
Rindi mandi dengan sengaja berlama-lama di kamar mandi, pasal nya dia sudah mencari tahu tentang artikel pengantin baru yang harus melakukan ritual malam pertama meski pun memang malam ketika menikah itu kemaren malam.
Minimal Rindi tahu jika itu akan terjadi cepat atau lambat nya tidak dia tahu.
'Bagaimana ya?'
Rindi merinding sendiri, dia agak takut saja karena bagaimana pun dia belum pernah melakukan nya.
'Keluar saja deh, lagian nanti gerah disini terus'
KLEAK......
Rindi membuka pintu kamar mandi nya lantas keluar dengan menggunakan handuk saja, karena pikiran yang was-was Rindi malah lupa mengambil baju untuk ganti.
Rindi terlihat was-was melihat suami nya, benar saja tatapan mata nya sudah berbeda.
"Tidak mandi?"
Rindi mendi mencoba dengan tenang berbicara dengan suami nya. Andra bangkit mendekat setelah Rindi duduk di depan meja rias. Rindi sedikit gemetar namun dia sembunyikan hal itu.
"Sudah selesai mandi nya?"
Tangan Andra mendarat di pundak Rindi, menghadirkan sensasi hangat yang aneh.
"Mandi gih"
Sengaja Rindi menyuruh lelaki tua itu mandi, wajah tampan yang selalu dia rindukan itu tersenyum manis.
"Iya, jangan gemetar begitu"
Ucap nya sambil tersenyum tipis, Rindi semakin gemetar pasal nya lelaki itu berlalu setelah mengusap rambut basah nya.
"Keringkan rambut nya nanti pusing"
Rindi menunggu Andra, dengan cepat meraih baju tidur yang normal memang baju tidur nya juga biasa saja tidak ada yang kekurangan bahan. lebih tepat nya baju tidur mereka di sediakan pasangan antara lelaki dan perempuan.
Dari motif bahkan warna nya sangat simpel tapi elegan dan menyenangkan.
KLEAK......
Andra keluar hanya dengan melilitkan handuk sepinggang nya, menampilkan perut kotak-kotak nan eksotis nya. Andra berjalan menuju lemari pakaian untuk berganti pakaian di dalam sana.
"Keringkan rambut ku juga yang"
Rindi tergagap lantas segera mengerjakan yang suami nya perintahkan.
"Jangan gugup, aku suami mu sekarang"
Rindi hanya mengangguk dan tersenyum. Andra melihat di cermin istri nya jelas sedikit gemetar.
"Ada apa?"
Ketika Rindi hendak meletakkan pengering rambut ditempat nya, tiba-tiba tangan nya di cekal oleh suami nya.
"Tidak ada"
Dengan cepat Andra memeluk tubuh ramping istri nya dari belakang. Menelusupkan wajah nya di ceruk leher istri nya, menghirup aroma wangi tubuh nya. Rindi merasakan ada perasaan geli bercampur hangat. Karena tak ada respon Andra membalik tubuh istri nya, mencium bibir manis itu lama dan mesra.
Rindi yang hanya pernah di cium oleh lelaki yang sekarang menjadi suami nya itu pun terhanyut oleh permainan ciuman yang Andra berikan. Ketika Rindi kehabisan nafas, Andra menjeda nya sebentar lantas melanjutkan nya kembali hingga membopong tubuh istri nya keatas ranjang.
Andra menindih tubuh ramping itu sambil terus memberikan ciuman yang lembut, ******* serta lidah nya mengeksplor masuk ke dalam. Perlahan Andra pun melepaskan pakaian yang Rindi kenakan. Rindi masih terbuai dengan sikap lembut suami nya bahkan dia tak sadar semua pakaian sudah Andra lepaskan.
Andra menatap tubuh indah istri nya, Rindi merasakan dingin karena kulit nya di terpa AC di kamar itu. Rindi baru sadar ketika diri nya sudah polos. Rindi menarik selimut menutupi tubuh nya sedangkan Andra hanya tersenyum melihat tingkah malu-malu istri nya.
"Kenapa kok di tutup?"
"Malu"
Rindi menjawab dengan senyum manis di bibir nya, Andra segera ******* bibir itu kembali dengan lembut.
"Boleh ya sayang?"
Karena tangan Rindi mendadak mencengkram seprai, Rindi merasakan kulit Andra dan kulit nya bergesekan menimbulkan sensasi aneh yang tak Rindi pahami. Apa lagi Rindi tahu dengan jelas meski dia tidak pernah melakukan hubungan suami istri tapi senjata pamungkas milik lelaki itu sudah tegak.
"Kenapa?"
Andra membelai rambut kepala istri nya dengan lembut, sementara Rindi membuka mata nya karena saat berciuman mereka menutup mata masing-masing. Rindi menggelengkan kepala nya.
"Jadi...!"
Andra tahu jika gadis yang berada di bawah kungkungan nya ini belum pernah melakukan hubungan intim sama sekali. Jelas akan takut, karena akan memberikan sesuatu berharga untuk diri nya. Sesuatu yang hanya sekali seumur hidup diberikan pada orang yang gadis ini cintai dan percaya.
Rindi menatap Andra yang sabar mengungkung nya, Rindi akhir nya mengalungkan kedua tangan nya ke leher Andra meski pun pandangan nya menunduk. Andra tersenyum karena jawaban yang malu-malu membuat dia sangat gemas pada istri gadis nya itu.
Andra kembali memulai ciuman nya, mengenalkan seluruh tubuh nya pada tubuh istri nya agar penyatuan mereka tidak mengagetkan istri nya.
"I love you"
Setelah nya Andra melakukan tugas nya sebagai seorang suami, melakukan hubungan intim menyatukan cinta mereka lewat debaran, goyangan bahkan gesekan yang nikmat terasa sepanjang malam itu. Meski berisik dengan suara ******* namun diri nya dan istri nya baru memiliki pengalaman pertama nya dalam bercinta itu.
Meski beberapa kali menjeda namun sepanjang malam mereka terjaga melakukan hubungan nikmat diatas ranjang. Tak merasa lelah hingga pagi menjelang, Andra baru usai melakukan nya. Rindi segera tertidur, Andra pun demikian setelah selesai berguling ke samping tubuh polos istri nya. Andra menyelimuti istri nya agar tidak sampai masuk angin.
Tak terasa matahari sudah tinggi hampir jam makan siang, namun pengantin baru yang menikah kemaren dan malam pertama pada malam ini itu belum juga terbangun.
"Sss......!"
Andra samar-samar mendengar desisan seorang wanita di samping nya. Dengan berat mata Andra membuka sedikit, Andra tersenyum rupa nya istri nya berganti posisi tidur. Kini istri nya tidur dengan selimut yang hanya menutupi bagian bawah tubuh nya saja.
'Kenapa menggoda sekali'
Tanpa basa-basi Andra menghisap benda kenyal yang menempel di dada istri nya itu.
"Akhh......."
Ketika Andra hisap kuat sedikit, mata istri nya terbuka sedikit.
"Sakit"
"Kirain mau ngasih diskon, habis nya terbuka"
Rindi mengucak mata nya, lantas membolakan mata nya karena melihat suami nya sedang menyedot dada nya seperti bayi.
"Aku lelah"
Namun lelaki itu hanya tersenyum tak ingin melepaskan benda yang dia hisap.
Rindi mencoba mendorong nya, namun lelaki itu malah tersenyum.
"Aku mau mandi, lengket semua dari semalam, badan ku lelah"
Rindi merengek pada suami nya. Akhir nya Andra melepaskan benda yang dia hisap.
"Sudah bangun ya sayang?"
"Aku mau mandi"
"Iya"
Andra menggendong istri nya untuk mandi ke kamar mandi yang tak jauh. Rindi hanya mengalungkan tangan nya pada leher suami nya tanpa protes.
BERSAMBUNG.