
Roy memandang gadis yang sudah tak memakai apa pun yang berada di bawah Kungkungan nya itu. Roy baru saja menjamah bibir nya, bahkan menindih nya.
Rose membuka mata nya menatap lelaki yang berada diatas tubuh nya itu.
"Maaf, aku terlalu terburu-buru"
Lirih Roy yang sangat malu akan tindakan nya bagaimana tidak dia sudah mencium dengan intens gadis yang menolong nya serta mau mengurus nya.
Rose segera meraih selimut yang ada di ranjang nya itu. Rose bisa melihat Roy nampak canggung.
"Maaf tuan, saya juga kelepasan menerima cumbuan anda"
Roy menengok melihat gadis itu menunduk.
"Tidak bukan begitu, hanya saja aku sangat kurang ajar pada seorang wanita yang sudah menolong dan menampung ku, maaf nona aku sudah merendahkan mu"
"Aku menerima nya, karena......karena aku menyukai mu"
Lirih Rose, Roy nampak kaget.
Roy terdiam mungkin ini bukan lagi musim nya seorang lelaki yang mengatakan cinta pada wanita namun sebalik nya.
Roy tersenyum, kalau saja tuan nya tahu dia baru saja ditembak seorang gadis maka pasti tuan nya itu akan terkena serangan jantung di tempat.
"Benar kah?"
Roy tidak lagi menyembunyikan rasa senang nya, bahkan dia memegang tangan Rose saat ini.
Rose mengangguk dengan cepat karena ditanyai oleh lelaki tampan seperti Roy. Dewasa, tampan lagi sudah pasti mapan.
"Kalau begitu kita pacaran"
Rose mengangguk tersenyum, sementara Roy langsung memeluk gadis cantik kembang desa itu.
Mereka berpelukan dengan sangat erat, Roy mengelus kulit halus mulus pundak telanjang milik Rose. Roy memandang gadis yang baru saja menjadi pacar nya itu.
Pandangan mereka kembali intens tak lama setelah wajah mereka sama-sama dekat Roy kembali ******* bibir manis milik Rose. Mereka saling *******, Roy menjilati bibir kekasih nya, menyesap nya bahkan lidah nya dibiarkan Rose untuk masuk kedalam mulut gadis itu, lidah mereka kemudian saling membelit.
Tanpa terasa Rose membuka satu persatu kancing kemeja milik Roy, Roy pun membuang selimut yang membelit tubuh milik Rose.
Terpampang lah tubuh langsing tapi sangat sexy, terlihat dada yang padat serta pantat yang sekel juga. Entah mengapa tubuh Roy menjadi sedikit panas mungkin karena tak ada kipas angin atau pun AC.
Hanya diatas jendela dibuat renggang untuk udara yang akan masuk melalui lubang-lubang itu.
Roy sudah tidak peduli dengan udara di kamar milik Rose, mereka juga tidak ingin menghentikan ciuman panas mereka. Roy melepaskan sejenak bibir manis Rose kala gadis itu megap-megap.
Roy tersenyum sembari mengelus rambut panjang Rose, melihat bibir cantik kekasih nya nampak bengkak. Baju atasan Roy sudah sepenuh nya terlepas hanya celana yang masih utuh, sementara tangan Roy sedari tadi sudah memegang dada singtal milik Rose.
"I love you"
Ucap Roy membisikkan ditelinga gadis cantik milik nya yang sedang dia kungkung.
"I love you too honey"
Ucap Rose meski dada nya masih turun naik, yang jelas membuat pemandangan indah untuk Roy karena gadis nya itu tidak memakai apa pun.
Seketika Roy bangun melepaskan sabuk pada celana nya, membuka seluruh celana nya.
"Apa aku boleh menjadi lelaki mu?"
Rose tersenyum mengangguk, siapa yang akan menolak lelaki tampan seperti Roy ini.
Maka Roy dengan cepat merangkak diatas tubuh gadis nya kembali ******* bibir pacar nya, menggigit leher dan menyesap nya sedangkan tangan nya sudah sejak tadi memainkan dada kekasih nya itu dengan kasar sehingga tubuh Rose menggelinjang nikmat.
Tanpa bertanya apa pun pada Rose, Roy segera membuka paha gadis yang menjadi pacar nya itu dengan lebar dan dengan segera Roy memasukkan milik nya kedalam milik gadis yang menjadi pacar nya.
Ya mereka melakukan hubungan layak nya suami istri, toh di negara A adalah negara bebas selama mereka melakukan atas dasar saling menyukai dan tanpa paksaan mereka dapat melakukan nya setiap saat meskipun tanpa hubungan pernikahan. Hubungan sebagai pacar pun sah saja.
Di kamar milik Rose itu lah Roy memakai gadis yang menjadi pacar nya itu. Meski Roy minum pengetahuan namun Roy mengikuti naluri lelaki nya, setelah puas dengan gaya itu selama beberapa saat Roy mengganti gaya nya beberapa kali.
"Cape tidak?"
Ucap Roy dengan lembut, Rose pun menggelengkan kepala nya.
"Masih kuat melayani ku?"
"Apa pun yang tuan pacar inginkan aku akan melayani dan menyanggupi nya"
Jawb Rose membuat Roy bahagia, di mengecup dahi wanita itu dengan senang nya.
"Terimakasih sayang ku"
Roy kembali melakukan aktifitas nya bersama pacar nya hingga matahari terbit.
"Kita mandi dan makan dulu ya"
Tawar Roy, Rose pun mengangguk. Mereka menyudahi kegiatan panas mereka di kamar itu. Rose mandi terlebih dahulu lantas Roy mandi kemudian.
Rose pergi ke dapur untuk memasak sarapan untuk lelaki tampan yang menjadi pacar nya itu.
"Loh kamu sudah masak sayang?"
Ucap Roy, Rose menengok lantas tersenyum manis.
"Kenapa tidak beli saja?"
Roy memeluk pacar nya itu dari belakang lantas menciumi leher nya.
"Kita kan sama-sama keramas sayang"
"Lalu kenapa?"
"Ya kan pagi-pagi disini tuh dingin nanti kamu bisa sakit"
Rose mengelus tangan pacar nya yang sejak tadi memeluk nya. Ada yang aneh namun Rose masih melakukan ritual memasak nya karena tinggal sebentar lagi selesai. Rose kaget karena kekasih nya menyingkap rok yang dia kenakan itu tanpa memakai dalaman yang bisa memudahkan aksi Roy selanjut nya.
Tanpa Rose duga, Roy saat ini sedang memasuki diri nya dari belakang tubuh nya. Roy pun memaju mundurkan diri nya, sedangkan Rose tidak mencegah nya wanita itu hanya pasrah saja menerima perlakuan sang pacar.
"Hemm.......!"
Rose sedikit mendesah karena kelakuan Roy di pagi hari pada hal mereka baru saja 2 jam berpisah dari penyatuan mereka semalam.
"Kata nya lapar sayang?"
Rose mengelus wajah pacar nya, membelai tangan kekar yang sedang melingkar di perut dan meremas dada nya.
"Maaf sayang"
Roy kembali menarik milik nya yang sudah terlanjur dia masukkan pada milik sang pacar. Roy tersenyum sambil mengusap leher nya. Rose pun tersenyum memandangi pacar tampan nya itu.
"Nanti saja di kamar, kalau masih mau"
Ucap Rose sambil menata sarapan diatas meja.
"Ke apartment ku mau?"
"Boleh"
"Nanti kamu siap-siap ya"
Rose pun mengangguk, dia akan mengikuti pacar nya itu kemana pun lelaki tampan itu mengajak nya pergi.
"Iya sayang"
BERSAMBUNG.