TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.84


"Eunghh........."


Karenina melenguh dalam tidur nikmat nya setelah hampir 3 jam an dia di garap kakak sepupu nya sendiri.


"Hemm, lelah sekali"


"Mandi lah dulu"


Kearo Milan sudah duduk tegak bersandar di kepala ranjang, sambil menghisap rokok import mahal nya. Lelaki itu juga masih telanjang bulat memamerkan bentuk tubuh atletis nya, di hanya menyelimuti tubuh bagian bawah nya sebatas pinggang. Karenina melihat lelaki di samping nya ini.


'Lelaki brengsek ini punya postur tubuh yang bagus juga'


"Aku juga tampan bukan?"


Karenina acuh tak acuh saja.


"Apa kau selama nya akan memakai topeng itu?"


"Entah lah"


"Jadi lah istri ku"


"Lantas bagaimana dengan istri mu?"


"Dia hanya istri sirih ku, tinggalkan ambisi tidak berguna mu"


"Tidak"


"Cepat atau lambat Rayz akan mengetahui jati diri dan tipu muslihat mu!"


"Kau tidak tahu apa pun jadi diam lah!"


"Kau gila Karen"


"Kalau kau anggap begitu jangan. temui aku lagi"


"Aku suka kau, dan itu nyata aku bisa berikan harta semua yang kau mau"


"Tidak, sudah lah Aro, aku akan pulang dulu ke rumah Rayz"


Kearo hanya terdiam di tempat, sementara Karenina masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Meski agak sakit terasa di area bagian bawah nya. Karenina berendam dengan aroma terapi hingga dia merasa rileks. 1 jam Karen membersihkan diri nya dikamar mandi, sementara Kearo pergi untuk berenang keluar.


"Sial! ini sudah jam berapa?"


Karen melihat angka jarum jam menunjuk angka 10 lewat.


"Oh sudah malam sekali, bagaimana orang rumah nanti"


Gumam Karenina.


"Huhft, sudah lah pikirkan nanti saja di jalan"


Karenina segera berpakaian seperti waktu dia berangkat tadi.


Klek.


"Kau sudah mau pergi?"


"Iya"


Dengan segera Kearo mendekat memeluk tubuh langsing milik Karenina, dia juga memagut bibir manis milik wanit itu lama karena Kearo sengaja ******* nya.


"Aku harus pulang?"


"Tawaran ku masih berlaku"


"Aku tidak tertarik"


"Kalau begitu aku akan meresmikan pernikahan ku dengan wanita itu"


"Terserah kau saja"


BAMM........


Pintu apartment di tutup kencang oleh Karenina.


"Aku bersungguh-sungguh Karen!"


Kearo ambruk ke lantai, dia begitu mencintai sepupu nya itu. Sejak dia anak-anak hanya seorang Karenina Aryandy yang memikat hati nya, karena Kearo tahu wanita itu bukan lah anak kandung keluarga Aryandy tapi hanya bocah yang dipungut dari jalanan oleh keluarga Aryandy.


"Apa kau sanggup berdiri jika identitas mu yang sebenar nya terbongkar, kau wanita bodoh Karen"


Dengan segera Kearo bangkit, untuk menuju kamar mandi, membersihkan diri nya lantas kembali ke negara asal nya dan keluarga nya berada. Kearo sudah berpakaian rapih, malam ini dia akan segera mengambil penerbangan malam nanti.


Klek.


Kearo berjalan santai menuju ke ruang tamu tiba-tiba lampu menyala terang benderang Kearo kaget karena di dapur sana ada sosok yang sangat dia kenal meski itu hanya terdengar langkah nya saja.


"Kenapa terburu-buru sobat, ayo cicipi hidangan yang baru saja ku masak bukan kah dulu kau sangat menyukai masakan ku?"


Seorang lelaki tampan nan gagah, tinggi dengan bola mata hitam pekat nya menatap Kearo tajam.


"Maaf Rayz aku buru-buru"


"Buru-buru kemana hem?"


Kearo menunduk, jelas dia tidak bisa berbohong pada sahabat nya yang satu ini.


"Aku ingin kembali ke negara ku sobat"


"Cek apakah ada penerbangan malam ini?"


Dengan sigap anak buah dibawah komando Dino mengecek.


Kearo memejamkan mata nya, menunduk lantas......


BBRRUUKK........


Kearo langsung bersimpuh dihadapan Rayz dengan menundukkan kepala nya. Bagaimana pun kejahatan tetap harus menuai hukuman, Kearo tahu jika hari ini cepat atau lambat pasti akan datang menghampiri nya.


"Kenapa? apa yang kau lakukan?"


"Aku menyerah Rayz, hidup ku milik mu, aku melakukan nya sendiri kawan, aku tidak akan meminta maaf atau pun pengampunan karena kesalahan itu harus ada hukuman"


"Kau sudah tahu seluk beluk ku, kau melakukan ini itu tidak mungkin jika kau tidak begitu dekat dengan dalang nya!"


"Rayz tolong aku bertanggung jawab penuh atas perbuatan ku"


"Itu tidak cukup"


"Rayz tolong, jangan......"


"Bereskan!"


"Baik bos"


Bughhh........


Tubuh Kearo terkapar dengan darah yang mengucur di seluruh tubuh nya, kemudian diseret oleh pasukan Dino untuk di interogasi di ruang bawah tanah milik Aksara.


Flashback on.


2 jam sebelum Aksara sampai di hotel yang ditempati oleh Kearo Milan. Aksara sedang bermimpi dengan beberapa anak yang sangat tampan-tampan lagi sangat cantik-cantik, mereka bercanda ria di sebuah taman yang luas, sedangkan Cinta melihat mereka bermain begitu bahagia.


Drrtt.....ddrrttt.


Aksara terjengkit kaget dengan nada dering dari ponsel nya.


"Mengganggu saja"


Dengan segera Aksara pergi ke balkon untuk mengangkat ponsel nya.


"Iya"


"Bos, tuan Kearo pergi ke lantai 2 untuk berenang sementara nyonya masih di dalam sedang mandi"


"Baik lah tunggu disana, aku segera kesana"


"Baik bos"


Aksara segera menyuruh 3 perawat juga pengawal menjaga istri nya dengan ketat. Setelah nya Aksara pergi menuju lokasi istri jadi-jadian nya.


Aksara hampir saja sampai di lobi hotel, lift yang membawa Aksara naik sementara lift yang membawa Karenina sudah tiba di lantai dasar.


"Tuan bukan kah tadi itu nyonya?"


"Benar"


"Apa perlu.....?"


"Tidak usah, kita urus Kearo dulu"


"Baik bos"


Mereka segera menuju kamar hotel yang di sewa Kearo, lantas membuka pintu nya dengan kunci cadangan. Aksara segera menuju kamar yang terlihat berantakan.


'Mereka melakukan nya, berarti benar itu bukan Cinta tapi seseorang yang kenal baik dengan Kearo'


Gumam Aksara dalam hati.


Aksara segera memasuki dapur untuk memasak menu yang Kearo sukai dulu.


Flashback off.


Karenina memandang rumah berlantai 3 ini, dia datang dengan taksi. Keadaan rumah sudah sangat gelap tidak ada lampu yang menyala satu pun itu tandanya semua pekerja yang di rumah itu sudah beristirahat. Terang saja karena sudah pukul 11 malam lewat.


'Maan ************ ku masih ngilu, Aro menghajar ku tidak tanggung-tanggung, brengsek'


Ucap Karenina dalam hati, dia mengendap-endap masuk melalui pintu belakang atau dapur karena biasa nya dapur tidak di kunci.


Akhir nya Karenina dengan berhasil bisa naik ke lantai 2.


"Menyebalkan Aro, kalau saja aku bisa membungkam nya hingga mati pasti sangat menyenangkan"


Karenina kembali masuk ke kamar mandi untuk berendam lagi karena masih terasa pegal. Dia juga mencopot topeng nya itu, dan terlihat lah wajah nya yang sebenar nya. Namun disana nampak sepasang mata yang melihat itu semua terbelalak kaget.


Bruukkk......


Tak disangka semua itu dapat di ketahui Karenina, Karen tersenyum licik seperti iblis.


"Mommy, sedang apa disini?"


"Kau....kau"


Braakk........


Karenina mendorong mommy Diah, sehingga mommy Diah terguling di tangga hingga lantai dasar.


"Sungguh ketidak sengajaan yang tidak beruntung"


Ucap Karenina kembali masuk ke kamar nya.


Awal nya mommy Diah mengetahui jika menantu pertama nya masuk melalui dapur. Saat itu mommy Diah sedang mengisi air di dapur untuk dibawa ke kamar. Hingga wanita paruh baya kesayangan Aksara itu membuntuti menantu nya untuk menanyakan jikalau menantu nya itu lapar namun siapa sangka dia melihat sesuatu rahasia yang besar.


BERSAMBUNG.