
Cinta akhirnya sampai ditempat les memasak nya, segera turun dan mengucapkan terimakasih. Melki mengangguk, lantas menunggui istri bos nya itu.
Cinta memasuki tempat lesnya yang agak rame karena teman temannya sudah datang berkumpul.
"Cinta baru datang?"
Sapa salah satu nya.
"Oh iya tante"
"Eh Cinta katanya ada orang baru yang dibawa chef, dia katanya temen chef"
Cinta mengangguk, setelahnya kelas memasak itu dimulai. Benar saja chef membawa temannya, Cinta mendongak lalu matanya membulat sempurna.
'Miss Karenina'
Gumam Cinta dalam benaknya.
"Halo semua"
Sapa sang chef, lalu berdiri didepan kitchen set miliknya.
"Perkenalkan ini adalah teman satu kampus saya, miss Karen dia jurusan design. Termasuk pula mendesign kue kue hingga menjadi cantik bahkan masakan juga beliau bisa mendesign dengan cantik"
Dan seterus nya si chef berpidato menyambut kedatangan temannya juga pidato panjang lebar para ibu ibu muda termasuk Cinta hanya mendengarkan bahkan ada diantara mereka yang menyoraki atau menjodohkan si chef dengan temannya itu.
"Membosankan sekali"
Jujur Cinta senang akrab dengan orang lain, tapi dengan dosennya yang satu itu seakan ada yang janggal.
'Gadis kecil lihat saja aku akan mengerjai mu hingga tuntas'
Gumam Karenina dengan semangat dendam yang menggebu pada Cinta.
"Baik lah hari ini kita memasak dengan dibumbui design"
Karang Karenina, si chef mengangguk karena tadi melihat kualifikasi dari Karenina begitu memuaskan.
Karenina menjelaskan ini dan itu tentang masakannya yang tidak masuk akal hingga menyuruh Cinta mempraktekkan. Namun semua design yang dibuat karenina berlawanan mana mungkin design bisa untuk memasak. Karenina tersenyum sengit, terlihat hasil kue yang Cinta buat hancur tak sesuai dengan yang didemonstrasikan.
"Aduh Cinta ini bagaimana sih?"
Semu mata melihat Cinta yang hanya diam saja, karena setiap Cinta mempraktekan demo masak Cinta selalu unggul dari yang lainnya.
"Kok kamu demo masaknya jadi ancur gini Cinta"
Mereka sudah kasak kusuk.
"Kamu banyak pikiran ya?"
Tanya Karenina sedikit demi sedikit.
'Ini dosen cewe kaya nya tertarik dengan sesuatu yang aku miliki saat ini ya'
Gumam Cinta dalam benak nya.
"Apakah semalaman kamu tidak tidur?"
Ucap Karenina.
"Benar itu Cinta? jangan banyak begadang nanti tubuh mu cepat terserang penyakit"
Ucap salah satu ibu ibu muda itu.
"Apa karena mikirin tugas kuliah ya?"
Ucap Karenina.
"Betul juga ya Cinta kan masih kuliah"
Ucap yang lain menimpali.
"Terus buat apa Cinta belajar memasak, kalau masih kuliah"
Mereka terus menimpali satu per satu.
"Tentu buat pacar nya lah bu, pacar Cinta kan orang kaya, yang sering nganterin itu loh"
Ucap ibu ibu yang berada di pojokan.
"Buat pacar? kan si pacar bisa beli makan di resto mahal kan?"
Ucap Karenina disana.
Cinta tersenyum tipis,.
'Jadi ini mau mu, baik lah aku jabanin'
Ucap Cinta dalam benak nya.
Semua memandang kearah ibu ibu yang celetukannya agak pedas seperti cabe yang sedang trending karena penghuni tik tok.
Lalu seketika semua ibu ibu itu memandang Cinta dengan pandangan yang beraneka ragam, mungkin jijik, mungkin kesal atau juga ingin membunuh karena dikira sudah dapet cap pelakor dari nitizen
"Wah hidup Cinta sangat berdedikasi ya"
Ucap Karenina.
"Jangan kebanyakan begadang malam Cinta, kau masih muda jangan mencari yang berlawanan dengan kesehatan mu, kau juga masih punya masa depan jadi bermain lah dengan kawan sebaya mu"
Lanjut Karenina dengan senyum mencibir lagi mengolok Cinta secara halus.
"Wah si Cinta main nya sama om om ya"
DDUUAARR.........
Semua penghuni lea memasak itu kaget, gadis ramah, mungil dan cantik itu ternyata sugar baby juga. Apa lagi yang sudah memiliki anak bujang tak hayal menjodoh jodohkan Cinta dengan anak nya meski pun hanya sekedar basa basi.
'Kok aku berasa main sinetron ya, apakah dosa ku begitu besar pada si om sehingga di azab begini ya tuhan.......'
Monolog Cinta dalam hati.
'Huh, apa aku adalah pemeran utama wanita yang harus menderita diseluruh adegan drama ini, menyebalkan dasar dosen tidak tahu diri aku akan memberikan mata kuliah pada mu sekarang'
Ucap Cinta dalam benaknya yang sudah geram, terang saja disuruh ini itu memasak lalu membuat design juga dikira gampang.
"Jangan banyak begadang Cinta buat ladenin om om, kau cantik dan cerdas pasti ada banyak perusahaan atau cafe cafe yang mau mempekerjakan mu"
Cinta terlihat kaget.
'Bisa mati aku dipenggal si om kalau bekerja'
Monolog Cinta didalam hati nya.
"Kau gadis baik Cinta, cari kerja saja jangan cari jalan instan"
Cinta sudah tidak tahan lagi.
"Maaf ya semua nya, saya belajar memasak karena saya ingin membangun usaha kelak ketika saya lulus dari kampus dengan jurusan design, karena saya akan belajar untuk memadu padankan antara design dan makanan, usaha yang berbeda akan menarik peminat lebih besar dan itu dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk sektor menengah kebawah"
Para ibu ibu langsung saling pandang, lalu bertepuk tangan dan mereka melupakan kasus para om om itu.
Cinta melirik pada Karenina, yang terlihat kesal dan meninggalkan tempat les memasak.
'Brengsek, aku dikalahkan rubah kecil itu, aku kira dia mudah diprovokasi, aku terlalu menganggap ringan lawan ku, belum lagi kak Cath, SIAL'
Gumam Karenina, sambil membersihkan wajah nya ditoilet. Dia menghempas sabun cuci tangan ke lantai hingga berserakan, karena amarah nya yang tak terkendali Karenina tidak memperhatikan lantai yang sudah terkotori sabun cuci tangan itu. Dengan akuhnya berjalan dengan hills tingginya.
Bughh....
Tubuh Karenina terpeleset, dia terlentang diatas keramik toilet yang licin oleh sabun cuci tangan.
'Sial kenapa juga aku terpeleset dengan sabun cuci tangan yang ku buang sendiri'
Karenina menggerutu, segera bangkit lalu meraih ponsel di tas nya.
"Bawakan baju di jok belakang, ke toilet"
Lalu mematikan sambungan teleponnya.
Sementara Melki meretas cctv les tempat memasak lalu mengirimkan video itu pada sang bos yang akan menghadiri jamuan makan malam di mension keluarganya.
"Awasi terus, jika keadaan berbahaya bawa murai kecil ku itu pulang, selama dia bisa mengatasi maka awasi lah"
Tling pesan balasan dikirim ke ponsel melki.
"Siap bos"
Tak berapa lama Karenina dengan angkuhnya melenggang pergi menaiki mobilnya, begitu pun dengan Cinta yang diantar Melki.
"Terimakasih om"
Melki agak terjengkit kaget dengan panggilan yang Cinta berikan.
"Nona ini titipan dari bos, bos tidak akan pulang, ada urusan di mension"
Cinta mengangguk lalu masuk ke lift apartment khusus itu. Cinta segera mandi, karena perut nya sangat lapar setelah menghadapi lawannya. Cinta menyantap hidangan itu hingga ludes, buah, kue, juga segelas jumbo susu yang dicampur buah segar.
"Ah, kenyang nya, sudah jam 9 kemana si om?"
Monolog Cinta sendirian.
"Bener juga si om kan tidak pulang"
Lanjutnya dengan lesu menuju kamar nya dan tidur.
BERSAMBUNG.