TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.378


"Kenapa sayang, kau tidak mau menyentuh ku?"


Sejak tadi Andra melihat Rindi lebih agresif dari biasa nya.


"Kau sangat agresif sayang ku?"


"Aku ingin punya anak dari mu mas"


Lirih nya sendu, Andra mengusap pucuk kepala Rindi mengecup nya. Seketika ada hawa panas yang menjalar di sekujur tubuh Andra.


Andra ******* bibir sexy yang dikira bibir istri nya itu, dengan sendiri nya Rindi menanggalkan lingerie sexy milik nya sendiri.


Rindi menempelkan tubuh polos nya pada Andra, tubuh besar Andra gemetar karena hawa panas dalam tubuh nya meningkat.


Rindi berhasil menanggalkan celana yang membungkus alat kejantanan Andra, kejantanan lelaki itu sudah mengacung sempurna, Rindi sedikit mengelus nya dengan perut rata nya hingga mata Andra memejam menikmati nya.


"Sayang.........."


Andra berkata dengan suara serak, dia menarik istri nya itu lalu kembali meraup bibir istri nya dengan ciuman panas.


Andra menggendong tubuh mungil nan langsing itu, dia juga meremas dengan kuat buah dada wanita nya. Sekali lagi Andra memandang wanita cantik yang sudah ada di bawah Kungkungan nya itu.


"Akkhhh..........."


Wanita di bawah nya menjerit, namun jemari lentik nya mengalung di leher Andra, saat Andra melesakkan milik nya kedalam tubuh wanita yang sangat menikmati hujaman senjata tumpul nya itu.


Mereka saling menikmati penyatuan nya, hingga beberapa kali Andra membenamkan senjata nya dalam dan muntah disana setelah terjadi demikian maka wanita dibawah nya langsung meraup bibir Andra dengan ciuman intens.


Sebuah mobil terparkir di halaman, keluar lah mommy Jasmin yang sudah bisa berjalan seperti orang normal di susul oleh Daddy Rei.


"Hati-hati mom"


Ucap Daddy Rei agak khawatir dengan istri nya itu.


"Iya mom sudah kuat kok"


"Tuan, nyonya selamat datang"


Sapa bibik, Daddy Rei hanya mengangguk, mereka berjalan perlahan menaiki tangga rumah.


Mereka mendengar sesuatu dari dalam kamar Andra dan terlihat heboh karena ******* kedua nya.


Daddy Rei mengernyit heran, mommy menarik suami nya agar menjauh.


"Ayo dad, jangan ganggu anak menantu kita"


"Tapi kok kaya bukan Rindi ya?"


"Sudah itu cuma perasaan Daddy saja kalia, ayo kita ke kamar istirahat mom capek"


"Ayo lah"


Akhir nya Daddy Rei pun menuruti perkataan istri nya, meski dia nampak curiga karena kamar anak nya tak pernah seberisik itu.


Rindi pun mondar-mandir karena perawatan sang kakak sudah hampir 3 jam lama nya.


"Kok belum keluar juga"


Hampir jam 4 sore, akhir nya Rindi dan Lisa sudah selesai dari salon.


"Kau kenapa?"


"Entah lah kak, perasaan ku tidak enak"


"Wajah mu pucat apa kau kelelahan dek?"


"Tidak mungkin kak, kita baru saja ke salon kok"


"Ya sudah kita pulang saja, kata nya Will juga sudah menunggu kita di bawah kok"


"Iya kak, ayo"


Mereka menuju ke lantai bawah mall, karena Will sudah menunggu. Karena Novan dan Anita di panggil Roy untuk membantu nya jadi lah Lisa menghubungi William untuk menjemput mereka.


"Maaf ya kak Will lama menunggu"


William hanya mengangguk saja, Rindi celingukan mencari suami nya.


"Andra sudah pulang sedari setelah jam makan siang, aku antar dia pulang dulu lalu aku ke kantor"


"Oh, iya kak"


Mereka pulang ke mansion keluarga Mid.


"Bik suami ku dimana?"


Ucap Rindi sesudah mereka sampai di ruang tamu melihat bibik kepala pelayan.


"Tadi ada di kamar non jam 1 siang tuan Arvin sudah mandi bibik membawakan buah dan jus mangga kesukaan nya"


"Oh jadi tidak pernah keluar kamar?"


"Benar nona"


Rindi tersenyum mungkin suami tampan nya itu sedang terlelap di ranjang mereka. Dia akan membangunkan suami nya, dan segera mandi bersama.


"Tuan dan nyonya besar juga sudah pulang dari jam tiga tadi"


"Ya sudah aku mau naik keatas dulu ya"


Mereka semua mengangguk. Dengan senyum yang mengembang Rindi pun menaiki anak tangga satu persatu untuk menuju kamar nya.


Namun semakin mendekat semakin Rindi gelisah dan tidak tenang.


KLEAK........


Pintu kamar Rindi dan Andra tak terkunci dari dalam.


Rindi kaget jantung nya semakin berdebar, dia mengedarkan pandangan nya ke seluruh sudut kamar. Pintu pun belum Rindi tutup.


Terlihat di tembok sebelah ranjang mereka kedua manusia yang telanjang sedang bercinta dengan adegan panas.


Mata Rindi terbelalak kaget hampir keluar dari tempat nya, keadaan kamar yang sudah berantakan lagi dia melihat suami nya sedang memacu tubuh wanita lain.


Wanita yang ada di Kungkungan suami nya tak lain dan tak bukan adalah pacar dari Roy yaitu Rose. Wajah Rose menyeringai dan tersenyum serta menjilati leher Andra dengan nikmat seperti es krim.


Istri mana pun pasti terbakar amarah, muka Rindi merah padam.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN!"


William dan Lisa tersentak kaget begitu pun para pelayan yang ada di lantai bawah.


"Cepat hubungi ketiga asisten Andra"


William segera naik dengan cepat, dia segera sampai di kamar adik ipar nya hanya dalam hitungan menit saja.


Mata William melotot sempurna karena melihat adegan yang erotis itu.


"Semua pelayan lelaki cepat kemari!"


Seru William, sementara Rindi sudah menangis ambruk ke lantai.


Dan puluhan orang pelayan lelaki segera datang.


"Cepat pisahkan mereka"


Ucap William, segera puluhan orang pelayan lelaki memisahkan tubuh Andra dan Rose.


"Sedikit saja kalian menyentuh ku maka dia akan mati!"


Ucap Rose dengan garang nya dan tersenyum devil.


Rindi kaget mendengar itu.


"Ada apa sebenar nya?"


Tanya Rindi pada Rose yang kini tersenyum penuh kemenangan meski pun diri nya tanpa henti sedang dinaiki Andra.


"Kalian sudah membuat ku sengsara tanpa ampun, dia hanya tersisa raga jika berpisah dari tubuh ku maka aku pastikan dia akan koma dan dalam seminggu dia akan mati"


Roy, Novan dan Anita yang baru sampai di kamar tuan nya itu kaget. Daddy Rei dan mommy Jasmin mendengar keributan lalu berjalan mendekat ke arah kamar anak dan menantu nya.


"Dad"


Daddy Rei mengepalkan tangan nya.


"Tenangkan Rindi mom"


Titah nya.


"Wanita iblis"


Teriak Roy.


"Ssttt......diam lah, bukan kah kau sudah menerima imbalan ku Roy sayang kau suka wajah penurut Rose kan?"


BUKK......


Wanita itu melempar wajah topeng nya nya. William tersentak kaget saat mengetahui itu.


"Carmen....!"


Mereka juga kaget karena William menyebut nama itu, Lisa jadi gemetar dan menyusul ke kamar sang adik.


"Akhhh....lezat sekali"


Erang Carmen yang memuncak lagi kali ini.


"Kau memberikan adik ipar ku obat halusinasi dan rangsangan kan?"


William.


"Memang kenapa? dia sudah memakan dan meminum nya jelas dia membayangkan paras istri nya namun itu adalah tubuh ku yang menjadi obat nya karena aku telah menelan obat nya"


Racun Carmen karena Andra terus memulai genjotan nya.


"Kurang ajar, telpon dokter Andalas dan putri nya cepat"


Ucap Daddy Rei pada Aryos asisten nya.


Namun Roy sudah lebih dulu menghubungi profesor itu dan segera menghubungi ibu Amelia serta Daddy German. Tak lupa ayah Andreas juga dihubungi oleh Roy.


Rindi di papah oleh Anita.


"Non yang sabar ini bukan kemauan dan kesadaran tuan, wanita iblis itu yang memberikan racun kita hanya bisa menunggu saja"


Rindi mengangguk sejujur nya dia sangat berat untuk menerima semua itu.


"Tuan kami tidak akan tergoda pada wanita lain selain nyonya, kami bertiga berjanji akan menyelesaikan semua nya"


Rindi mengangguk, mommy Jasmi memeluk menantu nya dan memapah nya ke kamar utama yang ada di lantai bawah.


"Sayang jangan menangis lagi ya, jangan marah, jangan khawatir ya, maaf mommy kira tadi adalah kalian, meski Daddy kalian sudah bicara kalau itu bukan kamu yang bercinta dengan Andra tapi mommy tidak percaya"


"Memang sejak kapan mom?"


"Sejak jam 2 mommy dan Daddy datang suami mu sudah berada di kamar nya"


Ucap mommy Jasmin, air mata Rindi sudah kembali menetes dengan deras nya


BERSAMBUNG.