
Aksara memandang intens kearah Cinta, perkataan istri nya sungguh tak di duga. Sedangkan Cinta jantung nya di dalam sana berdebar dengan kencang, bagaimana pun posisi nya tidak aman.
"Nanti aku akan pertemukan kamu dengan mereka setelah bayi-bayi kita lahir"
"Baik lah"
Aksara mengecup istri nya itu. Sementara Cinta segera beristirahat, setelah meminum susu hamil nya. Meski sudah sehat, namun kandungan Cinta sangat lemah.
Klek.
Mamah Paramitha juga Sheyla datang berkunjung.
"Bagaimana keadaan istri mu?"
Mamah Paramitha bertanya namun Aksara hanya menjawab dengan helaan nafas yang berat.
"Ada apa?"
Sheyla yang semula duduk santai kini mendengarkan dengan serius.
"Cerita saja kak"
"Kandungan nya lemah apa lagi setelah adu mulut dengan Cinta di restoran kemarin, kami hampir saja kehilangan bayi-bayi karena Indy terjatuh"
Mamah Paramitha segera membungkam mulut nya.
"Kasihan nya menantu ku"
"Ya ampun kak, kok kak Cinta begitu, ada yang janggal gak sih?"
"Memang sedang kakak selidiki"
Ddrttt......ddrrtttt.
Aksara melihat ponsel nya, tertera nama Dino disana.
"Angkat dulu, ke balkon sana, supaya tidak berisik"
Aksa mengangguk lantas bergegas mengangkat ponsel tersebut.
"Katakan Dino?"
"...................."
"Baik aku segera pergi ke tempat mu"
Tut.
Sambungan ponsel dimatikan, dengan terburu Aksara masuk kembali ke ruang rawat istri nya.
"Ada apa?"
Mamah Paramitha tentu hafal dengan sifat keponakan tunggal nya ini.
"Melki, Jamie!"
Yang disebut nama nya pun segera datang menghadap.
"Kami tuan"
"Jamie jaga mereka bertiga dengan pasukan 1"
Pasukan satu adalah pengawal lengkap dengan senjata penuh, serta berani mati.
"Siap"
"Melki siapkan pasukan khusus kita ke lokasi A"
"Baik"
Baik Melki maupun Jamie sedang menghubungi anggota mereka. Dan kebetulan nya Haris meninggalkan Jamie disini untuk mengurus nya karena lelaki cengeng itu berpikir dia hanya berobat, sedangkan kakak lelaki nya gila saat itu.
"Mamah dan shey, tolong jaga istri ku, jangan biarkan dia dalam bahaya, aku juga ingin kalian semua selamat"
"Pergi lah kami akan berjaga disini"
Semua pasukan sudah siap diposisi mereka masing-masing.
Aksara segera bersiap dengan mobil biasa yang dikendarai untuk keluarga tak tampak membawa pasukan. Mereka juga mengambil jalan masing-masing dua mobil, mereka akan bertemu di perempatan sepi saat jalan beradu.
"Berapa lama lagi akan sampai?"
"Baik lah"
"Kita mengambil waktu malam agar lebih sedikit resiko nya, karena mereka di pinggir kota juga berada ditengah-tengah pemukiman warga"
"Baik lah"
Mereka berhenti di hutan sepi sebelum memasuki pemukiman, mereka juga masuk secara bergilir, agar tidak ada yang curiga. Cukup berjalan 1 blok mereka sampai di persembunyian Dino dan pasukan nya.
"Bagaimana?"
"Ini bukti nya bos"
Ada beberapa foto-foto yang mereka ambil sejak 2 hari lalu, lantas sebuah Vidio hubungan intim juga.
"Apa mereka sudah pulang?"
"Belum bos"
"Baik pantau terus"
"Seperti nya mereka sedang berkencan bos"
Salah satu anak buah Dino melapor dari orang yang disuruh Dino untuk mengikuti pasangan mesum itu.
"Kita tunggu mereka sampai disini!"
"Baik bos"
Memang benar tak sampai 30 menit mereka sampai, kedua nya begitu di mabuk asmara. Karena begitu turun dari taksi, Kearo langsung mendekap tubuh Karenina, ******* kasar juga intens bibir merah wanita itu.
"Apa mereka akan seperti tadi siang lagi?"
Bisik salah seorang pengawal itu.
"Diam lah"
Bentak Dino.
Namun Aksara memperhatikan dengan cermat Aksi mereka itu. Kearo mencoba menjilat leher wanita yang muka nya sama persis dengan Cinta istri Aksara itu.
"Ahh, sabar sampai didalam dong"
Kearo tersenyum dan langsung menggendong tubuh langsing wanita nya.
"Kau sungguh memabukkan baby"
Mereka sudah masuk ke dalam rumah.
"Bagaimana bos?"
"Rencana kita sudah diketahui oleh mereka!"
"Apa!"
Dino kaget dengan tebakan Aksara.
"Apa ada mata-mata disini?"
Tanya Aksara dengan segera, tak ada yang menjawab satu pun diantara mereka.
"Baik lah rencana tetap seperti semula"
"Baik bos"
"Kita tunggu 30 menit lagi"
"Baik bos"
Sementara Kearo yang sudah dikuasai nafsu segera membaringkan Karenina diatas sofa. Kearo melepaskan pakaian nya juga pakaian Karenina, dia begitu menggila menikmati wanita hingga dua kali putaran. Sedang Kearo adik dengan kegiatan nya mereka tak akan menduga hal selanjut nya.
"Ayo kita sambangi"
Ucap Aksara, Aksara dan pasukan nya menyatroni rumah minimalis itu.
BRAAKKKK.....
BERSAMBUNG