TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.187


Rei nampak santai malam ini, dia ingin pergi ke resort nya, mengenang kenangan indah diri nya pertama kali memiliki kekasih siapa lagi jika bukan cinta pertama nya Queena. Itu lah nama gadis cantik yang sudah bertahta dalam hati nya lebih dari 15 tahun ini.


Selama 15 tahun ini Rei selalu merayakan hari jadi nya dengan gadis berambut panjang nan cantik itu, nuansa warna kuning keemasan di design untuk ruangan itu. Berbagai bunga, hiasan juga surat kata cinta dari Rei untuk wanita tercinta nya, meski raga seorang Queena telah bersatu dengan tanah namun Rei selalu menganggap nya ada. Tepat pukul 10 malam setelah pergi ke pemakaman Queena meletakkan lili putih kesukaan gadis itu, Rei bergegas ke resort.


Aneka makanan kesukaan Queena, bunga, camilan bahkan warna itu pun semua kesukaan pujaan hati Rei. Begitu tulus cinta yang Rei lantunkan untuk wanita pujaan nya itu.


SANG DEWI


Bak purnama di gulita semesta


Bak irama bersenandung kan rindu


Wahai bayu bisikan syair ku


Dalam lara ku menantikan nya


Wahai Dewi sang pemilik hati


Rindu ku bak debu


Kasih ku bak bulu perindu


Dalam kurun waktu


Ku pahat indah nama mu


Narasi terpanjang di relung hati


Bak kidung cinta yang bersemu


Dalam kisah abadi


Rei telah selesai dengan perayaan nya, dia kini duduk menikmati makan malam istimewa sendirian dengan bahagia. Rei teringat dia ada paket di hari bahagia nya ini, dengan tersenyum Rei membuka kado itu.


BBRRUUKK.........


Semua isi kado berhamburan, mata Rei melotot menyaksikan gambar-gambar itu secara nyata. Tangan Rei terkepal erat, muka nya sudah merah padam, semua hidangan di meja Rei hamburkan ke lantai, semua benda Rei tendang, injak dan pukul.


"Brengsek.......!"


Di tengah malam, Rei berteriak sekencang nya. Malam ini hadiah yang tak terduga itu menghampirinya. Rei tersenyum smirk, jiwa iblis nya mendadak bangkit.


"Ha....ha....ha, bodoh nya aku"


Tangan nya meninju cermin besar, yang sebagai hiasan di kamar milik Rei hancur.


"Kau rupa nya suka bermain, baik lah"


Rei segera menghubungi seseorang.


"Aku di apartment, kenapa Rei?"


"Kau sendirian?"


"Tentu aku belum menikah kau ingat?"


"Tentu saja, bagaimana jika besok malam kita nonton bersama seperti dulu"


"Tumben?"


"Ya aku sedang senang saat ini"


"Baik lah, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku lebih awal"


"Hem, selamat malam"


Rei menutup ponsel nya dengan segera, dia sedang menenggak wine import nya.


"Memang hanya kau lah teman ku yang setia, mereka semua selalu berkhianat pada ku!"


Rei meracau tak henti-henti nya hingga dia teler karena kebanyakan minum. Lelaki matang itu tertidur begitu saja dengan semua barang yang berserakan, seolah dia tidak pernah peduli dengan keadaan nya.


Di villa, sudah menunjukkan tengah malam. Min kebetulan haus dan hendak mengambil minum, disana terdengar sepasang jenis lelaki dan perempuan yang sedang mengobrol sambil membereskan makan malam yang larut itu.


"Kenapa kau bereskan Annete?"


"Ini sudah lewat jam tengah malam James, untuk apa masih disiapkan dimeja makan?"


"Tuan akan pulang nanti dan menanyakan makan malam"


"Biasanya tuan jam 11 malam sudah pulang, tapi tahun ini dia tidak pulang"


"Mungkin sebentar lagi"


"Mungkin dia terlalu larut dengan mantan kekasih pertama nya"


"Kau jangan ngomong sembarangan Annete kalau tuan tahu bagaimana?"


"Terserah, atau mungkin tuan mengucapkan selamat tinggal di tahun ini, mungkin saja ini perayaan yang terakhir yang dia rayakan bersama kenangan wanita itu kan tuan sudah menikah dengan nyonya, tidak mungkin istri sah ditukar dengan kenangan"


"Berisik, cepat bereskan nanti ada yang dengar"


Pada hal ada sepasang telinga yang sudah mendengar percakapan mereka. Setelah 1 jam mendengar perdebatan mereka akhir nya selesai dan Min mengambil minum di dapur tanpa ada siapa pun.


BERSAMBUNG.