TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.238


Sementara Andreas sedang mengepak baju nya untuk segera menghadiri rapat di perusahaan cabang yang ada di negara Z. Di rumah sebesar mansion ini Andreas hanya tinggal sendiri dengan para pekerja rumah nya karena kedua orang tua nya juga sibuk mengelola bisnis mereka.


Mata Andreas membelalak kaget ketika ada bus jemputan sekolah play group berhenti di depan gerbang rumah nya.


"Ayah!"


Suara teriakan itu sangat Andreas hapal, meski dia berada di dasar jurang sekali pun. Itu teriakan lelaki kecil berusia dua tahun, bayi merah yang pernah dia gendong, yang di lahir kan oleh satu-satu nya wanita yang Andreas cintai di dunia ini. Bayi merah ini yang ketika lahir sudah tidak bernafas, kemudian dengan derai tangis sang ibu, terjadilah keajaiban anak lelaki itu seolah dibawa malaikat maut untuk di kembalikan ke dunia.


"Avin kenapa disini?"


Bocah kecil itu tersenyum karena senang berjumpa dengan lelaki dewasa yang sudah dianggap nya ayah nya itu. Arti kata ayah yang sesungguh nya yang merupakan pasangan dari wanita yang selalu dia panggil mommy itu.


"Loh kok adek disini?"


"Kan mas ingin mengunjungi ayah"


Andreas tersenyum anak lelaki kecil ini begitu menggemaskan nya, andai bisa dia miliki pasti nya akan sempurna hidup Andreas.


"Kok ayah bawa koper?"


"Ayah mau pergi ke luar negeri mau kerja"


Seketika wajah Avin jadi muram bocah kecil itu menundukkan kepala nya bersiap untuk menangis.


Dengan cepat Andreas bersimpuh menyamakan tinggi mereka.


"Adek tinggal sama Oma, opa ya"


Diam menandakan lelaki kecil itu dalam keadaan tidak baik-baik saja.


"Ikut, ayah!"


Lirih nya, membuat hati Andreas sakit lagi ngilu.


"Baik lah ayah ajak kamu bekerja dengan ayah ya"


"Hore!"


Arvino segera memegang erat leher Andreas karena lelaki itu mengangkat nya masuk ke mobil.


"Jalan"


"Baik tuan"


Andreas bermain dengan lelaki kecil itu, sementara dia berkirim pesan ke nyonya Mandy meminta ijin membawa Arvino cucu lelaki mereka untuk perjalanan bisnis. Andreas juga membawa 3 asisten nya juga 10 orang pengawal khusus.


"Ada apa?"


"Andre menghubungi lewat ponsel, dia membawa cucu lelaki kita, dia ada perjalanan bisnis jadi bocah itu merengek meminta ikut"


"Oh, begitu kah?"


"Iya"


"Kenapa kau biarkan apa tidak merepotkan Andreas loh mom?"


"Entah lah, dia terbang setelah menghubungi mommy, dad"


"Ya sudah lah, nanti Daddy telpon tanya kabar si kecil"


Andreas terbang ke negara Z, dia sama sekali tidak menghubungi siapa pun disana. Niat nya hanya beberapa jam singgah, namun sekarang dia ingin memberi kejutan untuk kekasih hati nya.


Sementara Min melenguhkan diri nya, dia merasakan sakit pada sekujur tubuh nya itu.


"Kenapa pegal sekali?"


Wajar dia mengeluh karena dirasa sangat lelah, Min melihat sekeliling nampak baik saja. Piyama tidur nya rapih lagi pula pintu masih terkunci, Min sangat waspada karena takut lelaki di lantai atas nya itu berbuat gila.


"Sebaik nya aku mandi saja, mumpung masih pagi"


Min hendak berdiri.


"Auhhh, kenapa pinggang ku sakit?"


Dia teringat ketika menjadi istri Rei setiap berhubungan intim dengan lelaki itu pasti pinggang nya sakit. Perut nya sudah berbunyi, tanda nya meminta jatah makanan. Min segera bergegas berendam air hangat di kamar mandi.


1 jam selesai, Min segera berpakaian. Min berjalan namun ada rasa yang aneh, entah apa itu. Namun ibu beranak satu itu tidak menghiraukan dia tetap jalan saja.


Dia melihat semua kru selesai sarapan hanya tersisa kursi di samping si CEO yang mesum itu.


"Selamat pagi nona cantik"


Min segera duduk, Rei telah selesai menyantap sarapan nya, dia sesekali melirik wanita di samping nya. Rei ingat semalam sudah menggauli wanita cantik disebelah nya itu. Istri nya semakin mempesona saja, cantik lagi semakin hebat di mata Rei. Min merasa risih karena di pandangi dari samping oleh CEO itu.


"Maaf tuan kami selesai sarapan, terimakasih kami pamit dulu"


GRepp......


Rei menangkap tangan Min, seraya tersenyum.


"Ada apa tuan?"


"Kalian semua pergi lah, aku ada pekerjaan yang penting yang akan ku bahas dengan nona Cate Mid"


Mereka segera bubar, Rei menarik tangan Min ke dekat pantai disana ada beberapa gazebo. Rei menyuruh Min masuk lantas diri nya juga.


"Maaf ada apa tuan?"


"Aku menyukai mu, apa kau bisa jadi istri ku, simpanan ku atau pacar ku?"


Mata Min terbelalak.


"Jangan omong kosong tuan, maaf aku seorang model tidak bisa menikah"


"Aku akan memenuhi semua syarat mu"


"Tidak"


Min bangkit hendak berlari keluar, namun seketika Rei menarik tubuh Min hingga terjatuh kedalam gazebo itu. Tanpa aba-aba Rei langsung menindih nya.


"Lepaskan aku!"


Rei hanya tersenyum, Min berusaha memberontak juga menggunakan keahlian nya dalam bertarung. Namun rupa nya Rei sudah mengunci tubuh nya.


"Lepaskan aku! kau jangan kurang ajar"


"Kurang aja bagaimana?"


"Lepaskan aku, aku mau istirahat"


Rei tidak peduli malah semakin mendekat dan malah menjamah bibir Min. Min semakin berontak malah Rei semakin memperdalam ******* pada bibir nya. Rei mengikat kedua tangan Min dengan dasi milik nya, hingga lelaki itu bebas menjamah tubuh Min dengan seluruh tangan nya.


"Lepaskan aku, apa yang kau inginkan?"


Rei masih tersenyum, dia berusaha melepaskan pakaian bagian bawah milik Min.


"Tidak! jangan lakukan itu! kalau kau lakukan maka aku akan membenci mu, membenci mu, sangat membenci mu"


Min mengucapkan itu sambil memejamkan mata nya, sementara air mata nya sudah mengalir deras. Rei berhenti, ini batas dari istri nya, bahkan mengatakan sebuah keberatan pun enggan untuk menatap nya. Min membuka mata ketika dia merasakan tak ada pergerakan dari lelaki yang menindih tubuh nya itu.


"Mulai sekarang kau jadi simpanan ku!"


Rei berkata dengan sarat akan amarah yang membara di mata nya.


"Maaf tuan CEO itu tidak mungkin"


Rei melirik tajam kearah Min.


"Aku sudah menikah sebelum menuju kesini, meski belum diadakan jamuan untuk publik namun kami sudah bahagia"


"Oh ya, aku akan melihat nya nanti, jika kau berbohong pada ku, kau tahu konsekuensi nya bukan?"


Rei segera pergi begitu saja keluar dari gazebo.


"Lelaki gila, setidak nya lepaskan dulu ikatan dasi nya ini, sakit sekali'


Gumam Min setelah kepergian Rei, dia tidak berkata apa pun selagi lelaki itu masih belum berada jauh dari gazebo.


"Lelah sekali!"


Min sudah berhasil melepaskan dasi itu, lantas segera naik ke kamar nya. Dia begitu lelah siang ini, hampir saja Rei kembali menyentuh nya. Jika terjadi lagi Min takut dia segera hamil lagi.


'Tidak boleh dan tidak akan terjadi'


Ucap Min penuh tekad.


BERSAMBUNG.