TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.73


Aksara yang semula sedang menikmati kegiatan nya kini segera tersentak ke alam nyata, di pandangi istri nya yang masih polos. Di tatap nya mata itu dengan seksama meski nafas Aksara memburu, Aksa mencengkram dengan kuat tubuh mungil itu.


"Apa yang kamu katakan barusan?"


Cinta terdiam meski masih belum memutuskan kontak mata mereka.


"Jawab"


"Hubby"


Cinta segera mengubah gaya bicara nya, agar tidak ketahuan. Bagaimana pun dia belum siap untuk di temukan, karena tentu saja akibat nya sangat buruk.


"Aakkhh......"


Aksara meninju tembok, membuat Cinta kaget.


Aksara terdiam membisu lantas mengangkat tubuh Cinta untuk mandi dengan bersih. Entah apa yang Aksara pikir kan yang jelas dia sangat kacau. Cinta tentu sangat mengerti, meski lelah karena kemaren siang seharian juga ditambah barusan ini namun Cinta tidak boleh lengah.


"Makan lah dulu"


Aksara memperhatikan cara makan wanita itu, cara duduk nya pun Aksa perhatikan.


'Aku tidak bisa mendengar suara ******* itu dari wanita lain, siapa gadis ini?'


Aksara berpikir sambil memainkan ponsel nya, menghubungi semua orang sewaan nya untuk menggali informasi tentang wanita yang sudah ditiduri nya itu. Aksara pergi ke balkon penta house itu, melamunkan sesuatu yang gamang itu.


'Dengan sangat jelas aku baru saja mendengar suara nya, apa hanya halusinasi ku?'


Aksara bertanya dengan sangat gamang dalam pikirannya. Sementara Cinta menikmati makan malam nya.


'Apa dia mendengar, ketika aku menyebut nya?'


Cinta jadi memikirkan kejadian mereka memadu kasih dikamar mandi tadi.


'Semoga dia tidak menyadari nya'


Doa Cinta dalam hati.


Namun tak sesuai kenyataannya, justru Aksara sudah menyelidiki nya. Bahkan semua data lengkap itu ada ditangan Aksara.


'Ini sangat janggal'


Gumam Aksara.


Dengan segera Aksara menghubungi orang-orang nya kembali, lantas ingin menyelidiki selanjutnya siapa gadis yang sudah bersedia tidur dengannya.


"Sudah selesai makan nya?"


Cinta mengangguk, Aksara begitu tampan dengan rambut berantakan, kaos oblong juga celana sepaha. Sementara Cinta masih mengenakan handuk mandi berbentuk jubah itu. Si om suami nya memang lah sangat tampan tak heran jika banyak gadis yang ingin naik ke ranjang nya. Aksa menyadari itu, dia duduk mendekat kearah Cinta, mata mereka saling pandang. Aksa tiba-tiba ******* bibir mungil Cinta, sedangkan Cinta mengedipkan mata nya beberapa kali. Aksa memulai aksi nakal nya itu, tak berapa lama mereka sudah polos Karena Aksa sudah melepas pakaian mereka berdua. Malam itu mereka kembali melewati malam bersama, dengan kobaran api cinta yang membungkus jiwa lagi raga mereka.


Setelah seminggu kejadian itu, Aksara bersikap sedikit melembut kepada Cinta. Hingga saat ini Cinta bisa keluar menengok bayi kembar nya yang sudah berusia 3 bulan. Sepasang ank yang cantik juga tampan itu berceloteh ria dengan para pengasuh mereka di rumah sakit.


Cinta keluar dari rumah sakit, namun ada dua kubu yang memperhatikannya dengan seksama.


Klek.


"Tuan"


"Ada apa Melki?"


"Ini informasi baru dari bawah kita, mereka mendapatkan nya kemarin"


"Pergi lah aku ada pekerjaan penting"


"Baik tuan"


Aksara membuka laci nya lantas menyamakan dua bayi kembar yang ada di rumah sakit dengan foto usang itu. Aksara menitikkan air mata nya, mengelus foto itu.


'Kau benar anak ku'


Gumam Aksara.


'Tapi bagaimana Indy bisa mengunjungi kedua anak kembar itu? apa hubungannya?'


Gumam Aksara, memikirkan wanita yang menjadi obat untuk kecelakaan itu seminggu lalu. Sedang kan si pelaku selalu Aksara awasi keberadaan nya.


Laporan dari para mata-mata yang Aksara sebar itu sudah menemukan jika ada wanita dengan wajah yang sama namun identitas nya ditutup rapat. 3 bulan yang lalu wanita berusia 19 tahun melahirkan anak kembar, namun. mereka masih mencari kedua anak itu. Hingga kemaren tak sengaja mata-mata milik Aksara membuntuti wanita yang sudah menyelamatkan bos mereka nyata nya wanita itu penuh rahasia. Berkat wanita itu anak kembar itu keluar dari sarang nya yang selama ini di tutupi rumah sakit pinggir kota itu.


"Bagaimana bos?"


"Biarkan dulu, jangan gegabah, aku tidak ingin ada mengetahui rencana kita"


"Baik bos"


"Melki panggil Indy kemari"


"Mau disiapkan ruang interogasi?"


"Tidak"


Melki bergegas memanggil Cinta ke ruang para OG itu.


"Tuan"


"Kalian pergi lah"


Melki tahu jika sejak mengonsumsi obat terlarang itu, tidak bisa jauh dari istri sirih nya.


"Kemari lah"


Cinta mendekat kearah si om suami tua nya.


"Iya tuan"


"Cepat aku menginginkan mu, jika tidak maka seluruh pekerjaan ku ini akan berantakan"


"Di...disini"


Aksara mengangguk, Cinta dengan segera naik kepangkuan suaminya. Untuk segera menyatukan tubuh mereka, sejak meminum minuman itu tingkat seksualitas dari Aksara tidak bisa dikendalikan seperti hal nya lelaki normal. Aksara melakukannya sambil mengerjakan pekerjannya, sesekali berhenti untuk memeluk Cinta, kadang Cinta sesak dengan pelukan dari belakang tubuh nya.


"Tuan"


Mereka berdua kaget, Aksara memandang Melki.


"Letakkan di meja itu dan keluar, larang siapa pun yang ingin bertemu dengan ku"


"Baik"


Melki sudah keluar dari ruangan tuan nya, bisa Melki lihat adegan di dalam sana itu.


BERSAMBUNG.