Baik tuan"
Aryos menunggu tuan nya yang bergegas ke toilet.
"Buru-buru amat, kebelet ya"
Namun kicauan Aryos tak Rei tanggapi karena mengejar wanita itu.
"Kenapa perut ku melilit sih?"
Gerutu Min di sepanjang jalan menuju toilet, kali ini Min menuju toilet umum karena sesi pemotretan ada di sekitar taman belakang lokasi. Min menaruh tas nya asal, karena dia sudah tidak tahan perut nya begitu melilit. Rei segera menyusul masuk terlihat dari ke lima pintu kamar mandi salah satu nya tertutup. Rei dengan akal cemerlang nya mengunci pintu paling luar dan mengaktifkan kedap suara.
Di wastafel yang berjejer di luar toilet tergeletak tas kecil, Rei membuka nya disana sudah biasa ada barang pribadi wanita ponsel dan sekotak obat.
'Obat"
Pikir Rei, lantas mengambil obat itu. Mata Rei membelalak lebar obat yang sama pernah dia lihat di laci sebelah tempat tidur istri nya. Rei melanjutkan mengacak identitas yang ada dalam dompet milik model itu, ada identitas model dan dua kartu identitas lain nya. Dengan segera Rei memotret nya lantas dimasukkan ke dalam saku nya kembali ponsel pintar itu.
'Kali ini aku yakin sekali'
Gumam Rei.
Tanpa menunggu lama Rei langsung menghubungi secara rahasia orang-orang bayaran yang secara khusus untuk menemukan informasi orang hilang.
Dengan licik Rei menyelipkan obat yang biasa diminum itu kedalam saku jas nya.
'Lihat bagaimana kau mencari nya!'
Rei tersenyum devil.
Klek.
Tak berapa lama pintu salah satu toilet itu terbuka lantas Min keluar.
"Untung sempat dibawa kesini!"
Min segera membuka tas nya lantas memilah barang pribadi nya untuk menemukan sesuatu sekitar 10 menit Min memilah namun barang yang dia cari tidak ada.
"Kenapa bisa lupa ya?"
Gumam Min.
"Perasaan tadi pagi aku taruh di tas, uhhh......sakit sekali"
Ucap nya, Min tidak melihat kanan kiri bahwa disana bukan hanya ada diri nya.
"Diman ya?"
Sekali lagi Min mencari meskipun sangat sakit dia tahan.
"Mencari apa?"
Min sempat kaget, lalu menengok ke arah sumber suara. Benar, itu lelaki itu Min terdiam tidak menjawab, posisi nya yang memegangi perut itu dia segera tegak berdiri.
"Tuan anda juga di toilet? silahkan saya sudah selesai"
Keringat dingin mulai keluar, Min hanya punya 10 menit untuk menelan obat itu.
"Mencari sesuatu?"
Min menggelengkan kepala nya.
Rei tersenyum manis, bukan nya masuk ke toilet tapi malah mendekat kearah Min. Min masih diam saja tanpa pergerakan perut nya makin sakit.
"Cari ini?"
Mata Min kembali membelalak.
"Mau ini?"
"Maaf itu bukan obat saya tuan"
Min tidak akan jatuh kedalam jebakan lelaki itu, dia akan dengan sendiri nya membongkar jati diri nya.
"Baik lah, seperti nya bukan punya mu"
Rei segera meletakkan obat itu dekat Min. Lantas Rei segera membuka kunci pintu toilet. Min terdiam dia segera mengambil obat mengelap botol nya dan meminum nya.
Klek.
Rei keluar dari toilet, disana sudah ada Aryos yang menunggu.
"Tuan kita ada meeting di perusahaan apakah jadwal nya perlu di undur?"
"Tidak perlu, ayo kita berangkat"
"Baik tuan"
Gumam Aryos lega, karena kehadiran bos besar di depan nya itu maka kinerja tim akan berantakan karena tegang.
Mereka segera pergi menuju kendaraan mereka, yang tak jauh dari lokasi pemotretan itu.
Min berjalan dengan perlahan meskipun agak nyeri namun sudah reda. Untung saja lelaki itu meletakkan obat nya sebelum waktu minum obat lewat jadi sakit nya bisa teratasi.
Sesi pemotretan dilakukan dengan baik, juga shooting iklan pun lancar. Min sangat lega lelaki itu akhir nya lenyap juga.
"Nona kita di tunggu nge teh sore bareng big bos"
"Hah"
"Bos menunggu kita di cafe depan"
"Apa perusahaan seramah ini?"
"Saya tidak tahu nona, tapi jelas saja ini berkah"
Min kembali merasa mood nya merosot, untung nya pekerjaan nya sudah selesai.
"Huh, baik lah lagi pula ini gratis"
Asisten wanita Min itu tersenyum manis sambil menggiring nona model internasional nya kearah tempat yang dituju.
"Wah semua nya sudah berkumpul?"
Mereka pun menyantap hidangan sore hari setelah lelah bekerja. Selang 1 jam Min dan kru nya berdiri, di resort juga mereka sudah mengemasi barang-barang nya.
"Terimakasih tuan CEO yang sudah ramah pada kami, terimakasih atas kerja sama nya semoga anda puas dengan kerja keras kami ini, selamat tinggal"
Min berdiri sambil mengulurkan tangan nya pada Rei. Lelaki itu tersenyum begitu tampan, lantas berdiri pula.
"Jangan buru-buru nona Cate, seperti nya anda lupa dengan kontrak kita"
Min mengerutkan dahi nya, dia heran dengan perkataan lelaki itu.
"Apa maksud tuan?"
"Tanyakan pada asisten mu, kontrak kita bukan seminggu melainkan tiga bulan nona Cate!"
Min heran dia melirik pada asisten wanita nya itu.
"Email dari perusahaan sudah masuk nona, tolong di lihat"
Sambil menunduk asisten nya itu berbicara pada Min.
"Huh, baik lah nanti di resort kita bahas, baik lah kita pamit dulu tuan CEO"
"Baik lah, selamat bekerja kembali"
"Baik tuan"
Min beserta kru segera pamit dari jamuan sore, mereka segera menuju ke resort untuk beristirahat dulu.
Min segera masuk ke kamar mandi lantas berendam di bak mandi sebentar untuk menghilangkan penat nya. 1 jam kemudian Min sudah berpakaian ala rumahan, lantas membuka laptop nya.
Drrtt....ddrrrttt.
"Iya mom"
"Si kecil merengek minta ketemu, mom sudah bilang lusa kau akan pulang"
Min terdiam, dia tidak tahu harus berbicara apa pada mommy nya.
"Ada apa sayang?"
"Maaf mom, kontrak kerja di perpanjang jadi Min tidak bisa pulang cepat"
"Oh, ternyata anak mom sangat tenar ya"
"Mom bisa saja"
"Memang benar kan?"
"Arvino mana mom?"
"Dia sedang tidur siang sayang"
"Bagus lah"
"Kalau dia rindu kamu paling telpon Andreas supaya diajak main ke taman atau ngrecokin opa nya yang sedang meeting"
"Oh ya, nakal ya mom"
"Dua hari lalu si kecil delete semua kerjaan opa nya, untung masih ada salinan nya"
"Ya ampun segitu nya mom"
"Iya"
"Tolong lebih ketat diawasi ya mom"
"Dia masih kecil sayang, baru juga 2 tahun loh itu wajar, baik lah jaga kesehatan mom mau masak dulu ke bawah ya"
"Iya mom"
Panggilan antar negara pun dimatikan, Min tersenyum setidak nya sang putra kecil nya bisa jadi mood booster untuk nya.
BERSAMBUNG.