
"Aku ingin menengok ibu besok di kediaman om German"
Ucap Andra selesai makan malam bersama keluarga nya itu.
"Memang ibu menghubungi mas?"
"Tidak, tapi kata William sekalian dia juga mau kesana"
"Oh, mas sudah rindu ibu Amelia ya?"
"Aku tidak pernah jauh dari ibu, baru sekarang aja ibu pergi jauh dari ku"
"Apa tidak mengganggu ibu"
"Aku hanya menengok"
"Ya sudah hati-hati ya mas"
"Ayok kita tidur"
Ucap Andra pada istri nya Rindi, mereka tidur saling berpelukan hingga pagi.
William dengan tergesa bangun dari ranjang nya membuat Lisa terlonjak kaget.
"Ada apa mas?"
"Aku mau ke rumah Daddy"
Ucap William sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
Lisa menghela nafas berat, dikira kemana ternyata hanya ingin menengok Daddy nya bikin kaget saja perasaan Lisa.
Lisa segera bangkit untuk mengambilkan pakaian suami nya, lalu meletakkan nya di atas ranjang.
Setengah jam kemudian William sudah keluar dari kamar mandi, dia segera memakai pakaian yang disiapkan sang istri.
"Kamu sudah selesai mas?"
"Iya yang, kamu mau mandi?"
"Iya, dibawa sudah siap semua sarapan nya"
"Ya sudah mandi gih"
Lisa bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya, tak berapa lama Lisa keluar dari kamar mandi, memakai pakaian nya dan duduk di meja rias.
"Yang hari ini aku mau ke rumah Daddy ya buat nengok mommy"
"Memang mommy ngabarin yang?"
"Tidak sih, tapi pengen liat aja lah"
"Oh kirain mommy tidak betah tinggal sama Daddy German"
"Man mungkin lah sayang lagian mommy kan masih istri nya Daddy loh, mereka tidak pernah bercerai dalam agama atau pun dalam hukum"
"Cinta mereka akhir nya bersatu karena kesabaran yang mereka miliki"
"Itu nama nya cinta sejati yang"
Lisa mengangguk.
"Ayo kita turun ke bawah"
Mereka keluar dari kamar dengan bergandengan tangan.
Sementara Rindi dan Andra, mereka sedang mandi bersama.
"Mas...!"
"Hem"
"Ini waktu nya sarapan loh"
Lirih Rindi sambil mendesah karena perbuatan Andra yang sedang melakukan penyatuan di tubuh bagian bawa mereka.
Bukan nya menjawab Andra melah mempererat pelukan nya pada tubuh langsing istri nya.
Tak berapa lama tubuh mereka bergetar bersama tanda nya sudah mencapai puncak permainan panas mereka.
"Ayo mas mandi"
"Males banget lah"
"Kata nya mau menengok ibu, kok males sih, ayo mandi dulu, terus sarapan mas"
"Iya sayang"
Andra mengecup bibir manis istri nya itu, lalu mereka mandi bersama.
"Kemana Andra mom?"
Mereka telah menunggu di meja makan.
"Mungkin masih di kamar mereka dad"
Tak berapa lama munculah pasangan Andra dan Rindi menuruni tangga rumah mansion keluarga Mid.
"Itu mereka"
Ucap William.
Nampak pasangan itu dengan rambut basah nya berjalan ke ruang makan.
"Pagi-pagi udah basah aja"
Ucap Will.
"Buru-buru, takut yang lain menunggu"
Jawab Andra pada Will, Will tersenyum seolah mengejek.
"Bangun nya pagian supaya dapet jatah pagi nya tidak keteteran"
Andra hanya menghela nafas panjang lantas memakan sarapan nya nasi goreng dengan dua sosis dan telur ceplok saja.
Rindi dan yang lain pun demikian, hanya William yang sedang memakan sandwich nya.
Selesai sarapan William dan Andra segera berpamitan.
"Kita berangkat dulu ya"
Ucap Will dan Andra mereka saling berpamitan dengan istri masing-masing.
Rindi dan Lisa pun mengantar sang suami yang akan berkunjung ke rumah ibu angkat dan mommy kandung itu.
Kali ini William yang menyetir mobil nya.
"Iya tidak menyangka hidup kita bakal begini"
"Kau nyesel saudaraan dengan ku?"
"Tentu karena kau pengangguran"
Ucap Andra rambut nya nampak berkibar diterpa angin pagi.
William nampak tertawa, lelaki di sebelah nya selalu berkata jujur.
"Biasa nya Daddy jam segini sudah ke kantor"
"Apa kau yakin?"
"Tentu aku kan pernah menjadi anak tunggal nya dan hidup monoton selama 30 tahun"
"Daddy mu sangat dendaman orang nya"
"Tentu sekarang berbeda lagian tujuan mu dan Daddy sama ingin melindungi orang tercinta dan tersayang"
"Syukur lah jika dia mengerti, umur nya saja yang tua pada hal kekananakan"
"Hei bung, kau mengatai Daddy ku"
"Memang nyata nya demikian"
"Aku melambaikan bendera putih"
Benar kata William jika masalah debat Andra selalu menang.
Hanya sekitar 40 menit karena jalanan lancar mereka tiba di rumah mansion megah milik keluarga Lordian.
"Tidak berubah"
Lirih Andra.
"Tentu saja, memang mau di rubah bagaimana pun tetap lebih enak design lama"
Jawab William.
"Sepi!"
"Ya sudah ayo masuk"
Will pun dengan segera masuk kedalam kediaman megah nan mewah milik Daddy nya ini.
"Di ruang makan kosong nih"
"Itu mommy ku ada di dapur tuh"
William dan Andra seraya mendekati wanita baya kesayangan mereka.
"Ibu....."
"Mommy......!"
William dan Andra serempak memanggil wanita kesayangan mereka, secara otomatis ibu Amelia melihat kearah mereka tadi datang.
"Kalian, kalian datang berkunjung nak"
Mereka kompak mengangguk lantas memeluk ibu atau mommy mereka bersama.
"Apa kabar Bu?"
Ibu Amelia melihat anak angkat nya ini, membelai wajah tampan itu dan mengecup kening nya.
"Ibu baik saja anak ku"
Ucap ibu Amelia tersenyum.
"Mom, bagaimana disini betah, Daddy tidak nakal kan?"
Lirih William takut kedengaran oleh Daddy nya.
"Nakal bagaimana maksud mu hah?"
Benar saja sang Daddy yang seperti nya sehabis mandi turun ke lantai bawah.
"Kata mu, Daddy mu jam segini sudah berangkat ke kantor, lah itu apa bro?"
Mata Andra mengarahkan pandangan nya kearah Daddy German.
"Biasa nya begitu bro"
Jawab William sambil nyengir kuda.
"Daddy jadi betah di rumah kayak nya?"
"Seharusnya itu kau yang menggantikan Daddy, sudah saat nya Daddy pensiun"
Will menjawab dengan malas, itu hanya alasan klise untuk berduaan bersama sang mommy.
"Bilang aja mau berduaan terus dengan mommy apa salah nya"
"Nah kau tahu itu Will"
"Ayo kita duduk di ruang tamu saja, ibu sudah Porong buah nih"
Ibu Amelia mengupas senampan besar buah-buahan lezat"
"Mommy emang jago nih"
"Iya dong kan ibu nya Andra"
"Mommy ku itu"
"Sudah ayo ke ruang keluarga saja, ngobrol nya disana, disini tidak ada sarapan"
"Kami sudah sarapan kok"
Ucap Andra dan William barengan menyahut ucapan ibu Amelia itu.
Mereka berempat berjalan ke ruang keluarga, Daddy German menyalakan televisi.
"Ayo dimakan"
Ucap Ibu Amelia menawari suami nya sedangkan diri nya sibuk menyuapi ke dua orang lelaki dewasa juga.
"Sayang mereka sudah tua, kok masih di suapi sih"
Protes Daddy German, sedangkan William dan Andra saling pandang lalu memeluk ibu angkat dan mommy kandung mereka itu sambil nyengir kuda saja.
BERSAMBUNG.