TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.353


Selesai sarapan Roy pun kembali bercinta dengan pacar nya, seolah Roy tidak pernah puas menjamah tubuh sexy pacar nya itu.


Roy rasa nya memiliki mainan baru yang bisa di nikmati kapan pun.


"Pindah ke apartment ku yuk?"


Rose mengangguk.


Roy langsung membopong tubuh pacar nya untuk segera mandi karena hari akan sore.


Di dalam kamar mandi, Roy masih sempat nya menyalurkan hasrat nya hingga sekali ronde.


Mereka nampak mandi bersama kemudian.


Rose keluar lebih dulu, kalau tidak dia bisa selalu digarap pacar tampan nya itu. Saat ini saja tubuh Rose sudah penuh dengan tanda percintaan mereka.


"Loh sudah sayang?"


"Iya, sini pakai baju"


Rose memakaikan Roy daleman, celana, singlet juga kemeja yang kemaren dia pakai namun semalam sudah Rose cuci.


"Makasih sayang"


Rose juga menyisir rambut pacar tampan nya itu.


"Ayo kita berangkat"


Rose mengangguk mereka berjalan menuju mobil milik Roy. Rumah milik Rose pun di kunci setelah lampu semua nya di nyalakan.


"Aku lapar yang, kita makan dulu ya?"


"Iya"


Mereka berhenti sejenak di restoran untuk makan, sementara menunggu pesanan mereka Roy sedang melakukan belanja online mengenai baju dan bahan dapur karena pacar nya suka sekali masak.


Hanya 15 menit saja menu yang mereka pesan sudah datang.


"Ayo makan yang"


Roy nampak menyantap menu makanan nya juga Rose yang lahap memakan nya.


Roy sudah membayar, dan segera bergegas ke apartment milik nya. Tak lama Roy mengemudi, Roy berhenti di gedung yang menjulang tinggi dan mewah itu.


"Apartment kita ada di lantai 11 ya yang"


Ucap nya pada Rose yang langsung diangguki oleh pacar Roy itu.


Ting.....


Lift pun berhenti, Roy segera menggandeng tangan pacar nya, memasuki apartment mewah milik nya.


Apartment dengan lantai 2 dan 3 kamar, 2 kamar di lantai atas dan 1 kamar dibawah. Ada kamar mandi biasa dan kamar biasa di lantai bawah, dengan ruang tamu disertai televisi, disebelah nya ada ruang makan bersebelahan dengan dapur bersih yang mewah.


Sementara di lantai atas ada 2 kamar yang luas dengan kamar mandi masing-masing di dalam kamar, satu nya ada walk in closet dan yang lain nya hanya terdapat lemari pakaian yang besar saja.


Kamar utama yang luas di lantai dua memiliki balkon dan kolam renang mini yang bisa di buka dan di tutup.


"Bagaimana suka tidak?"


"Suka bagus banget sayang, mewah banget loh"


"Kalau kurang suka kita bisa ganti unit, lihat aja katalog nya"


"Tidak usah aku suka yang ini sayang"


Mereka sedang duduk di balkon, tiba-tiba bel apartment berbunyi.


"Ada tamu?"


"Bukan, aku belanja online yang bisa diantarkan kemari, ayo ikut aku"


Roy membawa Rose ke pintu apartment yang di tralis besi.


"Ini pintu nya ada dua?"


"Iya kamu bisa buka pintu kayu nya, tapi jangan buka pintu besi nya"


"Siap"


Roy membuka pintu nya.


"Loh kok tidak ada orang?"


"Ini kan ada yang barang nya"


Dua kardus besar ada di depan pintu apartment milik Roy.


"Sebentar aku tarik dulu"


Rose mengangguk.


"Memang ini apa sayang?"


"Nanti aku buka dulu ya, apa mau kamu yang aku buka"


Roy berkata sambil mendekatkan wajah nya, Rose hanya tersenyum saja.


Roy segera membuka kardus besar itu, berisi ponsel dan pakaian wanita.


"Ini buat kamu yang"


Rose melihat ponsel mahal dan baju-baju mahal pula yang Roy sodorkan.


"Buat aku semua yang?"


"Iya memang buat siapa lagi?"


"Ini bagus-bagus banget baju nya, ponsel nya juga mahal"


"Iya dong kan kamu pacar ku"


Rose tersenyum.


"Kamu cobain di kamar gih, aku mau menata bahan makanan di kulkas dulu"


"Emang bisa?"


"Bisa lah"


"Aku tunggu di kamar ya"


"Siap"


Rose segera mengangkat semua baju-baju mahal nya juga ponsel nya itu kedalam kamar utama tadi.


Sementara Roy segera menata bahan makanan mentah sayur, daging, ikan, dan tak lupa minuman dingin. Sementara camilan dia letakkan di keranjang camilan sebagian dan sebagian dia bawa untuk di taruh di kamar.


Roy mengintip Rose yang sedang mencoba baju yang dia belikan, mata Roy langsung membola karena pacar nya sedang mencoba lingerie sexy berwarna hitam menerawang.


"Ini kok baju begini apa untuk luaran ya?"


Ucap Rose pada diri nya sendiri karena selain diri nya hanya ada Roy di apartment itu.


Roy tersenyum melihat Rose memakai lingerie sexy itu.


"Harus nya rambut nya di gerai sayang"


Ucap Roy masuk kedalam kamar mereka.


"Sudah selesai yang?"


"Sudah, coba gerai rambut nya lalu jalan kemari"


Roy segera duduk ditepi ranjang mereka, Rose dengan penurut nya menghampiri Roy berjalan berlenggak lenggok bak model dengan rambut tergerai indah.


Rose sudah duduk di pangkuan Roy dengan sexy, seolah sedang memancing Roy. Dengan tak sabar Roy segera ******* bibir Rose, menjilati nya lantas menyesap nya.


Tangan nya sudah bertengger di dada wanita itu mengelus bahkan memijat dada nya yang padat dan memilih pucuk nya dengan kasar.


Rose dengan segera melepaskan semua atasan pacar nya hingga lelaki itu bertelanjang dada saja. Roy telah merobek lingerie yang Rose pakai dan membuang nya sembarangan.


Rose kini sedang melucuti pakaian bawah yang Roy gunakan, hingga mereka sama-sama telanjang diatas ranjang empuk itu.


Roy pun membawa serta Rose untuk berguling hingga wanita itu kembali berada dibawah nya. Roy membuat Rose tengkurap, membuka paha wanita nya itu hingga lebar lantas memasukkan milik nya kedalam milik pacar nya.


Awal nya dengan lembut namun karena gelora yang menggebu hingga membuat Roy memacu tubuh sexy itu dengan kasar dan cepat. Sementara Rose hanya mendesah saja, tanpa protes sedikit pun melayani pacar tampan nya itu.


Penyatuan yang amat lama hingga waktu makan malam, bahkan Roy masih memeluk pacar nya dari belakang tubuh nya itu. Meremas yang bisa di remas dan mencium yang mampu di cium.


"Sayang......"


"Hem......."


"Mau makan malam tidak?"


Memang waktu nya sudah jam 8 malam.


"Aku masih betah nemplok di kamu kaya kini"


Posisi Rose pun masih nungging saja, karena lelaki tampan nya menjaga keseimbangan nya itu.


Bahkan Rose merasakan sesuatu di dalam area sensitif nya kembali membesar setelah dua kali meledak. Roy juga sudah meremas dada Rose, mereka kembali mengulang pergulatan panas itu diatas ranjang hingga malam begitu larut baru kedua nya tertidur dengan pulas nya.


BERSAMBUNG.