TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.355


Roy masih memangku pacar sexy nya, lantas kembali menghubungi si tuan arogan siapa lagi jika bukan Andra.


"Bagaimana?"


"Dia ada di negara S, hotel xxx, 2 hari lalu ada pameran terbesar disana, tuan William menjadi moderator nya"


Ucap Roy.


"Baik lah, apakah nomor ponsel nya masih aktif?"


"Masih tuan tapi kemungkinan tuan Will sedang ada di pameran privat"


"Baik lah, setelah kau selesai memakai pacar mu kemari lah"


"Ada apa tuan?"


"Aku ada perlu dengan mu?"


"Memang apa?"


"Apa kalian akan menikah?"


"Tentu saja tidak, dia pacar ku dan kau tahu tuan dia duluan yang mengatakan kalau dia mencintai ku, jadi ya aku langsung malam pertama dan sekarang ku bawa ke apartment supaya setiap hari bisa bersama"


"Kau tidak ingin menikahi nya?"


"Di negara ini kan bebas tuan, asal saling suka bisa tinggal bersama"


"Baik lah, cepat kemari nanti sore aku tunggu"


"Siap tuan"


Sambungan ponsel pun ditutup, lantas Roy kembali memeluk erat pacar sexy nya.


"Aku mau pergi nanti sore, jika lama nanti aku telpon, jika urusan nya sebentar maka aku pun akan cepat kembali"


"Iya sayang"


Roy tersenyum lalu menggigit leher pacar nya dan menyesap nya, Roy meremas dada wanita nya itu dan yang dibawah kembali memompa wanita sexy itu, mereka kembali ke pergumulan panas mereka.


"Telpon siapa mas?"


Rindi muncul dari belakang tubuh Andra.


"Roy"


"Kok pakai sembunyi-sembunyi?"


Rindi memicing curiga.


"Roy sudah punya pacar, entah bagaimana cerita nya tapi yang pasti kata si Roy cewe nya yang duluan bilang cinta jadi ya si Roy ngegas"


"Ngegas bagaimana maksud nya mas?"


"Langsung dipakai sama si Roy cewe nya"


"Pacar nya mau?"


"Sudah pasti lah, ditelpon aja lagi mendesah gitu, apa lagi sekarang tinggal di apartment milik Roy yang mahal itu"


"Oh ya, kok tidak nikah dulu?"


"Sudah ku tanya kan kata nya ini kan negara bebas asal sama-sama suka maka akan melakukan kapan pun bisa maka nya si pacar Roy bawa ke apartment nya supaya apa coba ya kan supaya bebas di pakai begitu"


"Bahasa nya di pakai begitu?"


"Ya sudah lah yang sesuka mereka, bujang lapuk ada lawan ya langsung ngegas"


Rindi tertawa.


"Bener kan Roy bujang lapuk, untung ketemu lawan kalau tidak bisa karatan"


"Emang Roy bisa pacaran ya kan dia sikap nya acuh dan dingin?"


"Ya mungkin mereka terlibat kejadian yang ekstrem, atau juga Roy pernah ditolong atau menolong pacar nya"


"Oh, bagaimana kak Will sudah ditemukan yang?"


"Ada di negara S, 2 hari lalu menghadiri pameran besar, dan sekarang lagi privat pameran"


"Oh bener ya sibuk banget"


"Tapi biasa nya Will tidak pernah meninggalkan ponsel nya, kecuali 3 hal"


"Apa itu mas?"


"Ada yang mati, galau, patah hati, aku rasa pilihan ketiga lebih cocok kok"


"Iya sih kasihan dia, di acuhin kak Lisa"


"Nanti juga mereka menyelesaikan permasalahan mereka sendiri yang"


"Iya"


Rindi nampak rebahan di kasur kamar mereka begitu juga Andra yang segera masuk ke selimut.


"Mau apa?"


Andra tidak menjawab malah memeluk istri nya dari belakang.


"Mas kata nya nanti sore mau ketemu Roy?"


"Iya, mas cuma peluk kok"


Pada hal mereka sudah menyatu meski istri nya tidur miring.


"Nanti malam saja"


"Ya sudah aku mau tidur siang"


Mereka pun tidur saling berpelukan, memang Andra hanya mengerjai istri nya saja.


Begitu pun Lisa di kamar nya sudah tertidur pulas.


Sore hari nya, Roy sedang rebahan di kamar apartment bersama pacar nya, Rose menyuapi camilan ke mulut lelaki tampan itu. Saat ini mereka sedang nonton film bergenre romantis. Sesekali juga mereka berciuman atau pun juga kadang Roy menaiki pacar nya sesuai adegan film itu.


Seperti saat ini Rose sudah ada di pangkuan Roy, lelaki itu sedang berciuman mesra dengan pacar nya.


"Kata nya mau ketemu bos, sayang"


"Oh iya"


Roy membelai rambut panjang pacar nya yang kusut akibat perbuatan nya.


"Ya sudah aku mau mandi dulu ya"


Rose mengangguk segera menyiapkan baju untuk pacar tampan nya itu. Setengah jam kemudian, Roy sudah siap dari mandi nya dan keluar dengan hanya melilitkan handuk saja.


Rose yang melihat dada bidang pacar nya, otot yang menonjol terutama pada bagian perut itu menelan ludah nya.


"Eces nya dihapus yang"


Refleks Rose menghapus bibir nya, Roy tersenyum lantas memagut bibir pacar nya.


"Pembohong"


"Ya kenapa juga kamu bengong, melihat ku seperti itu, kan kamu juga menikmati nya setiap saat"


Rose hanya menunduk malu akan perbuatan nya yang ketahuan memandang pacar tampan nya itu.


"Ya sudah aku berangkat ya?"


"Iya"


Sebelum berangkat Roy pun berciuman dengan Rose. Lalu lelaki itu bergegas pergi.


Tak menunggu lama, Roy pun sampai di mansion keluarga Mid.


"Sore om Tante"


Roy menyapa Daddy Rei dan mommy Jasmin.


"Loh baru sampai Roy?"


"Iya om kenapa ya?"


"Bukan nya Arvin, Arin dan Lisa ke mall ya 1 jam lalu"


Roy kaget, dia menghela nafas.


"Terimakasih om, Tante saya permisi dulu"


"Iya hati-hati di jalan"


Sementara Andra yang sudah mengantar istri dan kakak ipar serta papah mertua nya ke mall nampak tersenyum melihat sedikit kekesalan di wajah Roy.


"Suruh siapa tidak pernah memberitahu jika kau punya pacar?"


Ucap Andra kegirangan.


"Siapa yang punya pacar nak?"


"Ini Roy pah"


"Oh asisten mu itu"


"Iya pah"


Sedangkan Rindi menemani Lisa berbelanja karena Lisa ingin membeli baju baru saja dari pada bosan di mansion.


Roy yang kesal pun, mampir ke sebuah resto yang enak, dia memesan makanan kesukaan nya. Semua lauk yang di goreng dengan cocolan sambal dan beberapa sayuran tanpa nasi.


Menunggu 1 jam akhir nya dia mendapatkan pesanan nya, namun dia juga melihat keluarga bos nya baru masuk kedalam restoran yang sama.


"Tuan"


Andra yang disapa kaget, lantas tersenyum.


"Sayang cari meja kita dulu ya"


Rindi, Lisa dan papah Afar segera pergi. Andra mendekat ke asisten utama nya itu.


"Seger banget nih hawa nya"


"Ada yang salah tuan?"


Andra menarik lelaki yang selisih 2 tahun lebih tua dari nya itu.


"Mana pacar mu?"


"Di apartment"


"Baik lah, nanti aku akan mengundang pacar mu untuk makan malam setelah William pulang"


"Baik lah tuan"


"Jangan ngamer terus ajak dia jalan-jalan bro"


Roy tersenyum, Andra menganggap Roy sudah seperti kakak kandung nya sendiri.


BERSAMBUNG.